NovelToon NovelToon
BEYOND THE DOOR OF DEATH

BEYOND THE DOOR OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Mata Batin
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: elrznta

Hyeana adalah seorang gadis biasa yang tiba-tiba terlempar ke dimensi lain lalu Hyeana mencoba untuk keluar dari sana, ia mencari jalan keluar namun yang dia lalui hanya dunia yang tidak ada ujungnya. lalu tanpa sengaja ia tersandung hingga terjatuh didepan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat indah, namun pintu itu otomatis terbuka lebar dengan disertai suara yang aneh. Hyeana ingin mencoba masuk ke sana karena ia berfikir siapa tau jalan untuk ia pulang berada dibalik pintu tersebut. Ketika ia hendak memasuki pintu tersebut, tiba-tiba muncul seorang pria dibelakangnya, lalu pria tersebut mengulurkan tangan-nya dan pria itu berkata, “Belum waktunya kamu berada di sini”.....Tak lama kemudian, Hyeana terbangun kembali di kamarnya dengan seorang pria berdiri di samping tempat tidurnya. Siapakah pria ini dan bagaimana kelanjutan dari kisah mereka? to be continue...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elrznta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMORIES

Air mata itu terus mengalir pelan dari sudut mata Hyeana meski dirinya masih belum benar-benar sadar. Tubuhnya sedikit gemetar di pelukan Harvey.

“jangan..…”

Suara lirih itu hampir tidak terdengar. namun cukup membuat tatapan Harvey berubah.

“Hyeana.”

Tangannya langsung menahan kepala Hyeana lebih hati-hati. Kabut hitam tipis muncul pelan di sekitar mereka, bukan untuk menyerang, melainkan menenangkan resonansi mark yang mulai tidak stabil. Namun.....

BRAKKK!!

Tanda hitam di tangan Hyeana kembali menyala, kali ini jauh lebih terang.

“Hnghh—!!”

Tubuh Hyeana langsung menegang keras, dalam sekejap…Kesadarannya terseret masuk ke dalam potongan memori lain.

*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊

Api, dimana-mana hanya ada api. Langit merah gelap dipenuhi abu hitam. Kerajaan Moonhaven yang megah kini berubah menjadi lautan api kehancuran. Jeritan prajurit terdengar dari segala arah.

“Tuan putri Elvaretta! Lari, Cepat lari!!”

Suara seseorang menggema, seorang wanita bernama Elvaretta itu segera berlari dengan kencang di lorong istana dengan napas kacau. Gaun putih panjangnya dipenuhi darah dan abu. Tangannya gemetar hebat.

“Tidak…”

Matanya membesar saat melihat para prajurit Moonhaven berguguran satu per satu. Bendera Rimegate memenuhi halaman istana. Dan di tengah kekacauan itu…Seseorang berdiri sambil memegang pedang hitam panjang. Dia Harvey namun berbeda dari Harvey yang Hyeana kenal sekarang. Tatapannya saat itu jauh lebih dingin. Kabut hitam di sekitarnya melahap puluhan prajurit rimegate sekaligus tanpa sisa.

BRAKK!!

Tanah istana runtuh setiap langkahnya, 'Monster' Itulah yang dipikirkan semua orang saat melihatnya. Namun saat Harvey menoleh ke arah Elvaretta Tatapannya langsung berubah.

“Putri Elvaretta!”

Ia langsung bergerak cepat ke arahnya, namun....

Srettt.

Seseorang muncul di antara mereka. Perempuan berambut putih panjang dengan armor perak yang dipenuhi darah, matanya dingin, pedang tipis di tangannya meneteskan darah merah. Dia adalah ‘Aileen Rasymita.’

Deg.

Tubuh Elvaretta langsung membeku.

“Aileen…dia....”ucap Hyeana lirih

Aileen adalah sahabatnya. Orang yang dulu selalu tersenyum bersamanya di taman Moonhaven, kini berdiri sebagai musuh. Tatapan Aileen bergetar sesaat saat melihat Elvaretta. Namun hanya sesaat, karena detik berikutnya…

“Maafkan aku, Ileana.”

SRETTT

Pedangnya bergerak cepat, mata Elvaretta membelalak. Darah hangat langsung mengalir dari dadanya. Tubuhnya terjatuh perlahan.

“Ai…leen…..”

Pedang itu menusuk tepat ke jantungnya. Di kejauhan....

“PUTRI ELVARETTA!!”

Suara Harvey menggema untuk pertama kalinya penuh kepanikan. Kabut hitam langsung meledak menghancurkan seluruh halaman istana. Namun sudah terlambat, Tubuh Elvaretta jatuh ke lantai istana yang dipenuhi darah. Pandangan terakhirnya…Adalah Harvey yang berlari ke arahnya dengan ekspresi hancur dan Aileen yang berdiri diam sambil tersenyum bahagia disana.

*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊

“HAAAHH—!!” Hyeana langsung terbangun dengan napas memburu.

Deg.

Matanya membelalak panik, tubuhnya gemetar hebat.

“Hyeana!”

Harvey langsung menahan tubuhnya sebelum jatuh lagi. Namun Hyeana justru menatap Harvey dengan mata yang masih dipenuhi sisa ketakutan dari memori tadi. Napasnya kacau.

“Aileen…” Suaranya pecah.

“Aileen… membunuh aku…”

Haras dan Olla langsung saling menatap. Mereka tahu, barusan Hyeana bukan sekadar bermimpi, Ia baru saja melihat masa lalunya sendiri dan Harvey…

tatapan Harvey perlahan berubah gelap karena ia tahu, mulai sekarang…Ingatan Elvaretta tidak akan berhenti muncul lagi.

