Plakkkkkk
Suara tamparan tampak menggema di sebuah ruangan gelap dimana semua orang menatapnya dengan ekspresi terkejut diwajah mereka.
Daxia, Atau kini namanya telah berubah Yu Chaoyin, Gadis yang seharusnya melakukan rutinitas belanjanya di hari pekan kini berubah sempurna kala dirinya berada didunia yang dia anggap mengerikan.
"Ku perintahkan keluar, Atau ku hancurkan wajah sialanmu itu dengan kuku ku"
Ucapnya dengan kasar, Menatap marah pada sosok gadis muda di hadapannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pio21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada orang lain dalam gua
Chaoyin berjalan tanpa ragu, Seolah rute yang telah diberitahukan oleh Lan telah terekam baik di kepalanya.
Kini Chaoyin mulai melangkah masuk kedalam hutan, Udara dingin dan lembab langsung menerpa kulit gadis itu. Pohon pohon besar seolah menyambutnya saat dia semakin membawa langkahnya masuk lebih dalam.
Dengan sebuah lentera sebagai penerangan yang dia pegang, Tidak ada rasa takut sama sekali, Sebab perasaan yang mendominasi kali ini adalah rasa penasaran yang teramat besar. Tentang binatang roh, Tentang tanaman roh, dan tentang pencapaian seperti apa yang akan dia dapatkan setelah mencapai titik kultivasi paling tinggi.
Anggaplah Chaoyin menghayal memikirkan itu, Namun bukankah tidak ada yang mustahil jika mencobanya, Sama dengan dirinya di masa depan yang bahkan tidak menyukai balet, Hingga terpaksa ikut les balet karna sebuah alasan, Sampai pada akhirnya dia mendapatkan titik penghargaan tertinggi dalam ajang kompetisi balet.
Katakanlah dia gadis yang sangat sangat ambisius, Dan Chaoyin akan membenarkannya tanpa ragu. Bagi gadis itu tantangan akan membuat hidupnya lebih bewarna, Hingga tidak hanya puas di dunia balet, Dimasa depan dia mencoba iklan, model fashion, Bahkan beberapa waktu dia mengikuti kelas akting. Dia ingin mencobanya setelah mendapatkan tawaran menjadi pemeran utama. Dia adalah gadis tersibuk masa itu.
Chaoyin menghela nafasnya kasar, Andai dia tidak terdampar didunia ini, Mungkin saat ini dia tengah sibuk melakukan syuting untuk film pertamanya.
Sejenak Chaoyin menghentikan langkah kakinya, Lantas mulai merasakan energi qi spritual disekitarnya, Seolah merasa tidak puas, Chaoyin kembali melanjutkan kakinya lebih dalam sebab ingin mencari tempat yang energi qi nya lebih padat.
Dan akhirnya entah berapa jarak yang dia tempuh, Chaoyin mendapatkan tempat yang pas, Bahkan dia tidak sengaja melihat keberadaan sebuah gua yang nyatanya jika dilihat dari depan tidak begitu luas, Namun saat memasukinya ternyata gua tersebut cukup panjang, Yang bahkan Chaoyin tidak memiliki keberanian untuk memeriksa gua itu hingga ujung.
Lantas setelah memastikan tempat yang pas untuk dia berkultivasi di dalam gua itu, Chaoyin mulai mengambil posisi lotus, Sejenak dia memperhatikan sekelilingnya lebih dulu. Jaraknya dari mulut gua cukup jauh, Hingga dia rasa meskipun ada binatang buas dari luar mereka tidak akan melihat keberadaannya. Chaoyin mulai menangkan dirinya dengan mengatur nafas agar lebih stabil. Kemudian Chaoyin mulai menyerap energi qi spritual di sekelilingnya yang melimpah, Mengalir masuk ke meridiangnya.
Gadis itu tentu saja merasa senang, Meridiangnya cukup lebih luas dari sebelumnya, Meski tidak ada peningkatan yang besar namun Chaoyin tetap saja merasa senang.
