NovelToon NovelToon
Restu Yang Ditarik Kembali

Restu Yang Ditarik Kembali

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:121.2k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Sepuluh tahun membina rumah tangga, Adila mengira restu mertua adalah pelindung abadi bagi cintanya dan Revan. Namun, segalanya runtuh saat Meisya sahabat masa lalu Revan hadir membawa janin di rahimnya karena suaminya meninggal.

​Tiba-tiba, pengorbanan Adila sebagai istri sekaligus calon dokter yang mandiri justru menjadi senjata untuk memojokkannya. Karena dianggap mampu berdiri sendiri, Adila dipaksa mengalah. Revan mulai membagi perhatian, waktu, hingga nafkah bulanan demi menjaga Meisya yang dianggap lebih rapuh.

​Hati Adila hancur saat melihat Revan membelai perut wanita lain dengan kasih sayang yang seharusnya menjadi miliknya. Ketika restu itu ditarik kembali dan posisinya sebagai istri perlahan dijandakan di rumah sendiri, masihkah ada alasan bagi Adila untuk bertahan? Ataukah gelar dokter yang ia kejar akan menjadi jalan baginya untuk melangkah pergi dan meninggalkan pengkhianatan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu Yang Ditarik Kembali

Sinar matahari siang yang menembus jendela kaca Rumah Sakit Pusat terasa jauh lebih hangat bagi Adila. Hari ini bukan sekadar hari kerja biasa. Hari ini adalah hari penentuan setelah perjuangan panjangnya melewati stase Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) yang sangat melelahkan, ditambah dengan badai rumah tangga yang hampir menghancurkan konsentrasinya.

Di koridor menuju ruang departemen, Maya dan Sari sudah menunggu dengan wajah tegang. Maya terus meremas ujung jas putihnya, sementara Sari mondar-mandir seperti orang yang sedang menunggu hasil operasi besar.

"Dila! Akhirnya datang juga," bisik Maya dengan suara gemetar. "Hasil evaluasi akhir koas kita sudah keluar di papan pengumuman dalam."

"Gimana hasilnya?" tanya Adila, mencoba tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang.

"Lihat sendiri deh, kita nggak mau kasih tahu dulu. Tapi yang jelas, Dr. Adrian benar-benar memberikan nilai yang... wow," jawab Sari sambil menarik tangan Adila masuk.

Di papan pengumuman, terpampang daftar nama dokter muda yang berhasil menyelesaikan stase ini. Nama Adila Arrena berada di urutan paling atas dengan predikat A (Cum Laude).

Berhasil menyelesaikan koas di stase ini artinya Adila telah melewati tahap paling krusial dalam pendidikan profesi dokter. Ini adalah bukti bahwa ia tidak hanya menguasai teori medis, tetapi juga kompeten dalam melakukan tindakan klinis, anamnesis, hingga pengambilan keputusan darurat di ruang operasi. Dengan hasil ini, Adila selangkah lebih dekat menuju gelar Dokter (dr.) yang sah setelah nantinya mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

"Selamat, Dila!" Maya memeluk Adila dengan erat. "Kamu berhasil! Meskipun kemarin ada drama pengadilan dan pengusiran pelakor itu, nilai medismu tetap sempurna. Kamu benar-benar gila!"

"Ini bukan cuma soal nilai, May," ucap Adila sambil menatap namanya di papan itu. "Ini soal membuktikan kalau aku tidak hancur. Pendidikan ini adalah hartaku yang paling berharga yang tidak bisa disita oleh siapa pun."

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang teratur terdengar di belakang mereka. Suasana mendadak senyap. dr. Adrian Dewantara berdiri di sana dengan gaya khasnya tangan di saku jas putih dan tatapan yang sulit dibaca.

"Maya, Sari, kembali ke bangsal. Ada pasien baru di ruang persalinan," perintah Adrian dingin.

Kedua sahabat Adila itu langsung mengangguk patuh dan melesat pergi, meninggalkan Adila berdua dengan sang dokter pembimbing.

