NovelToon NovelToon
The Destiny Of A Princess

The Destiny Of A Princess

Status: tamat
Genre:Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Acha08

(Proses revisi)

Takdir yang berubah membuat beberapa kejadian tak terduga datang menghampiri.

Kecelakaan Pangeran yang tidak tahu apa penyebab pastinya hingga ia mengalami lupa ingatan, membuat ku tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku hanya bisa berharap bahwa dia akan baik-baik saja. Namun naas, setelah Pangeran mengingat semuanya dia malah membunuh ku yang merupakan cinta pertamanya.

Tak hanya sampai di situ saja. Setelah kematian ku, bangun-bangun aku sudah berada di masa lalu tepatnya saat sebelum kejadian Pangeran di serang.

Akankah kali ini aku bahagia? Terlebih, mengulangi waktu yang pada dasarnya membuat ku muak dan ingin mengakhiri hidup ku sekali lagi.



#Dilarang Mengcopy Cerita#

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acha08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 13

...💐Kediaman Alddes💐...

Sore di tempat latihan, Agnasia terus mengayunkan pedang miliknya dengan cepat. Pikirannya entah kemana, mungkin dia sedang memikirkan kejadian baru-baru ini.

Pengakuan Dellion yg tiba-tiba serta mata-mata yg tertangkap sebelum waktunya.

'Aneh sekali, ini tidak seperti yg sebelumnya. Atau ini sudah terjadi, tapi karena aku terlalu fokus pada Pangeran dan mencari perhatian Ayah jadi aku tidak mengetahuinya?'

Pikir Agnasia sambil terus mengayunkan pedang, sampai Deondre datang mendekat kearahnya, Agnasia berbalik dan hampir saja memotong leher Deondre.

Matanya membesar melihat pedang itu terarah di leher kakaknya.

"Astaga! Tuan Duke muda. Maafkan saya." Ucap Agnasia, dan di balas senyuman oleh Deondre

"Kamu cukup peka juga, tapi ini adalah hal yg menakutkan, hampir saja aku mati saat ini juga." Ujar Deondre pada Agnasia, wanita itu kemudian menunduk meminta maaf terus menerus.

"Maaf... maafkan saya Duke muda... saya sedang tidak fokus jadi seperti ini" Ucap Agnasia panik.

"Kamu tidak fokus saja hampir memotong leherku, bagaimana jika fokus? Pasti kepala ku sudah terpisah dari tubuhku. Tapi, tenanglah aku tidak akan menghukum mu." Ucap Deondre sambil menyuruh prajurit memberikan pedang padanya.

"Bagaimana jika kita duel?"

Deondre menunjuk pedang kearah Agnasia, wajahnya seketika serius saat kakaknya mengajak untuk Duel bersama.

'Kapan lagi aku bisa berduel dengannya jika bukan sekarang.'

"Baiklah..."

Mereka melakukan aba-aba, tanpa hitungan detik Deondre langsung menyerang Agnasia. Tepat waktu Agnasia dapat menagkis pedang dari kakanya dengan cepat.

"Duke muda sangat hebat." Smrik Agnasia sambil mendorong pedangnya dan langsung menyerang Dellion.

Tang....

"Tidak semudah itu Agnasia. Kamu harus membuka matamu untuk menyerangku."

Balas Deondre pada Agnasia, dia lalu berlari dan dengan cepat menyerang Agnasia dari atas.

Tang...

"Anda juga harus melihat titik yg bagus untuk menyerang saya." Balas Agnasia, dia lalu mendorong dan menyerang kearah kaki Deondre. Hanya tinggal beberapa inci saja pedang itu hampir mengenai Deondre.

Tapi karena Deondre lincah, dia dapat menghindari ayunan pedang yg tertuju padanya.

"Ternyata kamu hebat juga." Ucap Deondre dengan sedikit tersenyum.

Para pengawal berkerumun melihat pertarungan antar dua saudara yg sangat sengit.

"Aku bertaru 5 keping perak untuk Putri Agnasia."

"Aku bertaru 10 keping perak untuk Tuan Deondre. Pasti Putri Agnasia akan kalah."

"Baiklah, kita lihat singa jantan atau betina yg akan menang."

Mereka lalu menonton pertarungan Deondre dan Agnasia dengan beberapa cemilan yg di bawa oleh pelayan.

...💐💐💐💐...

Serangan pedang dari Deondre menjatuhkan Agnasia. Deondre tersenyum penuh kemenangan

"Kau kalah." Ucap Deondre sambil tersenyum.

