NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Gunung Abadi

Puncak Gunung Abadi

Perjalanan menuju puncak Gunung Abadi tidaklah mudah. Ze Kai, guru Gao dan Yun Xi dihadapkan pada berbagai hambatan yang menguji batas kemampuan mereka. Mereka harus melintasi laut yang di huni berbagai monster buas yang hampir tidak mungkin dilalui, melewati tebing curam yang hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kekuatan kultivasi mereka, dan menghadapi badai salju yang begitu hebat hingga membuat pandangan menjadi hampir nol.

"Tubuh mu akan cepat lelah jika terus menggunakan energi secara berlebihan!" teriak guru Gao kepada Yun Xi yang sedang berusaha keras mengendalikan energi udara untuk menghalangi angin kencang. "Gunakan teknik yang aku ajarkan padamu, hemat energi dan biarkan alam membantu kita!"

Yun Xi mengangguk. Dengan susah payah mulai mengikuti nasihat guru barunya saja. Dengan bekerja sama, ketiganya bisa mengatasi setiap rintangan alam yang datang menghadang mereka. Kadang-kadang mereka harus menghadapi kultivator lain yang juga sedang dalam perjalanan. Sebagian memilih untuk bekerja sama sebentar, namun sebagian yang lain langsung menyerang tanpa ampun.

Setelah berhari-hari berjuang melawan alam dan musuh yang tidak terduga, mereka akhirnya melihat puncak Gunung Abadi yang tertutup salju putih bersih di kejauhan. Udara di sana sangat tipis dan dingin. Namun mereka bisa merasakan adanya aura energi yang sangat kuat yang mengelilingi area tersebut.

"Itu dia..." ucap Yun Xi dengan mata yang penuh kagum. "Kekuatan yang keluar dari sana benar-benar luar biasa!"

Ketika mereka mencapai puncak, mereka melihat bahwa beberapa kultivator lain telah sampai lebih dulu. Ada sekitar sepuluh orang yang berkumpul di sekitar sebuah dataran terbuka di tengah puncak, di mana sebuah tanaman dengan batang berwarna keemasan dan bunga berwarna putih kebiruan bersinar dengan cahaya yang mempesona, Bunga Langit Emas yang mereka cari.

"Ze Kai, hati-hati," ucap Genesis yang muncul di samping Ze Kai meski yang lain tidak bisa melihat kecuali Xiao Bai. "Ada beberapa kultivator dengan tingkat yang sangat tinggi di sana. Aku merasakan aura jahat dan gelap dari mereka. Jangan tergesa-gesa untuk mengambil tindakan. Tunggu waktu yang tepat, biarkan mereka saling bersaing lebih dulu. Cukup amati setiap gerakan mereka dengan cermat."

Guru Gao mengajak Ze Kai dan Yun Xi ke tempat yang lebih tersembunyi di balik batu besar.

"Kita harus menahan diri dulu," ujarnya dengan suara rendah. "Biarkan mereka yang lebih tergesa-gesa saling menyerang terlebih dahulu. Ketika mereka sudah melemah atau ada yang terbunuh, baru kita muncul untuk mengambil bagian kita."

Yun Xi mengangguk, mengerti. Meski ia sangat ingin segera mengambil bunga itu untuk menyembuhkan ibunya, namun dia juga tahu bahwa nasihat guru Gao adalah yang terbaik untuk mereka semua.

Tak butuh waktu lama bagi ketegangan di antara para kultivator untuk meledak. Seorang kultivator tingkat tinggi dari aliran Naga Hitam yang mengenakan baju hitam dengan lambang naga besar mengangkat tangan dengan sombong.

"Bunga Langit Emas hanya layak untuk orang yang benar-benar kuat!" teriaknya dengan suara yang menggema di seluruh puncak. "Siapa pun yang berani bersaing denganku harus siap mengorbankan nyawanya!"

Tanpa berlama-lama, dia menyerang seorang kultivator wanita dari klan kecil yang berdiri dekat bunga itu. Pertempuran pun pecah dengan sangat cepat. Energi berbagai elemen saling bertabrakan di udara dengan ledakan yang membuat tanah bergoyang dan salju terbang ke segala arah.

Ze Kai melihat dengan cermat setiap gerakan mereka, mencatat kekuatan dan kelemahan masing-masing kultivator di kepalanya. Beberapa dari mereka menggunakan teknik kultivasi yang sangat kuat, sementara yang lain mengandalkan kekuatan jumlah atau trik licik untuk mengalahkan lawan mereka. Dalam waktu singkat, tiga kultivator telah kehilangan nyawa dan terjatuh ke jurang yang dalam, sementara yang lain terluka parah dan terpaksa mundur dari pertempuran.

