NovelToon NovelToon
Mawar Beracun Sang Menantu

Mawar Beracun Sang Menantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna Nellys

Warning!!

***
Mawar datang ke keluarga terpandang itu sebagai menantu yang sempurna.

Cantik, lembut, dan tampak penuh bakti.

Namun di balik senyumnya yang manis, tersimpan dendam yang telah ia rawat selama bertahun-tahun.

Pernikahannya bukan tentang cinta.

Melainkan jalan untuk menghancurkan keluarga Black dari dalam.

Semua berjalan sesuai rencana… hingga satu hal mulai menggoyahkan tekadnya.

Suaminya.

Arestio Black mencintainya dengan tulus. Tanpa curiga. Tanpa syarat.

Tetapi ketika kebenaran akhirnya terungkap, cinta berubah menjadi luka paling dalam.

***

“Apa selama ini… kamu hanya memanfaatkan ku, sayang ?” bisik Arestio, suaranya retak.

Mawar tersenyum tipis, mata-nya berkabut. “Jika iya… apa kamu masih ingin memeluk ku, suamiku ?”

Di antara hasrat, tipu daya, dan rahasia masa lalu,
balas dendam berubah menjadi permainan perasaan yang mematikan.

Karena terkadang… racun paling berbahaya bukanlah kebencian. Melainkan cinta yang tumbuh di tempat yang sala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna Nellys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Hot meja kantor 21++

0o0__0o0

Warning!! tidak di sarankan untuk piyik. Jadi yang merasa belum cukup umur dan tidak punya pasangan.. Harap menepi sejenak.

“Ah… Ares…”

Mawar mendesah pelan, tubuhnya melengkung tanpa sadar. Kepalanya mendongak, mata terpejam, menikmati setiap sentuhan yang menyusup perlahan.

Ares menyeringai tipis. Ia tidak menjawab, namun bibirnya bergerak turun, menelusuri leher jenjang Mawar dengan sabar.

Sesekali ia berhenti, meninggalkan jejak hangat yang membuat tubuh istrinya bergetar halus.

“Eurgh… A-Ares…” suara Mawar melemah, napasnya mulai tak beraturan.

Dadanya naik turun cepat. Setiap sentuhan terasa seperti aliran listrik yang menjalar, membuat seluruh tubuhnya peka dan menginginkan lebih.

Ia tak bisa menyangkal, bahwa Ares selalu tahu caranya menyentuh. Dan itu selalu berhasil membuat-nya kehilangan kendali.

“Kenapa ?” bisik Ares serak di dekat telinganya.

Tatapan-nya turun, mengamati wajah Mawar yang mulai memerah, di penuhi peluh tipis.

“Sudah tidak tahan, hm ?”

Tangan-nya bergerak perlahan, menyusuri garis leher Mawar dengan lembut, seolah sengaja memperlambat segalanya.

Bukan untuk berhenti, melainkan untuk membuat setiap detik terasa lebih panjang… dan lebih membakar.

Mawar menggigit bibirnya, jemarinya mencengkeram pakaian Ares tanpa sadar.

“Ares…” panggilnya lirih, nyaris seperti permohonan.

Ares mendekat, jarak mereka nyaris tak tersisa. Namun alih-alih terburu-buru, ia justru menahan ritme—membiarkan Mawar tenggelam lebih dalam, ke dalam rasa yang ia ciptakan.

Dan di antara napas yang saling berkejaran, suasana itu berubah… menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar keinginan.

Sentuhan Ares terhenti sejenak di atas dada Mawar—bukan untuk melanjutkan, tapi untuk memperlambat.

Ia menatap wajah istrinya lebih dalam.

Napas Mawar masih tersengal, dadanya naik turun cepat. Jemarinya tanpa sadar mencengkeram kemeja Ares, seolah takut pria itu berhenti.

Ares menyeringai tipis, namun kali ini bukan penuh hasrat liar, melainkan sesuatu yang lebih dalam.

