NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:123
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Pukul lima sore lebih tiga menit, Aruna sudah menginjakkan kakinya di luar kantor. Setelah kerjaan menumpuk akibat long weekend kemarin Aruna harus dihadapkan oleh beberapa klien yang membludak dan dokumen-dokumen sialan yang harus Aruna rampungkan sesuai deadline nya.

Beruntung saja, hari ini Axcel si bos menyebalkannya tidak datang ke kantor, Jadi ia aman-aman saja ketika jam pulang. Ia tidak khawatir akan ada lembur dadakan ataupun meeting dadakan yang biasanya terjadi.

Aaah meskipun ia baru liburan kemarin rasanya Aruna masih butuh waktu panjang untuk me-refresh pikiran dan hatinya.

- beep beep-

Klakson mobil itu mengalihkan lamunan Aruna seketika. Dan dengan cepat Aruna berlari untuk segera masuk kedalam mobil hitam mengkilap itu. Pasalnya ia dan sang pengemudi sudah ada janji tadi pagi untuk bertemu saat ia pulang bekerja. Bibirnya pun tersenyum lebar saat dirinya sudah terduduk manis disamping kemudi.

"Hai!"

Suara serak itu yang pertama kali menyapa indra pendengarannya. Aruna sontak mengerutkan keningnya, "You okay Noah?"

"Ya"

"Kamu sakit?"

"I'm okey Aruna"

Refleks, Aruna mengarahkan telapak tangannya pada kening Noah, Dan benar saja rasa panas itu langsung menyapanya, "Kamu udah gila ya?!!"

"Apa Run?"

"Kamu demam ini!"

"Aku baik-baik saja"

"Berhentiin mobilnya!"

"Kenapa? Kita belum sampai"

"Berhentiin aku bilang!"

Enggan berdebat dengan Aruna, akhirnya Noah menuruti permintaan gadis itu. Ia menepikan mobilnya pada jalanan yang cukup sepi. Dan terlihat gadis langsung keluar memutari mobilnya. Membuka pintu kemudi Aruna menyuruhnya untuk bergeser tempat duduk.

"Geser! Biar aku aja yang nyetir"

"Aku nggak papa, Serius. Aku masih mampu mengemudi bahkan keliling dunia sekalipun"

Pria ini benar-benar ya. Sakit, masih bisa juga bercanda. Aruna jadi gemas sendiri.

"Kita kembali ke Apartemen mu saja ya" Aruna berkata sambil mulai menjalankan kembali mobil Noah untuk membelah jalanan.

"Jadi kita batal kencan?"

"Kencan apa?! Kita nggak kencan ya!"

"Kamu udah janji mau ngobrol soal yang kemarin kan Run "

"Ya. Tapi kan nggak harus di tempat luar. Di apartemen mu bisa kan? Kamu lagi sakit jadi aku nggak mau ambil resiko sakit mu tambah parah "

"Oh God! Run aku bukan bayi dan aku nggak selemah itu"

"I know Noah. Aku hanya antisipasi aja"

"Okey ... Kalau maumu begitu yasudah. Kita ke apartemen ku"

"You have eaten?"

"Ya"

"Mau makan lagi? Kita bisa mampir beli makanan"

"No! Aku udah nggak berselera makan lagi"

"Masih jauh apartemen mu?"

"Didepan Run!"

Aruna sempat terkejut ketika Shayne menunjuk bangunan tinggi dengan beberapa lantai didepan sana, "Apartemen mu disini?"

"Iya"

"Deket banget sama kantor ku. Sama Rumah sakit tempat Arin magang juga"

"Kamu mau tinggal bareng aku biar ke kantor nggak ribet?"

Mulut lelaki ini benar-benar ya ...

"In your dream!"

"Run?"

"Kita turun dulu okay?"

Tidak menjawab panggilan dari Noah, Aruna sudah lebih dulu keluar dari mobil setelah menempatkan mobil itu pada basement. Lalu Aruna dibawa Noah naik ke lantai apartemen nya.

Hal yang pertama kali netra Aruna dapati adalah sebuah ruangan yang hampir sama ukurannya dengan rumahhya. Ruang tamu dan tiga buah sofa singel serta tiga sekat yang Aruna yakini untuk memisahkan ruang tamu, ruang tengah dan dapur.

"Masuk Run. Kalau kamu lapar atau haus kamu bisa ambil sendiri di dapur ya--oh Shit!!"

Aruna yang tadinya masih fokus dengan isi apartemen laki-laki itu reflek menoleh cepat pada Shayne. Dan benar saja, kini Shayne sudah terduduk diatas Sofanya lengkap dengan tangan yang menekan dahinya.

Aruna panik, ia pun beringsut untuk mendekati Noah, "You okay-- mana kotak obat?"

