mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...Di istana negara, presiden Helim beserta para menteri dan pejabat legislatif melakukan rapat paripurna. Presiden Helim membuka rapat dengan membahas satu persatu kinerja para menteri dan pejabat legislatif, “saya tidak setuju kalau pulau Molai dijual ke negara lain, tidak ada alasan masuk akal selain alasan dari presiden Roland. Kalaupun presiden Roland ada disini pastinya beliau tidak setuju dengan usulan untuk menjual pulau Molai” ucap Sherly salah satu pejabat negara....
...“Betul atas dasar apa pulau Molai ingin dijual? Selama ini pulau molai adalah salah satu penyumbang dana negara karena banyak wisatawan baik lokal dan non lokal yang datang kesana” ucap James menteri pariwisata....
...“Tapi pulau molai selalu diusik citranya oleh negara lain bahkan menjadi objek perebutan” ucap Alexo....
...“Apa pak Helim mau pulau molai direbut oleh negara lain sedangkan semua orang tau kalau negara kita adalah negara kepulauan, pulau molai salah satu aset negara, jangan sampai pulau pulau yang menjadi ciri khas negara kita menjadi hilang bahkan berkurang” ucap Sherly kembali....
...Semua pejabat negara mulai gemuruh dengan omongan sana sini, “saya tahu, kalian kecewa tapi saya rasa pulau molai harus dilepas karena kalau tidak perekonomian kita juga akan terancam” ucap Helim....
...“saya rasa alasan dari segi ekonomi tidak kuat karena negara kita sudah ada dana tetap yang cukup bahkan hutang negara juga tidak terlalu besar beda dengan tahun tahun sebelumnya bahkan negara kita tidak termasuk negara miskin mungkin bisa dibilang negara pada tahap berkembang menuju maju, kalau masih ragu kita bisa melihat laporan dari menteri ekonomi” ucap James....
...“Serly dan James ini mereka pendukung Roland” ucap Helim didalam hati dengan rasa kesal....
...“Jalan satu satunya kita voting” sahut Serly....
...Para pejabat dan menteri semua saling bertatap tatapan....
...“Tapi dengan adanya kita menjual pulau molai, uang yang kita terima cukup untuk membangun perusahaan raksasa serta infrastruktur untuk masyarakat. Kita bangun perusahaan milik negara, kita bangun fasilitas umum untuk masyarakat” ucap Helim....
...“kalau pulau molai tidak dijual bagaimana kita bisa membangun sarana dan prasarana masyarakat, semua ini kembali untuk masyarakat bukan untuk kita para pejabat. Kita kita ini kan hanya sebagai perantara saja” ucap Alexo melirik Helim....
...“Tapi saya tetap tidak setuju, membangun fasilitas bagi masyarakat bisa dengan menarik investor baik investor asing atau lokal tanpa harus mengorbankan pulau yang sebenarnya berjasa bagi keuangan negara” tegas Serly....
...Asisten Helim tiba tiba datang mengetuk pintu memberitahu bahwa diluar gedung sudah banyak masyarakat datang berdemo menolak pulau Molai dijual....
...“Pulau sadana penghasil emas, pulau molai banyak menarik wisatawan, pulau selayar penghasil nikel mau anda jual begitu saja kepada negara lain. Pertimbangkan semua ini pak!!!!!” Ucap James....
...“Rapat selesai” ucap Helim yang disudutkan oleh ucapan Sherly, James dan para rekan Menteri serta bagian legislatif lainnya....
...Helim pergi dari gedung istana menggunakan helikopter, sedangkan Alexo pergi dari gedung istana menggunakan mobil yang sudah terparkir di pintu gerbang belakang....
...Sebelum Darren ke markas dirinya ke supermarket belanja keperluan rumah tangga, tak lama setelah dia belanja Darren keluar dengan tentengan tas, dia juga melihat dari kejauhan seorang ibu tua yang waktu lalu dia tolong karena kecopetan sedang memberikan selembar kertas kepada orang orang yang melintas di depannya. Darren tak memperdulikannya, dia pergi menuju markas dengan banyaknya tas belanja yang dia bawa....
...Di Ruang kerja, Darren memberikan satu tas belanja yang isinya minuman kaleng dan cemilan kepada karyawannya, “dibagi rata ya” ucap Darren....
...“Terimakasih pak” ucap semua karyawan....
...Darren masuk ke ruang kerja Samuel, disana sudah ada Samuel yang sedang asyik di depan komputernya. Darren duduk di kursi sofa sambil memainkan ponsel jadulnya, “misi kita kemarin sudah berhasil, aku mau kasih hadiah buat kamu” ucap Samuel beranjak dari kursinya sambil membuka laci meja mengambil beberapa lembar foto....
...“Hadiah apa?” Tanya Darren dengan ekspresi datar....
...Samuel dengan semangat duduk di sofa sebelah Darren lalu melempar beberapa lembar foto yang dibawanya diatas meja, “cewek-cewek seksi nan cantik, kamu bisa pilih sesuka hatimu tenang aku yang bayarin” ucap Samuel semangat....
...Darren hanya terdiam sambil melirik tajam ke arah Samuel, Samuel yang merasa lirikan Darren begitu menakutkan langsung sungkan dengannya “hehehe aku temanmu ren, aku hanya mau kamu menikmati indahnya hidup yaitu melihat cewek seksi dan cantik kalau gak mau juga gak apa apa” ucap Samuel....
...“Aku gak tertarik”....
...“Kamu gak doyan wanita ren?”....
...“Buat apa ada wanita disisiku tapi aku gak bisa melindunginya. Aku takut kalau ada wanita disisiku, aku malah merepotkan nya” ucap Darren teringat Clara....
...“Oke deh gak bahas lagi” ucap Samuel mengambil minuman kaleng yang berada di tas belanja Darren....
...Sean tiba-tiba mengetuk pintu ruang kerja Samuel, “masuk” ucap Samuel....
...“Pak anggota tim sudah berkumpul di ruang rapat” ucap Sean....
...“Kan hari ini gak ada jadwal rapat!!” ucap Samuel....
...“Aku yang suruh mereka untuk berkumpul di ruang rapat bahas misi yang kemarin” ucap Darren beranjak pergi menuju ruang rapat....