“Lihat aku,” bisiknya pelan.

Mawar membuka mata perlahan. Tatapan mereka bertemu. Ada getaran berbeda di sana. Bukan hanya keinginan… tapi juga ketergantungan.

Ares mengusap pelan keringat di pelipis Mawar dengan ibu jarinya.

“Kamu selalu seperti ini…” gumamnya rendah. “Seolah cuma aku yang bisa membuat mu kehilangan kendali, istriku.”

Mawar menggigit bibirnya pelan, wajahnya memerah.

“Memang… cuma kamu yang bisa, suamiku.” jawabnya lirih.

Kali ini Ares tidak menahan diri untuk mendekat. Ia mencium Mawar—lebih dalam, lebih pelan, namun terasa jauh lebih membakar di banding sebelum-nya.

Bukan sekadar gairah.

Ada rasa memiliki di sana.

Ada emosi yang tidak di ucapkan.

Tangan-nya merengkuh tubuh Mawar lebih dekat, seakan tak ingin memberi jarak sedikit pun.

Ruangan itu kembali sunyi—hanya tersisa suara napas yang saling bertabrakan, dan detak jantung yang sama-sama kehilangan ritme.

Dan untuk sesaat… dunia mereka hanya berisi gairah satu sama lain.

“Eurghh, Ares…” suara Mawar bergetar, nyaris hilang di antara napasnya yang tak beraturan.

Ares tidak langsung menjawab. Ia justru menahan dirinya, menatap Mawar lekat, seolah menikmati setiap reaksi yang berhasil ia ciptakan.

“Secepat itu menyerah, sayang ?” gumam-nya rendah, nyaris seperti godaan.

Mawar menggeleng lemah, meski tubuhnya justru semakin mendekat. Tangan-nya mencengkeram bahu Ares, seolah mencari pegangan di tengah sensasi yang membuat-nya limbung.

“Kamu… jahat,” bisiknya pelan.

Ares terkekeh samar. Tangan-nya naik, menahan dagu Mawar agar istrinya itu menatapnya.

“Kalau aku jahat,” ucapnya pelan, “kenapa kamu tetap memanggil namaku seperti itu ?”

Mawar terdiam. Pipinya memerah, tapi sorot matanya justru semakin dalam, penuh sesuatu yang tak bisa ia sembunyikan.

Bukan hanya keinginan.

Tapi juga rasa memiliki.

Tanpa menunggu jawaban, Ares akhirnya menutup jarak di antara mereka. Ia mencium Mawar—kali ini lebih dalam, lebih tegas, seolah menegaskan sesuatu yang tak perlu di ucapkan.

Mawar membalas tanpa ragu.

Semua kendali yang tadi berusaha ia pertahankan… runtuh begitu saja.

Jemarinya mencengkeram kuat, sementara Ares menariknya lebih dekat, seakan tak ingin memberi ruang sedikit pun di antara mereka.

Di luar, dunia tetap berjalan seperti biasa.

Namun di dalam ruangan itu…

waktu seakan berhenti.

Hanya ada dua detak jantung yang berdetak tak selaras, namun saling mengejar.

Dan malam itu… belum akan berakhir.

0o0__0o0

"Aku tidak tahan lagi, Sayang." Bisik Ares.

Menyudahi foreplay-nya. Ia menarik napas dalam, tatapan-nya menggelap.

Tanpa banyak bicara, tangan-nya bergerak cepat—menarik lepas underwear tipis yang sejak tadi menghalangi. Ia melemparkan-nya begitu saja ke arah belakang, tanpa peduli ke mana benda itu jatuh.

Mawar terkejut, napasnya tercekat sesaat.

“A-Ares…” bisiknya, antara gugup dan tak siap dengan intensitas yang semakin meningkat. "Kamu membuatku sedikit takut."

Namun Ares tidak memberi ruang untuk berpikir. "Takut kenapa, Hem ? Takut aku hilang kontrol, sampai membuat mu menjerit keras di sini ?"