Hanya tinggal lima kultivator yang masih berdiri dengan kuat, termasuk pemimpin dari aliran Naga Hitam, seorang kultivator wanita dengan aura energi es yang sangat kuat, seorang pria besar dengan kekuatan tanah yang luar biasa, serta dua kultivator dari klan besar yang bekerja sama.

Namun ketika mereka sedang fokus saling menyerang, Yun Xi secara tidak sengaja membuat suara kecil saat mencoba menggeser batu besar yang menghalangi pandangannya. Suara itu terdengar jelas di udara yang sepi dan dingin, membuat semua kultivator yang tersisa berbalik dan melihat ke arah tempat mereka bersembunyi.

"Dia tikus rupanya di sana!" teriak pemimpin aliran Naga Hitam dengan senyum kejam. "Ada orang lain yang ingin mencuri bunga itu dari kita! Serang mereka!"

Tanpa pilihan lain, guru Gao keluar dengan cepat, mengeluarkan aura energi api yang kuat untuk menghalangi serangan pertama yang datang.

"Jangan menyentuh mereka! Jika ingin berperang, berperanglah denganku!"

Pertempuran pun tak dapat dihindari. Guru Gao dengan gagah berhadapan dengan pemimpin aliran Naga Hitam dan kultivator tanah yang besar, sementara Yun Xi menggunakan kekuatan udara dan esnya untuk menghadapi kultivator wanita dengan energi es. Ze Kai sendiri harus menghadapi dua kultivator dari klan besar yang bekerja sama .

Meskipun mereka berjuang dengan gigih, meski kondisi mereka semakin tertekan. Guru Gao terluka parah di dadanya ketika terkena serangan energi naga yang kuat, sementara Yun Xi terpental jauh ke belakang dengan tubuh yang membeku sebagian akibat serangan energi es yang terlalu kuat.

Ze Kai sendiri juga dalam kondisi yang sangat kritis, dia terluka di perut dan punggungnya. Darah mengalir deras dan membuatnya kesulitan untuk berdiri tegak. Namun dia tetap berusaha bertahan, menggunakan semua kekuatan yang ada padanya untuk melindungi guru dan teman barunya.

"Sekarang kau tidak akan bisa kabur lagi!" teriak salah satu kultivator yang sedang menghadapinya, mengumpulkan seluruh energinya untuk menyerang dengan kekuatan maksimal. "Bunga Langit Emas akan menjadi milik kami!"

Ketika serangan itu hampir menghantam Ze Kai, sosok kecil putih tiba-tiba muncul dengan cepat dari dalam tasnya. Xiao Bai yang biasanya lucu dan kecil kini berubah bentuk menjadi makhluk spiritual besar dengan tubuh keperakan yang bersinar, sayap yang lebar, dan mata yang menyala seperti bintang.

"Hewan spiritual kuno?!" teriak kultivator itu dengan mata yang membesar karena keterkejutan dan kagum yang bercampur dengan kecemasan. Dia adalah Chen Wu, salah satu kultivator tingkat tinggi dari Klan Besar Tian Long yang dikenal dengan hasratnya untuk mengoleksi makhluk spiritual langka.

"Tangkap hewan itu hidup-hidup! Aku ingin menjadikannya hewan kontrak ku!"

Dengan cepat, ia mengeluarkan sebuah cakar emas besar yang diperkuat dengan energi besi, mencoba menjerat Xiao Bai dengan tali energi yang terbuat dari logam spiritual.

"JARING KEKUATAN EMAS!" teriaknya dengan suara yang menggema, mengeluarkan jaring besar yang menyala dengan cahaya keemasan dan melesat ke arah Xiao Bai dengan kecepatan tinggi.

Xiao Bai hanya mengerutkan alisnya dengan ekspresi yang seolah berkata "bodoh", kemudian mengibaskan sayapnya yang lebar dengan kuat. Angin kencang yang dihasilkan membuat jaring energi itu terbang jauh ke belakang, bahkan membuat Chen Wu terpeleset dan hampir jatuh ke jurang yang dalam.

"Kau benar-benar berani menghina diriku dengan serangan seperti itu?!" suara Xiao Bai terdengar jelas di benak semua orang yang ada di sana. Bahkan Ze Kai ikut terkejut Xiao Bai bisa berbicara.

Suaranya tidak seperti suara hewan biasa, melainkan suara manusia yang tenang namun penuh dengan kekuasaan.

"Aku adalah keturunan Singa Langit Salju, penjaga alam yang telah hidup ribuan tahun lamanya. Kamu yang hanya berpikir untuk menjadikanku hamba tidak layak untuk melihat wajahku!"

Dengan satu lompatan cepat, Xiao Bai muncul tepat di depan Chen Wu, cakarnya yang besar dan bersinar seperti permata menginjak tanah dengan kuat. Tanah di sekitar mereka bergoyang hebat, membuat batu-batu besar terbang ke udara dan salju melayang seperti butiran kristal.

