arif dan Erika sudah menikah selama 3 tahun. Namun, Erika harus melepaskan pernikahan dan orang yang sangat dia cintai karena arif lebih memilih sepupunya, Lanni. Arif Wistan berhutang budi pada Lanni Baswara karena telah menyelamatkan nyawanya hingga gadis itu jatuh koma selama 3 tahun. Dibalik sikap lemah lembutnya, tidak ada yang tahu apa yang telah direncanakan Lanni selama ini, kecuali Erika. Erika bertekad akan membalaskan dendamnya pada keduanya karena telah menghancurkan hidupnya. Ada apakah sebenarnya diantara mereka bertiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EMPAT BELAS
Ekspresi Gardan menjadi tegang. Aku tahu. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu!
Sepertinya aku tidak boleh menunda perceraian lagi. Jika tidak, nenek mungkin akan mengamuk lebih parah. Ponselku hampir meledak karena semua panggilannya siang ini.
Sementara itu, mata Lanni berkilat dingin. Kenapa aku selalu bertemu dengan Erika?
Karena dia dan Gardan berbalik secara bersamaan, dia tidak bisa berpura-pura tidak melihat Erika.
Jadi, Lanni menarik napas diam-diam sebelum memaksakan senyumnya dan berkata dengan manja, "Erika."
Erika terkejut saat melihat ke arah sumber suara dan mengerutkan bibirnya melihat Gardan dan Lanni yang sedang berdiri sangat dekat seperti pasangan yang saling mencintai.
"Kebetulan sekali"
Lanni menyadari Gardan sedang menatap Erika dari ujung matanya. Dia menjadi sedikit tegang tetapi dengan cepat menyunggingkan senyumnya dan berkata, "Erika, kau pasti di sini ingin bertemu dengan Gardan! Kami baru saja akan makan malam, bagaimana jika kau bergabung dengan kami? Kau membuat Gardan salah paham saat bertemu dengan seniormu di kafe beberapa hari yang lalu. Menurutku lebih baik kau bicara dengan Gardan mengenai hal itu."
Erika menyeringai. Betapa baiknya dia mengucapkan kata-kata itu. Día bahkan memberi tekanan pada kata kami dan mulai memperlakukanku seperti orang luar. Lalu, dia menuduhku tidak setia dan membuatnya seakan-akan aku menggoda pria lain karena tidak bisa mendapatkan Gardan. Dasar ja ang licik!
Namun, Erika tidak peduli dengan ekspresi wajah Gardan yang tampak semakin muram. "Tidak ada yang perlu dibicarakan diantara kami, jadi aku tidak akan mengganggu makan malam kalian."
"Tidak mengganggu?" Gardan menjawab dengan dingin.Namun, sebelum dia bisa mengatakan pada Erika untuk pergi ke Kantor Catatan Sipil besok guna menyelesaikan pendaftaran perceraian mereka, pintu di belakang mereka tiba-tiba terbuka.
Mereka berdua bisa melihat sosok Wisnu dari kejauhan. Mata Lanni memancarkan keterkejutan. Di dalam hatinya, dia membandingkan Wisnu dengan Gardan, tetapi merasa bahwa Gardan masih jauh lebih tampan dari pria itu.
Erika berbalik dan melihat Wisnu yang sedang berjalan masuk. Sedangkan pria itu merasa sedikit terkejut melihat Erika berdiri di sana. "Kenapa kau tidak masuk, sengaja menungguku?"
Mata Lanni melebar keheranan.
Dia tidak datang kemari untuk bertemu dengan Gardan?
Sementara itu, ekspresi wajah Gardan menjadi penuh ancaman. Sejak kapan dia berhubungan dengan Wisnu?
Erika tersenyum dan menjawab, "Aku menunggu mereka naik duluan."
Wisnu mengikuti pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Erika dan melihat dua orang yang sedang berdiri di dekat lift. Lalu, Wisnu melebarkan senyumnya dan berkata, "Tuan Wistam, kau di sini juga."
Setelah mengatakan itu, dia melihat Erika, "Karena kita mungkin akan pergi ke lantai yang sama, kenapa tidak pergi bersama?"
Wisnu penasaran ingin melihat apa yang akan dilakukan Gardan dan Lanni.
Erika mengerutkan bibirnya dan mengangguk tidak peduli, "Tentu."
Setelah mengatakan itu, dia berjalan mendahului mereka.
Wisnu mengikutinya penuh harap. Dia memaksakan senyumnya karena tidak pernah melihat Gardan semarah ini Tuan Wistan sepertinya suasana hatimu serdang buruk
Tuan Dikara aра tujuanmu mengundang
istriku makan malam?" Meskipun kata-kata itu ditujukan untuk Wisnu, tetapi Gardan menatap Erika saat mengatakan itu.
Hati Lanni mencelos. Kenapa Gardan terlihat seperti marah pada Erika? Mereka akan segera bercerai. Kenapa dia masih peduli?
Dia pikir mungkin itu karena Gardan agak sedikit posesif. Jadi, bukan karena dia punya perasaan pada Erika.
Wisnu sedikit terkejut. "Istrimu?"
Erika tahu Lanni sengaja mencengkeram lengan Gardan dengan erat.
Seringaian terbentuk di bibirnya, dan matanya berkilat penuh ejekan. "Aku istrimu?"
Mereka terus berbicara dan melewatkan lift yang sampai di depan mereka. Ketika pintu lift terbuka kembali, Erika memperhatikan tidak ada seorang pun yang masuk. Jadi, dia langsung masuk
Sementara itu, Wisnu memperhatikan Gardan dan Lanni yang masih berdiri terpaku dan
Bertanya, "Apa kalian mau menunggu lift selanjutnya?"