Ia menarik Mawar lebih dekat, menghapus jarak yang tersisa, membuat wanita itu kembali tenggelam dalam pusaran yang ia ciptakan.

Mereka terlalu larut.

Terlalu fokus satu sama lain…

Hingga tak menyadari, Kain tipis yang tadi terlempar… meluncur pelan di lantai, berhenti tepat di dekat pintu yang tidak tertutup rapat.

Di balik celah itu… Rison masih berdiri.

Diam. Tak bergerak.

Matanya terpaku ke dalam ruangan, napasnya tertahan tanpa sadar. Rahang-nya mengeras, namun sorot matanya justru semakin dalam, campuran antara keterkejutan… dan sesuatu yang lebih gelap.

Lalu pandangan-nya turun.

Underwear hitam itu.

Beberapa detik ia hanya menatapnya, seolah sedang menimbang sesuatu dalam pikiran-nya sendiri.

Suara samar dari dalam ruangan masih terdengar. Cukup untuk membuat suasana semakin menekan.

Rison menelan ludah. Tangan-nya perlahan terangkat… lalu berhenti di udara. Seakan masih ada sisa logika yang mencoba menahan-nya.

Namun detik berikutnya, Ia menunduk, mengambil underwear itu dengan cepat.

Genggaman-nya mengerat.

Matanya kembali terangkat ke arah celah pintu, tatapan-nya kini berubah… lebih dalam, lebih berbahaya.

“Ares…” gumam-nya pelan, hampir tak terdengar.

Bukan sekadar nama.

Lebih seperti peringatan.

Atau mungkin… awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit.

"Jaga istrimu baik-baik.. Sebelum papa benar-benar gelap mata." Sambung'nya dalam. Ia langsung melangkah pergi sambil mengantongi underwear milik menantu-nya.

0o0__0o0

Di dalam ruangan suasana semakin memanas.

Ares menarik turun resetling celananya, hingga kain panjang itu melorot di kaki. Lalu menarik turun boxer mahalnya, hingga membuat asetnya keluar dari dalam sangkarnya.

"Sudah siap, istriku ?" Bisiknya dengan suara rendah. Tangan'nya mengocok pelan juniornya. "Jangan menjerit terlalu keras." Sambung'nya memperingatkan.

Mawar mengangguk patuh. Ia paham ruangan ini tidak kedap suara. "Lakukanlah, suamiku." Ucapnya. "Tapi jangan pakai tenaga penuh."

Ares menyeringai. Tangan'nya menarik satu kaki Mawar mengangkat tinggi. "Aku tidak janji, sayang." ia mengecupi kaki jenjang istrinya. "Tapi kamu bisa mengingatkan ku..."

JLEB!

Tanpa menunggu respon Mawar. Ares menghentakkan juniornya ke dalam lubang buaya-nya.

Dalam.

Tanpa sisa.

"Argh, Ares... Kamu benar-benar..." Mawar mengerang. Tertahan. Ia bisa merasakan miliknya berdenyut nyeri. Penuh.

Sedangkan Ares memejamkan matanya sejenak. Memberi ruang bagi Mawar untuk menyesuaikan.

"Maaf, Sayang. Aku tidak tahan lagi." Sesalnya. "Milikmu begitu sempit. Dan menggigit."

Tangan'nya memegang kuat kaki mawar. Sebelum ia mulai menggerakkan pinggulnya maju-mundur dengan pelan. Namun dalam.

Setiap hentakan membuat Mawar begitu tersiksa dalam kenikmatan. Di tambah sesekali Ares memutar pinggulnya, mengaduk isi dalam liang istrinya.

"Ah... Ares!"

Mawar mendesah pelan. Tubuh bergerak mengikuti setiap hentakan dalam sang suami. Matanya terpejam rapat. tangan'nya mencengkeram pinggiran meja.

"Lebih cepat, sayang." Ia benar-benar tidak tahan ingin meledak.

