"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"
Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.
Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!
Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 : Suami Manja yang Ternyata Monster
BAB 8 : Suami Manja yang Ternyata Monster
Malam semakin larut. Lampu-lampu di kamar tidur utama sudah dimatikan, hanya menyisakan cahaya remang dari lampu tidur berwarna keemasan di sudut ruangan.
Suasana hening dan tenang.
Lin Qingyan sudah berbaring di sebelah Gu Beichen. Hari ini dia benar-benar kelelahan luar biasa. Mulai dari belanja, mandiin suami, sampai adu mulut dan adu kekuatan sama seluruh keluarga Gu. Tubuh dan pikirannya capek setengah mati.
Tak lama kemudian, napasnya menjadi teratur dan panjang. Dia sudah tertidur pulas.
Transformasi Sang Raja
Begitu memastikan istrinya benar-benar tidak sadarkan diri...
Gu Beichen perlahan membuka matanya. Mata yang tadinya sayu dan lemah kini berubah menjadi tajam, gelap, dan berkilau penuh kehidupan!
Aura dingin dan agung yang selama ini dia tahan meledak keluar perlahan, membuat udara di kamar itu terasa hangat dan aman.
Dia tidak lagi berpura-pura sakit. Dia bergerak dengan sangat lincah dan kuat. Dia menggeser tubuhnya mendekati Lin Qingyan. Sangat dekat.
Dia menatap wajah damai istrinya yang sedang tidur. Wajah itu cantik, tenang, dan tanpa pertahanan. Berbeda dengan saat bangun yang selalu galak dan tajam.
"Kau benar-benar wanita yang luar biasa, Lin Qingyan..." bisik Gu Beichen pelan, suaranya berat dan seksi di tengah keheningan malam.
"Hari ini kau membela kehormatanku, kau mengusir musuh-musuhku, dan kau menerima segalanya dengan kepala tegak. Selama ini banyak wanita yang datang hanya karena takut padaku atau karena harta dan kekuasaanku. Tapi kau..."
Gu Beichen tersenyum sangat lembut dan dalam.
"Kau datang karena uang, kau memperlakukan aku seperti pasien, tapi di saat bahaya, kau berdiri paling depan melindungiku."
Tangan besar Gu Beichen perlahan terangkat. Jarinya yang hangat dan kuat dengan sangat hati-hati menyentuh pipi mulus Lin Qingyan. Sentuhannya penuh kasih sayang, penuh hasrat, dan penuh rasa memiliki.
"Kau membuat dinding es di hatiku hancur berkeping-keping... Kau membuat Raja Dunia ini rela berlutut hanya demi satu senyummu..."
Sikap Manja yang Sebenarnya
Karena sudah tidak ada orang yang melihat dan tidak perlu berpura-pura lagi, sifat asli Gu Beichen mulai keluar.
Ternyata... pria terkuat dan paling ditakuti di dunia ini itu SANGAT MANJA!
Dia perlahan mendekatkan wajahnya ke leher dan bahu Lin Qingyan. Dia menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita itu yang wangi dan menenangkan.
'Akh... wangi sekali... ini aromanya milikku... cuma milikku!'
Dia tidak berhenti di situ. Dengan gerakan sangat pelan dan hati-hati, dia memeluk tubuh ramping Lin Qingyan dari samping.
Dia memeluknya erat sekali! Seolah-olah dia takut kalau dia melepaskan sedikit saja, wanita ini akan menghilang atau terbang pergi!
Kepala bidangnya bersandar di puncak kepala istrinya. Dia terlihat seperti anak kecil yang akhirnya mendapatkan mainan favoritnya setelah menunggu lama.
"Qingyan... Istriku..." gumamnya pelan. "Aku capek sekali berpura-pura lemah di depanmu. Aku capek harus menahan diri tidak bisa memelukmu dan menciummu seenaknya."
"Tapi sabar ya... sebentar lagi... sebentar lagi aku akan tunjukkan siapa aku yang sebenarnya. Dan saat itu tiba, aku pastikan tidak ada satu orang pun di dunia ini yang berani menatapmu selain dengan rasa hormat dan iri padaku."
Tiba-tiba, Lin Qingyan di dalam pelukannya bergerak sedikit dan menggumam.
"Mmm... Beichen... jangan berisik... tidur..." gumamnya setengah sadar.
Gu Beichen langsung diam! Dia menahan napas!
Tapi begitu Lin Qingyan diam lagi, dia malah tersenyum nakal.
