Slow update
Novel ini lanjutan dari Takdir Cinta Bella Season 1&2.
Kebahagiaan keluarga mereka semua semakin bertambah saat mengetahui istri mereka sedang hamil hasil dari buah cinta mereka. Mereka pikir kehidupan mereka akan berjalan dengan mudah dan mulus ternyata tidak banyak rintangan dan godaan yang menjadi bumbu kehidupan rumah tangga mereka.
Itulah yang di rasakan vino saat ini kehamilan citra membuat nya sangat pusing untuk menuruti semua kemauan citra, bukan hanya vino saja kedua sahabat nya juga mengalami hal yang sama. Mereka di wajib kan menuruti semua kemauan istri mereka tanpa bisa menolak nya sedikit pun.
Itu semua hanya segelintir kecil masalah yang mereka hadapi, orang-orang dari masa lalu mereka dan orang tua perlahan berdatangan untuk menguji kehidupan mereka.
Jangan lupa like komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Vira terus menangis dan berlari mengikuti insting nya. Perasaan nya benar-benar kalau sekali bahkan ia tidak mendengar kan kevin dan iqbaal yang sedari tadi memanggil nama nya. Yang vira dengar saat ini suara vino yang sedang meminta tolong pada nya.
Citra terbangun dari pingsan nya dan kembali menangis perasaan nya tiba-tiba terasa sangat kacau jauh berbeda dari sebelum nya. Nama vino terus saja Melayang-layang di pikiran nya.
Sedangkan stiven dan yang lainnya kalang kabut karena kehilangan vira yang tidak ada di sana. Mereka sudah mencari vira di setiap sudut rumah tetapi masih tidak menemukan vira.
"Tenang stive, ku yakin kevin bersama nya. Jadi kau tidak perlu begitu khwatir. Apa kau tidak sadar jika iqbaal juga ikut menghilang." ucap aldy.
"Apa maksud mereka semua, siapkan pasukan kita mencari mereka. Ku yakin mereka kembali masuk kedalam hutan." ucap stiven.
"Vin, Vino bangun vin. Aku takut vin." ucap andy sambil menggoyang tubuh vino.
"Vino, vin, vino." teriak andy dengan sangat keras.
Vira berhenti seketika saat mendengar teriakan dari andy yang terdengar cukup jelas.
"Ada apa vir, kenapa dengan mu." tanya kevin.
"Apa kalian tidak mendengarkan suara kak andy tadi." tanya vira.
"Tidak." jawab kevin dan iqbaal bersama.
Vira menatap ke satu arah, samar-samar ia melihat vino yang sedang tersenyum pada nya. Vira yang melihat itu terkejut dan langsung berlari menghampiri kakak nya itu. Semakin ia dekati semakin menjauh pulak vino dari nya.
Vira terus berlari sampai ia melihat andy yang tenga menangis di depan vino.
"Kak andy." teriak vira dan langsung berlari menghampiri andy dan vino.
Kevin dan iqbaal juga terkejut saat melihat andy dan vino, ternyata mereka benar-benar masi selamat. Mereka berdua juga langsung berlari mendekati vino dan andy.
"Vira, ini benar-benar kamu." tanya andy yang tidak menyangka jika vira menemukannya dan vino.
"Iya kak, ada apa dengan kak vino, kenapa dia tampak pucat sekali." tanya vira sambil menyentuh wajah vino.
"Andy." ucap iqbaal.
"Papah, kevin." ucap andy sambil mengusap air mata nya.
Kevin bergerak memeriksa detak jantung dan denyut nadi vino, ia sangat terkejut saat mengetahui detak jantung vino begitu lemah. Bahkan denyut nadi vino hampir tidak terasa.
"Bagaimana vin." tanya iqbaal.
"Bahaya, ayo cepat kita bawa vino ke rumah sakit sebelum terlambat." ucap kevin dengan wajah yang panik.
Kita cari tempat yang luas, aku akan menghubungi stiven dan yang lainnya, Iqbaal langsung menghubungi stiven dengan alat khusus yang berada di tubuh nya. Tetapi tidak ada jawaban dari stiven. Ia terus saja mencoba menghubungi semua orang yang bisa tersambung oleh nya.
"Hallo, bal kau dimana." tanya devan.
"Van tidak ada waktu untuk aku menjelaskan nya, jemput kami bersama beberapa helikopter tidak jauh di tempat kalian menemukan helikopter vino. Vino dan andy bersama kami sekarang." ucap iqbaal.
"Biak bal, kami segera meluncur ke sana." ucap devan.
Mereka berlima duduk di tempat yang cukup luas, iqbaal sengaja membakar ranting dan beberapa daun agar devan dapat dengan mudah mereka semua.
"Berapa lama lagi paman, udah tidak ada banyak waktu." tanya kevin.
"20 menit paling cepat." jawab iqbaal.
Vira terus saja menangis sambil menggenggam tangan vino dengan sangat erat, perasaan nya benar-benar hancur saat melihat keadaan vino yang seperti ini.
"Sayang, tubuh kakak ku kenapa semakin dingin." tanya vira.
Kevin memeriksa kembali kondisi Vino, Kevin langsung memberikan pertolongan pertama saat mengetahui kondisi Vino yang sangat menghawatirkan.
"Paman bisa di percepat, aku tidak akan bisa bertahan lama untuk melakukan ini." ucap kevin sambil terus memompa dada vino.
Iqbaal kembali menghubungi devan agar lebih mempercepat pergerakan. Tetapi devan tidak bisa di hubungi. Seperti nya alat yang terpasang di tubuh iqbaal kehabisan daya.
"Ahhhaa sial." teriak iqbaal dan menarik alat itu dari tubuh nya.
"Bagaimana pah." tanya andy.
"Tidak bisa an." jawab iqbaal.
Tubuh kevin sudah di penuhi dengan keringat karena terus memompa dada vino agar jantung vino tidak berhenti berdetak.
"Vin, aku mohon bantu vino untuk kali ini saja." ucap andy.
"Kau tidak perlu memintanya an, tanpa di perintah pun aku akan melakukan nya." ucap kevin.
Suara Baling-baling helikopter mulai terdengar dan sorot lampu nya juga mulia terlihat.
"Mereka datang." ucap vira.
Tak lama satu helikopter mulia mendarat dan devan langsung turun untuk menghadiri mereka semua.
Kevin dan Iqbaal langsung membawa vino naik kedalam helikopter sedangkan devan dan Vira membantu andy berjalan kearah helikopter.