NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Celesta Hanya Pura-pura

Dominic menyesap minumannya sembari mengangkat kakinya pada kaki lainnya, sembari sesekali memandang kosong pada pemandangan ramai bar malam itu.

Hati Dominic sedang kacau saat ini, sedang pengawal pribadinya itu nampak kewalahan melihat tuannya telah menghabiskan beberapa botol minuman selepas meninggalkan kamar mandi.

Pengawal itu yang awal tidak diizinkan ikut dengan Dominic, tiba-tiba di paksa menamani Dominic di dalam bar, awal pengawal nya nampak celingak-celinguk mencari Celesta. Namun, malah mendapatkan bentakkan dari Dominic, "Kau mencari apa! Jika kau mencari wanita itu tidak perlu di cari aku tidak perduli!" ujar Dominic menyesap minuman yang ada di botol itu.

Beberapa saat kemudian melihat itu terus menambah minuman membuat pengawal itu khawatir di tambah lagi wajah Dominic telah memerah sempurna hingga ketelinga dan kini terus meracau tentang Nyonyanya dengan wajah serat akan rasa bersalah.

"Tuan lebih baik kita pulang saja, saya sangat khawatir tentang Anda," ujar Pengawal Dominic mencoba membopong pria itu.

Namun, Dominic malah menepis tangan pengawalnya, "Berani-berani kau menghanati ku, Hahaha... Aku bodoh sekali lebih memilih sampah dibanding berlian, Sera maafkan aku," keluhnya di tengah tawa nyaring di tengah hiruk-pikuk yang ramai.

"Ayo, Tuan kita pulang," ucap pengawal itu sekali lagi, dan kali ini Dominic nampak tidak menolak ajakkan pengawal itu.

Dominic berjalan lunglai di papah dengan pengawal hingga mereka meninggalkan bar tersebut tanpa di ketahui oleh Dominic sendiri. Dan saat pagi menjelang dia tak menyadari tubuhnya nekat tak berbalut apapun hanya ada selimut tebal yang menutupi tubuhnya.

Dominic bangun dari tidur merasa kepala berdenyut nyeri, kemudian dia mencoba memijat pelipisnya untuk menghalau rasa pusing itu, "Ish... berapa banyak aku minum kemarin," gumamnya sendiri.

Dominic bukan hanya penasaran dengan hal itu, namun yang lebih membingungkan dia menyadari tubuhnya tanpa sehelai benang pun. Dia mendengar pula suara tawa yang tak asing membuat yang membuat makin tak karuan sekarang.

Dia buru-buru turun dari ranjangnya tak menyadari becak darah yang tersia di sprai, Dominic memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya selepas itu Dominic menacari kaos oblong dengan asal, kemudian segera keluar dari kamar itu.

Dan yang pertama kali Dominic lihat secara langsung adalah sesuai dengan pikirannya barusan ternyata wanita itu adalah Celesta yang telah menghianati perasaannya semalam, dan sekarang sedang sibuk tertawa sembari menyalakan TV.

"Atau jangan-jangan wanita ini yang menganggu ku," gumam Dominic dalam hati, cukup takut bahwa Celesta yang membuatnya tak memakai pakaian pagi ini.

"Celesta, kenapa kau kesini?" ujar Dominic terlihat khawatir dengan ekperesi wanita yang nampak mengoda nya itu.

Celesta kemudian mendengar suara pintu yang tertutup dengan kasar, Celesta lalu melirik kearah lantai atas yang mungkin tidak jauh dari fikiran Celesta sebelumnya bahwa itu kamar Sera, sang istri sah Dominic.

"Apa salahnya, aku medatangi mu kekasih. Tidak ingatkah kemarin kita merayakan kebersamaan kita," ucap Celesta lebih mendekat kearah Dominic sembari terus menoleh kearah lantai atas.

"Sayang, kenapa kamu begitu, aku baru saja tiba loh, kamu terlihat sinis begitu kamu tidak suka lagi ya sama aku," keluh Celesta dengan setengah mengoda pada Dominic agar pria itu takut di tinggalkan oleh Celesta.

