NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

"Wah, apa kami kedatangan teman baru?" kata salah satu tahanan di sana.

Heidan mengangguk kemudian memperkenalkan Ilyar. "Mulai sekarang dia adalah rekan sekamar kalian. Tolong bersikap baik satu sama lain."

Setelah berkata demikian, Heidan meninggalkan ruang penjara, menguncinya kembali sementara Ilyar berdiri dengan kaku sambil menelan ludah sangat gugup.

"Jadi, siapa namamu?" tanya salah satu dari mereka.

"Namaku Ilyar Justina."

Dilihat dari tampang dan sikapnya, tiga wanita itu jadi penasaran kejahatan apa yang dilakukan Ilyar hingga bisa masuk ke Dakrossa. Yah, karena mereka berada di tingkat lebih tinggi dari tahanan lain dengan begitu kejahatan yang dilakukan pasti tidaklah ringan.

Ada sekitar tiga tahanan wanita di sana. Pertama bernama Adrene, seorang wanita berusia 52 tahun, seorang Alkemis gila yang melakukan banyak eksperimen tak masuk akal dan berbahaya. Dia tertangkap setelah membunuh satu keluarga bangsawan besar di sebuah kerajaan. Adrene memiliki tubuh agak berisi dengan rambut cokelat selalu tersanggul, dia juga mengenakan kacamata.

Meski umurnya sudah setengah abad lebih, wajahnya tampak seperti usia 40-an.

Selanjutnya ada Rubia, wanita berusia 28 tahun berambut ungu panjang lurus dengan sepasang mata amethyst itu adalah seorang penyihir gelap termuda. Tertangkap setelah ketahuan memimpin sekte berisi para penyihir gelap untuk melakukan pemberontakan.

Terakhir adalah Valeris. Wanita berusia 32 tahun itu seorang penjinak makhluk buas atau magis, di dunia ini keahlian atau profesi semacam itu disebut sebagai Warden. Valeris memiliki rambut perak pendek dan kelihatan lebih ramah.

Ditangkap setelah berhasil menjinakkan seekor naga muda untuk melenyapkan sebuah desa.

Mereka sudah memperkenalkan diri secara singkat pada Ilyar dan kini balik bertanya tentang kejahatan apa yang telah dilakukan Ilyar.

"Rencana pembunuhan dan penganiayaan." Ilyar menjawab pelan. Terselip nada kesedihan di sana.

Ketiga wanita itu saling pandang dan menatap Ilyar yang duduk bersimpuh dengan kepala tertunduk.

"Siapa korbannya?" tanya Adrene.

"Ayah dan adikku."

Ketiganya langsung menunjukkan ketidaksenangan.

"Haha... menyedihkan. Bagaimana bisa kamu berniat membunuh keluargamu sendiri?"

Ilyar merapatkan mulut sebelum menjawab dengan suara agak bergetar. "Aku tidak melakukannya, tapi meski berkata demikian tidak seorang pun akan percaya."

Ketiganya tertegun lalu Rubia bertanya dengan nada agak dingin. "Mengetahui kamu sampai dikirim ke Dakrossa, ayahmu pasti bukan orang sembarangan."

"Agor Thorn Valgard. Dia adalah ayahku."

Sekujur tubuh Rubia dan lainnya bergelenyar. Agor Thorn Valgard? Dia adalah penguasa kerajaan Tyraven saat ini dan terkenal sebagai tangan kanan kaisar. Sepanjang sejarah kekaisaran Alderath, kerajaan Tyraven menunjukkan keberadaan dengan gila setelah berada di bawah kepemimpinan Agor Thorn Valgard. Kehebatan Agor di masa muda sudah tersebar di seluruh kekaisaran. Dia tidak pernah pulang dengan kekalahan dalam perang perluasan wilayah. Setiap misi berbahaya selalu berakhir dengan kemenangan. Namun, Agor yang itu hampir mati diracun? Bagaimana bisa orang semacam itu tidak waspada terhadap sekelilingnya meski itu keluarga sendiri?

Tidak! Rubia, Adrene dan Valeris menatap Ilyar lekat. Itu pasti sungguh jebakan. Sepertinya Agor dan putri di depan mereka ini punya hubungan kekeluargaan yang harmonis sehingga Agor tidak berpikir akan diracuni.

Meski begitu mereka tidak boleh langsung menarik kesimpulan. Begitu banyak manusia yang menipu dari tampilan. Mereka seolah pandai berkamuflase sebagai manusia super baik, tapi kenyataannya begitu buruk di belakang, terutama para bangsawan seperti Ilyar.

"Berapa umurmu?" tanya Valeris yang sejak tadi diam.

"18 tahun," jawab Ilyar pelan.

"Masih sangat muda!" Ketiganya membatin.

