NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:785
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Dia juga tahu

Terdengar nyata tapi tidak percaya itulah yang dirasakan Santana setelah mendengar cerita dari seorang Dokter yang dulu pernah ikut merawat Santika saat koma. 

"Jadi istriku masih hidup kan Dok?"

Anggukan kepala Dokter itu seakan telah menjawab semua tanya pada diri Santana. Pancaran wajahnya bercampur antara bahagia dan sedih. 

Dokter yang sudah renta dan menua itu meninggalkan Santana yang masih menikmati suasana hatinya. 

Ketika Dokter keluar dari ruangannya, bertemulah Dia dengan Tio yang ekspresi wajahnya tidak jauh beda dengan Santana. Hanya saling memandang Dokter itu sempat berhenti sejenak di depan Tio berdiri. 

(Siapa pria ini, apa hubungan nya dengan wanita waktu itu?) 

Sama halnya dengan Dokter itu, Tio juga melangkah pelan meninggalkan Santana. 

Tio memutuskan untuk kembali ke rumah Rosa dan memastikan kebenaran informasi yang Dia dapat. Karena Dia merasa kebenaran ini semakin menemukan titik terang. 

Meskipun hari semakin larut, Tio tetap pergi untuk meminta penjelasan pada Rosa yang sebenarnya. 

Seakan sia-sia, Tio datang ke rumah Rosa yang sudah terlihat sepi dan pintu sudah tertutup rapat. Dia tidak mempunyai fikiran sejauh itu setelah merasakan keanehan dengan suasana rumah Rosa. Dia meyakinkan dirinya dengan mengetuk pintu dan memanggil nama Rosa maupun Antoni. 

(Apa mungkin mereka tidak di rumah, tapi ke mana? apa karena pertanyaanku tadi pada Rosa......) 

"DOK... DOK" Ketukan pintu yang semakin keras menambah munculnya rasa panik pada diri Tio. Tidak tanggung-tanggung Tio juga setia menunggu hampir 1 jam pintu terbuka. 

"Tidak mungkin, apa yang disembunyikan Rosa? (Mungkinkah Dia anak buah Anita, kalau tidak apa alasan Rosa mau menampung Antoni dan Haya. Benar-benar mencurigakan) 

Yakin dengan kondisi rumah Rosa yang sudah kosong, Tio meninggalkan tempat itu dan melihat dengan cermat sepanjang jalan dengan harapan akan menemukan Rosa dan Antoni. 

Di lobi hotel sudah menunggu Santana yang terlihat serius. Sesekali Dia mondar-mandir dan melemparkan pandangannya ke luar Hotel. 

(Malam ini aku harus menemukan jawaban yang bisa membuatku tenang, kemana Tio kenapa Dia belum pulang juga) 

Sudah menunggu terlalu lama, Santana memutuskan untuk kembali ke kamar nya. Sebelum Dia membuka pintu kamar, ada suara yang terdengar sedikit ragu memanggil namanya. Santana pun menoleh ke belakang arah dari suara itu. Meskipun masih terdiam mengingat kembali wajah yang terasa asing memanggilnya, Santana berjalan mendekat. 

"Apa kita pernah saling kenal?"

"Kamu benar-benar lupa siapa aku San?"

Mereka pun mulai bercakap dan saling membuka memori masa lalu. Ternyata orang itu adalah sepupu Santika. Selama beberapa tahun ini Dia juga mencari keberadaan saudaranya itu. Terakhir mendengar kabar bahwa Santika sekarang sudah menjadi wanita yang sukses dan menjadi pewaris tunggal keluarga Darmawan. 

Mendengar cerita sepupu Santika, wajah Santana sedikit mengerut. Meskipun sebagian cerita sudah Dia dapatkan dari Dokter di Rumah Sakit itu, tapi Santana justru memikirkan nama yang disebut sepupu Santika yaitu Darmawan. 