Adrian berjalan mendekati papan pengumuman, lalu beralih menatap Adila. "Predikat A. Kamu puas dengan hasil itu?"

Adila mengangguk mantap. "Sangat puas, Dokter. Terima kasih atas bimbingannya yang... sangat keras."

"Jangan berterima kasih padaku. Nilai itu objektif. Kamu melakukan tindakan section caesarea dengan sangat tenang minggu lalu, bahkan saat pikiranmu sedang berada di meja hijau. Itu kualifikasi yang jarang dimiliki dokter muda," ucap Adrian.

Adrian kemudian mengajak Adila berjalan menuju ruang diskusi yang sepi. Ia menarik sebuah kursi dan mempersilakan Adila duduk. Ini adalah momen diskusi pasca-evaluasi yang sangat penting.

"Dengar, Adila. Berhasil di koas Obgyn ini artinya kamu sudah punya tiket untuk memilih spesialisasi nanti. Dengan nilai ini, jalurmu menuju Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) akan sangat mulus. Kamu punya bakat di bedah kebidanan," Adrian menjelaskan dengan nada serius namun ada nada bangga yang terselip.

"Saya memang berencana mengambil spesialis Obgyn, Dok. Saya ingin fokus pada kesehatan reproduksi wanita," jawab Adila.

"Pilihan yang bagus. Mengingat kamu baru saja membedah parasit di hidupmu, aku rasa kamu akan sangat berempati pada pasien wanita yang mengalami trauma emosional selain masalah fisik," sindir Adrian tipis.

Adrian kemudian mengeluarkan sebuah map kecil. "Dan ini... hadiah kecil karena kamu sudah tidak membuat malu departemenku."

Adila membuka map itu. Isinya bukan dokumen medis, melainkan undangan untuk bergabung dalam tim riset internasional tentang Fetal Medicine yang dipimpin oleh Adrian sendiri.

"Ini kesempatan besar, Dokter. Kenapa Dokter memilih saya?" tanya Adila tertegun.

"Karena aku butuh orang yang tidak mudah pingsan saat ditekan, baik oleh pisau bedah maupun oleh mulut tajam mertua," sahut Adrian. Ia berdiri, bersiap pergi. "Selesaikan administrasi kepindahanmu ke rumah baru sore ini. Aku sudah menyuruh orang untuk memastikan klinik satelit di rumah lamamu mulai dibongkar interiornya besok. Jangan ada satu pun sisa kenangan Revan yang tertinggal di sana."

Adila tersenyum lebar. Keberhasilan koas ini adalah awal dari hidup barunya. Di satu sisi, ia memenangkan keadilan hukum di pengadilan, dan di sisi lain, ia memenangkan masa depan kariernya di rumah sakit.

"Dokter Adrian," panggil Adila sebelum pria itu keluar pintu.

Adrian berhenti tanpa berbalik. "Ya?"

"Terima kasih sudah percaya kalau rahim yang kalian sebut 'tanah tandus' tidak membatasi otak dan tangan saya untuk menyelamatkan ribuan nyawa di masa depan."

Adrian terdiam sejenak, lalu ia menoleh sedikit, memberikan senyuman tipis yang kali ini nampak lebih hangat. "Tanah tandus tidak ada dalam kamus medis yang benar, Adila. Yang ada hanyalah lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan. Sekarang kamu sudah di lingkungan yang benar. Tumbuhlah dengan baik."

Adila menarik napas lega. Hari ini, ia bukan lagi Adila yang terzalimi. Ia adalah Adila, calon Dokter Spesialis Obgyn yang akan segera memiliki rumah mewah baru, karier cemerlang, dan mungkin... seorang sekutu yang jauh lebih berharga daripada masa lalunya.

