NovelToon NovelToon
Bawang Merah Yang Terluka

Bawang Merah Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Antagonis / Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Celina Andreas dijuluki sebagai bawang merah begitu tergila-gila dengan seorang pria sehingga berbagai cara ia lakukan buat menaklukkan hati sang pria incarannya. Meskipun pria itu mencintai adik tirinya.

Berhasilkah Celina menjadi istrinya atau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14

Celina bergeliat, tubuhnya terasa pegal. Menoleh ke samping dan netra matanya melebar. Azka ada disebelahnya yang tidur tanpa menggunakan pakaian. Celina dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah tubuhnya.

Syok.

Bingung.

Celina juga tak memakai pakaian, tubuhnya hanya ditutupi selimut.

Pikiran Celina melayang beberapa jam lalu. Ia masih menunggu suaminya di restoran tapi sekarang sudah berada di atas ranjang.

"Aaargghh...!!" Celina mendorong Azka hingga terjatuh ke lantai.

Azka terbangun kala tubuhnya terhempas di lantai, ia berdiri dengan sempoyongan. Tak sadar dirinya cuma memakai pakaian dalam bagian bawah.

Celina membalikkan badannya, "Kenapa kau ada di kamarku?" bertanya tanpa menatap.

Azka mengedarkan pandangannya dan ia akhirnya sadar jika semalam dia sudah menyentuh istrinya. Pandangannya pun tertuju ke arah dirinya sendiri. Karena malu, Azka memungut pakaiannya yang berserakan di lantai.

"Aku.. minta maaf!!" Azka berkata dengan terbata-bata.

Celina yang tak terima disentuh lantas turun dari ranjang meskipun ia sempat kesulitan berjalan, ia berusaha tetap berdiri dan kuat. Menarik selimut dan membalut tubuhnya, perlahan menghampiri suaminya, "Kau pasti sengaja menaruh sesuatu di minuman aku, 'kan?" ia bertanya secara nada tinggi.

Azka menggelengkan kepalanya.

"Lalu?? Kenapa aku bisa ada dikamar ini bersamamu, hah???" air mata Celina tak terasa menetes.

"Beberapa orang tak ku kenal menyerahkanmu kepadaku. Begitu sampai di kamar, kau......" Azka tak melanjutkan ucapannya.

"Kenapa diam?" desak Celina.

Azka tak sanggup menyatakannya.

Celina kini berdiri dihadapannya Azka, mengepalkan kedua tangannya dan memukul dada suaminya sembari menangis. "Kau jahat, Azka. Kau jahat!!"

Azka mundur selangkah, "Aku juga tak mau begini!"

"Kenapa kau menghancurkan aku jika memang tak menyukai aku, hah?" Celina mengangkat wajahnya dengan amarah.

"Aku tak sengaja, Celina!" Azka terus menyangkal.

"Keluar dari kamarku sekarang juga!!" usir Celina dengan lantang.

Azka segera memakai pakaiannya dan keluar dari kamar istrinya.

Sementara itu, Celina terduduk dan terus menangis. Bukan ini yang dia inginkan. Dia tak terima Azka menyentuhnya. "Breengsekk....!!!" sembari mengepal tangannya.

Azka menutup kamarnya dengan kasar, duduk di pinggir dan mengacak rambutnya. Ia sangat menyesal karena sudah berani menyentuh Celina, wanita yang sama sekali tak dicintainya. "Kenapa jadi seperti ini, sih??" kesalnya.

Ditengah rasa frustasinya, ponselnya berdering. Elma menghubunginya dan Azka segera merespon panggilan itu. "Halo!!"

"Halo, Azka. Maaf, semalam rencana kita tak berhasil!"

"Kenapa kau bisa sebodoh ini?" tanya Azka dengan sedikit kecewa.

"Aku juga tak tahu, kenapa ada orang-orang itu di sana," jawab Elma.

"Serbuk apa yang kau masukkan di minumannya?" tanya Azka lagi.

"Perangsang," jawab Elma tanpa dosa.

"Hah! Apa??" Azka begitu terkejut.

"Memangnya aku salah, ya?" tanya Elma dengan polosnya.

Azka mencengkram rambutnya dengan kuat. Ia tak menyangka Elma memberikan obat itu ke dalam minumannya Celina.

"Kau ingin melihatnya hancurkan?" tanya Elma.

"Aku 'kan sudah bilang kepadamu, jangan berikan obat lain selain obat tidur!!" jawab Azka tampak marah.

"Permainan ini tidak menarik jika hanya obat tidur saja, Azka!" kata Elma.

"Karena kesalahanmu itu, aku terpaksa menyentuhnya!" ucap Azka dengan jujur.

"Apa??" Elma begitu terkejut mendengar pengakuan pria yang menjadi targetnya.

"Ya. Semalam dia bersamaku. Orang-orang itu memberikan dia kepadaku. Bagaimana jika dia bersama dengan orang lain, hah?" Azka begitu marah.

"Kenapa kau tidak bisa menahan dirimu?" Elma kecewa.

"Kau bayangkan saja, dua orang berlainan jenis dalam satu kamar," kata Azka.