(Darmawan ,apa mungkin yang dimaksud adalah Darmawan Group salah satu klien diperusahaan ku?... Ah, sepertinya tidak, tidak mungkin se kebetulan ini) 

Setelah berbincang lumayan cukup lama, sepupu Santika pun berpamitan. Karena malam itu juga Dia harus pergi bersama teman-teman kerjanya yang lain.

"Baik, hati-hati jangan lupa kabari aku kalau ada berita tentang Santika."

Sambil berjalan menuju kamarnya, Santana masih kepikiran dengan nama Darmawan tadi (jika Darmawan yang dimaksud adalah orang itu, berarti aku harus mencarinya)  

Dari jauh berjalan Tio yang juga akan masuk ke kamarnya. Dan kebetulan kamar mereka hanya bersebelahan saja. Wajah Tio yang terlihat lelah dan lesu membuat Santana merasa khawatir. 

"Tio ada apa dengan mu, apa kamu tidak enak badan?"

"Tuan, sebenarnya ada yang mau saya sampaikan, cuma saya sudah kehilangan jejak mereka."

Belum bisa menerima maksud perkataan Tio, Santana membawanya masuk ke kamar. 

Di dalam mulailah Tio menceritakan apa yang Dia lakukan dari awal hingga saat itu. Santana semakin yakin kalau peluang untuk menemukan anak dan istrinya semakin besar setelah mendengar cerita dari Tio.

"Tio menurutmu apa Santika dan anak ku masih berada di kota ini?"

"Hem... sepertinya tidak Tuan, tapi aku yakin Rosa dan  Bu Haya pasti tahu di mana mereka. Oh ya Tuan, apa kita perlu cari tahu tentang Nur kakak dari Antoni?"

Mungkin sudah begitu lelah nya Santana tidak menganggap ucapan Tio tentang Nur penting. Dia hanya kepikiran dengan bagaimana kondisi istri dan anak nya sekarang. 

"Kita fokus ke anak istriku ku Tio, kembalilah ke kamar mu aku ingin istirahat."

Tio berjalan keluar dari kamar Santana, meskipun Dia dalam hati tetap menganggap kalau pencarian Nur juga penting, tapi sebagai bawahan Dia hanya mengikuti perintah atasannya. 

Malam yang terasa begitu singkat untuk tidur, hingga membuat Tio bangun lebih siang dari Santana. Kedua matanya masih terasa berat karena semalam bergadang untuk mempelajari proyek kerjasama dengan Darmawan group. 

Dering ponsel panggilan masuk dari asisten Darmawan Group yang memaksanya untuk bergegas bangun dari mimpi dan lelahnya. 

"Baik, saya akan sampaikan kabar ini pada Pak Santana."

Gerak cepat Tio bersiap-siap pergi ke kantor. Akhir-akhir ini Dia memang sering diberi kelonggaran waktu oleh Santana dan tidak perlu lagi terikat dengan kerjaannya sebagai sopir pribadi. Itu semua dilakukan untuk kelancaran Tio dalam mencari informasi tentang istri dan anak nya dalam waktu sebulan ini. 

Tiba di kantor, Tio tidak langsung bisa bertemu dengan Santana, karena ada meeting intern karyawan Laksana Group. 

Menjelang siang, Santana keluar dengan raut wajah yang terlihat capek. Tahu kalau Tio sudah lama menunggu, Dia menyuruh Tio untuk masuk ke ruangannya. 

"Ada kabar terbaru apa Tio?"

Tio menyampaikan pesan dari Darmawan Group untuk Tuannya. Sayang sekali tidak begitu peka nya Santana Dia meminta Tio untuk mewakilinya terbang ke Singapura menghadiri acara peresmian proyek barunya itu. 

"Jadi saya yang berangkat ke sana Tuan?"

"Iya... kenapa? Apa kamu keberatan?"

Tidak berani menolak perintah Tuannya, Tio kembali lagi ke hotel untuk menyiapkan barang yang akan Dia bawa. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!