Sedangkan di balik pintu, Dresto yang hendak masuk langsung menghentikan langkahnya.

Ia mendekatkan telinganya. Mencoba mendengarkan lebih jelas lagi.

Suara itu... Benar-benar suara desahan. Dan ia tidak salah dengar.

"Sial, berani sekali Ares berbuat mesum di kantor." Desis-nya pelan. Tak terima. Tangan-nya semakin kuat mencengkram ganggang pintu itu.

Sedangkan di dalam ruangan, Ares terus memacu tubuh-nya lebih cepat dan dalam. Mengikuti keinginan istrinya.

PLOK!

PLOK!

PLOK!

Suara penyatuan di iringi decitan meja terdengar menggema di dalam ruangan sunyi itu. Di tambah suara desahan dan erangan yang saling bersahutan.

"AH... Yeah! Seperti itu, Res!" Desah Mawar. Benar-benar menikmati setiap hujaman suami'nya.

"Kamu menyukainya, istriku ?" Tanya Ares kesenangan. "Jangan menyesalinya.. jika nanti aku akan membuatmu menjerit tertahan."

PLOK!

PLOK!

PLOK!

Ares semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Ritmis. Dalam. Terukur.

Setiap hentakan menyentuh titik sensitif Mawar, hingga membuat perempuan itu mabuk kepayang penuh kenikmatan tiada tara.

Dresto membuka sedikit pintu itu. Matanya menajam ke dalam.

Pemandangan eksotis di dalam, begitu mengganggu matanya. Di tambah tubuh sexy Mawar dan tubuh kekar Ares yang saling menyatu penuh dengan gairah.

Ada rasa cemburu. Tak terima. Melihat Mawar di gagahi oleh adiknya sendiri.

"Harusnya aku yang ada di posisi Ares." Geram-nya benar-benar tidak terima. Tatapan matanya berubah licik. "Jika Ares bisa... Maka aku juga bisa."

0o0__0o0

"Aahhh... Ares." Mawar mendesah panjang. "Aku sampai..." Desis-nya dengan nafas putus-putus.

Tubuhnya melengkung ke atas. Dadanya naik turun tak beraturan.

Ares menyeringai tipis. Ia semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Tak memberi ruang untuk Mawar istirahat.

"Nikmat, Hem ?" Godanya di sela-sela pacuan tubuh-nya.

Tangan-nya mengangkat kedua kaki Mawar. Meletakkan di atas bahu lebarnya.

"Eurghhh, milikmu semakin menelan juniorku, sayang."

Mawar menggelengkan kepalanya ribut. Setiap hentakan kuat yang Ares berikan... Membuatnya terbakar.

"Ares, pelankan sedikit ritme-nya." pintanya blingsatan di atas meja. Tak berdaya.

Bukan-nya menurut, Ares justru semakin mempercepat pacuan tubuh-nya. Ia sudah berada di ujung pelepasan.

"Tahan sedikit lagi, Sayang." Ucapnya tenang. Ia menurukkan kaki Mawar. Menekuk di atas meja. Lalu tangan'nya meremas kedua dada sintal-nya yang memantul seirama.

"Ahh.. Ahh... Ahh...!"

Mawar mendesah pelan. Berusaha menahan diri agar tidak mengeluarkan suara lebih keras. Di tambah lagi ia mau mencapai pelepasan lagi.

"Rendahkan tubuhmu, Ar." Desis-nya. Benar-benar tidak tahan lagi.

Ares menurut. Merendahkan tubuhnya, tangan-nya melepaskan remasan dada Mawar dengan pacuan yang tidak berhenti.

Sedangkan di balik pintu. Dresto menjadi saksi bisu atas percintaan panas mereka berdua.

Kepala atas dan bawahnya benar-benar pening. Melihat betapa hotnya adegan di dalam sana.

"Tunggu aku Rose," Bisik-nya dalam. "Aku akan membuatmu lebih menjerit dari apa yang Ares berikan."