"Apa yang harus kita lakukan padanya?" Adrene berbisik pelan pada Rubia dan Valeris.

Ketiga wanita itu tampak berpikir kemudian memutuskan sesuatu. "Hei, Nak."

Adrene membuka suara dan Ilyar langsung menegapkan tubuh dengan wajah terangkat, menatap ketiganya. "Y-ya?"

"Karena kamu yang termuda. Segala masalah kebersihan di ruangan ini jadi tanggung jawabmu, kemudian turuti apa yang kami perintahkan. Kamu mengerti?!" kata Adrene. Mata hitamnya menantikan reaksi apa yang akan ditunjukkan Ilyar.

"H-hanya itu?" Ilyar menatap ketiganya tidak percaya. Berdasarkan informasi yang dia dapatkan, tahanan di Dakrossa begitu kejam. Bahkan ada yang langsung berakhir di pemakaman pada hari pertama mereka masuk ke ruang penjara.

Sambutan yang berlebihan lewat kekerasan sehingga menewaskan tahanan lain adalah hal biasa di Dakrossa, jadi Ilyar berpikir tadinya tiga wanita dewasa di depannya akan melakukan sambutan yang kasar atau menyuruhnya melakukan hal-hal aneh yang membahayakan dirinya.

"Apa?" Rubia mengerutkan dahi.

Ilyar menggeleng cepat dan langsung menundukkan kepala. "Aku akan melakukannya!"

"Bagus. Selama kamu bersikap baik, kami tidak akan memperlakukanmu dengan buruk," kata Adrene.

Setelah itu, ada petugas penjara yang membawakan barang-barang khusus tahanan, diperuntukkan pada Ilyar.

Ilyar segera membereskan ruangan, menyusun barang-barangnya lalu memijat Adrene.

Adrene melirik Ilyar. Tangan anak itu sangat halus dan lemah, pasti mengangkat pedang saja tidak bisa. Ketiga wanita itu sedang menilai Ilyar. Bagaimana pun mereka harus waspada terhadap pendatang karena mau muda atau tua, orang yang dikirim di Dakrossa pastilah berbahaya. Meski Ilyar terlihat benar-benar tidak berbahaya.

Hari-hari terus bergulir, ini sudah sepekan sejak Ilyar menjadi pendatang di ruangan mereka. Namun, gadis itu sangatlah penurut dan sopan. Mereka bertiga sampai tidak habis pikir, tapi memang Ilyar begitu murung tak pernah menunjukkan ekspresi selain kesedihan.

Terkadang saat mereka tidak melakukan apa-apa dan hanya berbaring di dalam ruangan, Ilyar akan sibuk membaca buku yang disediakan oleh para petugas. Biasanya buku-buku itu hanya terpajang di rak kayu kecil di sudut ruangan.

"Kalau sungguh dijebak, kasihan sekali. Dia masih sangat muda dan bukankah katanya dia pewaris sah? Itu semakin memperkuat dugaan jika dia sungguh dijebak mengingat keluarga kerajaan penuh intrik." Valeris berkomentar.

Rubia melirik Ilyar yang duduk di sudut ruangan sambil fokus membaca buku. "Katanya sampai saat ini Agor belum sadar."

Mereka sudah mendengar cerita detailnya dari Ilyar. Beberapa hari terakhir ini mereka senang menginterogasi gadis kecil itu dan menanyakan banyak hal tentang kehidupannya di Tyraven.

Adrene menyentuh dagu bersamaan dahi berlipit, berpikir keras. "Aku penasaran racun macam apa itu."

Lusa kemarin, Ilyar kedatangan pengunjung dan setelah kembali menemui orang itu, mereka bertanya apa yang terjadi dan Ilyar mengatakan jika ayahnya belum sadar juga hingga detik ini. Tidak sekarat atau berada di ambang kematian, tapi seperti orang tertidur panjang.

"Apa racun itu membuatnya tidur abadi? Tidak mudah membuatnya karena butuh bahan-bahan langka. Orang yang menjebak gadis ini pasti berasal dari luar Tyraven," lanjut Adrene.

"Rencananya semakin mudah karena Agor begitu menyayangi Ilyar ketimbang anak-anak yang lain sehingga tidak menduga hal ini akan terjadi lewat aktivitas ringan yang biasa dilakukan akhir pekan. Dia tidak menaruh curiga sama sekali karena percaya pada putrinya itu."

Jika tahu putrinya mengalami hal ini setelah dirinya diracun, betapa murkanya Agor saat sadar nanti. Itulah pikir ketiga wanita itu.

"Menurutmu apa anak itu bisa bertahan sampai ayahnya sadar?" tanya Rubia.

Adrene menatap Ilyar. "Entahlah, tapi orang-orang luar dengan kuasa besar bisa ikut campur dalam Dakrossa, apalagi jika mereka belum melepaskan mangsanya."

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!