NovelToon NovelToon
The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / TKP
Popularitas:172.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin

Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibu?

"Ini data medis dan hasil medical check up Anton, pak." Elok memberikan map berisikan semua data putranya ke AKP Dean Thomas dan Iptu Rayyan.

"Permisi Bu Elok. Maaf harus membaca data pribadi nak Anton," ucap AKP Dean Thomas sopan.

"Tidak apa-apa pak. Saya kan sudah kasih izin."

Kedua polisi itu membaca hasil milik Anton dan sekilas, tidak ada yang salah dengan hasil medisnya. Mereka memang awam dengan bahasa medis tapi dilihat dari kondisinya yang sesuai dengan batas normal, seharusnya tidak ada masalah.

"Bu Elok, apakah kami boleh meminjam berkas ini? Mau saya diskusikan dengan rekan kami yang dokter." AKP Dean Thomas menatap Elok penuh harap. "Usai dicek, nanti kami kembalikan. Sekitar dua hari kami pinjam."

Elok tampak ragu. "Tapi pak ...."

"Kami akan berikan surat penerimaan berkas agar ada hitam diatas putih," lanjut AKP Dean Thomas. "Bagaimana pun ini data pribadi."

Iptu Rayyan mengeluarkan notes dari dalam tasnya. Dia memang sudah persiapan dan sudah menjadi kewajiban jika ada barang bukti, berkas atau apapun yang berhubungan dengan penyelidikan, harus ada surat keterangan resmi.

AKP Dean Thomas sudah mewanti-wanti agar dikembalikan sesuai dengan saat diterima dan tidak boleh ada yang rusak. AKP Dean Thomas ingin memberikan kenyamanan kepada masyarakat dimana penilaian ke instansinya sangat minus. Tetapi dia ingin membuktikan bahwa masih ada polisi yang jujur dan berdedikasi tinggi.

"Saya buatkan suratnya, ya Bu Elok. Boleh minta data lengkap?" tanya Iptu Rayyan serius.

"Baik pak."

***

Di rumah Siti, salah satu pasien lainnya

Kompol Jarot dan Iptu Atikah mendatangi sebuah rumah di kawasan padat penduduk area Petamburan. Kedatangan dua orang polisi di area sana, membuat perhatian banyak orang.

"Apa bapak dan ibu mau menangkap penduduk sini?" tanya seorang emak sambil menggendong anaknya.

"Tidak Bu. Kami hendak menemui Pak Akbar," jawab Kompol Jarot sopan.

"Ada apaan pak?" tanya salah satu emak yang lain dengan tatapan kepo.

"Oh, ini urusan resmi kepolisian. Atau ibu mau ikut saya ke Polda karena kepo?" balas Iptu Atikah sebal dan wajah judes.

Emak-emak itu hanya mencibir ke arah istri dokter Aji. "Belagu! Palingan elu minta duit kan?"

Iptu Atikah hendak membalas tapi Kompol Jarot menahan tangan rekannya. Pria itu tersenyum lembut.

"Bu, jadi orang jangan julid Bu. Malu sama hijab," senyum Kompol Jarot. "Berhijab itu harus diikuti dengan adab dan etika yang santun."

Para emak auto kicep mendengar ucapan Kompol Jarot yang memang ganteng lakik. Mereka tidak menduga akan kena sindir halus dari pria itu. Kompol Jarot dan Iptu Atikah melanjutkan ke rumah Akbar.

"Assalamualaikum," salam Kompol Jarot ke rumah kecil dengan pagar serta pintu terbuka.

"Wa'alaikumsalam," balas seseorang dari dalam rumah. Tak lama seorang pria keluar dengan hanya mengenakan kaos oblong hitam dan sarung. "Lho? Kok ada polisi?"

"Selamat pagi. Apakah bapak yang bernama Akbar?" tanya Kompol Jarot sopan.

"Benar. Ada apa ya?" Akbar tampak bingung.

"Boleh kami masuk?" ucap Kompol Jarot lagi.

"Oh, boleh pak. Silakan." Akbar membuka pintu pagarnya dan mempersilakan Kompol Jarot dan Iptu Atikah masuk ke dalam rumahnya yang sederhana. Iptu Atikah menoleh judes ke arah emak-emak yang tampak kepo hingga mereka terpaksa masuk ke rumahnya.

"Tikah, seram kali kau," kekeh Kompol Jarot.

"Habis! Sebal aku!" balas Iptu Atikah kesal.

Akbar menunjuk ke arah kursi tamu yang sederhana ke kedua tamunya.

"Silakan pak, bu," ucap Akbar. "Saya ganti baju dulu."

Kompol Jarot dan Iptu Atikah duduk di kursi itu sembari melihat sekeliling rumah. Tak lama keluar seorang wanita dengan daster lengan panjang dan hijab instan dari ruangan yang mereka duga sebuah dapur.

"Kok ada polisi? Suami saya nggak kena tilang kan pak?" tanya wanita itu panik.

"Tidak Bu. Kami bukan dari ditlantas. Ibu, istrinya pak Akbar?" tanya Kompol Jarot ke wanita itu.

"Benar. Tapi kalau tidak soal tilang ... Soal apa?" tanya istri Akbar itu.

"Putri anda. Siti."

Akbar yang baru keluar setelah berganti pakaian, tampak terkejut. "Apa ... Pak polisi dan Bu polwan merasa ada yang aneh dengan kematian putri kami?"

Kompol Jarot dan Iptu Atikah menatap bingung ke Akbar dan istrinya. "Kalian berdua merasa begitu?"

