NovelToon NovelToon
ISTRI TENGIL OM DUDA

ISTRI TENGIL OM DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Beda Usia / CEO
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Nasib sial beruntun menimpa Kiara Masita, seorang siswi kelas 3 SMA yang energik. Setelah ditinggal pulang oleh sahabatnya, Kiara harus berjalan kaki di malam hari dengan ponsel yang mati total. Puncak kesialannya terjadi saat sebuah mobil mewah yang dikendarai oleh Abraham Wijaya (Bara) melindas ponsel kesayangannya hingga hancur berkeping-keping.
Pertemuan yang diawali dengan keributan di pinggir jalan ini memaksa Bara, seorang duda muda berusia 27 tahun sekaligus pengusaha sukses, untuk mengganti ponsel Kiara saat itu juga.
Dalam perjalanan pulang, suasana yang awalnya penuh perdebatan berubah menjadi negosiasi serius. Bara secara mengejutkan menawarkan sebuah kontrak pernikahan selama satu tahun kepada Kiara. Sebagai imbalannya, Bara menjanjikan fasilitas yang sulit ditolak rumah mewah untuk kedua orang tua Kiara, serta kehidupan yang terjamin dan serba mewah bagi Kiara sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AAAAAAAAAA

Sore itu, kediaman mewah milik Bara terasa sunyi. Kiara melangkah masuk dengan bahu yang tampak letih. Tidak seperti suasana pagi yang riuh, sore ini rumah itu seolah tak berpenghuni.

"Bi... Bi Surti!" panggil Kiara.

Seorang wanita paruh baya tiba-tiba muncul dari arah kolam renang, membuat Kiara hampir meloncat karena terkejut. Bi Surti tampak mengenakan pakaian olahraga ketat lengkap dengan ikat kepala merah muda.

"Maaf, Mbak Kiara, Bibi mengagetkan ya? Tadi Bibi sedang senam di pinggir kolam." ucap Bi Surti dengan wajah memerah menahan malu. "Walaupun sudah tua, kesehatan tetap nomor satu, Mbak."

Kiara hanya bisa berkedip pelan, berusaha mencerna pemandangan asisten rumah tangga yang sedang giat berolahraga itu. "Oh... oke, Bi."

"Mbak Kiara cari saya tadi? Ada apa?"

Kiara mengedarkan pandangan, memastikan tidak ada sosok lain. "Sore ini sepi ya, Bi? Bu Monika dan Meisya sudah pulang?"

"Sudah, Mbak. Mereka biasanya hanya mampir pagi hari. Setelah Pak Bara berangkat ke kantor, mereka juga pulang."

Kiara mengembuskan napas lega. Setidaknya, ketenangannya tidak akan terganggu oleh ibu mertua atau wanita jadi-jadian yang sering bersikap sinis itu. "Om Bara belum pulang?"

Bi Surti terkekeh genit. "Loh, Mbak Kiara masa manggil suami sendiri 'Om'? Pak Bara itu masih muda, ganteng lagi."

"Tetap saja dia jauh lebih tua dariku, Bi. Sudah jadi kebiasaan, susah diubah." jawab Kiara sambil melangkah menuju kamarnya.

"Pak Bara pulangnya tidak menentu, Mbak. Seringnya malam sekali atau dini hari."

Lagi-lagi Kiara merasa lega. Artinya, ia punya waktu untuk sendiri tanpa harus berhadapan dengan pria kaku itu. Namun, langkahnya terhenti saat Bi Surti berbisik kecil di dekatnya.

"Mbak Kiara mau Bibi buatkan sesuatu? Jamu kuat mungkin? Atau ramuan rapet wangi biar nanti malam pelayanannya makin maksimal?"

Kiara mengerutkan kening, benar-benar polos. "Apaan tuh, Bi?"

"Itu loh, Mbak... biar 'bertempurnya' seru nanti malam sama suami..." Bi Surti mengerlingkan mata dengan gaya yang membuat Kiara merasa mulas seketika.

"Nggak, Bi. Saya tidak butuh yang begitu-begituan. Saya mau tidur saja." Kiara bergegas masuk ke kamar dan menutup pintu dengan cepat. Ia merebahkan diri di ranjang luas itu, menatap langit-langit kamar dengan pikiran kacau. Pikirannya melayang pada ayah dan ibunya. Ia merindukan kebisingan suara dramatis mereka.

