NovelToon NovelToon
Sang Penerus

Sang Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ai Aiy

Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penguasa HUTAN Bambu Kuning.

Setelah memasuki kota SUNDARI, SING KANG tidak ingin dulu kembali ke rumahnya. Dia ingin pergi ke perbatasan kota SUNDARI dengan kota TOGE.

"Paman TIGER LON dan Paman BUNG BUNG, kalian berdua masuklah dulu ke dalam DUNIA JIWA, aku ingin sendiri berjalan jalan di kota ini tanpa ada yang menemaniku!" Ucap SING KANG kepada kedua pria paruh baya yang ada di sampingnya itu.

"Baiklah TUAN MUDA,"

SING KANG langsung membuka DUNIA JIWA miliknya dan memasukkan Paman TIGER LON maupun Paman BUNG BUNG.

Setelah memasukkan kedua orang itu, kemudian SING KANG mengambil jalan kearah kiri, ia tidak jadi pergi ke kota SUNDARI. Melainkan ia lebih memiliki pergi ke perbatasan kota ini.

SING KANG tidak terbang, ataupun berjalan cepat. Dia berjalan selama satu Minggu penuh, sekarang SING KANG telah memasuki wilayah hutan bambu kuning yang ada di perbatasan kota ini.

Tengah asyik menikmati indahnya panorama hutan bambu kuning, tiba-tiba ia di hadang oleh sekelompok orang bertopeng bambu kuning.

"Berhenti kau bocah! Bila kau ingin melewati hutan bambu kuning ini, tinggal dulu semua harta yang kamu miliki. Cepat bawa kemari . Perlu kamu tau, kami adalah penguasa Hutan Bambu Kuning ini"

Melihat ada sekelompok orang bertopeng bambu kuning menghadang dan menghardiknya. SING KANG jadi tersenyum dalam hatinya.

Ia pernah mendengar bahwa di dalam hutan bambu kuning ini memang terdapat seorang penguasa, tapi mereka suka merampok semua orang lewat dan mereka juga sangat kejam. Pemimpin perampok itu sangat kuat, konon katanya memiliki tubuh tidak mempan senjata apapun, maupun pukulan apapun.

SING KANG menatap kearah mereka dan lalu berkata.

"Cobalah jika kalian bisa dan mampu mengambilnya!" Ucapnya menantang.

Melihat Bocah yang ada di depannya sedikitpun tidak takut dan malah menantang mereka, Penguasa hutan Bambu Kuning itu menjadi marah dan tensi darahnya naik ke ubun-ubunnya.

Dan tanpa pikir panjang pendek lagi, dia segera menyuruh beberapa anak buahnya untuk menyerang dan membunuh Bocah SING KANG.

Lima orang bertopeng bambu kuning segera mengepung SING KANG dan langsung membabat senjata yang ada di tangan mereka ke tubuh SING KANG.

Karena tak ingin tubuhnya menjadi sasaran empuk semua senjata. SING KANG langsung bergerak berpindah tempat.

Melihat hal itu, sang penguasa hutan bambu kuning segera memberi kode kepada semua anak buahnya untuk segera cepat membereskan bocah itu.

"Bunuh dan ambil semua hartanya!"

Tanpa membuang buang waktu lagi segera saja SING KANG melompat keatas udara dan tiba tiba terlihat dua cahaya yang satu berwarna emas dan satu lagi berwarna merah darah.

DHUARRR........ DHUARRR....

BOOM.............BOOM...

SING KANG menyerang dari udara dengan mengunakan jurus Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari.

Kedua jurus itu langsung di gabungkan dan hasilnya sungguh tercengang.

Kesemua anak buah Penguasa Hutan Bambu Kuning langsung meledak menjadi serpihan kabut dan darah.

Melihat itu, Penguasa Hutan Bambu Kuning jadi tercengang tak percaya apa yang di lihat dan apa yang ada di matanya.

Seorang bocah kecil dengan sekali serang langsung membunuh semua anak buahnya. "Ini..Ini benar benar di luar dugaannya" Dalam hatinya membatin.

Setelah membunuh semua anak buah Penguasa Hutan Bambu Kuning. Kemudian SING KANG langsung berpindah tempat.

BAM .....

BAM....

Dua buah pukulan kiri kanan yang di lepaskan oleh SING KANG langsung bersarang di tubuh Penguasa Hutan Bambu Kuning.

BOOM..

KRAKKKK... KRAAKKK... KRAAKKK..

Tubuh Penguasa Hutan Bambu Kuning langsung terhantam dan terpental sejauh dua puluh meter menabrak beberapa batang bambu kuning. Akhirnya berhenti di sebuah batu besar.

KRAK...KRAKK... KRAAKK... KRAKKKK...EE KRAAKKKKK...

Batu besar itu jadi retak dan beberapa detik kemudian terbelah jadi beberapa bagian.

AKKHHHHH.... AKKHHHHH... AKKHHHHH....

Penguasa Hutan Bambu Kuning sangat marah dan berteriak sangat keras beberapa kali, kemudian dia bangkit berdiri dan langsung mengeluarkan senjata berupa Kapak sangat besar.

Setelah itu langsung menerjang kearah bocah SING KANG sambil menghantamkan senjata kapak besar kearah kepala SING KANG.

Melihat itu, SING KANG langsung mengalirkan energinya ke keduadua telapak tangannya. Kedua telapak tangannya langsung berubah warna yang satu berwarna emas dan satu lagi berwarna merah darah.

SWUSSS.... SWUSSS...

BLARRR.... BLARRR...

BOOM..

Kedua larik sinar berwarna emas dan merah darah langsung beradu dengan Kapak Besar sehingga menghasilkan suara ledakan yang sangat besar.

