Elang Erlangga seorang mafia kejam berdarah dingin. Suatu malam Erlangga di kepung oleh para musuhnya di kota Jogja, saat sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari ibu nya. Karena kebocoran informasi pada tentang keberadaan nya, dia nyaris mati. Untung nya dia di selamatkan oleh seorang gadis desa baik hati. Tersentuh akan kebaikan dan kelembutan sang gadis desa. membuat Elang ter obsesi untuk bisa memiliki gadis desa tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Kebersamaan adalah awal, dari rasa yang akhirnya mampu membuat ketergantungan. Ketergantungan akan kebersamaan yang selama ini terjalin. Yang mampu menumbuhkan benih-benih cinta, namun kadang cinta tak selamanya indah, karena sering kali cinta hanya berada di satu pihak saja.
Elang tengah melamun di kamar nya di rumah Nilam. Lamunan Elang tidak jauh-jauh dari sosok Meisya. Entah lah sosok imut nan tangguh itu ternyata memiliki sisi rapuhnya tersendiri, membuat Elang ingin menjadi tempat untuk nya bersandar, namun teramat di sayangkan, Meisya terlalu cinta buta pada Dwika.
Nilam masuk ke kamar Elang yang kebetulan tidak di kunci. Ia mengeryit dalam, mendapati sang putra semata wayangnya sedang melamun. Nilam mendekat dengan langkah pelan, sedang elang masih asik dengan lamunan nya, sembari memandang ke arah luar jendela, yang menyuguhkan ke indahan candi Prambanan dari jauh.
Nilam menyentuh lembut pundak putra nya. merasa ada sentuhan halus di pundaknya Elang menoleh ke arah Nilam berada, pandangan Elang langsung tertuju pada senyum lembut sang mommy, yang sudah bertahun-tahun ia rindukan.
"Ngelamun-nin apa hayo? Sampai-sampai mommy masuk kekamar kamu saja, kamu gak sadar, kok mukanya merah begitu, pasti lagi mikirin cewek pasti!" Goda Nilam.
"Ah mommy ini, cewek apa sih mi, kan Elang lagi hilang ingatan, dan cewek yang Elang kenal ya cuma mommy, mbah wati sama Mesya saja, mommy ini, ada-ada saja."
"Ooh, berarti lagi ngelamunin nak Meisya. Kenapa? Kamu naksir sama dia? Jangan lah Lang, dia sudah punya kekasih, dan dengar-dengar mereka sudah ada rencana menikah, tinggal nunggu restu saja."
Wajah Elang menjadi muram, mendengar perkataan dari mommy nya, "Elang tau kok mom, jadi mommy gak perlu hawatir."
Nilam Tersenyum lembut sambil mengusap rambut tebal sang putra, " kapan kapan mommy kenalkan dengan beberapa anak gadis teman mommy. Mommy pergi dulu ya, mommy harus meninjau toko baju mommy yang baru."
"Kenapa sih mommy masih harus kerja jadi buruh pabrik, padahal usaha mommy lumayan banyak dan maju?" Tanya Elang
Nilam Tersenyum lagi, "semua usaha itu yang menjalankan orang lain, mommy juga tidak terlalu suka jika harus mengurus nya sendiri. Kalau di pabrik teman nya banyak, dulu mommy sangat kesepian, di hari -hari tanpa kamu, jadi mommy memutuskan untuk kerja di pabrik saja. Eh malah keterusan sampai sekarang.'
Elang mengangguk mengerti dan membiarkan Nilam berlalu pergi. Pikiran nya terus berkelana memikirkan Meisya, akhirnya Elang memutuskan untuk menghubungi Arnold. Dengan segera Elang menekan nomor Arnold pada ponsel pintar nya. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya sambungan telepon pun terhubung.
"Halo bos. Ada apa lagi boss? Kapan balik ke sini, disini lumayan kacau semenjak kepergian bos, dan bos besar sudah dapat menemukan keberadaan bos di tempat nyonya. Tinggal nunggu aja, kapan bergerak untuk menjemput paksa bos dari sana." kata Arnold di seberang sana.
"Ada tugas baru untuk mu, cari tau semua tentang pria bernama Dwika Hartanto. Selidiki semua nya tentang kehidupan nya, kalau perlu suruh orang untuk membuntuti nya, jangan lupa foto semua aktivitas nya! Soal pak tua itu, kamu tak perlu hawatir, aku akan temui dia sendiri dalam waktu dekat ini." Kata Elang pada Arnold.
"Wih, ada masalah apa boss sama orang bernama dwi dwi itu? Sampai segitu detailnya ingin mengetahui kehidupan pribadinya. Boss jangan bilang, bos.. Itu ya..suka sama dia!" kata Arnold ngawur.
"Bacot!! Kerjakan jangan banyak tanya, atau aku kirim kamu ke gaza, baru tau rasa." Ancam Elang.
