NovelToon NovelToon
Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mata-Mata dari Organisasi Bayangan

Malam turun menyelimuti kompleks Akademi Sihir Kerajaan membawa serta keheningan yang pekat dan udara dingin yang menusuk tulang. Di bawah sinar bulan purnama yang menggantung bulat sempurna di langit, bangunan-bangunan batu akademi tampak megah namun juga menakutkan, seolah menjadi raksasa tidur yang menjaga ribuan siswa di dalamnya.

Namun di balik ketenangan yang tampak damai itu. Arus bahaya yang tak kasat mata sedang bergerak perlahan namun pasti, menyusup masuk ke celah-celah pertahanan yang ada.

Sejak pengakuan bersejarah siang tadi. Keamanan akademi ditingkatkan berkali-kali lipat. Pasukan pengawal sihir berpatroli setiap jam. Jaringan pendeteksi energi dipasang di setiap sudut strategis, dan para pengajar tingkat tinggi bergantian berjaga malam. Semua langkah ini diambil demi satu alasan utama yaitu melindungi aset terbesar akademi, Kaelen Voss yang kini telah resmi menjadi sasaran utama kekuatan-kekuatan gelap.

Namun organisasi yang telah bergerak dalam bayang-bayang selama ratusan tahun ini bukanlah lawan yang mudah dikalahkan hanya dengan pertahanan biasa. Mereka memiliki cara sendiri untuk menembus segala penghalang. Cara yang telah teruji oleh waktu dan darah.

Di sebuah sudut terpencil di balik tebing batu tinggi di sisi utara akademi tempat di mana tembok pertahanan alami bertemu dengan jurang dalam, ruang udara tiba-tiba bergetar pelan. Gelombang samar berwarna kelabu tua bergelombang, lalu perlahan memadat membentuk wujud tiga sosok manusia yang mengenakan jubah hitam ketat yang menyerap cahaya malam. Wajah mereka tertutup topeng bergambar tengkorak bersayap. Lambang dari Pasukan Bayangan. Mata-mata elit Organisasi Bayangan yang keahlian menyusup dan membunuhnya sangat ditakuti di seluruh penjuru benua.

"Pertahanan luar cukup ketat," bisik salah satu dari mereka. Suaranya rendah dan datar, seolah berasal dari kedalaman tanah. Dia adalah pemimpin kelompok ini. Seorang agen tingkat tinggi yang dikenal dengan nama sandi Kadal. "Namun, jaringan pendeteksi mereka hanya menangkap energi elemen alam murni. Mereka lupa satu hal bahwa kita adalah makhluk yang telah meninggalkan cahaya dan hidup di sisi bayangan. Energi kita sama sekali berbeda."

"Benar, Kakak Pemimpin," jawab rekannya yang bertubuh kurus dan bergerak lincah seperti kucing liar. "Tugas kita malam ini jelas. Mengamati, mengonfirmasi kekuatan sebenarnya dari sasaran, dan jika memungkinkan menanam Segel Bayangan agar setiap gerak-geriknya selalu terpantau. Ingat perintah Jenderal adalah jangan membunuh, dan jangan melukai parah. Sasaran harus utuh saat kita membawanya nanti."

Yang ketiga sosok yang paling pendiam dan berbadan kekar. Hanya mengangguk pelan. Matanya yang tajam menatap lurus ke arah kompleks asrama siswa yang berdiri megah di kejauhan. Di sana di bangunan paling ujung yang menghadap ke taman tertutup, itulah tempat tinggal Kaelen Voss.

"Bergera!" perintah Kadal singkat. "Gunakan Teknik Menyatu Gelap. Jangan biarkan ada makhluk hidup pun yang menyadari keberadaan kita, sekecil apa pun itu."

Tiga sosok itu membulatkan tubuh mereka. Dalam sekejap mata, mereka lenyap dari pandangan. Mereka tidak menghilang begitu saja, mereka benar-benar menyatu dengan kegelapan malam menjadi satu bagian dari bayangan yang terhampar di tanah dan dinding. Gerakan mereka begitu halus dan senyap. Bahkan angin malam pun tidak terganggu oleh keberadaan mereka. Melintasi tembok tinggi. Melewati patroli pengawal, dan menembus lapisan sihir pelindung luar. Mereka bergerak mendekat bagaikan racun yang mengalir diam-diam menuju jantung sasaran.

^^^

Di dalam kamarnya, Kaelen sedang duduk bersila di atas kasur. Matanya terpejam namun kesadarannya terbuka lebar. Sejak kembali ke kamar setelah upacara siang tadi, dia tidak pernah benar-benar rileks. Instingnya yang telah diasah tajam oleh ribuan pertempuran melawan makhluk buas dan bahaya maut terus berteriak keras di dalam benaknya memberi peringatan bahwa bahaya belum berlalu. Justru sebaliknya, bahaya itu kini semakin dekat dan semakin nyata.

Di dalam dirinya, empat elemen dasar yang sempurna berputar perlahan namun penuh kewaspadaan. Elemen Angin yang tajam menyapu setiap inci udara di sekeliling gedung. Menangkap setiap hembusan napas. Setiap langkah kaki, dan setiap getaran energi. Elemen Tanah yang kokoh merasakan setiap guncangan di bawah lantai dan pondasi bangunan. Elemen Petir yang cepat siap meledak menjadi kilat maut begitu ada ancaman yang masuk.

