Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏
Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.
Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.
Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.
Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.
HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter. 06.
Pernikahan adalah impian semua wanita, termasuk Adelia. Sedari dulu Ia selalu mempikan sebuah pernikahan bersama dengan laki-laki yang Ia cintai, namun impian tersenyum hanya sebatas angan pikiran.
Adel selalu menantikan, Ia akan berdiri di samping Devan dengan gaun pengantin yang mewah, senyum cerah kebahagiaan bersama sama sang kekasih Devan Alvano.
Namun kenyataan nya justru memukulnya dengan telak, gaun pengantin yang Ia kenalan memang mewah, tapi nama yang seharusnya tertulis di papan bunga adalah Devan Alvano, bukan Lucas Arthur mahendra.
Tidak ada senyuman yang mengisi wajah cantiknya yang telah di poles dengan make-up, hanya guratan kekesalan dan kesedihan yang terlihat di wajahnya.
Di hadapan para tamu yang tersenyum bahagia, Adel seperti boneka hidup, diam, patuh, dan terlihat sempurna.
Adel berjalan di altar di gandeng oleh sang Pa-pa di sampingnya, langkah demi langkah di atas karpet merah itu terasa sangat berat.
seolah setiap jengkalnya membawa Adel menjauh dari Devan, di ujung altar berdiri sosok pria dengan setelah jas hitam yang sempurna membalut tubuhnya yang kokoh.
Lucas Arthur mahendra, wajahnya tetap tegas dan dingin seperti pertama kali mereka bertemu.
Pandangan Adel menyapu barisan kursi tamu, mencari sosok yang Ia cintai, dan di sanalah Ia menemukan nya, Devan.
pria itu duduk di barisan depan mempelai pengantin pria, Devan menundukkan kepalanya,Ia mengepalkan kedua tangannya sampai buku-buku jari nya memutih.
sakit, kecewa, dan kesal yang bercampur membuatnya tidak berdaya, Ia bahkan tidak bisa menjaga wanita yang Ia cintai.
Saat ayahnya menyerahkan tangan Adel ke tangan Lucas, Adel bisa merasakan sengatan dingin yang menjalar ke seluruh tubuhnya, sentuhan Lucas menyadarkan nya bahwa mulai detik ini mimpinya dengan Devan telah berhenti.
" Maaf! " seperti bisikan, yang hanya mereka beruda mendengar nya, Lucas menggenggam tangan Adel dengan erat.
Adel yang mendengar bisikan itu mengangkat wajahnya menatap Lucas, dan bertanya-tanya dalam benak nya.
Pendeta mulai membacakan janji suci. Di setiap kata yang di ucapkan terasa seperti pisau yang menusuk jantungnya, mulai hari ini dan mulai detik ini Adel akan resmi menjadi istri sah Lucas Arthur mahendra kakak dari pacarnya sendiri.
" Lucas Arthur bersediakah engkau menerima putri Adelia sebagai istri mu "
" Ya, saya bersedia " ucap Lucas, pandangannya lurus ke depan Ia bahkan tidak menghiraukan pengantin wanita yang terlihat gugup.
" putri Adelia bersedekah engkau menerima Lucas Arthur sebagai suamimu " ucap sang Pendeta.
Keheningan menyelimuti bangunan megah itu, semua mata terjun pada Adel, di kejauhan, Ia bisa mendengar isakan tak terahan dari arah Devan.
Rasanya sakit, sakit yang luar biasa hingga Adel merasa jiwa nya telah pergi meninggalkan tubuhnya yang terbalut gaun pengantin yang mewah.
Adel menelan ludahnya, tangannya tidak berhenti gemetaran, bibir seakan terkunci rapat hingga berat baginya untuk membuka bibir nya.
" Ya...saya bersedia " dengan suara yang bergetar dan nyata hilang.
Setelah janji suci di ucapkan oleh kedua mempelai pengantin, sang Pendeta pun meminta sang pengantin untuk bertukar cincin.
Tangan Lucas yang besar dan kokoh meraih jemari Adel, saat cincin emas putih itu perlahan melingkar di jari manis Adel , Adel reflek menarik jemarinya menjauh, tapi genggam tangan Lucas cukup untuk menahannya, tidak kasar tapi tegas.
Cincin itu akhirnya melingkar di jari manis Adel,dan kini giliran Adel yang menyematkan cincin untuk Lucas.