"Azka, cukup!! Jangan ceritakan apapun lagi mengenai kejadian antara kau dan dia!!" Elma tak sanggup mendengarnya.

"Bagaimana aku bisa melepaskannya kalau aku sudah menyentuhnya?" Azka meminta pendapatnya.

"Selama dia tidak hamil, kau bisa melepaskannya!" kata Elma.

"Bagaimana jika dia hamil?" tanya Azka.

Elma diam dan tak menjawab.

"Aku harus memikirkan cara agar orang tuaku tidak memarahiku dan Celina tak hamil!" kata Azka lalu mengakhiri obrolannya di ponsel.

Siang harinya, Azka keluar dari kamarnya karena perutnya mulai terasa lapar. Melangkah ke ruang makan, di sana tak kelihatan Celina namun beberapa hidangan makanan telah tersaji. Azka menarik kursi dan menikmati makanannya dengan lahap.

Selesai makan, seorang pelayan menyusun sebuah piring dan segelas berisi air putih di nampan.

"Mau dibawa kemana itu makanan?" tanya Azka saat melihat makanan di wadah nampan.

"Buat Nona Celina, dari tadi pagi Nona Celina menolak makan," jawab si pelayan kemudian melangkah menuju ke kamarnya Celina.

Azka mengernyitkan keningnya mendengar jawaban si pelayan. Ia tak mau ambil pusing, dia kemudian kembali ke kamar.

Baru saja merebahkan tubuhnya di ranjang, ponselnya berdering. Azka mengangkat dan berkata, "Halo, Pa!"

"Azka, di mana? Kenapa kamu tidak masuk kantor?" cecar Angga dari ujung telepon.

"Aku di rumah, Pa."

"Apa kamu sakit?" tanya Angga lagi.

"Tidak, Pa. Aku telat bangun makanya tak ke kantor," jawab Azka berbohong.

"Kamu tidak berbohong, 'kan?" Angga tak percaya.

"Kalau tak percaya, silahkan Papa ke rumahku!" kata Azka.

"Baiklah, Papa akan mengajak Mama kamu ke rumah !" ucap Angga.

Gawat. Bakal mendapatkan beberapa pertanyaan yang sulit dijawab, pikir Azka.

"Nomor telepon Celina juga tak dapat dihubungi, apa dia di rumah bersamamu?" tanya Angga lagi.

"Kenapa kalian selalu menanyakan Celina?" protes Azka tanpa menjawab.

"Dia menantu kami dan sudah dianggap seperti anak kandung sendiri," jelas Angga.

"Perhatian kalian kepadanya itu berlebihan!" kesal Azka.

"Tidak ada yang berlebihan, semua wajar. Kamu saja yang terlalu cemburu!" tukas Angga. "Cepat katakan, apa benar Celina di rumah? Apakah dia sehat dan baik-baik saja?" lanjutnya mencecar.

"Ya, dia baik-baik saja. Kalian tidak perlu khawatir!" kata Azka ketus.

"Baiklah, Papa akan memberitahu Mama kamu!" Angga gegas mengakhiri panggilan teleponnya.

Selesai obrolan, Azka menghela napas lega. Sebab, Papa Angga tak membahas kejadian semalam. Itu berarti, ketiga orang yang menyerahkan Celina kepadanya bukan suruhan orang tuanya.

"Aku yakin, itu pasti orang suruhannya. Dia sengaja menyediakan orang-orangnya buat mengawasi aku dan Elma. Sungguh licik!!" gumam Azka.

Dua jam berlalu, Azka keluar dari kamar. Karena haus, ia pun melangkah ke dapur. Tampak di atas meja nampan berisi piring dan gelas tak tersentuh.

"Dia tak mau makan?" tanya Azka kepada pelayan yang sedang membersihkan area dapur.

"Iya, Tuan. Sepertinya Nona Celina sedang sakit?" jawab si pelayan sekaligus menerka.

"Sakit?" Azka menautkan alisnya.

"Wajah Nona Celina kelihatan pucat dan matanya sembab," kata si pelayan.

"Buatkan makanan yang baru, biar aku coba mengantarkannya!" saran Azka.

Si pelayan lalu mengganti hidangan dengan makanan yang baru.

Azka pun membawa nampan berisi makanan ke kamarnya Celina. Perlahan ia membuka pintu tanpa mengetuk. Begitu dibuka, pandangannya tertuju ke arah Celina yang terduduk di lantai sambil memeluk lutut.

"Mau apa kau ke sini?"

1
army julianto
aku binci ceritanya MC perempuannya idih najis bnget
army julianto
Thor jangan biarkan azka dg Celina bersatu plisss ceraikan mereka, aku paling tidak suka cerita kek gini TPI unjuknya tidak bisa cerai dan akan saling cinta, idih najis mkan cerita kaya bgini 🙏🙏🙏
falea sezi
kapan cerai nya
falea sezi
kn licik bngt si Elma buruan cerai aja biar. aja mlih Elma yg sok. polos cocok. aska sampah ma. Elma. sampah
falea sezi
bodoh kau celina
falea sezi
jangan ngemis celina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!