"Benarkah?? bagaimana dengan ini." Agnasia memukul pergelangan kaki Deondre sampai lelaki itu tidak memiliki keseimbangan lagi. Agnasia lalu memutar pedang milik kakaknya sampai terhempas jauh. Kini Agnasia yg berdiri sambil tersenyum melihat Deondre yg tergeletak di rerumputan.

"Kamu curang ternyata." Ujar Deondre.

"Itu bukan curang, tapi trik untuk menyelamatkan diri." Ucap Agnasia sambil memberikan tangannya membatu Deondre bangun.

Entah kenapa Agnasia terasa senang. Untuk pertama kalinya dia bisa bertarung dengan Deondre

"Ku dengar berkat mu, para mata-mata di tangkap." Ujar Deondre sambil mengambil handuk kecil pada pelayan.

"Itu bukan karena saya, tapi karena kepintaran Sir Galen dia bisa menemukan orang-orang itu." Jawab Agnasia, dia lalu mengembalikan pedang itu kedalam sarungnya.

"Agnasia, kamu bisa berbicara santai denganku. Jangan berbicara formal seperti itu."

Wajahnya terlihat malu melihat ku saat ini, dia menutupinya dengan handuk yg ada di tangannya.

'Sekarang apa yg terjadi dengan Deondre. Aku bahkan tidak melakukan apa-apa'

"Kenapa kamu diam, apa kamu tidak suka berbicara santai dengan ku?" Tanyanya, aku membuyarkan lamunanku dan mengeleng.

"Sesuai yg Kakak mau." Aku tersenyum melihat dia, dan dengan cepat dia berbalik pergi.

"Malam ini makan bersama ingat!" Ucapnya sambil melambaikan tangan.

Merry mendekat padaku, dia sedikit berbisik.

"Sepertinya Tuan mulai menerima Nona, baguslah..... Ahh... jika kalian bukan saudara, pasti Nona cocok dengan Tuan Duke muda."

Aku terkejut mendengar perkataan dari Merry. Kenapa dia bisa berfikir sampai di sana

"Kau ini ada-ada saja. Lebih baik pikiran siapa yg akan menjadi pasangan mu saja."

Ujarku sambil berjalan pelan dari sana, Merry mengikuti ku dan terus berbicara tentang aku bersama Deondre.

Dan beberapa prajurit yg bertaruh tadi ada yg sangat senang dan ada yg sedih karena bangkrut.

...💐Ruangan baca💐...

Besok, menjelang siang di ruang baca, Agnasia membuka beberapa buku sejarah, ingin mencari tahu lebih lanjut tentang beberapa keturunan Alddes sebelumnya.

Tapi itu terhenti saat dia mendengar pembicaraan dua prajurit Alddes di depan jendela ruangan.

"Kamu dengar tidak, kejadian 1 jam yg lalu di kekaisaran Aegeus."

"Belum, memangnya ada apa?"

"Jadi, saat Yang Mulia Kaisar dan Tuan Galen sedang menginterogasi mata-mata dari kekaisaran Ango, ada asap hitam yg datang lalu ke tiga orang mata-mata itu mati di tempat."

"Apa?! Yg benar saja!"

"Tentu saja,bahkan Kaisar sendiri tidak dapat melihat siapa yg masuk kedalam ruangan itu."

Dengan cepat Agnasia bangkit berdiri, dia lalu keluar dan pergi menuju ruangan kerja Ayahnya, tapi saat itu ternyata Ayahnya sudah pergi lebih dahulu.

'Aku harus kesana segera'

Agnasia lalu memanggil kusir untuk menyediakan kereta kuda untuknya dan pergi.

...💐Kekaisaran Aegeus💐...

Saat sampai, di depan gerbang sudah banyak pengawal yg berjaga-jaga.

'Mungkin ini gara-gara penyerangan itu, jadi penjaganya semakin ketat'

Agnasia turun, dan pergi masuk kedalam kekaisaran. Untungnya dia di perbolehkan oleh beberapa pengawal yg berjaga.

Dia masuk dan menanyakan dimana Tuan Duke pada para pelayan kekaisaran.

"Tuan sedang ada di ruangan rapat bersama dengan yg lainnya putri..." Jawab pelayan, Agnasia sedikit mengigit bibirnya.

'Aku tidak bisa masuk. Tapi, akan ku coba.'

"Bawah Aku kesana segera." Pelayan itu pun mengangguk dan menuntun Agnasia ke ruangan rapat. Saat sampai, dia yg akan masuk di tahan oleh dua pengawal yg berdiri di depan pintu.

"Maaf Yang Mulia putri... anda tidak bisa masuk saat sedang rapat penting."

"Katakan ada yg ingin ku bicarakan dengan Tuan Galen dan yg lainnya." Ucap Agnasia, kemudian pengawal mengangguk dan masuk kedalam.