"Aduh boss, jangan dong. Iya, iya saya kerjakan, ada bonusnya kan?"
"Tergantung kinerja mu, jika beres dengan baik ada bonus, jika tidak, potong gaji!" Kata Elang datar.
"Anjir.. Tega amat boss sama teman sendiri juga, iya, iya pasti beres, boss tenang saja. Kata Arnold di seberang sana. Setelah mendapat jawaban dari Arnold, Elang langsung memutuskan sambungan teleponnya, membuat Arnold di seberang sana mencak-mencak sendiri.
*
*
*
Sedangkan di sebuah gedung kantor pusat perhotelan di kota Jogja, seperti biasanya Meisya selalu mengikuti semua kegiatan Brian, karena dia adalah sekertaris brian, yang mengatur dan membantu Hampir semua pekerjaan Brian.
Tentu saja mereka tidak terpisahkan. Gadis berkacamata yang kapan hari menabrak Chelsea sekarang telah menjadi anggota cleaning service di kantor tersebut. Dan dari awal dia datang pandangan nya terus menuju ke arah Brian dan Meisya.
Kebetulan chelsea sedang lewat di depan gadis cupu itu. Seketika membuat Chelsea dengan sengaja mencari gara-gara dengan gadis malang tersebut. Keributan yang di timbulkan membuat beberapa kariawan di kantor menoleh ke arah mereka tak terkecuali Meisya.
Karena Brian sudah masuk ke kantor nya terlebih dulu, Mesya memutuskan untuk melihat sebentar keributan itu. Di sana Chelsea masih mencak-mencak, memarahi gadis malang tersebut. Sedangkan gadis itu hanya tertunduk lesu. Pasrah jadi bahan amukan Chelsea.
Meisya segera mendekat ke arah mereka, " Ada apa ini Chelsea, kenapa kamu marah-marah sama cleaning service seperti itu, sebenarnya kesalahan dia apa?" tanya Meisya baik-baik.
Chelsea berdecak kesal melihat Meisya datang seolah ingin menjadi pahlawan kesiangan buat gadis cupu tersebut. " Dia ini dari kemarin tuh cari gara-gara terus tau sya, sama aku, baju aku kemarin kotor gara-gara di tabrak dia, sekarang aku jatuh terpeleset juga gara-gara dia, ngepel ngak bener. aoa aku salah marah?" kata Chelsea dengan sendu seolah Meisya datang untuk menghakimi nya.
Semua Kariawan perempuan yang memang gak suka dan iri sama Meisya pun langsung saling berbisik menyalahkan Meisya. Menganggap Meisya terlalu semena-mena karena dekat dengan boss, dan sok menjadi pemimpin yang membela orang yang lemah. Jelas-jelas si OB itu yang salah, padahal mereka tidak benar-benar tau permasalahan yang sebenarnya.
Meisya memutar bola matanya karena jengah. "Apa benar yang di katakan Chelsea?" tanya Meisya pada gadis yang masih tertunduk itu, yang berlahan-lahan mendongak kan kepala nya, menatap Meisya, karena pertanyaan dari Meisya tersebut.
"Maaf, kemarin saya buru-buru ke sini, karena gak nyangka ka bisa di terima kerja di kantor sebaik ini, dan gak sengaja nabrak kaka, minuman macca saya tumpah mengenai baju si kaka, saya sudah minta maaf kok, dan soal hari ini, saya gak tau kenapa tiba-tiba kaka ini tiba-tiba jatuh di depan saya yang lagi ngepel. Padahal saya juga sudah pasang tanda peringatan bahwa lantai nya masih licin." kata gadis itu dengan jujur.
Meisya melirik ke arah papan peringatan, bahwa lantai tersebut sedang di pel, yang masih terpasang rapi di sana. "Dia hanya tidak sengaja Chelsea, jangan membesar-besar kan masalah, dia sudah minta maafkan. Dan aku juga yakin dia memang tidak sengaja, untuk mencari gara-gara dengan mu."
"Padahal aku ini teman mu, bagaimana bisa kamu lebih membeli si OB ini ketimbang aku. Atau kamu hanya ingin menunjukkan pada semua orang, bahwa jabatan mu lebih baik dari ku!" kata Chelsea dengan sendu. Membuat Meisya jadi merasa bersalah pada Chelsea.
Untuk setelah dialog ada dialog tag, itu pakai huruf kecil ya. Akhiran dialog itu pakai koma, jika bukan tanda tanya atau tanda seru, kecuali selanjutnya adalah aksi setelah dialog jika pakai titik.
Pliss namanya aestheticc bgt lhoo🫣
Contoh:
Dadanya bergedup kencang dan wajahnya peluh oleh keringat dingin yang membasahinya.
Ini contoh sederhana yang masih bisa disempurnakan.
→ Dengan hasutan...
→ Karena hasutan...
Tanpa menyebut lagi pun ini sudah menjelaskan.