“Hyeana…”

Suara Harvey terdengar pelan di dekatnya, namun Hyeana tidak langsung menjawab. Tubuhnya masih gemetar kecil setelah memori tadi. Tangannya perlahan terangkat memegang dadanya sendiri. Masih terasa sakit, meski luka itu sudah terjadi tiga ratus tahun lalu.

“Aileen…” bisiknya lirih.

Pandangan Hyeana kosong beberapa detik sebelum akhirnya perlahan menoleh ke arah Harvey. Dan saat mata mereka bertemu…

Deg.

Potongan terakhir memori tadi kembali muncul, Harvey berlari ke arahnya dengan wajah penuh kepanikan. Ekspresi hancur itu, suara teriakannya.

“PUTRI ELVARETTA!!”

“Hngh…”

Hyeana langsung menunduk cepat sambil memegang kepalanya lagi. Harvey refleks mendekat.

“Hyeana.”

“Aku baik-baik saja…” jawabnya cepat, terlalu cepat.

Namun suaranya jelas gemetar. Haras dan Olla saling melirik kecil, mereka bisa merasakan suasana di antara keduanya berubah. Untuk pertama kalinya sejak mengenal Harvey… Hyeana tidak berani menatapnya lama. Karena sekarang setiap melihat mata merah itu…yang muncul di kepalanya bukan Harvey yang biasa. Melainkan Harvey di tengah lautan api Moonhaven, Harvey yang terlihat hancur saat Elvaretta mati. Dan entah kenapa…itu membuat dada Hyeana terasa sesak.

“eumm....Aku…” suara Hyeana pelan.

“aku mau pulang.....”

Hening sebentar, Harvey menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya berdiri perlahan.

“Baiklah Hyeana.”

Tidak ada pertanyaan. Tidak ada paksaan. Namun justru itu membuat suasana terasa lebih aneh. Haras akhirnya menghela napas kecil.

“Gue anter Hyeana aja.”

Namun sebelum Hyeana sempat menjawab...

“Tidak perlu.” Suara Harvey langsung memotong datar.

Haras langsung mendecak.

“Lo pikir gue bakal ninggalin dia sendiri habis kejadian beginian?”

Kabut hitam tipis bergerak di sekitar kaki Harvey. Namun beberapa detik kemudian…

“Kalau begitu ikut.” Lanjut Harvey

Jawaban itu justru membuat Haras dan Olla sedikit kaget. Biasanya Harvey tidak akan membiarkan siapa pun ikut campur. Tapi kali ini…dia tidak membantah. Hyeana perlahan berdiri, meski kakinya masih sedikit lemas. Harvey refleks ingin menahan tangannya...namun Hyeana mundur setengah langkah kecil tanpa sadar.

Deg.

Gerakan kecil itu membuat semua orang diam sesaat, mata Hyeana langsung membesar seolah dirinya sendiri tidak sadar kenapa barusan menjauh.

“maafkan aku.....” Suaranya sangat pelan.

Tatapan Harvey tidak berubah. Namun kabut hitam di sekitarnya perlahan meredup sedikit.

“tidak apa Hyeana.” Jawabannya tenang seperti biasa.

Tapi entah kenapa…justru itu terasa lebih menyakitkan.

*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊

Perjalanan pulang malam itu terasa sangat sunyi. Haras beberapa kali mencoba membuka obrolan namun gagal karena suasananya terlalu aneh. Olla juga memilih diam. Sementara Hyeana…sejak tadi terus berjalan sambil menunduk. Harvey berjalan beberapa langkah di belakangnya, ia menjaga jarak namun tetap mengikuti. Sampai akhirnya mereka tiba di depan rumah Hyeana. Lampu teras rumahnya masih menyala hangat. Hyeana berhenti pelan.

“Aku udah sampai, terimakasih sudah mengantarku pulang.”

Haras mengangguk kecil.

“Besok jangan sendirian lagi na.”

Olla menambahkan pelan.

“Kalau memorinya muncul lagi, langsung bilang ke kami ya.”

Hyeana hanya mengangguk kecil. Lalu…perlahan ia menoleh ke belakang, Harvey masih berdiri di bawah bayangan pohon dekat jalan. Tatapan merahnya tertuju padanya seperti biasa. Namun sekarang… Hyeana tidak tahu kenapa dirinya merasa gugup melihatnya.

Deg.

Memori tadi kembali muncul sebentar, Harvey yang memeluk tubuh Elvaretta penuh darah. Ekspresi kehilangan itu.....membuat napas Hyeana langsung sedikit goyah.

“Aku masuk dulu ya…kalian hati-hati pulangnya”

Ia buru-buru membalik badan sebelum menunggu jawaban siapa pun. Pintu rumah terbuka dan beberapa detik kemudian....Pintu itu tertutup.

Meninggalkan Harvey berdiri sendirian di luar rumah. Angin malam bergerak pelan meniup rambut hitamnya. Haras memperhatikan Harvey beberapa detik sebelum akhirnya bicara.

“Dia bingung.”

Harvey tidak menjawab, Olla menatap Hyeana dari balik jendela rumah.

“Memori tadi terlalu berat buat dia.”

Kabut hitam tipis bergerak di sekitar Harvey. Lalu akhirnya…suaranya terdengar sangat pelan.

“aku tahu.”

Dan untuk pertama kalinya…Haras melihat sesuatu yang aneh dari tatapan Harvey, Takut. Bukan takut pada musuh, bukan takut pada banyak perlawanan dari kerjaan di Netherveil, Melainkan takut kalau Hyeana mulai menjauh darinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!