NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Trauma masa lalu / Kebangkitan pecundang / Antagonis Jahat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yourfee

Ervana yang lahir dari keluarga Moses merasa hidupnya berubah setelah kehadiran anak angkat keluarganya yang begitu disayang semua anggota keluarganya. Orang tuanya dan kakak laki-lakinya lalu memperlakukan Renita, adik angkatnya dengan penuh kasih sayang. Ia diasingkan, semua hal yang menjadi miliknya kini direbut perlahan oleh Renita Moses. Air mata dan kesakitan itu membuatnya nyaris gila. Ervana kalah dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak biasa, bunuh diri. Namun, jiwanya yang terperangkap dalam kegelapan sepertinya masih enggan untuk meninggalkan dunia penuh dosa ini. Ervana lalu kembali dengan versi baru yang membuat keluarganya tercengang.
"Aku kembali hanya untuk memberi pelajaran pada mereka bahwa aku tidak pantas diperlakukan seburuk ini". Persis ketika ia membuka matanya, kehidupan baru menyambutnya. Ervana lalu hidup menurut kepercayaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourfee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14. Renita selalu membanggakan

 Kedatangan keluarga Baskara untuk kedua kalinya seperti menegaskan suatu hal, keluarga itu tidak pernah main-main dengan ucapannya. Beberapa seserahan dengan harga fantastis tersedia di atas meja, membuat senyum Renita kian merekah. Tuan Baskara melangkahkan kakinya dengan hati-hati. Tongkat di tangannya tak membuat pria itu terlihat lemah. Raut wajahnya terlihat cerah karena rasa bahagianya. Sebentar lagi, cucu kesayangannya akan menikah dan keinginannya untuk menggendong keturunan langsung Kevin Baskara rasanya bukankah hal yang sulit sekarang. Pria itu mendudukkan tubuhnya di sofa empuk ruang keluarga Moses. Efendi mendekat lalu mulai mengucapkan segala macam kalimat pujian yang terasa cukup menggelikan bagi orang lain. Adegan saling memuji pun kemudian berlangsung dengan khidmat. Beberapa pelayan menyajikan hidangan mewah khas keluarga bangsawan, menambah kesan eksklusif sekali lagi.

Di seberang sofa, Kevin Baskara mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Jika disuruh memilih, ia tak pernah ingin berada di tempat ini. Hanya karena ia memegang sumpahnya pada Renita ia harus merelakan waktu berharganya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga Moses. Netra gelapnya bergerak cepat ke sana kemari, mencari-cari sosok bermata bening yang kerap membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Ervana Moses, batinnya membisikkan nama itu dengan penuh perasaan. Di mana gadis itu? Terakhir kali ia melihat Ervana adalah ketika malam peresmian Moses group. Saat itu, ia harus menekan amarah dan rasa cemburunya ketika melihat Ervana datang bersama Morgan Aston, pria angkuh yang kerap menjadi saingannya.Sampai detik ini ia selalu merasa hangat dan akrab ketika berada di dekat Ervana. Ini mungkin sedikit tidak adil bagi Renita, namun ia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Tatapan bening itu seperti menyimpan sebuah kebenaran yang siap menghancurkan badai apa saja yang akan mengusiknya.

"Nak Renita". Suara berat milik Tuan Besar Baskara menggaung di ruangan luas itu sebelum hilang dibawa angin. Suara itu terdengar seperti sebuah genderang perang, sarat akan kekuasaan dan kekuatan.

"Iya Kek". Renita menjawab pelan dengan kesopanan yang terlihat begitu palsu.

"Keluarga Baskara berutang budi padamu. Jika bukan karena dirimu, mungkin cucuku akan kehilangan nyawa di jembatan besar itu. Kakek rasa pernikahan inj adalah satu-satunya jalan untuk membalas budimu, Nak". Renita tersenyum anggun, namun batinnya bersorak penuh kemenangan.

Pria tua yang bodoh, gadis itu mengulas senyum meyakinkan yang mungkin terlihat mengerikan di mata orang lain.

"Kek, bukankah sebagai sesama manusia kita harus saling tolong menolong? Keluarga Baskara selalu saja mengucapkan terima kasih padahal kurasa ini sudah menjadi tugasku sebagai manusia yang baik". Gadis itu menyelipkan rambutnya ke belakang telinga dengan gerakan pelan. Dadanya berdebar karena tau gerakan sederhana itu diperhatikan oleh Kevin Baskara yang sejak tadi terlihat tak tenang.

"Jawaban yang sangat bijaksana. Keluarga Moses pasti sangat bangga dengan kebaikanmu".