Chen Wu tidak mau menyerah begitu saja. Ia mengumpulkan seluruh energi kultivasinya ke dalam cakar emasnya, membuatnya menyala dengan cahaya merah menyala.

"SERANGAN TINJU NAGA EMAS!" teriaknya dengan penuh kemarahan, menyerang dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan sebuah bukit kecil.

Namun Xiao Bai hanya mengangkat satu lengan dengan santai, membentuk perisai dari energi keperakan yang muncul dari tubuhnya. Ketika tinju Chen Wu menghantam perisai, suara ledakan yang sangat keras terdengar "BROOOOM", membuat seluruh puncak gunung bergoyang dan beberapa kultivator lain yang sedang bertempur terpaksa berhenti untuk menjaga keseimbangan tubuh mereka.

"Bagaimana mungkin... ?!" bisik Chen Wu dengan suara gemetar, melihat cakar emasnya yang mulai retak akibat benturan dengan perisai Xiao Bai.

Tanpa memberikan jawaban, Xiao Bai dengan cepat mengeluarkan serangan balik. Ekornya yang panjang dan berujung mahkota menyapu dengan cepat, mengenai sisi tubuh Chen Wu dengan kekuatan yang luar biasa. Pria besar itu terpental jauh hingga menabrak batu besar yang tebal, membuat batu itu hancur berkeping-keping dan tubuhnya terluka parah dengan bekas goresan yang dalam di seluruh badannya.

Namun bahkan dalam kondisi terluka parah, hasrat Chen Wu untuk menangkap Xiao Bai masih belum padam. Ia menarik sebuah tabung kecil dari saku bajunya, membukanya untuk melepaskan semburan gas berwarna ungu yang beracun.

"Jika tidak bisa menangkapmu hidup-hidup, aku akan membuatmu lumpuh dulu!"

Gas beracun mulai menyebar dengan cepat di udara, namun Xiao Bai hanya mengeluarkan hembusan napas yang hangat dari hidungnya. Cahaya keperakan menyebar dari tubuhnya, membuat gas beracun itu langsung menguap dan menghilang tanpa jejak. Bahkan udara di sekitarnya menjadi lebih segar dan bersih setelahnya.

"Sungguh bodoh! kau tidak mengerti bahwa kekuatan sejati tidak datang dari keserakahan atau keinginan untuk menguasai makhluk lain," ujar Xiao Bai dengan tatapan merendahkan. "Kau hanya melihat nilai keuntungan dari ku, bukan makna sebenarnya dari keberadaan ku di dunia ini."

Dengan satu gerakan cepat, Xiao Bai menghampiri Chen Wu yang sudah tidak bisa berdiri lagi. Ia menyentuh dahi kultivator itu dengan cakarnya yang lembut, menyerap semua energi dari kultivator itu, hingga ia tak memiliki kemampuan lagi.

"Aku tidak akan membunuhmu, karena itu bukan jalan yang benar. Namun kamu harus belajar untuk menghargai alam dan semua makhluk di dalamnya. Jika tidak, kamu akan terus terjebak dalam keserakahan yang akan menghancurkan dirimu sendiri."

Setelah itu, Xiao Bai berbalik dan kembali ke sisi Ze Kai yang sedang dalam kondisi kritis. Namun sebelum ia bisa melakukan apa-apa, pemimpin aliran Naga Hitam yang telah mengalahkan guru Gao dan Yun Xi mendekat dengan langkah yang santai, wajahnya penuh dengan keserakahan yang lebih besar setelah melihat kekuatan Xiao Bai.

"Baiklah, jika hewan spiritual itu tidak bisa kita dapatkan, maka kita akan mengambil Bunga Langit Emas dan membunuh mereka semua!" teriaknya dengan suara lantang, mengumpulkan energi naga hitam yang kuat untuk menyerang Xiao Bai dan Ze Kai sekaligus.

-

-

-

Bersambung...

Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
Ahmad Supri Aji
hadeh. mending jangan jadi sistem. lebih baik kau ubah jadi roh pendamping atau apalah. kurang enak sekali rasanya liat sistem punya perasaan manusia. 🤦
Ahmad Supri Aji: masa iya sistem takut di tinggalin pemilik sendirian. yang ada ya pemilik mati sistem ikut mati atau cari tuan baru. 🤣
total 1 replies
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
kalau nguasai earth bending mahh, jadi gampang untuk ngubah gua jadi rumah...


btw, jadi pengin bunga langit, biar bisa konsentrasi penuh
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
agak anuuu, pake kata opotik
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
earth Bending
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
kenapa harus tampan sih
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
mungkin dia Didi Elemen
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
lewat shoppee ajaaaah
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
🏘⃝Aⁿᵘ Yu: kepo si mumun
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
🔔 M A S R I L
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!