1
Thewie
astaga. aku blom masak buat sarapan wkwkwk .. seru Thor. aku bacanya dr jam 5 sampe jam 7🤭
blcak areng: kak masak dulu ya ampun 🤣🤭
total 1 replies
Roynaldi Ananda
selama yang saya ketahui gelar dokter terletak dan diucapkan lebih dahulu daripada nama yang menyandang gelar tersebut
Roynaldi Ananda
sejak kapan gelar dokter dibelakang nama thor?
Roynaldi Ananda
sebenarnya anak bungsu siapa? kok ada kata kata siska ikut memeluk kakaknya?
Roynaldi Ananda
pada awal cerita adillah disebut berumur 32 tahun sudah 10 tahun mengarungi rumah tangga dan disebut jenius tapi kok baru jadi dokter muda dimana letak jenius nya thor?
sukensri hardiati
nggak jadi ngambil obgyn nih dila....ganti bedah syaraf?
sukensri hardiati
nama suami mesya tu bayu.....hadi ...atau danang?
sukensri hardiati: walaaaah.....komplit....dia keluarga wijaya ?
total 2 replies
sukensri hardiati
dr adrian nggak tahu ya....klo dila putri wijaya...
sukensri hardiati
walaaaah....revaan...revaan....otakmu terbang kemana .....?
Ririn Nursisminingsih
kereenn Dila wanita cerdass berkelas yaa seperti ini hempaskan semuanya..😍😍👍👍
Ririn Nursisminingsih
keren ni dilla hempaskan pelakor
Anonim
bukan’a revan udh ditangkap polisi..?
cerita’a jd aneh jd ngawur gmn sih
aku
yg adiknya bukannya si tiara? kok jd aris?? 🤔🤔
Suanti
membusuk lah kau tiara di penjara 🤣🤣🤣🤣
susi ana
ceritanya sangat bagus dan tidak bertele-tele. suka bacanya, semangat buat authornya/Good/
blcak areng: terima kasih kak
total 1 replies
yeni kusmiyati
laki laki bodoh
susi ana
aku suka ceritanya Thor, bagus dan gak bertele2.... tp kenapa peminatnya tidak banyak.... semangat thor.... semoga semakin sukses
blcak areng: Amiin terima kasih kak🙏
total 1 replies
gaby
Fauzan pembohong ulung, Katanya ga pernah mendekati zina seperti ketemuan berdua diluar kantor, tp yg asli dia lbh sering berdua2an dgn Siska di dalam ruangan kantor yg tertutup. Smua kemungkinan bisa terjadi bila 2 org lawan jenis dlm satu ruangan tanpa pendamping dr salah satu pihak. Dan kebohongan lain Fauzan adalah saat dia bilang ga pernah menyentuh Siska, padahal jelas2 di bab sebelumnya Adila ngeliat mereka berpegang tangan erat, di dalem ruangan kantor pula, bisa aja kan sblm kedatangan Adila mereka sudah ciuman atau yg lainnya. Dan justru biasanya cowok yg ilmu agama dalam mudah tergoda wanita. Biasanya org yg ilmu agama bagus menutupi nafsu bejadnya dgn dalil agama memperbolehkan suami beristrikan 2,3,& 4. Pokoknya kalo pny calon suami yg taat bgt agamanya siap2 utk di poligami. Apalagi Fauzan ganteng, Kyai yg tua & jelek aja bny yg cabut, apalagi kalo ganteng. Akses utk memikat para wanita terbuka lebar.
blcak areng: wah realita nya emang kek gini ya kak sekarang 😔... miris banget
total 1 replies
gaby
Haaiiis, lelaki mokondo varian baru masuk ke keluarga Adila lg. Pacar Siska lg ngumpulin modal & memperbanyak prestasi demi memantaskan diri bersanding dgn Siska. Yg jd pertanyaan, Ngumpulin modalnya pake duit siapa?? Kalo pake duit Siska sm aja boong🤣🤣
gaby
Tapi Tiara blm jatuh, dia lg enak2 dgn uang 5milyarnya. Gimana kabar Revan & padanya, apa mereka tau skandal yg dibuat anggota kluarga mereka?? Apa Tiara dah tau mamanya dah meninggal??
blcak areng: sabar kak semuanya ada alurnya yang udah aku tulis 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!