NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Haus Kekuatan.

Bab 22. Haus Kekuatan.

Suasana langsung berubah menjadi sangat menegangkan. Lin Dan semakin ketakutan saat mendengar kata-kata Wang Fei.

Akan tetapi, di tengah-tengah keputusasaan itu, tiba-tiba sebuah pemikiran absurd melintas di benaknya.

"Tidak, tidak. Seharusnya bukan begini. Dia itu hanya sampah, mana mungkin memiliki kekuatan sebesar itu," ucapnya sambil memperhatikan Wang Fei di kejauhan.

"Ah... sekarang aku mengerti. Karena dia tidak ada jalan lain, akhirnya dia menggunakan sebuah metode aneh yang memaksanya menggunakan seluruh kekuatan untuk menumbangkan Chu Rong dan Song Heng. Haha... iya, kan? Pasti seperti itu. Cih, pecundang tetaplah pecundang. Sebenarnya aku ini takut apa? Aku sudah berada di level 5 tahap awal Ranah Penempaan Tubuh. Atas dasar apa aku harus gemetar di bawah sampah itu?"

Setelah mengonfirmasi penilaiannya sendiri, akhirnya kepercayaan dirinya pun mulai bangkit. Kesombongan yang sebelumnya redup kini langsung meluap-luap bagaikan gelombang tsunami yang menjebol bendungan.

Di seberang, melihat kesombongan Lin Dan yang tiba-tiba kembali seperti sedia kala, Wang Fei tak kuasa untuk mengulum senyum.

Pria di depannya persis seperti buku yang terbuka. Ekspresi, pemikiran, dan tingkah lakunya dapat terbaca dengan jelas di hadapannya tanpa satu hal pun yang terlewat.

"Haha! Aku tahu apa yang sedang dikerjakan oleh si bodoh itu. Apakah dia kira aku meningkatkan kekuatanku secara paksa dan sekarang aku sedang berada dalam kondisi lemah? Kalau begitu..." ucapnya, menjeda kalimat yang dibarengi dengan seringai kejam di sudut bibirnya.

"Mari kita sedikit bermain-main dan ikuti alurnya," kekehnya dengan tatapan tersembunyi.

Tiba-tiba, Wang Fei batuk keras, memukul-mukul dadanya beberapa kali seolah dia sedang terkena serangan balik. Dan ketika dia mengontrol energi spiritualnya untuk mengeluarkan sedikit darah seolah-olah dia sedang mengalami luka dalam, pada saat itulah Lin Dan tersenyum lebar seperti orang gila.

"UHUK!"

Seteguk darah berwarna merah gelap langsung dia muntahkan begitu saja dari mulutnya.

Faktanya, itu bukanlah serangan balik, melainkan salah satu metode kultivasi Tubuh Iblisnya dalam memurnikan darah.

Dengan kontrol yang sangat baik, energi Qi menyebar. Segala macam sisa kotoran di dalam darah disaring, dipisahkan, kemudian setelah semuanya terkumpul, dimuntahkan dalam sekali tegukan.

Namun, karena dia sedang berakting, dia harus menunjukkan penampilan yang sempurna, bukan?

Sekali lagi dia mengatur energi spiritualnya. Dengan bantuan kekuatan pelahap dari Dantian Batu, dia bisa menampilkan wujud seperti orang yang sedang lelah, rapuh, dan ringkih. Bahkan wajahnya sekarang juga agak memucat seperti seseorang yang siap mati kapan saja.

Pada saat itulah Lin Dan benar-benar telah jatuh dalam ilusi dan jebakan. Tenggelam dalam pemikirannya sendiri yang konyol, dia tersenyum lebar lalu tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.

"Hahaha! Dugaanku benar, bukan? Wang Fei, lihatlah dirimu sekarang! Aku tahu saat menyerang Chu Rong dan Song Heng itu adalah serangan habis-habisan terakhirmu dengan membakar esensi darah, bukan? Dasar bodoh... Tidakkah kamu mengerti jika serangan seperti itu bisa membawa dampak kematian yang nyata bagi penggunanya? Hahaha... tolol sekali," ucapnya.

Kini, dengan kondisi Wang Fei yang sangat rapuh seperti itu, Lin Dan sama sekali tidak takut. Dia melangkah maju. Dia ingin menghancurkan Wang Fei dengan tangannya sendiri. Melihat dua anak buahnya dilumpuhkan tepat di depan matanya membuatnya merasa sangat terhina. Oleh sebab itu, keinginannya hanya satu: mematahkan kedua lengan dan kaki Wang Fei, memukul wajahnya hingga hancur berkeping-keping, lalu setelah menyisakan satu helai nyawa yang tipis, barulah dia akan pergi meninggalkannya.

Mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Dan, Wang Fei yang sedang berakting pun tersenyum kecil. Itu hanya sekilas sehingga Lin Dan sama sekali tidak menyadarinya.

Di sisi lain, Chu Rong dan Song Heng yang nyaris pingsan karena rasa sakit yang menjalar ke sekujur tubuh mereka langsung tertegun.

Dan ketika mereka memandangi wajah pucat Wang Fei, tiba-tiba sebuah kesimpulan aneh yang sama absurdnya dengan Lin Dan pun menyusup begitu saja ke dalam pikiran keduanya.

