NovelToon NovelToon
Restu Yang Ditarik Kembali

Restu Yang Ditarik Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Sepuluh tahun membina rumah tangga, Adila mengira restu mertua adalah pelindung abadi bagi cintanya dan Revan. Namun, segalanya runtuh saat Meisya sahabat masa lalu Revan hadir membawa janin di rahimnya karena suaminya meninggal.

​Tiba-tiba, pengorbanan Adila sebagai istri sekaligus calon dokter yang mandiri justru menjadi senjata untuk memojokkannya. Karena dianggap mampu berdiri sendiri, Adila dipaksa mengalah. Revan mulai membagi perhatian, waktu, hingga nafkah bulanan demi menjaga Meisya yang dianggap lebih rapuh.

​Hati Adila hancur saat melihat Revan membelai perut wanita lain dengan kasih sayang yang seharusnya menjadi miliknya. Ketika restu itu ditarik kembali dan posisinya sebagai istri perlahan dijandakan di rumah sendiri, masihkah ada alasan bagi Adila untuk bertahan? Ataukah gelar dokter yang ia kejar akan menjadi jalan baginya untuk melangkah pergi dan meninggalkan pengkhianatan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu Yang Ditarik Kembali

Sinar matahari siang yang menembus jendela kaca Rumah Sakit Pusat terasa jauh lebih hangat bagi Adila. Hari ini bukan sekadar hari kerja biasa. Hari ini adalah hari penentuan setelah perjuangan panjangnya melewati stase Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) yang sangat melelahkan, ditambah dengan badai rumah tangga yang hampir menghancurkan konsentrasinya.

Di koridor menuju ruang departemen, Maya dan Sari sudah menunggu dengan wajah tegang. Maya terus meremas ujung jas putihnya, sementara Sari mondar-mandir seperti orang yang sedang menunggu hasil operasi besar.

"Dila! Akhirnya datang juga," bisik Maya dengan suara gemetar. "Hasil evaluasi akhir koas kita sudah keluar di papan pengumuman dalam."

"Gimana hasilnya?" tanya Adila, mencoba tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang.

"Lihat sendiri deh, kita nggak mau kasih tahu dulu. Tapi yang jelas, Dr. Adrian benar-benar memberikan nilai yang... wow," jawab Sari sambil menarik tangan Adila masuk.

Di papan pengumuman, terpampang daftar nama dokter muda yang berhasil menyelesaikan stase ini. Nama Adila Arrena berada di urutan paling atas dengan predikat A (Cum Laude).

Berhasil menyelesaikan koas di stase ini artinya Adila telah melewati tahap paling krusial dalam pendidikan profesi dokter. Ini adalah bukti bahwa ia tidak hanya menguasai teori medis, tetapi juga kompeten dalam melakukan tindakan klinis, anamnesis, hingga pengambilan keputusan darurat di ruang operasi. Dengan hasil ini, Adila selangkah lebih dekat menuju gelar Dokter (dr.) yang sah setelah nantinya mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

"Selamat, Dila!" Maya memeluk Adila dengan erat. "Kamu berhasil! Meskipun kemarin ada drama pengadilan dan pengusiran pelakor itu, nilai medismu tetap sempurna. Kamu benar-benar gila!"

"Ini bukan cuma soal nilai, May," ucap Adila sambil menatap namanya di papan itu. "Ini soal membuktikan kalau aku tidak hancur. Pendidikan ini adalah hartaku yang paling berharga yang tidak bisa disita oleh siapa pun."

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang teratur terdengar di belakang mereka. Suasana mendadak senyap. dr. Adrian Dewantara berdiri di sana dengan gaya khasnya tangan di saku jas putih dan tatapan yang sulit dibaca.

"Maya, Sari, kembali ke bangsal. Ada pasien baru di ruang persalinan," perintah Adrian dingin.

Kedua sahabat Adila itu langsung mengangguk patuh dan melesat pergi, meninggalkan Adila berdua dengan sang dokter pembimbing.

Adrian berjalan mendekati papan pengumuman, lalu beralih menatap Adila. "Predikat A. Kamu puas dengan hasil itu?"

Adila mengangguk mantap. "Sangat puas, Dokter. Terima kasih atas bimbingannya yang... sangat keras."

"Jangan berterima kasih padaku. Nilai itu objektif. Kamu melakukan tindakan section caesarea dengan sangat tenang minggu lalu, bahkan saat pikiranmu sedang berada di meja hijau. Itu kualifikasi yang jarang dimiliki dokter muda," ucap Adrian.

Adrian kemudian mengajak Adila berjalan menuju ruang diskusi yang sepi. Ia menarik sebuah kursi dan mempersilakan Adila duduk. Ini adalah momen diskusi pasca-evaluasi yang sangat penting.