**

Tak disangka, sebelum senja benar-benar tenggelam, Bara sudah memarkirkan mobilnya di garasi. Sebuah perubahan rutinitas yang drastis, mengingat biasanya ia menghabiskan malam di klub bersama Yudha.

"Kiara sudah pulang, Bi?" tanya Bara sesampainya di dalam.

"Sudah, Pak. Sejak pulang sekolah langsung masuk kamar. Tidak ada suara sama sekali dari dalam." lapor Bi Surti.

Bara mengernyit. Ada sedikit rasa khawatir menyelinap di dadanya. Ia segera melangkah menuju kamar Kiara. Pintu tidak terkunci, memudahkan Bara untuk masuk tanpa permisi. Di sana, di atas ranjang, ia melihat istrinya tertidur sangat pulas. Masih mengenakan seragam sekolah lengkap dengan kaos kakinya.

Bara mendekat, gerakannya sangat pelan. Ia perlahan melepaskan sepatu dan kaos kaki Kiara agar gadis itu bisa tidur lebih nyaman. Namun, saat rok pendek seragam itu sedikit tersingkap, Bara segera memalingkan wajah, berdehem kecil untuk menetralkan debar jantungnya.

Gadis ini memang berbeda. Meskipun masih belia, ada aura yang secara tidak sadar menarik perhatian Bara. Namun, Bara teringat janjinya, pernikahan ini hanya kontrak. Tidak akan ada sentuhan intim di antara mereka.

"Moga-moga imanku kuat ya, Kiara. Doakan saja."bisik Bara dalam hati.

"Bu…Ibu..." gumaman lirih itu terdengar. Kiara mengigau, wajahnya tampak sedih dalam tidurnya. Bara merasa iba. Ia perlahan naik ke atas ranjang, hanya untuk memberikan ketenangan. Namun, tiba-tiba Kiara berbalik, menggeser tubuhnya mendekat hingga kepalanya bersandar di dada bidang Bara.

Bara mematung. Napasnya tercekat saat tangan kecil Kiara melingkar di pinggangnya, memeluknya erat seolah Bara adalah guling pelindungnya. Di tengah kepanikan batin itu, ponsel di saku celana Bara bergetar.

"Halo." bisik Bara dengan suara tertahan.

"Hei, Bos! Di mana kamu? Aku tunggu di You See Club tidak muncul-muncul!" seru Yudha dari seberang telepon, latar belakang suaranya bising oleh musik EDM. "Ada penari stri*is malam ini, biasanya kamu paling semangat!"

"Aku di rumah. Sedang capek, ingin istirahat." jawab Bara singkat.

"What?! Ini masih sore, Bara! Kamu benar-benar sudah jadi bapak-bapak sejak nikah sama bocah itu ya? Tidak asyik!"

"Sudah, jangan banyak bicara. Kalau besok terlambat ke kantor, aku pecat kamu!" Bara memutus sambungan telepon secara sepihak. Ia kembali menatap Kiara yang masih pulas di pelukannya. Kehangatan tubuh gadis itu entah mengapa membuatnya mengantuk, hingga tanpa sadar, sang CEO ikut terlelap di samping istrinya.

**

"AAAAAAAAAAAAAA!"

Teriakan melengking itu memecah kesunyian kamar, membuat Bara terjingkat bangun dengan jantung berdegup kencang. Ia melihat Kiara sudah duduk dengan wajah merah padam karena amarah.

"Ngapain Om ada di kamar saya??? Om berbuat yang macam-macam ya???" teriak Kiara, suaranya seperti dentuman meriam.

"Dih, siapa juga yang mau macam-macam? Jangan bermimpi." jawab Bara ketus, berusaha menutupi rasa malunya.

"Tadi pas saya bangun, Om sedang memeluk saya. Iiiih, tidak mau! Saya tidak mau dipeluk om-om!" Kiara bergeser menjauh, menyilangkan tangan di depan dada dengan ekspresi jijik yang dibuat-buat.

"Heh, dengar ya! Kamu yang memelukku duluan tadi. Aku sudah mencoba lepas, tapi kamu malah makin erat memeluk seolah aku ini bantal guling. Aku tadi hanya ingin mengecek keadaanmu, eh, malah ditarik tidur."

"AAAAAAAAA! Jadi Om tadi meniduri saya???"

Bukk! Bukk!