Sementara Elemen Api yang panas membara bersiap membakar apa saja yang dianggap musuh. Dan di balik semuanya, Elemen Kristal yang berkilauan bertindak sebagai perisai mutlak yang tak terlihat. Melindungi setiap celah pertahanan dirinya.

Namun yang paling membantu saat ini adalah percikan kecil elemen Gelap yang dia miliki. Karena memiliki sifat energi yang sama, Kaelen bisa merasakan keberadaan energi sejenis yang mendekat. Sesuatu yang tidak bisa dideteksi oleh sihir pendeteksi biasa milik akademi.

"Mereka datang," batin Kaelen. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum dingin. "Cepat, diam, dan sangat berhati-hati. Keahlian menyusup ini pasti anggota Organisasi Bayangan. Akhirnya kalian datang juga. Aku sudah menunggu cukup lama."

Kaelen tidak bergerak sedikit pun. Dia tetap mempertahankan posisi duduk bermeditasi yang tenang. Dia sengaja membiarkan pintu dan jendela kamarnya tidak dikunci rapat. Bahkan sedikit terbuka, seolah-olah dia adalah mangsa yang lengah dan tidak berhati-hati.

Namun di balik ketenangan itu seluruh kekuatan elemennya sudah siap siaga. Dikumpulkan di seluruh permukaan kulitnya menunggu saat yang tepat untuk meledak.

Beberapa menit kemudian, bayangan di sudut ruangan bergerak. Bukan bayangan yang terbentuk oleh cahaya lilin, melainkan bayangan yang bergerak sendiri. Bayangan itu melesat cepat dari balik lemari. Kemudian merambat di sepanjang dinding hingga akhirnya memadat menjadi wujud Kadal tepat di depan meja belajar Kaelen. Diikuti oleh kedua rekannya yang muncul dari celah jendela dan di bawah lantai.

Tiga sosok berjubah hitam itu berdiri melingkar. Mengurung Kaelen yang masih duduk diam dengan mata terpejam. Suasana ruangan itu begitu hening hingga suara detak jantung pun terdengar jelas. Kadal melangkah maju selangkah. Matanya yang di balik topeng menatap tajam ke arah pemuda di hadapannya. Dia kemudian mengeluarkan sebutir bola kristal hitam kecil dari balik jubahnya. Bola itu berdenyut pelan, memancarkan hawa dingin yang membuat suhu ruangan turun drastis.

"Jadi, inilah dia, Kaelen Voss." Suara Kadal berbisik. Bergema pelan di ruangan tertutup itu. "Sang Bakat Terbesar dalam Seratus Tahun Terakhir. Sumber kekuatan yang akan menjadi milik Yang Mulia Raja Bayangan. Kau terlihat biasa saja, pemuda! Tidak ada aura yang mengerikan. Tidak ada ketajaman yang menyakitkan mata. Seolah-olah kau hanyalah siswa biasa yang sedang tidur."

"Penampilan memang sering kali menipu, Tuan Mata-Mata!" tiba-tiba suara Kaelen terdengar tenang dan jernih, memecah keheningan mencekam itu.

Mata Kadal membelalak kaget. Tubuhnya menegang seketika. Kedua rekannya di sampingnya langsung mencabut senjata mereka, pisau panjang berwarna hitam pekat yang dilapisi racun mematikan bersiap menyerang secepat kilat.

Kaelen perlahan membuka matanya. Di balik kelopak matanya yang terbuka, manik matanya tidak berwarna hitam atau cokelat biasa. Saat ini matanya memancarkan kilatan cahaya keemasan bercampur ungu. Begitu tajam dan menusuk hingga ketiga mata-mata itu merasa seolah jiwa mereka ditelanjangi habis-habisan.

"Kalian pikir dengan bersembunyi di balik bayangan kalian bisa masuk ke sini sesuka hati dan melakukan apa saja?" ucap dan tanya Kaelen Suaranya rendah namun bergema berisi tekanan kekuatan elemen yang membuat dinding ruangan bergetar halus. "Kalian pikir energi Gelap yang kalian banggakan itu bisa menyembunyikan keberadaan kalian dari orang yang juga memahami esensi kegelapan itu sendiri?"

Kadal mundur selangkah. Tangannya gemetar sedikit karena keterkejutan luar biasa. "Kau... kau bisa merasakan kami? Kau memiliki indra terhadap energi Gelap? Mustahil! Hanya anggota organisasi yang telah melakukan Ritual Penyatuan yang bisa memiliki kemampuan itu! Kau hanyalah anak muda yang tumbuh di bawah cahaya akademi!"

"Dunia ini lebih luas dari pada apa yang diajarkan oleh organisasi gelap kalian," jawab Kaelen dingin. Dia berdiri perlahan dari tempat duduknya.

Saat Kaelen berdiri, tekanan udara di ruangan itu berubah drastis. Lantai batu yang kokoh retak halus di bawah kakinya karena beratnya energi yang dipancarkan tubuhnya.

