NovelToon NovelToon
Last Stop In Eden

Last Stop In Eden

Status: tamat
Genre:Misteri / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Vampire / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: laliza_xiexie

"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ryon

“ Dredd… dred…” Suara ponsel mengacaukan suasana.

Kiara tampak membuka matanya dan Edward duduk mengangkat panggilan diikuti Kiara yang juga duduk.

“ Iya Eyden, ada apa?” Tanya Edward cuek.

“ Edward Aku sangat membutuhkan bantuanmu.” Jawab Eyden panik.

“ Bantuan untuk apa?” Tanya Edward bingung.

“ Gadis yang hampir Kamu mangsa Ia menghilang sudah seminggu lebih dan Aku putus asa mencarinya. Aku takut Ryon menyekapnya seperti kekasihku terdahulu.” Jelas Eyden memohon.

“ Tenanglah Dia aman denganku.” Ucap Edward cuek.

“ Apa, sejak kapan? Kenapa Kamu tidak memberitahuku?” Tanya Eyden marah.

“ Sejak seminggu yang lalu, Ia tinggal bersamaku. Jadi Kamu tidak usah khawatir akan Ku pastikan Dia aman.” Jawab Edward tegas dan langsung mematikan panggilan.

Eyden tampak kesal dengan Edward yang tiba – tiba mematikan panggilan padahal Ia ingin berbicara dengan Kiara, Eyden berpikir keras dimana Edward menyembunyikan Kiara. Ia tidak tau selama ini Edward tinggal dimana.

Di ruangan penginapan Kiara tampak gugup karena terus ditatap Edward dengan tajam, sesegera mungkin Ia berdiri dan berlari kekamar mengunci diri. Edward hanya tersenyum melihat tingkah Kiara.

Tengah malam saat Edward bersiap hendak tidur, Ia melihat ada yang berusaha membuka pintu ruangannya. Dipikirannya hanya Kiara, Ia harus melindunginya. Edward langsung mendobrak pintu kamar dan masuk membangunkan Kiara.

“ Kiara… Kiara…” Ucap Edward lembut.

Kiara yang terbangun sangat terkejut melihat Edward ada dikamar yang jelas – jelas Ia kunci tadi.

“ Ayo ikut Aku.” Ucap Edward menggenggam tangan Kiara dan menariknya Ke ruangan santai.

Mereka berdiri sembari melihat ke arah pintu, Kiara merasa sangat takut.

Hingga akhirnya pintu berhasil dibuka, tanpa basa basi Edward langsung memeluk Kiara dari belakang dan membekam mulutnya menggunakan tangannya.

“ Sutttt…. Diamlah jangan bergerak dan mengatakan apapun, percayalah padaku.” Ucap Edward berbisik.

Kiara melihat banyak sekali orang yang masuk dan mencari sesuatu, nampak ada seseorang berdiri dengan menyilangkan tangan didadanya. Kiara sempat berpikir mereka pengawal Ryon dan yang berdiri tepat didepan pintu itu Ryon, pemimpin yang serakah dan haus akan darah.

Entah kenapa mereka seperti tidak melihat keberadaan Edward dan Kiara, hingga akhirnya mereka keluar tampak berdiskusi lalu pergi sembari menutup pintu.

Tiba – tiba Edward ambruk ke sofa badannya lemas dan mukanya pucat.

Kiara yang melihatnya langsung memberinya minum, tapi Edward tidak kunjung pulih seperti sebelumnya. Kiara memutuskan memapahnya ke kamar, saat menyentuh tangannya ternyata Edward demam. Sesegera mungkin Kiara membaringkan Edward di kasur dan memberinya obat lalu menyelimutinya dan pergi. Tapi Edward menggenggam tangan Kiara dan menghentikan langkahnya.

“ Jangan tinggalkan Aku, Aku mohon.” Ucap Edward mengkhawatirkan.

Kiara yang tidak tega melihatnya akhirnya duduk dilantai dengan bersandar kekasur sembari tangannya digenggam erat Edward.

Mereka tertidur lelap, tiada henti masalah yang mereka alami, Kiara mulai merasa merepotkan Edward. Ia kasihan melihat Edward yang selalu mengorbankan dirinya.

Apa mungkin Kiara harus kembali ke kotanya, tapi Edward pasti melarangnya apalagi sekarang Ia adalah seorang vampire.

Keesokan harinya Edward terbangun dan terkejut melihat Kiara yang tertidur duduk dilantai. Edward beranjak dari kasur dan menggendong Kiara lalu menidurkannya dikasur, Ia duduk disampingnya dan mengelus kepalanya.

Nampaknya Edward yang cuek, angkuh dan dingin mulai luluh oleh seorang gadis rantau yang sangat manis.

Setelah menyelimutinya Edward langsung keluar mandi lalu pergi ke kantor.

Saat Kiara terbangun Edward sudah tidak ada disampingnya, di atas meja disamping kasur nampak ada makanan dengan surat diatasnya. Kiara duduk dan membaca suratnya.

Untuk Kiara

Nona Aku pergi ke kantor sebentar ada rapat, jangan pergi kemana – mana. Aku sudah menyiapkan sandwich kesukaanmu makanlah, Aku akan sangat senang jika Kamu menghabiskan sandwichnya.

Dari Edward.

Kiara tersenyum dan langsung memakan sandwichnya dengan lahap lalu mandi.

Kali ini Kiara tidak memasak karena bahan makanan habis didapur, Kiara hanya terdiam menonton TV sembari menunggu Edward pulang.

Dikantor Eyden tampak mencari Edward ke ruangannya, Edward yang sibuk menolak Eyden masuk namun Eyden memaksa masuk dan tampak sangat marah.

“ Edward apa yang Kamu lakukan? Dimana Kamu menyembunyikannya?” Teriak Eyden membuat Edward waspada.

1
falea sezi
nyimak
xiexie
Selamat datang di cerita novel pertamaku, Happy reading guys.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!