Ucapan itu bukan omong kosong belaka. Itu adalah janji yang akan terealisasikan. Dengan cara apapun.

Dresto memutar tubuhnya. Meninggal tempat yang membuatnya terbakar luar dan dalam.

0o0__0o0

Empt!

Mawar menekan tengkuk Ares. Melumat rakus bibir suami'nya, untuk meredam suara desahan-nya sendiri.

Sedangkan Ares membiarkan istrinya bermain-main dengan bibir-nya. Ia semakin mempercepat pacuan tubuh-nya hingga akhirnya mereka berdua sama-sama meledak dalam kenikmatan.

"Eurghhh, Mawar!"

Ares menghentak kuat juniornya ke dalam tanpa sisa. Membiarkan spermanya membanjiri rahim istrinya. Walaupun nanti Mawar akan protes.

"Eurmpt, Ares. Kenapa kamu membuang-nya di dalam." Protes'nya geram. Dadanya naik-turun cepat.

Ares menenggelamkan kepalanya di leher Mawar. Matanya terpejam, menikmati sisa klimaksnya. Tanpa mau mencabut juniornya.

"Maaf sayang, aku kelepasan." Bisiknya pelan.

Mawar mendorong pundak Ares kuat. "Cepat bangun dan tarik keluar benda beruratmu." Desis-nya geram.

Ares memasang wajah polos. Mengangguk patuh. Ia menegakkan tubuhnya. Menarik pelan Junior.

Plup!

Junior Ares kini meng-gantung di tempat.

Mawar mejamkan mata'nya sejenak. Mencoba mengontrol emosinya yang berada di ubun-ubun.

0o0__0o0

1
Jojo Marjoko
ngesot gak tuh 🤭🤭🤭🤭 othornya melawak di tengah ketegangan 🤭🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
si presto mintak di sleding otaknya tuh 🤣🤣🤣🤣 jahat bet dah mah Ares
mrahboy Hboy
bagus ares😍😍😍😍 jadi laki jangan lembek...apalagi istrimu banyak yang ngincer👍👍👍
Selindia Morenas
Anjai, Ares mengerikan sekali epribady 🤣🤣🤣🤣 tapi gue suka 😍😍
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
antara tegang dan pengen ngakak bayangin LC ngesot kayak suster🤣Aresmu setia Mawar gak akan tergoda selain dengan mu Dreso lebih jahat dari iblis dan binatang emang
Selindia Morenas
gas.. update nya Thor 💪💪💪
mrahboy Hboy
ayo rose....cepat selamatkan suamimu😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
kasihan Ares tak tau apa-apa malah jadi korban
Selindia Morenas: gue heran, mereka adik kakak tapi kayak musuh bebuyutan 🤭🤭🤭
total 1 replies
Qorey
lanjut thor
Selindia Morenas
siapakah itu ?
Selindia Morenas
mangkanya jaga suaminya yang bener....entar di gondol perempuan lain ... ngamok 🤣🤣🤣
Selindia Morenas
mawar benar-benar pemain 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
lanjutkan Thor.....💪💪💪💪 semakipenasaran akoh🙏 🤭🤭🤭
Jojo Marjoko
Mawar memang pintar 😍😍😍😍
mrahboy Hboy
menyala mawar 😍😍😍😍😍😍
Aidil Kenzie Zie
salfok sama Mawar apa sudah pakai celana dalam 🤭🤭🤭
soalnya diumpetin sama papa mertua 🤣🤣🤣🤣
Jojo Marjoko
Terkadang perhatian kecil yang di abaikan justru nampak sangat berarti 😄😄😄😄 dan mawar pintar mencari cela itu 😍😍💪💪
Mita Paramita
🔥🔥🔥
sasip
sama seperti kejahatan, perselingkuhan pun bisa terjadi karena ada kesempatan.. 😉🤭😅
Qorey
bermain cantik kau mawar😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!