Namun, nyata tidak Dominic kini tidak ingin perduli lagi dengan Celesta setelah kejadian malam itu dan dia melihat semua kenyataan yang ada. Celesta mencoba untuk mengoda Dominic sekali dengan menghampiri dan merangkul tangannya dengan penuh posesif.

"Sayang..." ujar Celesta memancing Dominic untuk berbicara.

Sedangkan Dominic kini mencengkram tangannya kuat guna menahan amarah tak terasa buku-buku tangan kini memutih yang terasa dingin sekarang. Rahang mengeras, tubuh membeku karena manahan amarah serta kepala nya kini terasa pas melihat wajah Celesta yang merasa tak bersalah pada nya.

"Sayang aku baru saja sampai kenapa kamu terlihat marah," pancing Celesta.

Dominic nampak menepis tangan Celesta dengan kasar membuat wanita itu nampak terhuyung kebelakang sebab kaget dengan tindakan Dominic yang tidak pernah sekasar ini sebelumnya.

"Dominic, apa yang kamu lakukan? Apakah kamu masih marah karena aku pergi begitu saja? Sekarang aku sudah kembali kamu tidak perlu kecewa lagi dan kita bisa memulai dari awal," ujar Celesta merentangkan tangannya berharap pria itu akan segera menghampirinya dan memeluknya.

Namun, ternyata tidak Dominic bahkan tidak bergerak seinci pun dari tempatnya, malah yang terlihat jelas wajah Dominic yang nampak jijik dengan Celesta.

"Kamu, kenapa sih Dominic? Kamu meninggalkan aku malam tadi, aku tidak masalah. Kamu pasti marah pada ku karena aku meninggalkan kamu sebab ingin menjadi jadi artis mancanegara kan," ucap Celesta mencoba mencari alasan meskipun Celesta tak tau alasannya.

Wajah Dominic mulai memerah, karena wanita di hadapannya tidak menyadari kesalahan malah menyudutkan dirinya atas semua kebohongan yang Celesta buat sendiri, "Aku tidak perduli, pergi kau dari rumah ku!" usir Dominic sambil menunjuk kearah luar.

"Dominic, kamu tega mengusir ku, kamu tau petapa sulitnya aku dalam memilih, kamu taukan aku membiayai adik-adik ku dan ibu ku. Mereka selalu meminta uang pada ku, apa kamu tidak kasihan pada ku," keluh Celesta yang terlihat pura-pura manja di depan Dominic.

Dominic yang melihat tingkah konyol Celesta kemudian menarik diri agak jauh sedikit dari wanita itu kemudian mengambil cek yang berada di atas nakas yang berada di belakang sofa ruang tengah.

Dia kemdian dengan cepat menulis di dalam cek itu dengan uang yang cukup fantastis, "Hanya ini kan yang kamu butuhkan, silahkan ambil," murka Dominic sembari mengibaskan kertas cek yang berisi uang itu depan Celesta, dan melemparkan nya kearah Celesta.

"Sayang, apa-apaan ini?!" Celesta terlihat enggan mengambilnya seolah harga diri masih tersisa pada diri namun nyata tidak dia tetap memeluk cek yang lemparkan oleh Dominic.

"Jangan panggil aku sayang, itu sangat memuakkan, pergi dan jangan datang kerumah ini lagi. Aku tidak ingin melihat mu lagi!" amarah Dominic menguap, kemudian berbalik meninggalkan Celesta.

"Sayang, kenapa kamu mengatakan itu?!" teriak Celesta pura-pura bersedih.

Tapi, sebenarnya dia merasa senang dengan uang yang ada di tangannya, "Dengan uang ini bisa party untuk beberapa kali, dan menyogok seorang prosedur film agar aku bisa menjadi pemeran utama nanti, aku pasti bisa terkenal lagi, hahaha..." gumamnya dalam keheningan ruangan itu.

Dia terdiam sejenak akan perubahan sikap Dominic. Namun, wanita itu buru-buru menepis karena masih menganggap Dominic masih mencintainya, Celesta berfikiran beberapa waktu kedepan Dominic akan mencintai nya secara gila-gilan seperti sebelumnya.

Tinggal menunggu waktu saja, Celesta akan terus datang kerumah Dominic dan medepak keluar istri sah yang di nikahi Dominic karena perjodohan itu.

1
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!