***

RS Bhayangkara Jakarta

"Seharusnya Anton cuma operasi kecil, operasi hernia. Tapi dia dibuat meninggal serangan jantung. Aku tidak tahu bagaimana caranya dokter Westin melakukannya," jawab Suster Ngesot ke Mbak Susi dan Tole.

"Bagaimana prosedur operasi hernia?" tanya Tole. "Aku hanya tahu operasi senyap mencuri Snack dan duit kalau diminta mas Lachlan."

Kedua arwah wanita itu menatap sebal ke tuyul comel yang memasang wajah polos.

"Lho serius itu. Aku kan punya perjanjian sama mas L," ujar Tole.

"Oke. Dua metode utama adalah laparoskopi ( sayatan kecil, pemulihan cepat ) dan operasi terbuka ( sayatan lebih besar, cocok untuk kasus kompleks ). Prosedur sering menggunakan jaring khusus ( mesh ) untuk memperkuat otot dan mencegah kekambuhan," terang Suster Ngesot.

"Biar aku tebak. Dokter Westin memakai operasi terbuka?" senyum Mbak Susi.

"Benar. Padahal seharusnya dengan laparoskopi sudah cukup. Tapi dia memakai prosedur kedua. Yang membuat aku bingung itu, bagaimana dia bisa membuat Anton mati kena serangan jantung."

"Apa kamu tidak ada di ruang operasi waktu itu?" tanya Mbak Lilis.

"Tidak. Aku tidak ada disana."

Ketiga arwah itu melihat Dokter Rahmat sedang memeriksa data pasiennya ketika ponselnya bergetar di dalam snelinya. Pria itu menerimanya dan menjawab singkat bersamaan dengan Dokter Westin menghampiri dirinya.

***

"Halo?" sapa Dokter Rahmat.

"Dok, hanya jawab singkat ya karena aku tidak mau dokter dalam masalah apalagi kalau ada Dokter Westin."

Dokter Rahmat mengangguk saat mendengar suara AKP Dean Thomas. "Gimana Bu?"

"Kalau dokter ada waktu sore ini, tolong ke kantor kami karena ada berkas yang aku perlu pandangan secara medis."

Mata dokter Rahmat terbelalak. "Baik Bu. Aku usahakan ya?"

Pria itu tertegun saat melihat Dokter Westin menghampiri dirinya. "Jadi ibu minta dicek tensinya nanti sore? Bisa Bu."

Dokter Westin menatap bingung ke arah Dokter Rahmat. Ibu?

"Baik. Siap Bu." Dokter Rahmat memasukkan ponselnya ke dalam saku snelinya.

"Ibu kamu telepon?" tanya Dokter Westin.

"Oh, pasien Dok. Biasa, minta ditensi tapi tidak mau di rumah sakit. Maklum, sudah usia delapan puluh tahun."

"Pasien kamu di panti jompo?" tanya Dokter Westin.

"Iya, dok."

"Begitu."

***

Yuhuuuu up Pagi Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
putra jaya
artinya rio emang sempat gabung tim. gabut tapi cman sebentar karna ga lolos seleksi alam 🤣
D_wiwied
wiih kosannya cantik banget macam vila2 mungil di daerah pegunungan ya 😍
This Is Me
ini kost²an masih ada yg kosong?
aq mau sewa 1
😁😁😁
awesome moment
smg rio ttp amanah
This Is Me
Keliatannya Rio polisi baik
Meeta Baggio
Semoga bener yaa feeling Rio klo kasus perampokan dan pembunuhan saling berkaitan, dan mereka bisa mendapatkan bukti dan petunjuk siapa pelaku nya
Noey Aprilia
Mreka puyeng..
laahhh...aku ikutn puyeng....🤣🤣🤣....
awesome moment
keyen ish. sdh mengerucut jd 5. msh nunggu knp rio g muncul di GD berikutnya
D_wiwied
kode morse.. jd keingat wkt masih SD dulu, slh 1 cara biar ga gampang ketahuan kalo ada yg liat/ baca ya pak Jarot 👍
tan_wiedya
mba susi anak pramuka ya? paham kose morse 🤭
Meeta Baggio
Bener kata pak Jatot Rusit. pelakunya pintar sembunyi,moga2 mereka menemukan petunjuk dan pelaku nya cepat di tangkep
Elsa Fanie: OOO pak Jarot jarang jarang lho tapi gpp y pak tim gabut jg keluarga bapak,tole tole belajar dulu sandi Morse ny😁😁😁 AQ jg sama g paham 😁
total 1 replies
amilia amel
semoga pelakunya segera ketemu
Nien April
paham 🤭
Noey Aprilia
Mngkn rio cma nmpang lewat,pnghuni ttpnya y cma mreka doang.....anggp aja sbg selingn....😁😁😁
~AruN~
hihihi...Lempongsari mana ini?
rumahku d Lempongsari 🤭
Hana Reeves: mana yaaaaa 🤣🤣🤣
total 1 replies
Meeta Baggio
Hmmm.....seperti air yg mengalir penjelasan Rio tetang kasus yg di tangani dan keluarga nya.
Septi Lahat
😅😅😅
INDRA
kayaknya prnah baca part Rio yg ktm mantan trus diajak balikan sm mantanya Rionya gx mau
Hana Reeves: itu Ghafar 🙏🙏🙏
total 1 replies
D_wiwied
daaan si air mineralpun sdh beraksi, secara tdk sadar Rio sdh menceritakan ttg siapa dirinya setelah minum.. fix kudu ati2 nih kalo main ke divisi kasus dingin mending sangu tumbler sendiri 😆😅
btw Rio dah lgs lolos seleksi di divisi gabut, selain krn dia absurd jg krn dia jujur dan punya analisis yg tajam
Ita Xiaomi
Udah pakai serum kejujuran ya😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!