Kiara menghujani Bara dengan pukulan bantal secara bertubi-tubi. Bara terpaksa melompat turun dari ranjang untuk menghindar.

"Berhenti, Kiara! Lagipula aku ini suamimu, apa salahnya?"

"Nggak. Kita cuma nikah kontrak. Saya tidak mau ditiduri Om-om mesum. Keluar! Keluar sekarang!"

Bara mendengus, mencoba menenangkan istrinya sebelum tetangga atau lebih buruk lagi, ibu tirinya mendengar keributan ini. "Oke, oke. Aku keluar. Lagipula, aku tidak tertarik padamu. Kamu sama sekali tidak seksi, tahu."

Bukk!

Guling terbang menyambar pintu tepat saat Bara menutupnya dengan seringai puas. Menggoda Kiara ternyata memberikan kesenangan tersendiri baginya.

**

Pukul sembilan malam, perut Kiara tak bisa lagi diajak kompromi. Ia terpaksa turun ke ruang makan dengan langkah mengendap-endap. Namun, harapannya untuk makan dengan tenang pupus saat melihat Bara sudah duduk manis di meja makan.

"Ditunggu dari tadi, baru muncul." sindir Bara tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

"Loh, ngapain nungguin aku? Kalau lapar ya makan saja duluan!" ketus Kiara.

"Tentu saja aku menunggumu. Aku punya istri, jadi harus ada yang menyiapkan makananku. Itu hak seorang suami."

Kiara menatap tajam. "Aku bukan istri sungguhan, jadi Om tidak usah menuntut banyak!"

Bara meletakkan ponselnya, menatap Kiara dengan tatapan intimidasi yang tenang. "Oh, rupanya kamu tidak membaca detail perjanjian kita. Memang benar kita nikah kontrak dan aku tidak akan menyentuhmu. Tapi..."

Bara menunjukkan sebuah dokumen digital di ponselnya. Kiara terbelalak saat membaca poin-poin yang sebelumnya tidak ia sadari. Di sana tertulis jelas bahwa Kiara wajib melayani kebutuhan harian Bara. Menyiapkan sarapan, makan malam hingga menyiapkan pakaian kerjanya setiap pagi.

"Ini... ini tidak mungkin. Kemarin poin ini tidak ada." Kiara panik.

"Kamu mungkin lupa karena sedang panik saat tanda tangan. Ingat Kiara, perjanjian ini sah secara hukum. Jika kamu melanggar satu poin saja, dendanya 1 miliar rupiah."

Wajah Kiara mendadak pucat. "Satu... satu miliar? Kok mahal sekali, Om?"

"Makanya, ikuti aturannya jika tidak mau jatuh miskin. Sekarang, siapkan makan malamku dan duduk di sampingku."

Dengan perasaan jengkel yang meluap hingga ke ubun-ubun, Kiara terpaksa menyendokkan nasi dan lauk ke piring Bara. Ia merasa dijebak, sementara di dalam hati, Bara tersenyum menang. Ia telah merevisi surat perjanjian itu tanpa sepengetahuan Kiara, sebuah trik licik yang sangat ia nikmati hasilnya.

1
merry
cemburu di bar bar 🤣🤣🤣🤣tp kshnn seann klo ngk di ksh tau klo Kiara dh pyn laki hrs y di ksh tau lhh ki minimal cari alsann atau cari keburuknn seann supaya pyn alsann buat putusinn seann
Siti Zumaroh
semangat thor💪 up nya
merry
hidup mu penuh wrna bar 🤣🤣🤣🤣
merry
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 klurga somplak pants Kiara juga usil
merry
kyk y bags cerita y moga Kiara thnn dgn mertua sambung Dan sepupu tiri y Bara🤭🤭🤭
Daryl Daryl
semangat thor
aku
makan ati bgt sikap bara. cb hargai dkit posisi istrimu. biarpun msh labil. 😭
Siti Zumaroh
up lagi dong💪
Nining Komalasari
masa sih sekelas CEO didompetnya ada uang sepuluh ribuan?
Rose
mana ni lanjutanya
Noona Rara: Nanti malam yah kak. Beberapa hari ini sangat sibuk
total 1 replies
Evi Lusiana
waduh,si ibu dgr jabatan ny bara lgsg luluh
Siti Zumaroh
ditunggu up nye thor
Siti Zumaroh
semangat thor💪
Siti Zumaroh
ceritanya menarik....
semangat💪 crazyup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!