NovelToon NovelToon
Hasrat Liar CEO Arogan

Hasrat Liar CEO Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Nikahmuda
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 14

2 hari berlalu,.pagi itu matahari nampak begitu cerah namun tidak secerah wajah gadis cantik yang kini sedang duduk bersila di atas kasur lantainya.

"Kenapa disini aku yang merasa jadi tersangka, bukanya aku bisa menolaknya secara terang terangan jika tidak mau bukan,ckck kenapa bodoh sekali kau clara"! Geruntu Clara merutuki dirinya sendiri.

Jam menunjukan angka 8 pagi clara yang masih duduk terdiam di posisinya yang sama.

Tok. Tok. Tok.

Deg"!!

"Siapa yang sudah bertamu sepagi ini,tania kah"! perlahan clara beranjak dari duduk nya dan berjalan membuka pintu kamar kosan tersebut.

Ceklek"!

Mata clara pun membulat sempurna saat dua laki laki bertubuh kekar sedang berdiri di ambang pintu .

"Siapa kalian, apa aku punya hutang sama kalian"?? Tanya Clara sambil menatap dua laki laki tersebut bergantian.

"Maaf nona,tuan devan meminta kami untuk menjemput anda"!.

Glek"!!

"Tu-tuan devan "! Kata clara dengan bibirnya ang sudah bergetar hebat.

"Yaa,nona"!.

"Tunggu,aku perlu membersihkan diri dulu". jawab clara lalu kembali menutup pintu tersebut dan masuk ke dalam kamar mandi.

"Mau lari kemanapun jika itu sebuah janji pasti dia akan mengejar ku,buktinya sepagi ini saja sudah mengirim orang untuk menjemput ku"!. Gumam clara sambil mengguyur tubuhnya dengan air.

20 menit berlalu kini clara sudah nampak rapi dan siap untuk menemui tuan devandra si psikopat mesum itu.

"Apa anda sudah siap ,nona"!

"Yaaa"! Sahut Clara pasrah.

Clara pun berjalan terlebih dahulu dan di ikuti dua pengawal Devan yang berjalan mengekor di belakang Clara.

"Itu Clara bukan sih,tapi sama siapa,jangan jangan Clara terjerat hutang pinjol atau judol,ckck itu tidak mungkin,lalu siapa mereka, tapi jika di lihat lihat Clara sudah seperti ketua geng mafia yang sering aku tonton di YouTube". Gumam Tania yang tak sengaja melihat Clara berjalan meninggalkan kosan nya dengan dua pengawal berbaju serba hitam.

" Silahkan nona"!

Clara pun naik kedalam mobil hitam mewah yang sudah di bukakan pintunya oleh orang suruhan Devan.

30 menit berlalu Clara mobil yang di tumpangi Clara berhenti di sebuah perusahaan yang menjulang tinggi, Arganta company. Ya begitulah logo perusahaan yang tertulis di ujung gedung berlantai 15 tersebut.

"Mari saya antar menuju ruang CEO ,nona"!

"Apa ,CEO maksut anda tuan Devan".

Laki laki tersebut hanya mengangguk.

"Bukan kaleng kaleng ini mah"! Gumam Clara dalam hati sambil melangkah mengikuti dua laki laki di depannya.

Tring

Pintu lif terbuka tepat di lantai 15.

Lantai tersebut nampak sunyi dan sepi tidak seperti lantai lantai sebelumnya yang masih ada beberapa orang berlalu lalang.

Tok. Tok. Tok.

Terdengar pintu ruang ceo di ketuk dari luar.

Jo yang saat ini sedang berada di ruang tersebut bersama Devan . Jo melangkah menuju pintu dan membukanya.

"Selamat pagi nona". Sapa Jo saat matanya menatap ke arah Clara.

"Pagi tuan"! Jawab Clara .

"Silahkan". Jo pun memilih Keluar dari ruangan tersebut membiarkan Clara dan boss nya di untuk berbicara.

Tatapan laki laki tampan tersebut mampu membuat clara salah tingkah. Tatapan yang begitu sulit di artikan.

"Katakan apa jawabanmu."

Clara meremas Hem yang melekat pada tubuhnya.

"Bagaimana kalau saya jadi pembantu anda saja tuan,apa anda yakin dengan gadis desa seperti saya pantas bersanding dengan anda".

Jawaban Clara membuat Devan menyeringai .

" Apa kamu sedang mengajukan banding denganku,jika kamu menolak ku maka aku akan memperkeruh keadaan keluargamu".

Glek"!!

"Dasar tukang maksa"! Gumam Clara lirih sambil memberanikan menatap mata devan yang sudah setajam burung elang.

"Jika aku menerimanya,apa aku boleh meminta satu permintaan".

"Tentu,katakan saja". Jawab Devan sambil berjalan dan duduk di sofa ruangan nya,sedangkan Clara masih berdiri di tempatnya.

"Aku masih ingin melanjutkan kuliahku".