Tangannya terangkat perlahan mengambil cincin untuk Lucas, dengan tangannya yang gemetaran Adel hampir menjatuhkan cincin nya, tapi dengan sigap Lucas menahannya di bawah.
Dengan sisa keberanian yang Ia miliki, Adel mendorong cincin itu masuk ke jari manis Lucas, begitu cincin itu melingkar di jari manis Lucas terdengar suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan.
" Sekarang, silahkan mempelai peria mencium mempelai wanita " ucap Pendeta dengan senyum tipis.
Tubuh Adel menegang, Ia bisa merasakan tubuh Lucas yang semakin mendekat, Adel segera memejamkan matanya rapat-rapat, hingga aroma parfum woody yang maskulin dan dingin yang menyeruak masuk ke indra penciumannya.
Setetes air mata yang sejak tadi Ia tahan akhirnya jatuh, menghianati riasan sempurna di wajahnya yang cantik.
Lucas hanya mengecup kening Adel sekilas, sebuah sentuhan formal yang terasa hambar, namun cukup untuk meresmikan pernikahan mereka berdua.
Dua jam kemudian, pesta pernikahan itu di gelar di sebuah hotel berbintang, ribuan bunga lili menghiasi ruangan megah itu.
Adel berdiri di samping Lucas dengan tangannya yang melingkar di lengan Lucas yang kekar, menyapa para tamu yang datang, entah itu teman atau kolega dan kerabat.
Wajah Adel terlihat lelah, bahkan kakinya seperti mati rasa, tapi Adel tetap bertahan berdiri di samping Lucas tanpa protes, Ia hanya memasang wajahnya seperti boneka.
Sedangkan Devan sudah sejak tadi dia meninggalkan ballroom, dengan terburu-buru.
Dan sesekali Adel melihat wajah suaminya yang tegas seperti balok es yang tidak akan pernah mencair.
*Duh lama banget*!!....( gerutu Adel dalam benaknya ).
Dia sudah cukup menangis, sepertinya air matanya kering hingga tidak bisa mengetes lagi.
Adel meremas lengan Lucas pelan, memberi isyarat pada laki-laki itu. Lucas yang sadar Ia menoleh ke arah Adel.
" Ada apa? " bisik Lucas.
" Aku ingin ke toilet " ucap Adel, Ia sambil memasang senyum palsu untuk menyapa para tamu yang datang.
" Aku akan memberi tahu ibu untuk mengantar mu " ucap Lucas.
" Tidak perlu aku akan pergi sendiri " jawab Adel sedikit ketus.
" Tidak! aku tidak akan membiarkan mu pergi sendiri " ucap Lucas.
Ia menarik Adel dan mengantarkan nya ke toilet.
" Lepasin " ucap Adel, Ia menepis tangannya yang di genggam oleh Lucas.
Dengan wajah cantiknya yang di tekuk, Adel berjalan di depan sambil menghentikan kakinya.
Langkah Adel yang terhentak- hentak di balik gaun pengantin yang menjuntai menunjukkan betapa besar api kemarahan yang Ia pendam.
Di koridor hotel yang sepi menuju area toilet, suara sepatu Lucas yang stabil terus mengikuti di belakang Adel, langkah tenang tidak terburu-buru.
Begitu sampai di depan pintu toilet, Adel berbalik dengan kilat mata yang tajam.
" Berhenti di situ! jangan berank-benaninya masuk " desis Adel, suaranya tak lagi bergetar karena menangis.
Lucas berhenti tepat satu meter di depannya.
" Lima menit tidak lebih " ucap Lucas dingin.
Adel tidak menyahut, Ia membanting pintu toilet dan segera menguncinya.
Pengenalan tokoh :
Lucas Arthur mahendra atau di panggil Lucas, pria dingin dengan usia 36 tahun, pemimpin AM group, salah satu perusahaan property ternama di jakarta.
Lucas adalah pria dingin sedingin es, Ia bukan tipe orang yang banyak bicara, tapi sekalinya berbicara langsung menekan. Dia adalah anak kebanggaan tuan mahendra sang ayah, karena berhasil mendidik dan membuatnya sempurna seperti sekarang.
Lucas adalah simbol kekuasaan, kesabaran dan dominasi, siapapun yang berhadapan dengannya pasti akan merasa mendominasi, tatapannya yang tajam seolah mampu menembus pikiran lawan bicaranya.
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.