NovelToon NovelToon
Bersyukur Menikahimu

Bersyukur Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:903
Nilai: 5
Nama Author: introvert girl

Pernikahan impian yang sudah dibangun dengan asa dan cinta akhirnya kandas, tidak pernah terbayangkan oleh Clarissa bahwa hidup nya tak seperti orang diluar sana. Dulu berharap memiliki pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan dengan lelaki pilihannya. Perceraian tak terelakkan hingga membuat jiwanya terguncang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon introvert girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berharap tak Nyata

Di pucuk malam yang terasa asing tak mampu menggambarkan rasa apa yang timbul. Jiwa yang sejak tadi mengutuk dirinya telah merebahkan tubuhnya di pembaringan yang sangat dikenalnya. Mata terpejam meski alam bawah sadar terasa mengawang seolah tidur namun seolah setengah sadar.

Sosok yang sejak sore tadi menepi telah kembali dengan langkah yang dihitung dengan irama yang rendah agar tidak menggangu penghuni lain di rumah itu.

Gesekan engsel pintu dengan telapak tangannya berhasil membuka ruangan yang intim bagi mereka. Sosok yang dicari telah terlelap disana. Ethan berdiri sejenak memastikan ada ketenangan diwajah wanita yang sudah menemaninya selama dua tahun belakangan.

Helaan nafasnya tampak berat serupa dengan langkah kakinya yang menjauh dari bayangan wanita itu. Berdiri mematung didepan lemari lalu mencari pakaian ganti. Raganya sama lelahnya setelah sepanjang hari ini bertarung dengan emosi istrinya dan dirinya sendiri.

Pergi meninggalkan rumah dengan alasan ke rumah orangtuanya meski sebenarnya dia tak punya tujuan. Namun akhirnya memutuskan untuk ke rumah yang penuh kenangan dan momen indah sejak dia kecil. Apapun keadaannya hanya rumah itu yang tetap menyambutnya hangat, dengan pelukan Mama yang menenangkan atau Papa yang selalu memberi dukungan.

Mereka berbicara banyak hal tanpa mengutarakan situasi menegangkan yang telah dia lewati. Dia cukup sungkan bila membicarakan masalah rumah tangganya apalagi keluarga pasti kecewa jika mengetahui masalahnya.

Langkahnya yang ragu namun memaksanya untuk bergerak menuju pembaringan, dengan lambat dia menaikinya dan menutup setengah tubuhnya dan selimut lalu deru nafas perlahan teratur. Sementara sosok yang disampingnya samar-samar merasakan bayangan yang mendekat membuatnya tersadar bahwa sosok yang sejenak dibenci dan dirindukannya telah kembali.

Enggan menoleh atau membuka mata, Clarissa tak siap bila harus mengingat wajah suaminya bersama wanita itu. Cukup pergulatan hari menguras tenaganya.

Meski mulai ada rasa takut yang samar-samar mencubit hatinya, takut menghadapi hari esok, takut bila tangisan menyedihkan datang lagi, atau takut rasa curiga yang perlahan mengikis kepercayaannya pada pasangannya.

Deru nafas yang tetap diatur lembut meski detak jantungnya mulai bergemuruh dengan kelopak mata yang tertutup sempurna meski terlihat bergetar sesekali.

Menghitung sampai puluhan kali agar pikirannya kembali tenang, hingga hitungan kesekian kali akhirnya membawanya istirahat yang singkat.

...****************...

Pukul empat pagi tanpa aba-aba membangunkannya dengan nafas yang tercekat. Masih berpikir kalau hari kemarin tidak pernah terjadi. Bangun dengan cepat tanpa memperdulikan gerakannya dapat mengganggu tubuh yang masih terlelap di sisinya.

Dia hanya ingin segera bangkit tanpa melihat sosok itu, keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Duduk sejenak di meja makan yang tampak bersih, dengan kepala yang sedikit berdenyut.

Menyesap segelas air putih dengan sedikit ditemai lamunan sebelum siap menghadapi mentari. Cukup lama dia terdiam hingga rasa lelah ditubuhnya kembali menyergap dan memaksanya untuk bergegas ke tempat lain.

Langkahya terhenti di ruang tamu dengan sofa yang cukup menampung tubuhnya, ditemani layar TV yang mulai menayangkan tayangan khas pagi. Jemarinya masih asik menari di tombol remote mencari tayangan yang menarik minatnya.

Namun apa yang diharapkan dari siaran pagi hari hanya deretan berita tentang kriminal atau tayangan kesehatan. Jemarinya mulai lelah dan pasrah menatap tayangan yang asik membahas kesehatan diselingi produk yang ditawarkan berulang kali.

Matanya sedikit satu dan mulai menguap, hingga dia kembali tertidur di ruang tamu. Cukup nyaman meski sedikit dingin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!