Dia semakin mendekatkan wajahnya. Hidung mereka bersentuhan.
"Iya sayang... aku tidur kok. Tapi aku tidur sambil peluk kamu ya," bisiknya sangat pelan.
Dan tanpa izin, dia mendaratkan satu kecupan lembut, sangat lembut di bibir merah muda Lin Qingyan!
CHUPP!
Sentuhan itu singkat, ringan, seperti kapas, tapi rasanya meledak di hati Gu Beichen!
"Mmm..." Lin Qingyan mengerang sedikit tapi tidak bangun.
Gu Beichen menatapnya dengan mata penuh cinta dan hasrat yang membara.
"Enak... manis... dan jadi milikku sepenuhnya mulai detik ini..."
Keesokan Pagi - Drama Pagi Hari
Matahari pagi mulai menyinari kamar.
Lin Qingyan bangun dengan perasaan hangat dan nyaman yang luar biasa. Rasanya tidur semalam adalah tidur paling nyenyak dalam hidupnya.
Tapi saat dia membuka mata...
Situasi langsung berubah jadi kacau!
"APA INI?!!"
Lin Qingyan melompat bangun kaget!
Sekarang posisinya:
- Kepalanya ada di dada bidang Gu Beichen!
- Tangan kiri Gu Beichen melingkar sempurna di pinggang rampingnya!
- Tangan kanan Gu Beichen ada di bawah bantal, memeluk kepalanya!
- Dan wajah mereka sangat dekat!
Bahkan... bibir Gu Beichen seolah-olah baru saja selesai mencium keningnya!
Lin Qingyan langsung mundur cepat sampai jatuh dari kasur! Brak!
"ADUH!"
Dia bangun lagi sambil memegang kepalanya, menatap Gu Beichen dengan mata melotot marah!
"WOY!! GU BEICHEN!! KAU INI MAKSUDNYA APA HAH?!"
"KATAKU TANGAN JANGAN SEMBARANGAN! KOK KAU PELUK AKU KERAS BANGET GITU SEMALAMAN?!"
"KATANYA LUMPUH! KOK TANGANNYA KUAT BANGET NGAELIN AKU GITU?!"
Lin Qingyan benar-benar emosi setengah mati! Wajahnya memerah padam! Bukan cuma marah, tapi juga malu!
Aksi Pura-pura Level Dewa
Melihat istrinya marah-marah lucu begitu, Gu Beichen di dalam hati tertawa terbahak-bahak! Tapi di luar dia tetap main peran!
Dia mulai bergerak sangat lambat. Matanya terbuka sayu, terlihat bingung dan polos.
Tangannya yang tadi kuat mencengkeram kini terlihat lemas dan jatuh ke kasur. Dia menatap Lin Qingyan dengan tatapan tidak bersalah, seolah-olah dia juga kaget kenapa bisa begitu.
Dia menggerakkan jarinya pelan-pelan, seolah berkata: 'Aku tidur kok... aku nggak ngapa-ngapain... mungkin kamu yang kesasar ke pelukanku kan?'
Lin Qingyan: "???"
'Gila! Ini orang bisa baca pikiran atau gimana?!'
Lin Qingyan menghentakkan kakinya kesal. "Yaaa ampun deh! Dasar pria aneh! Badan lumpuh tapi tangan lincah banget!"
Dia berdiri lalu merapikan baju dan rambutnya yang berantakan.
"Yasudah! Yasudah! Aku ngalah! Karena kamu sakit, aku maafin! TAPI INGAT YA! INI TERAKHIR KALI! BESOK-BESOK KALAU BERANI PELUK-PELUK LAGI, AKU IKAT TANGANMU!"
Lin Qingyan marah-marah tapi sebenarnya jantungnya berdegup kencang juga.
'Aneh... kok rasanya nyaman ya dipeluk dia... ah tidak tidak! Lin Qingyan sadar! Dia itu pasienmu! Pasien!'
Reaksi Gu Beichen
Melihat punggung istrinya yang berjalan pergi ke kamar mandi sambil ngomel sendiri, Gu Beichen menekuk satu kakinya, menyembunyikan senyum lebar dan sangat puas di balik bantal.
'Marah-marah manis... cantik... sangat cantik.'
'Tangan jangan sembarangan katanya? Sayang sekali... karena mulai hari ini, tanganku ini cuma punya satu fungsi: MEMELUK DAN MEMEGANG KAMU SELAMANYA.'
"Permainan baru saja dimulai, Istriku..."
SELESAI BAB 8 ✅🥵❤️