"Dengar, Adila. Berhasil di koas Obgyn ini artinya kamu sudah punya tiket untuk memilih spesialisasi nanti. Dengan nilai ini, jalurmu menuju Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) akan sangat mulus. Kamu punya bakat di bedah kebidanan," Adrian menjelaskan dengan nada serius namun ada nada bangga yang terselip.

"Saya memang berencana mengambil spesialis Obgyn, Dok. Saya ingin fokus pada kesehatan reproduksi wanita," jawab Adila.

"Pilihan yang bagus. Mengingat kamu baru saja membedah parasit di hidupmu, aku rasa kamu akan sangat berempati pada pasien wanita yang mengalami trauma emosional selain masalah fisik," sindir Adrian tipis.

Adrian kemudian mengeluarkan sebuah map kecil. "Dan ini... hadiah kecil karena kamu sudah tidak membuat malu departemenku."

Adila membuka map itu. Isinya bukan dokumen medis, melainkan undangan untuk bergabung dalam tim riset internasional tentang Fetal Medicine yang dipimpin oleh Adrian sendiri.

"Ini kesempatan besar, Dokter. Kenapa Dokter memilih saya?" tanya Adila tertegun.

"Karena aku butuh orang yang tidak mudah pingsan saat ditekan, baik oleh pisau bedah maupun oleh mulut tajam mertua," sahut Adrian. Ia berdiri, bersiap pergi. "Selesaikan administrasi kepindahanmu ke rumah baru sore ini. Aku sudah menyuruh orang untuk memastikan klinik satelit di rumah lamamu mulai dibongkar interiornya besok. Jangan ada satu pun sisa kenangan Revan yang tertinggal di sana."

Adila tersenyum lebar. Keberhasilan koas ini adalah awal dari hidup barunya. Di satu sisi, ia memenangkan keadilan hukum di pengadilan, dan di sisi lain, ia memenangkan masa depan kariernya di rumah sakit.

"Dokter Adrian," panggil Adila sebelum pria itu keluar pintu.

Adrian berhenti tanpa berbalik. "Ya?"

"Terima kasih sudah percaya kalau rahim yang kalian sebut 'tanah tandus' tidak membatasi otak dan tangan saya untuk menyelamatkan ribuan nyawa di masa depan."

Adrian terdiam sejenak, lalu ia menoleh sedikit, memberikan senyuman tipis yang kali ini nampak lebih hangat. "Tanah tandus tidak ada dalam kamus medis yang benar, Adila. Yang ada hanyalah lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan. Sekarang kamu sudah di lingkungan yang benar. Tumbuhlah dengan baik."

Adila menarik napas lega. Hari ini, ia bukan lagi Adila yang terzalimi. Ia adalah Adila, calon Dokter Spesialis Obgyn yang akan segera memiliki rumah mewah baru, karier cemerlang, dan mungkin... seorang sekutu yang jauh lebih berharga daripada masa lalunya.

1
stela aza
payah bgt udh gitu aja masih di tampung si Memes ,,,, pekok bin bahlul s Revan 🤦
falea sezi
lanjutt
falea sezi
cerai lah oon di usir secara halus gk paham🤣 bego katanya. dokter masak ngemis2 ke laki🤣
falea sezi
mengejar. karir makanya g hamil🤣
falea sezi
10 tahun g hamil. mandul kahh
Suanti
mampus lah kau revan sekalian aja mantan mertua bangun dri pingsan langsung stroke 🤭
Dew666
🩵🩵🩵🩵
cinta semu
syukurin ,salah sendiri jadi suami plin-plan ...sudah dewasa masih aja mau di atur ibu yg mulut ny pedas level 1000... gunakan kedewasaan u untuk berpikir bijak Revan ...dah pulang Sono ...ngadu lagi sm ibu u ...
Sri Widiyarti
lanjut kak semangat up-nya...
Lee Mba Young
lanjut
Dew666
👑👑👑👑
cinta semu
😁😁kaki manusia ...kok q baca ny bisa senyum sendiri ...mungkin efek tegang Krn keluarga Revan nyerang Dil kali😂😂
stela aza
❤️❤️❤️❤️
stela aza
rasakan itu sampah di pungut ,,, istri luar biasa multitalent di buang ,,, pekok ora ketulungan 🤦
Sri Widiyarti
satu kata buat Kel Revan bodoh bela2in perempuan kayak Meisya...🤦🤦🤦
stela aza
lanjut thor up Double y Thor ❤️❤️❤️
stela aza
good job Dila ❤️❤️❤️
stela aza
q suka karakter s Adila ,,, yg tegas pintar dan cerdik ,,, bagaimana menghadapi para benalu dan suami bahlul bin plin-plan ,,, good job Dila
stela aza
stupid bin tongkol sampah loe pungut ,,, punya istri cerdas hebat multitalent loe ganti dg sampah bau busuk bener2 suami bahlul 🤦
Heni Setiyaningsih
untung punya perjanjian pranikah 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!