NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun, Cahaya harus terkejut melihat perselingkuhan Fery dengan wanita lain yang masih satu rekan kerja dengan suaminya.
Karena patah hatinya ia mengajak sahabatnya untuk minum dan menginap dihotel, namun sahabatnya tak bisa menemaninya karena adiknya tak ada yang menemani dirumah.
Kejadian tak terduga dihotel ia tak sengaja bertemu pria asing yang dalam keadaan sakit, karena berpikir itu adalah suaminya yang mengejarnya akhirnya ia mengajaknya bermalam dalam keadaan mabuk.
Namun saat pagi menjelang, Cahaya baru sadar bahwa yang tidur bersamanya itu bukanlah suaminya tapi pria yang terkenal berkuasa dan galak dikantornya.
apa yang harus cahaya lakukan?
kabur kah?? atau ...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat kecil dari pak bos.

Prang

Suara barang jatuh yang mengejutkan Fery, itu adalah ulah kekasihnya.

Cinthya datang dengan wajah marah yang tertahan, ia duduk didepan kekasihnya yang menundukkan kepalanya. Ia sudah mendengar cerita semalam, operasi gagal dan pasien meninggal.

Untuk pertama kalinya ia merasa sangat geram pada Fery, karena gagalnya menjadi seorang dokter dimeja operasi. Mana itu adalah pasiennya, namun ia menyuruh lelaki itu yang melakukan operasi semalam.

"Bagaimana bisa kamu gagal? Udah berapa tahun kamu jadi dokter? Udah berapa kali kamu melakukan operasi? Bisa-bianya kamu gagal, huh!" semprot Cinthya meluapkan emosinya.

Wanita itu berpaling muka dari kekasihnya.

Tapi Fery diam dan masih menundukkan kepalanya.

"Dia itu pewaris Forma group, kamu tahu resikonya?" ujar Cinthya dengan pelan tapi jelas, sangat jelas menusuk.

Mendengar itu Fery menatapnya.

"Dia mengalami Anafilaksis, kamu gak bilang kalau pasien alergi obat bius. Pantas kamu menyuruhku yang melakukan operasi, rupanya cari aman!" ujar Fery membela diri, ia baru menyadari itu saat berada dimeja operasi.

"Kamu sendiri yang merasa hebat." Cinthya berdiri, matanya tajam menatap kekasihnya, tentu ia tak mau disalahkan.

"Kita putus!" ucap wanita itu lagi dan tak mau tahu.

Fery tersenyum miris, bertahun-tahun bersama nya disaat seperti ini wanita itu malah mengatakan hal yang tak ia suka. Putus, itu tak ada dalam kamusnya saat bersama Cinthya.

Ia bahkan membuang Cahaya demi wanita itu, tak semudah itu ia harus mendengar kata putus.

Tangannya mengepal, ia berdiri menghadap wanita yang mulai menampakkan kearoganan didepan matanya. Alih-alih membelanya atau menenangkannya. Cinthya lebih memilih putus dari pada menanggung kesalahan itu bersama.

Serasa pilihannya sudah salah, namun Fery tak mau tahu. Ia tak mau karirnya yang sudah ia habiskan bertahu-tahun, hancur begitu saja.

"Tak bisa, kamu harus lakukan sesuatu untukku," ujar Fery membalas tatapan tajam wanita itu.

"Kamu adalah anak pemilik rumah sakit ini, kamu harusnya membelaku bukan membuangku," lanjut Fery sambil mendorong kuat Cinthya.

Cinthya meringis memegang lengannya yang terbentur, untungnya jatuh kekursi sofa jadi tak terlalu sakit. Ia hanya merasa takut ayahnya memarahinya, karena sudah mewanti-wantinya operasi semalam.

Namun kini, semuanya berantakan resikonya pun harus ia tanggung.

"Sialan! Aku harus lakukan sesuatu," gumamnya dengan mata melirik pada punggung kokoh kekasihnya yang berjalan pergi keluar dari ruangannya.

Sebuah ide terlintas, susunan rencana mulai ia pikirkan. Walau harus kehilangan Fery, kehilangan karirnya itu adalah mimpi buruk baginya. Pria masih banyak, apalagi yang lebih kaya dan tampan dari dokter bedah toraks seperti Fery.

Lelaki itu bahkan masih berstatus suami orang, walau ia sudah merasakan kehangatannya yang bikin candu. Ia masih bisa mendapatkan lebih dari lelaki itu.

Cinthya mengambil ponselnya, menghubungi seseorang dan memilih jalan yang tak merugikan dirinya secuil pun.

"Tak apa, pria itu sudah tak berguna," ujarnya tersenyum sinis, lalu mematikan teleponnya dan memasukkannya kembali kesakunya.

***

Hari ini Cahaya merasa sikap Rayyan berbeda, tak ada kelembutan yang ada hanya sikap dingin dan abai. Tapi pria itu diam-diam peduli padanya. Seperti sekarang, lelaki itu mengirimkan makan siang favoritnya.

Kejadian itu sangat langka, saking langkanya membuat Cahaya dikerumuni para rekan kerjanya. Bagaimanapun selama menjadi istri Fery, ia tak pernah mendapatkan perhatian seperti ini.

Seorang kurir datang membawa buket bunga yang cantik dengan campuran blue eye, mawar putih dan juga lainnya. Tentunya dengan sepucuk surat dari si pengirim namun tanpa nama.

