Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu?
Kevin segera masuk kedalam kamar, ia melihat Raina yang duduk di sofa sambil menutup matanya
Buku tebal yang ia baca juga terlepas. Kevin mendekat, pria itu duduk dihadapan sang istri sembari menatap wajah cantik itu
Kevin akui jika wanita didepannya ini begitu sempurna, bibir mungil, hidung mancung serta bulu mata yang lentik
"Raina" Kevin mencoba membangunkan istrinya itu namun Raina enggan membuka matanya "Rain, bangun Rain!"
Wanita itu menggeliat, manik coklat yang indah miliknya terbuka. Ia tersenyum saat melihat wajah suaminya
"Maaf mas, aku ketiduran!" Raina mengucek matanya
"Kenapa tidur disini? Harusnya tidur di kasur!" Kevin ikut bangun, Raina meraih jas milik suaminya lalu menyerahkan handuk
"Kamu sudah makan?" Tanya Kevin
Raina menggeleng, sudah ia duga jika istrinya ini tetap pada pendiriannya "Mas udah makan?"
Kevin menggeleng, demi menjaga perasaan istrinya terpaksa harus kembali makan "Kayaknya aku harus olahraga extra, bisa gendut kalau gini terus"
Dengan sangat terpaksa Kevin kembali makan walaupun perutnya sudah begitu kenyang setelah makan bersama Alanna
"Lain kali kamu gak perlu nunggu aku seperti ini! Kamu bisa makan duluan. Bagaimana kalau aku gak pulang?" Ujar Kevin, sebenarnya ia juga tidak nyaman atas perlakuan Raina yang seperti ini
"Aku cuma ingin menjalankan kewajiban ku mas"
"Kamu tau kondisi pernikahan kita kan? Kamu tidak harus sampai seperti ini Rain, aku juga merasa tidak nyaman" Ujar Kevin jujur
Raina diam, wanita cantik itu tampak berpikir setelah itu menjawab "Iya"
"Kamu jangan salah paham Rain, aku bukan suami yang baik dan kamu tidak pantas melakukan semua ini"
"Aku mengerti!" Raina bangkit, bahkan makanan milik Kevin saja belum habis "Aku duluan mas, aku ngantuk"
Kevin hanya melihat sang istri yang meninggalkan ruang makan "Aku gak salah ngomong kan? Kok dia marah?"
Kevin menghabiskan makanannya, tadinya tidak lapar, karena masakan Raina yang enak membuatnya kembali merasa lapar
Setelahnya ia menyusul sang istri yang telah terlelap diatas tempat tidur. Kevin menghela napas lalu berbaring di sofa seperti biasa
Mungkin istrinya benar-benar marah, biasanya diatas sofa, Raina sudah menyiapkan bantal serta selimut dan malam ini tidak ada
"Sepertinya memang aku salah ngomong! Udahlah, perempuan memang cuma bikin pusing!" Kevin berbaring lalu memejamkan matanya
***
Setelah sarapan sepasang suami istri itu keluar bersama, Raina menghampiri mobil miliknya yang telah terparkir didepan rumah
"Kamu punya mobil sendiri?"
"Iya, setelah ini kamu gak perlu nganterin aku dulu" Raina tersenyum, menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja "Kalau gitu aku duluan ya mas!"
Raina meraih tangan sang suami lalu mencium punggung tangannya, Kevin membiarkan saja
"Raina tunggu!" Wanita cantik itu berbalik
"Iya mas"
"Maaf"
Wanita cantik itu mengerutkan keningnya "Kok mas Kevin minta maaf?"
"Soal ucapan aku semalam, aku minta maaf. Aku gak bermaksud.."
"Aku mengerti" Raina hendak masuk namun suaminya kembali memanggil
"Raina"
"Ya" Pria tampan itu membuka dompet dan memberikan dua buah kartu, berwarna hitam dan gold "Untuk apa ini mas?"
"Untuk kebutuhan kamu! Bagaimanapun kamu istriku, sudah kewajiban aku untuk menafkahi kamu kan"
Raina mengangguk, lalu memasukkan dua kartu pemberian sang suami kedalam tas miliknya "Terima kasih, aku bisa pergi sekarang?"