Kadal dengan cepat menekan rasa kagetnya. Dia sadar, misi mereka kini berubah dari pengamatan menjadi konfrontasi. Dia memberi isyarat tangan cepat kepada kedua rekannya.

"Serang! Jangan beri dia kesempatan mengerahkan kekuatan penuhnya! Gunakan Belati Pengikat! Kita harus membawanya pergi malam ini juga!" perintah Kadal berbisik tajam.

Dua rekannya yang lincah melesat maju seperti anak panah yang lepas dari busur. Gerakan mereka begitu cepat dan senyap. Memanfaatkan sisi buta penglihatan. Menyerang dari kiri dan kanan secara bersamaan. Ujung belati hitam mereka berkilauan berbahaya. Diracuni dengan zat yang bisa melumpuhkan aliran energi sihir dalam sekejap mata.

Namun bagi Kaelen yang memiliki elemen Angin dan Petir hingga tingkat Mahir Penuh. Kecepatan mereka bagaikan gerakan siput yang terlihat sangat jelas. Kaelen tidak berusaha menghindar atau menangkis. Dia hanya mengangkat kedua tangannya sedikit ke samping.

"Elemen Kristal: Dinding Tak Terlihat."

Tanpa suara, lapisan udara kosong di sisi kiri dan kanan tubuh Kaelen seketika berubah menjadi sekeras berlian murni, bening namun kokoh tak tertembus.

KRAK..

Suara tulang yang patah terdengar mengerikan di ruangan itu. Kedua agen itu menghantam dinding tak terlihat itu dengan kecepatan penuh. Akibat hukum aksi-reaksi, tubuh mereka terpental mundur jauh. Tulang lengan mereka hancur berkeping-keping. Belati mereka terlempar jauh dan menancap di dinding. Mereka jatuh terguling di lantai sambil menahan rasa sakit yang luar biasa. Wajah mereka memucat keringat dingin menetes deras.

"Mustahil! Apa itu? Tidak ada apa-apa. Tapi sekeras gunung," rintih salah satu agen itu dengan suara tercekik.

Kadal yang melihat kejadian itu tertegun di tempatnya. Rasa percaya dirinya runtuh seketika. Dia tahu betul kekuatan kedua rekannya itu. Mereka mampu menembus tembok baja setebal satu meter dengan belati itu.

Namun kini, mereka dipatahkan begitu saja hanya dengan menghantam udara kosong?

"Kalian terlalu lemah," ucap Kaelen dingin. Matanya menatap lurus ke arah pemimpin kelompok itu. "Ini hanya sebagian kecil dari kekuatan yang ingin kalian ambil. Kalian mengira barang berharga sebesar ini akan dijaga dengan pagar kayu saja?"

Kadal mengertakkan gigi di balik topengnya. Dia sadar situasi sudah tidak bisa dikendalikan. Dia mengeluarkan bola kristal hitam tadi dan melemparkannya ke lantai sekeras tenaga.

"Kau kuat. Kami salah menilai kekuatanmu, Kaelen Voss. Tapi ingatlah, ini baru permulaan. Kami hanyalah ujung tombak yang paling tumpul. Saat pasukan inti kami datang. Saat para Jenderal bergerak, kau akan tahu betapa kecil dan lemahnya dirimu sebenarnya!"

1
whiteblack✴️
good ..kae...itu yg aku inginkan
whiteblack✴️
kae keren....
whiteblack✴️
ini kata" yg asama yg di ucapkan oleh musuh kae di akademi waktu itu...
whiteblack✴️
masih kepo selanjutnya gimana kak..
whiteblack✴️
Kae akan menang, dan kuat melawanmu Gus setan bedeba
whiteblack✴️
kata" kae keren sekali
whiteblack✴️
ayo kae...lawan dg "Mana"mu ...dg sadis ok
whiteblack✴️
benar kae..dirimu harus siap siaga mulai sekarang
whiteblack✴️
khayalanmu setan bedebah akan musnah dg sendirinya!!😒 kae akan memusnahkan kau setan bedeba/Angry/
whiteblack✴️
nie raja setan bedeba Ge'er banget.../Speechless/...hey setan bedeba...kae akan mengalahkanmu dg jentikan jari .../Determined/
whiteblack✴️
wow..lira keren...
whiteblack✴️
hmmm aku suka itu kae..kutunggu moment itu terjadi..
whiteblack✴️
wow..kae keren..nah gitu dong di beri balasan seperti itu ya kae..biar tidak ada jejak setan bedeba tuw..
whiteblack✴️
rasakan tuw...pembalasan dari kae
whiteblack✴️
masih kepo kak...mau lihat kae bertarung...
whiteblack✴️
Rasakan tuw...pembalasan kae..enak tidak bedeba sialan
whiteblack✴️
keren kae...lanjutkan ..
whiteblack✴️
mulutkau bau busuk..bedeba
whiteblack✴️
suasananya gimana ya saat bertemu sahabatnya?
whiteblack✴️
Pintu Babak Utama segera di buka...untukmu kae..saat bertemu sahabatmu disana..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!