Cahaya hanya termangu, yang heboh malah temannya, si Yumi dan rekan kerja wanita lainnya.

"Ini dari siapa? Pacar atau suami?" tanya Yumi yang mulai kepo.

"Tiga tahun kalian menikah, baru kali ini dapat perhatian. Ah ... Cahaya kamu so sweet!" puji rekan wanita yang tersenyum menatap bunga dan juga makan siang milik Cahaya.

Semuanya terlihat wah dimata mereka.

Buket romantis yang cantik dan makan siang yang enak. Satu lagi kurir datang membawa camilan kesukaan Cahaya, membuat suasana hati mereka iri pada wanita itu. Siang-siang dibanjiri kejutan tak terduga, siapa yang tak iri coba.

"Sudah kubilang bukan dari bapak dokter, Kamu pacaran ya?" tuduh Yumi yang sangat yakin bahwa sahabatnya ada main dengan seorang lelaki.

Masih dalam mode Rahasia, Cahaya cuma bisa diam.

Tentu saja Yumi tahu keadaan sahabatnya yang akan bercerai, sikap suami Cahaya pun ia tahu persis. Jadi kalau ada hal seperti ini ia yakin dari pria lain, sangat yakin malah.

Tak mendapatkan jawaban, Yumi meraih kertas kecil yang menempel dibuket. Ia membacanya tapi tak ada nama yang mengirimnya.

"Teruntuk Cahaya cintaku yang cantik, semangat ya!" ungkap Yumi membacakan surat kecil dibuket tersebut.

Ooooowwww

Rekan wanita heboh mendengarnya, mereka tersenyum mendengarnya.

Yumi ambil surat kecil yang ada didalam paperbag, makanan yang seorang pesan untuk makan siang.

"Jangan sampai menahan lapar lagi, ya!" ucap Yumi dengan nada manja, namun ujungnya jadi sebal.

Ia membaca surat terakhir, "Aku kangen kamu," ucap Yumi dengan wajah tak menyangka sekaligus muak.

Siapa pria itu?

Yang berani membuat mereka kepo akut disiang hari yang panas-panas membara.

Waaaaahhhh

Semuanya heboh kecuali Cahaya yang masih terdiam kaku.

"Manis banget, aku hampir kena diabetes." Yumi menaruh surat-surat kecil itu dengan kasar tepat didepan temannya.

Cahaya membacanya satu persatu, ucapan sahabatnya tak ada yang bohong soal surat kecil itu. Tapi Cahaya bingung, ia tak ingin hubungan mereka berlanjut jauh.

Namun malah seperti ini sikapnya.

"Benarkah ini darinya?" tanya Cahaya dalam hati, karena ia tahu suaminya tak akan pernah melakukan perhatian seperti ini.

Kalau bukan Rayyan, siapa lagi?

Itulah yang ia yakini.

Drrrrtttt

Drrrrtttt

Ponsel Cahaya berdering, mengusiknya untuk segera pergi dari kerumunan pada rekan kerjanya. Ia sempat bingung untuk mengangkatnya, karena nama dilayar ponselnya itu adalah ibu dari suaminya. Namun telepon itu berhenti dan kembali berdering, seakan tak boleh ia abaikan begitu saja.

Akhirnya, Cahaya mengalah. Ia juga harus memberitahukan ibu mertuanya tentang rumah tangganya yang akan usai. Setelah mendapatkan tempat tersembunyi, barulah ia mengangkat panggilan teleponnya.

"Yaya, menantuku, kenapa kamu belum mengirim uang untuk mama?" suara wanita disebrang sana mengejutkannya.

Bukan sapaan sayang atau tanya kabar tentangnya, ibu dari Fery itu justru langsung pada masalah yang mencekamnya. Ia menghela nafas hendak mengatakan sesuatu, namun belum berkata sepatah apapun ia sudah direcoki keluhan.

"Kamu tahu kan, mama sangat butuh uang untuk arisan. Tumben sekali bulan ini kamu telat mengirimnya, makanya mama telepon kamu buat ingetin kamu. Tapi menantuku sayang, mama boleh minta tambahin uangnya gak. Aduh ... Mama butuh banget ini buat kuliahnya Fara," ungkap ibu mertuanya disebrang sana, mungkin dirumahnya.

Cahaya terdiam sejenak, selama ini ia banting tulang hanya untuk mendapatkan pengakuan baik dari keluarga suaminya. Sampai ia lelah namun tak ada yang peduli, yang mereka katakan hanya soal uang saja. Ia baru sadar selama ini yang mereka pedulikan hanya uangnya bukan kasih sayangnya.

Ia merasa bodoh, didepan ia diperlakukan baik tapi dibelakang mereka membicarakan kekurangannya, cacatnya dan betapa menyedihkannya dirinya yang hidup sebatang kara.

"Maaf, mah. Aku dan mas Fery, kami ingin bercerai," ungkap Cahaya dengan jelas dan tegas.

Sudah waktunya rumah tangga ini berakhir ...

Cahaya memutuskan sambungan teleponnya dan mematikan ponselnya agar ia tak ditelepon lagi. Ia sudah memutuskan untuk berpisah, jadi mertuanya tak punya hak lagi tentang uangnya.

1
falea sezi
🤣🤣 mertua toxic
🌀 SãñõõR 💞
yap ntar ceritanya jadi membingungkan.
partini
saling terhubung suami selingkuh dengan wanita yg pernah di sukai lelaki yg tidur dengan cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!