Kevin mengangguk sebagai jawabannya, Raina masuk kedalam mobil lalu kendaraan roda empat itu meninggalkan rumah
***
Hari berlalu begitu saja, Raina juga menuruti keinginan suaminya yang tidak ingin dirinya menunggu
Jika Kevin pulang terlambat maka Raina sudah tidur. Jikapun dia pulang cepat, Raina juga sudah makan, wanita itu hanya akan menyiapkan makan malam untuk suaminya lalu masuk kekamar
Kevin akui jika dirinya kehilangan sesuatu, perhatian yang biasanya istrinya berikan akhir-akhir ini telah hilang
Hari ini weekend dan istrinya itu bersiap untuk pergi membuat Kevin bertanya "Kamu mau kemana? Hari ini weekend kan?"
"Aku ada urusan di toko, aku juga mau beli beberapa barang" Raina yang tengah bersiap menoleh pada suaminya "Mas mengizinkan?"
"Kamu boleh pergi!" Ujar Kevin, Raina mengangguk lalu kembali merapikan Tote bag miliknya
"Apa ke toko harus secantik itu?" Batin Kevin yang sepertinya terlihat kesal
Tak lama ponsel miliknya berdering dan nama sang kekasih tertera di sana. Tanpa menunggu, Kevin menjawab
"Ya sayang?" Kevin mendengarkan keluhan kekasihnya itu "Aku kesana sekarang!"
***
"Maaf ya Syafiq, karena mobil aku mogok, aku jadi ngerepotin kamu" Raina menyesal karena telah merepotkan sahabatnya ini
Keduanya tengah berada disebuah pusat perbelanjaan, ada beberapa barang yang harus dibeli dan ia butuh bantuan Syafiq
"Kamu kayak gak biasa aja! Setiap mobil kesayangan kamu itu mogok, selalu ada aku"
Syafiq terlihat senang, ia suka jika Raina selalu meminta bantuannya. Syafiq menatap wanita cantik yang selalu mengisi hatinya itu
"Kita kesana dulu!" Raina menarik sahabatnya itu lalu keduanya masuk kedalam sebuah store
Kini tangan keduanya telah penuh oleh beberapa paperbag, lalu melanjutkan kegiatan berbelanja
"Mau eskrim?" Syafiq menawarkan dan wanita cantik itu mengangguk
Dua corn eskrim vanilla telah mereka nikmati. Raina terlihat bahagia dan Syafiq suka itu
"Rain" Raina terkejut, suaminya berada didepannya dengan wajah yang terlihat kesal
Kevin menatap sang istri dan pria disampingnya itu bergantian. Entah kenapa darahnya seolah mendidih melihat istrinya bersama pria lain
"Mas Kevin? Kamu disini?" Raina terlihat baik-baik saja, padahal didepannya sang suami tengah bersama wanita lain
Raina tersenyum, sekarang ia tahu kenapa Kevin begitu mencintai kekasihnya. Wanita ini sangat cantik
"Kamu sedang apa disini?" Tanya Kevin ketus
"Aku kan udah izin, hari ini aku mau beli beberapa keperluan toko" Jawab Raina "Mas juga sudah mengizinkan!"
"Ayo Rain! Masih ada beberapa barang yang mau dibeli kan?"
Kevin mengepal, terlebih kini pria didepannya ini dengan beraninya memegang tangan istrinya
"Lepaskan tangan istri saya!" Kevin memberi peringatan, Raina yang menyadari itu, segara melepas genggaman tangan Syafiq "Dan kamu! Ikut saya!"
Alanna terperangah, Kevin bahkan meninggalkan dirinya sendirian disini lalu pergi bersama istrinya
Begitupun Syafiq yang harus puas melihat wanita yang dicintai pergi bersama suaminya, pria tampan itu lalu menatap wanita yang tadi bersama Kevin
"Kamu ada hubungan apa sama Kevin?" Tanyanya
"Sepertinya apa yang kamu liat sudah menjawab semuanya!" Ujar Alanna lalu pergi dari sana dengan kesalnya
Ia meminta Kevin berbelanja untuk menyenangkan diri, sekarang malah ia dibuat kesal oleh tingkah kekasihnya itu
Dengan sangat terpaksa, Alanna pulang dengan menggunakan taksi online. Sementara Kevin masih menggenggam tangan istrinya hingga keduanya tiba di basement
"Dimana mobil kamu?" Tanya Kevin dingin, gurat kekesalan terlihat jelas diwajahnya