"Di kamarku Run"

"Kita ke kamar aja ya. Ayo! Kubantu berdiri"

Tidak ada hal lain selain menuruti perkataan gadis itu. Noah dengan senang hati menerima uluran tangan Aruna yang mencoba memapahnya. Hingga keduanya sampai dalam ruangan bercat putih abu. Aruna sempat terkesima beberapa saat melihat kondisi kamar Noahyang cukup rapi untuk ukuran seorang pria sibuk sebelum akhirnya ia membantu Noah untuk berbaring di ranjang besarnya.

"Kita kerumah sakit aja gimana? Lihat demammu 39 derajat lebih Shayne" Aruna mengulurkan termometer yang tadi ia gunakan untuk mengukur suhu tubuh pria itu.

"Nggak! Aku disini aja. I just need a rest"

"Keras kepala! Sudah minum obat belum tadi?"

"Sudah Run. Aku hanya perlu berbaring sebentar setelahnya pasti akan baik-baik saja"

Menghembuskan nafasnya pelan, Aruna kemudian bergerak untuk menanggalkan kemeja Noah tanpa sungkan, "Maaf ya jika aku lancang. Tapi dari apa yang aku alami, kalau deman tinggi lebih baik pakainya dilepaskan aja biar panasnya menguar"

"I know"

Dengan tangannya yang sedikit gemetar Aruna berhasil melepaskan kemeja Laki-laki itu. Dan detik itu juga Aruna merutuki dirinya sendiri karena dengan gaya sok nya kini ia harus menanggung akibatnya. Debaran jantungnya yang menggila dan nafasnya yang tertahan ketika kedua netranya mendapati dada bidang milik Noah.

Kamu memang tolol Aruna! Batinnya menjerit kesal.

"Jangan gugup Run!"

Sialan Noah!!

"Ng-nggak! Si-siapa yang gugup?!"

Kedua bibir Noah terlipat kedalam untuk menyimpan senyumnya. Ia juga enggan membuat gadis yang tengah duduk ditepi ranjangnya itu semakin salah tingkah. Yang ada, Aruna akan pergi meninggalkan dirinya.

"So, apa kita akan melanjutkan obrolan kita yang seharusnya?"

"Really? Dengan kondisimu yang begini? Ya ampun Noah kita masih banyak waktu"

"No! Bagimu waktu banyak Run. But not me. Aku nggak mau menunggu"

Aruna menghela nafas pelan, "Let me ask you something. Bagaimana pendapatmu tentang aku?"

"Great gril, smart, good, and oh ayolah Run kamu nggak akan menemukan cela dari mulutku"

Aruna tertawa geli, "Stupid You! Bukan itu maksudku. Bagaimana pendapatmu tentang Aruna yang kamu kenal? Bukan sikap baiknya atau apapun itu"

"Tentang apa Run maksudmu? Aruna yang aku kenal jelas seperti yang kusebut tadi"

"That's right. Itu! Itu jawabannya Mr. Patingga. Kamu hanya mengenal Aruna wanita yang baik dan cantik. Just it. Tapi kamu belum tahu Siapa Aruna Gandari Prameswari "

"....."

"Jujur, aku tidak munafik. I like you too. Tapi aku sadar siapa Noah patingga yang aku hadapi"

"Kalau begitu ceritakan apa dan bagaimana dirimu. Aku tahu kamu pemegang prinsip hubungan yang lugas dan terbuka. Aku juga nggak akan menutupi se-brengsek apa diriku nanti"

"Apa yang harus aku ceritakan? Aku ngga tau harus mulai darimana"

"Semuanya Aruna. Atau kamu bisa memulainya dengan bagaimana hubungan mu dan Marinos?"

Aruna terdiam beberapa saat sebelum ia kembali menatap Noah yang juga menatapnya, "Aku dan Marinos baik-baik saja sebelum ada sesuatu yang mengharuskan ku berpisah dengan dirinya"

"Sesuatu apa?"

"Kamu nggak perlu tahu. Aku juga nggak mau bahas itu lagi"

"You still love him?"

"I don't know. Tapi aku nggak mau terlibat lagi dengan dia"

"How about your life? personal life i mean"

"Tidak ada yang menarik Noah. Aku wanita karir dan aku jomblo"

Noah hampir menyemburkan tawanya. Namun ia tahan ketika mendapati Aruna memelototinya, "how's cute Run. Hanya laki-laki tolol yang menyia-nyiakan kamu. Tentu saja kecuali Marinos"

"Noah?"

"Ya?"

"Apa kamu baik-baik saja dengan status ku?"

"Status apa?"

"Kalau aku adalah mantan Pacar Marinos. He's your friend "

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!