"Ah, Tuan Baskara putriku ini selalu membanggakan". Efendi menepuk pelan bahu putrinya dengan rasa bangga yang tidak bisa disembunyikan.

"Didikanmu benar-benar luar biasa, Tuan Efendi. Ketiga anakmu tumbuh menjadi manusia yang baik. Aku benar kagum". Nyonya Baskara tersenyum hangat ke arah Renita yang masih mempertahankan segala kepalsuannya.

"Itu semua terlalu berlebihan, Nyonya". Efendi tersenyum canggung, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

"Di mana Ervana? Sudah lama sekali aku tidak melihatnya".

"Ervana memilih tinggal di luar kota, Nyonya. Anak itu sepertinya tidak pernah suka dengan hiruk-pikuk kota besar ini". Eva Moses mulai menyusun dusta, lancar sekali.

"Sayang sekali". Nyonya Baskara mendesah pelan. "Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya". Lanjut Nyonya Baskara dengan suara pelan. Kevin sedikit kaget mendengar penuturan Eva, sedikit tidak menyangka jika sosok yang dicarinya ternyata tidak ada di rumah ini.

Luar kota? Rasanya sungguh tidak masuk akal, batin pria itu dengan penasaran.

Lampu kristal di ruangan itu berpendar indah, memantul ke lantai marmer putih rumah itu. Sementara itu, di bagian belakang rumah, seorang pengawal muda duduk termenung sambil memperhatikan hujan yang mulai turun membasahi tanah. Aroma tanah basah mulai menguar ke udara, membuat sang pengawal memejamkan matanya demi menikmati momen sederhana itu. Bian menarik napasnya dalam-dalam. Ia seperti terjebak di sebuah persimpangan besar yang membingungkan. Di satu sisi, ia ingin menolong Ervana dengan segala usahanya, namun di sisi lain ia sadar diri. Ia hanyalah seorang pengawal biasa yang tidak mungkin menang melawan kekuasaan keluarga Moses. Terhitung sudah enam bulan sang nona menghabiskan waktunya di rumah sakit jiwa, entah bagaimana kondisinya sekarang.

"Nona, bagaimana kabarmu? Aku harap kau baik-baik saja di sana". Pria itu menyangga kepalanya yang terasa berat. Ujung sepatunya terlihat basah. Pria itu sengaja menjulurkan kaki panjangnya ke guyuran hujan sore itu.

"Bian". Lucas Moses terlihat berantakan. Dua kancing teratas kemejanya sengaja ia lepaskan. Rambut coklatnya terlihat acak-acakan namun pria itu sama sekali dengan penampilannya sore itu.

"Aku ingin mengatakan sesuatu". Aroma alkohol menguar dari mulutnya ketika ia berbicara. Wajah memerah dan mata sayunya membuat Bian menyimpulkan satu hal, pria di depannya dalam keadaan setengah sadar.

"Ada apa, Tuan Muda". Pria itu menunduk takzim khas seorang bawahan. Mata sayu itu menatap intens penampilan sang pengawal, juga sepatunya yang terlihat basah.

"Jangan pernah ikut campur dengan segala hal yang sepatutnya tidak pernah menjadi urusanmu. Pahami batasanmu di tempat ini". Lucas menepuk pelan bahu sang pengawal sebelum meninggalkan pria muda itu. Bian terhenyak, Lucas baru saja menjelaskan suatu hal. Sampai kapanpun ia tidak akan pernah menang melawan pria itu. Ini menjengkelkan! Bian mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Sisi egonya sebagai seorang lelaki benar-benar terusik karena ucapan tuan mudanya, pria angkuh yang tak tersentuh itu.

"Hahaha, memangnya kau siapa, Bian?" Pria itu bertanya pada dirinya sendiri. Untuk ke sekian kalinya ia merasa kecil. Belum, ia belum menyerah sebelum semuanya jelas. Tidak ada yang tau jika pengawal muda itu kini memandang Ervana dengan cara yang lain. Bukan antara pengawal dan majikan, tapi sebagaimana cara seorang pria menatap wanita yang dikaguminya.

"Apakah aku pantas untuknya?" Pertanyaan itu tenggelam bersama rintikan hujan yang membentuk tirai basah sore itu. Sementara itu, di dalam ruangan semua orang masih sibuk bercengkerama. Membahas segala hal seputar pernikahan dua orang manusia, mengabaikan nasib sang putri kandung yang kehadirannya selalu tak diharapkan itu.

1
EMA
Semangat kk lanjut nya 💪 💪
EMA
Semangat kk 💪💪💪
Afee: Makasih kaaa🥰
total 1 replies
EMA
Lanjut kk
Alvi
lanjut thorrrr🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!