Beberapa detik berlalu, pengawal itu keluar. Dia sekarang mempersilakan ku masuk kedalam ruangan.

...💐Dalam Ruangan Rapat💐...

Di sana terdapat Kaisar, pangeran Dellion, Tuan Duke dan Galen. Agnasia memberi salam pada mereka dengan sopan.

"Ada apa kamu kemari putri? Apa yg ingin kamu katakan." Ucap Kaisar sambil menatap lurus kearah Agnasia.

"Mohon maaf Yang Mulia Kaisar, saya sedikit ikut campur. Tadi pagi saya mendengar berita soal penyerangan tiba-tiba."

"Putri benar, aku juga menyetujui putri untuk masuk dan memberikan pendapat yang putri pikirkan." Jawab Kaisar, Agnasia sedikit mengangguk dan pergi duduk di samping Galen.

Kemudian Galen membuka mulutnya berbicara pada Kaisar.

"Yang Mulia Kaisar, saya menemukan sesuatu pada ketiga orang korban." Galen mengangkat sebuah kalung dengan lambang gagak putih.

"Ini adalah lambang kekaisaran Beryl!!" ucap Pangeran tiba-tiba sambil melihat Kaisar.

'sekarang apa yg terjadi?! Kenapa bisa ada lambang kekaisaran Beryl, yg di bawah mata-mata kekaisaran Ango!'

1
Wynne a.m
kak maaf, ini kok ceritanya lama" sudut pandang dari karakter Agnasia saja ya?
padahal di chapter awal, sudut pandang dari penulis yg tau segalanya
ceritanya bagus, tapi bacanya jadi aneh
>AY<
siapa jodohnya agnesia?
>AY<
kaisar ango yg jahat namanya nick,
dia yg membunuh ibunya agnesia.
kucing itu bawahannya yg menyamar.
mengadu domba.
pangeran kena sihir hitam.
kudu bner" di baca teliti klo gak, susah mengerti alurnya
Nurlaila Mahlil
cerita yang sangat menarik
lisya_024
/Grin/
ega lestaluhu
maaf thor, tolong diperbaiki lagi kalimat percakapan karakternya, huruf miring hanya dipakai untuk kata penting atau percakapan dengan nada berbisik dan pemikiran pemeran. untuk percakapan biasa ada baiknya menggunakan huruf biasa saja kak
ega lestaluhu
maaf kak author, awalnya aku kira cuma sepenggalan percakapan aja yang pake 'huruf miring' eh ternyata semua percakapan pake huruf miring. sedikit saran revisi kak, huruf miring baiknya dipakai saat percakapan dalam nada tertentu seperti berbisik atau ucapan pemikiran si pemeran, supaya sesuai dengan tata bahasa dan aturan kalimat percakapan, biar lebih enak dibaca kak. sekian, mohon author jangan tersinggung dengan sedikit banyaknya komen orang tak dikenal ini🙏🙏
Jjlynn Tudin
jangan2 pangaeran di sihir Cirin
Dev..
keren dan seru banget ceritanya thor..berasa ikut terjun dlm ceritanya😍👍
Eda Eda
👍
Sulati Cus
menarik
Murni Murniati
agnesia ini masih bodoh, tak mau cerita sm skli, biar bisa dibantu, tak mau ambil pengalaman dr apa yg pernah terjadi
Murni Murniati
napa doa tak nanya sama snow soal lambang kuno itu
Murni Murniati
pdhl udah dkasih kesempatan masih bodoh dia, tak berpengetahuan luas
Murni Murniati
berarti mereka krn sihir gelap bgtu
Murni Murniati
mknya dulu dia mati mgkn krn sihir gelap,mknya semua org tak menyukai nya,
Murni Murniati
tp jgn sampe mereka jd menikah, krn biar dia mnyesal, kan dia udah bilang dia tak akan mnyesal
Sashimi Bee
skrg ngerti kenapa bbrpa kali baca diprotes soal penulisan percakapan karena percakapan biasa ditulis percakapan dalam hati klo di novel lain/Grievance/
ega lestaluhu: maksud kamu gimana ya kak? setauku penggunaan kalimat, kata dan beberapa tanda khusus dalam novel tuh ada aturan tulisnya. untuk kata miring yang paling banyak dipakai disini, emang gak sesuai ama penulisan novel yang baik. kata miring umumnya hanya dipakai untuk kalimat tertentu saja, jadi gak sesuai kalo dipakai untuk percakapan karakter
total 1 replies
Yennie Susantie
"Pelayan! Bawa Agnasia kembali ke kamarnya. Bawah beda arti. Langkah dan Langka beda arti
sahabat pena
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!