Kapak Besar itu langsung meledak menjadi serpihan serpihan halus. tidak berhenti sampai di situ saja, dua larik sinar itu langsung menerjang menghantam tubuh Penguasa Hutan Bambu Kuning.

BOOM...

Dan tanpa sempat mengeluarkan suara, tubuh sang Penguasa Hutan Bambu Kuning langsung meledak menjadi serpihan daging dan darah.

Seorang Penguasa Hutan Bambu Kuning yang katanya kebal terhadap pukulan dan senjata apapun ternya tidak sanggup menahan dua jurus pun milik seorang bocah bernama SING KANG.

Akhirnya sang Penguasa Hutan Bambu Kuning yang sangat kejam dan di takuti di kota SUNDARI menemui ajalnya pada hari ini.

"HUUUFFF...Itulah akibatnya mengusik ketenanganku dan mencoba membunuhku!" Ucap SING KANG pelan sambil menghembuskan nafasnya.

Setelah mengambil semua cincin penyimpan milik Penguasa Hutan Bambu Kuning beserta anak buahnya.

SING KANG langsung berlalu dari tempat tersebut meninggalkan bekas pertempuran antara dia dan kelompok perampok hutan bambu kuning.

Setelah puas mengelilingi perbatasan Kota SUNDARI, SING KANG akhirnya memasuki gerbang Kota TOGE.

Tidak menunggu beberapa saat kemudian, akhirnya SING KANG berhasil masuk kedalam kota TOGE.

Oleh karena perutnya sudah lapar karena sudah dua puluh hari tidak di isi. Kemudian SING KANG langsung mencari rumah makan.

Banyak rumah makan yang sudah di laluinya, tapi ia ingin memilih satu rumah makan yang dulu pernah dia masuk sewaktu bersama IBU dan AYAHnya pergi ke kota tersebut.

Rumah makan itu sangat nyaman dan masakannya juga enak, pelayan pun sangat ramah.

Tampak suasana kota TOGE di malam hari ternyata sangat ramai, banyak orang pergi berlalu lalang dengan pasangannya dan juga dengan kegiatannya masing-masing.

Setelah memasuki rumah makan SUKSESI, itulah nama rumah makan yang sekarang SING KANG berada.

SING KANG memilih satu tempat duduk dekat jendela. Tidak begitu lama menunggu.

Seorang wanita cantik datang kearahnya dengan membawa senyuman menghiasi wajahnya dan langsung menyapanya dengan ramah.

"Tuan Muda mau pesan apa?"

Buatkan aku satu porsi BeBek Panggang beserta bumbunya, sup buntut kura kura laut beserta dendeng balado. Minumnya Sake dan Tuak Kayangan.

"Baiklah Tuan Muda, pesanan anda segera kami antar" Ucap sang pelayan itu sembari meninggalkan SING KANG.

Rumah makan itu memang sangat laris manis, terlihat banyak pengunjung yang memenuhi semua tempat duduk.

Ada yang sedang menikmati hidangannya masing-masing, ada yang sedang menikmati sake, ada yang sedang menikmati Tuak Kayangan, ada yang sedang mengobrol. Ada yang curi ciri pandang. Ada yang cari kesempatan dalam kesempitan dan ada yang meraba raba.

Ada juga yang bergumam pelan. " Adakah ada?"

"Ada jawab temanya pelan, seperti ngiangnya nyamuk"

" Ada ada saja" Sahut temannya satu lagi sambil menutup mulut menahan tawa.

"HMMM..Obrolan yang tidak menarik" Gumam SING KANG pelan.

Tidak berapa lama kemudian, pesanan SING KANG datang.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, SING KANG langsung menyantap semua hidangan yang ada di depannya itu dengan rakus.

Ia sangat menikmati semua makanan itu yang menurutnya sangat enak. Karena selama beberapa tahun ini, dia selalu makan daging panggang binatang Monster.

Tidak beberapa lama kemudian akhirnya semua hidangan yang ada di depannya itu habis masuk kedalam perutnya.

Ketika melihat cara SING KANG makan, salah satu meja yang tidak jauh dari meja tempat SING KANG makan.

Meja itu terdapat empat orang pemuda. Salah satu pemuda yang duduk menghadap kearah SING KANG tiba tiba mengeluarkan suara yang sangat kasar dan berkesan mengejek..

Dukung terus cerita ini dengan cara...

Iklan...

Hadiah...

Suka .

Vote

Like.

Jangan lupa kritik saran dan masukannya.

Ada kelanjutannya, tunggu aja di halaman sebelah.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Sing Kang bukan lawan kalian aliansi Kandole ini terlalu sombong dia pikir Sing Kang bisa dikalahkan tidak lah yaw🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Bay Klin dengan kau ikut tuan muda Sing Kang kau nanti dapat membalas aliansi Kandole itu tenang saja 🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kau tunggu saja giliranmu Mo King para pengawalmu sudah mati semuanya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
selama ada Sing Kang aman seluruh keluarga Sing dan Kang 🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
lanjutkan 🤭
Ros 🍂
semangat Thor 💪🏽
Yu Yub
Lanjut kakak
Yu Yub
Jos deh...
Yuli Yulia
Semangat
Yuli Yulia
Kuatkan dirimu.
Yu Yub
Ngak akan
Yu Yub
Tentulah
Yuli Yulia
Nah, ngaku kan
Yuli Yulia
Aku tidak kok
Yu Yub
Dari sana
Yu Yub
Aku juga sama
Yuli Yulia
Dari sini
Yuli Yulia
Aku tidak kok
Yu Yub
Apa dia sakit, aku rasa dia sakit
Yu Yub
Ada apa dia mirip lirik sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!