Detik berikutnya, mata mereka mulai bersinar dengan cahaya harapan. Namun tidak hanya itu saja, di sana terdapat lebih banyak kebencian yang begitu dalam hingga terasa membekukan tulang.

Ya... bisa dikatakan saat ini mereka begitu membenci Wang Fei hingga ke dasar hati. Dia telah membuat keduanya cacat, dan meskipun bisa pulih, masa depan mereka tidak akan segemilang sebelumnya.

"Bos... bunuh dia, Bos! Bunuh bajingan itu!" suara mereka lirih dan serak, seolah sedang menyampaikan sebuah titah suci.

Lin Dan yang mendengar rintihan keduanya segera mengangguk dengan pasti.

"Tenang... kalian jangan khawatir. Dendam kalian berdua pasti akan kubalas seratus kali lipat. Lihatlah dengan baik ketika aku mematahkan seluruh tulang-tulangnya," ucapnya percaya diri.

Kemudian tatapannya kembali tertuju ke arah Wang Fei.

"Wang Fei, aku berubah pikiran. Aku tidak akan melumpuhkanmu, tapi aku akan langsung membunuhmu. Dan karena itu, sebelum mati aku akan memberitahumu sebuah informasi yang jarang diketahui oleh para murid pelayan."

Di seberang, Wang Fei yang mendengarnya cukup terkejut. Namun dia merasa apa yang dikatakan oleh Lin Dan pastilah sesuatu yang penting. Jadi, dia yang sebelumnya ingin mengakhiri sandiwaranya akhirnya mengurungkan niat dan sedikit menunda waktu lebih lama agar dia bisa mendapatkan lebih banyak informasi.

Dan benar saja... suara Lin Dan pun kembali terdengar.

"Di dalam Sekte Daehan, status murid pelayan adalah yang paling rendah. Dipandang sebelah mata, diremehkan, diejek, dan dianggap tidak berharga merupakan makanan sehari-hari. Apakah kau tahu kenapa begitu? Karena itu adalah hukum alam."

"Sama seperti seleksi masuk murid sekte luar, ada peraturan tak tertulis tentang hierarki dalam kekuatan. Para tetua sengaja berdiam diri menyaksikan para murid pelayan bersaing, bahkan saling membunuh, dengan tujuan mencari bibit-bibit unggul yang bisa dibina untuk kemajuan sekte."

"Bagi yang lemah, tidak akan ada keistimewaan apa pun. Kecuali kau memiliki status yang cukup kuat untuk mendukungmu. Jika tidak memilikinya, kau hanya bisa dibantai dengan kejam."

Wang Fei yang mendengar itu semua akhirnya mengerti. Untuk sejenak dia cukup terkejut, namun hanya itu saja sebelum ekspresinya berubah menjadi datar.

"Ternyata benar. Dulu aku kira meskipun hanya seorang murid pelayan, aku sudah bisa dikatakan menjadi bagian dari sekte. Ternyata pemikiranku salah besar..."

Dia menatap baju putih khas murid pelayan yang dulu selalu dia banggakan. Setelah mengetahui faktanya, hatinya menjadi dingin.

"Aku tahu dunia ini memang kejam, tetapi aku tidak menyangka bahwa keberadaan murid pelayan tidak berbeda dengan murid ternak atau binatang aduan yang bisa diambil dan dibuang kapan saja sesuka hati. Hukum alam kah? Seleksi bibit unggul kah? Huft... ternyata aku masih terlalu naif dalam memandang dunia ini," gumamnya lirih.

Tangan Wang Fei terkepal erat.

Kekuatan dan diri sendiri.

Pada akhirnya hanya dua hal itulah yang paling penting. Tidak ada perlindungan terbaik selain dirinya sendiri. Tidak ada kekuatan terbaik selain kekuatannya sendiri. Dan status... huh, apakah setelah dia memiliki kekuatan yang cukup besar untuk melindas siapa pun yang berani menghalangi jalannya masih ada orang yang tidak akan menundukkan kepala saat berada di hadapannya?

Seketika mata Wang Fei bersinar dengan semangat juang.

"Aku harus bekerja keras! Berlatih tanpa batas hingga seolah-olah tidak ada hari esok. Kerahkan semuanya seakan-akan diriku akan mati. Aku tidak percaya setelah melakukannya aku tidak memiliki kekuatan."

Ketika dia sedang berpikir seperti itu, tiba-tiba sebuah suara menggema di kepalanya.

"Kakak, kau tidaklah sendirian. Bukankah masih ada aku di sini?" ucap suara itu.

Barulah saat itu Wang Fei tersadar.

"Ah... Xue Jian! Ya... kau benar. Aku tidak sendirian. Masih ada kau bersamaku. Baiklah, tidak peduli apa pun, sesulit apa pun tantangannya, dan seberapa kuat musuhnya, bersama-sama kita akan melindas siapa pun yang berani menghalangi jalan kita. Muncul satu musuh, bunuh satu. Muncul lima musuh, bunuh lima. Muncul sepuluh musuh, kita bantai semuanya."

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Wang Fei merasa begitu haus akan kekuatan.

1
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!