Sejenak Devan menatap gadis cantik di hadapannya itu.

"Hanya itu"!?

"Yaaa ". Sahut Clara.

Bruk"!!

Devan menarik tangan Clara begitu saja hingga gadis tersebut terjatuh di pangkuannya.

"Baiklah,aku akan mengijinkan mu kuliah tapi tidak untuk bekerja di cafe itu lagi". Kata Devan dengan wajah yang sudah begitu dekat dengan wajah Clara.

"Ma-maksudnya"!? Tanya Clara dengan raut wajah gugupnya.

Cup .

Satu ciuman mendarat tepat pada bibir Clara begitu saja.

Bugh'"!!

"Kenapa suka sekali mencium ku".

"Apa salahnya jika aku mencium calon istriku sendiri".

Blush"!!

Clara memalingkan wajahnya dengan pipi yang sudah bersemu merah.

"Dasar psikopat mesum"!.

"Terimakasih atas pujiannya". Sahut Devan yang malah bangga di katai psikopat mesum oleh Clara.

"Apa anda sering melakukan ini kepada semua wanitamu"!.

"Wanitaku, apa maksudmu" tanya Devan dengan alis yang sudah terangkat satu.

"Tidak mungkin kan anda tidak punya wanita di luar sana".

"Cih,jadi kau meragukan kejantananku". Kembali Devan menabrak kan bibirnya pada bibir Clara melumat bibir tersebut hingga menyesapnya,membuat Clara kehabisan nafas seketika karena ulah Devan.

Bugh'

Bugh'.

"Apa kamu ingin melihatnya nya langsung jika aku tidak seperti yang kamu pikirkan.

"A-apa maksud mu"! Sahut Clara dengan mata yang sudah membulat sempurna.

"Merasakan burung jantan ku".

Plak"!!

"Jangan macam macam ya", pekik Clara sambil menepis tangan Devan yang sudah meremas pahanya .

Devan hanya terkekeh melihat raut wajah gugup dan takut dari gadis cantiknya itu.

"Tunggu lah sebentar aku masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan".

Devan pun mendudukan tubuh Clara pada sofa tersebut dan beranjak menuju meja kerjanya kembali.

"Bisa bisa nya dia membuat ku jantungan,." Gumam Clara sambil mengatur nafasnya yang mulai terasa sesak .

Waktu terus berjalan pagi berganti siang dan menjelang sore jam menunjukan angka 3 sore hari.

Terlihat Devan sudah mulai merapikan meja kerjanya,dan berjalan mendekat ke arah Luna.

"Ayo ikut aku".

"Kemana"!? Tanya clara sambil menatap laki laki dewasa yang sedang berdiri di hadapannya itu.

"Sudah ikut saja,aku tidak akan menculik ku".

Tanpa banyak kata clara pun beranjak dari duduknya dan beriringan keluar dari ruang CEO tersebut bersama Devan..tak sedikit pasang mata menatap ke arah Devandra dan clara,semua karyawan Devan yang melihatnya berjalan dengan perempuan cantik tersebut menjadi bahan gosip pan hangat hari itu,siapa dan apa hubungnya tuan Devan dengan gadis tomboy tersebut.ya begitulah isi pikiran karyawan yang melihatnya.

"Jalan ,Jo"! Kata Devan saat sudah berada di dalam mobil di mana Jo sudah menunggu nya sedari tadi.

"Baik boss". Jo pun akhirnya melajukan mobil mewah tersebut menuju sebuah butik plus salon ternama di kota tersebut.

"Mau di apain aku,jangan bilang anda memintaku berpakaian kurang bahan ya". Celetuk Clara saat sudah berada di sebuah butik mewah.

Devan hanya melirik sekilas lalu meraih tangan Clara dan membawanya masuk kedalam butik plus salon tersebut.

"Sulap dia menjadi gadis yang anggun ,jangan seperti preman pasar seperti ini". Kata Devan pada pemilik butik tersebut.

"Siap tuan"!

Clara pun di bawa ke sebuah ruangan dan mulai di permak.

1 jam menunggu akhirnya clara telah di sulap menjadi wanita yang begitu cantik dan anggun. Ya memang dasar nya cantik ,mau di apa apain pun juga tetap cantik.

"Tuan"!!

Deg"!!

"Cantik sekali,tidak salah jika aku jatuh cinta padanya ". Gumam Devan dengan mata yang sudah tidak bisa berpaling saat ini.

"Bagaimana ,tuan"!

"Hemmmm"!! Kata Devan mengurangi rasa gugup pada dirinya .

" Ayo"!! Lagi lagi hanya kata itu yang keluar dari mulut Devan saat akan membawa Clara ke suatu tempat.

"Awas,hati hati"! Pekik Devan saat Clara akan terjatuh saat berjalan,ya sepatu highills yang yang tak pernah melekat pada kaki indahnya ,membuat nya susah untuk melangkah dan berjalan.

1
Ananda Fibrianti
lanjut dong min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!