Hingga beberapa waktu berlalu, Chaoyin merasa dantiannya telah terisi penuh, Bahkan dia telah merasakan dinding yang pernah di jumpai sebelumnya, Dan kini dia harus menghancurkan dinding tersebut untuk merasakan terobosan berikutnya.
Satu hantaman tidak membuat dinding itu bergetar walau sedikit saja, Bahkan setelah puluhan atau ratusan kali Chaoyin menghantam dinding tersebut masih enggan bergetar. Ini jelas lebih kokoh dibandingkan dengan dinding sebelumnya.
Chaoyin menggertakkan giginya dengan emosi, Dia tidak akan menyerah semudah itu meski kini energinya terasa terkuras lebih cepat. Hingga setelah melakukan hantaman kembali untuk kesekian kalinya, Retakan kecil muncul.
Chaoyin yang menyadari itu seketika merasakan pasokan semangat yang luar biasa, Dengan cepat dia kembali menghantam tembok tersebut dengan menggila.
Hingga,,,
BOMMMM
Dia berhasil melakukan terobosan yang dia yakini waktunya lebih singkat dari pertama kali dia menerobos. Tentu saja hal tersebut membuat Chaoyin merasa bangga.
Namun sesuatu mengejutkan dirinya begitu mata gadis itu terbuka, Sebuah pedang yang mampu menyilaukan mata tepat berada di depan wajahnya.
Chaoyin jelas saja terkejut, Kemudian gadis itu mengangkat pandangannya hingga tatapannya bertemu dengan netra keemasan seorang pria yang menatapnya dengan dingin.
"Siapa kau?"
Suara rendah dan menyeramkan itu keluar dari bibir yang tampak pucat pria dihadapannya.
"Yakk, Kau tidak salah bertanya? Harusnya aku yang bertanya siapa kau? Dan kenapa kau mengacungkan pedangmu di depan wajahku?"
Teriak Chaoyin dengan emosi
Bagaimana tidak, Dia benar-benar tidak bisa membayangkan jika saja saat dia membuka mata dan langsung bergerak dengan agresif sudah dia pastikan jika pedang milik pria aneh itu telah melukai wajahnya.
Dan tentu saja itu adalah mimpi buruk bagi Chaoyin sebab gadis itu berpendapat, Wajah dan kecantikan adalah aset nomor satu yang harus dia jaga.
"Kau berani berteriak padaku?"
Tanyanya dengan alis berkerut dalam, Ini pertama kali ada seseorang yang berani berteriak padanya, Jelas itu menyinggung pria tersebut.
"Memangnya siapa kau hingga aku tidak berani?"
Tanya Chaoyin dengan tatapan tanpa rasa takut.
Belum sempat pria itu menimpali, Samar samar terdengar suara ngauman dari arah luar gua membuat Chaoyin dan pria itu refleks memalingkan wajah.
Itu jelas suara serigala hutan, Yang tentunya tidak seperti serigala biasa, Melainkan serigala dalam bentuk hewan roh, Dan kemampuannya tentu tidak bisa diprediksi.
"I itu"
Cicit Chaoyin takut-takut
Pria dengan netra emas itu tampak diam, Namun tidak terlihat takut. Dia mungkin bisa menangani binatang buas itu, Namun tidak untuk kali ini, Kondisinya cukup buruk.
Bahkan sebelumnya dia bersembunyi digua ini menunggu orang kepercayaannya datang membawa seseorang yang dia butuhkan. Dan saat tengah bersembunyi di bagian ujung gua dia menyadari keberadaan manusia lainnya. Hingga dia menemukan sosok gadis yang tampak tenang berkultivasi tanpa memikirkan apa saja yang bisa terjadi padanya saat mata terpejam.
Chaoyin, Dengan ujung telunjuknya mendorong pedang pria itu sedikit menjauh, Lantas segera berdiri secepat kilat dan berdiri dibelakang pria tersebut bahkan secara tanpa sadar memegang lengan pria itu.
Sang pria bernetra keemasan itu terkejut dengan tindakannya, Dia ingin marah tentu saja karna dia suka disentuh oleh orang lain kecuali orang-orang terdekatnya.
Namun saat dia hendak menghempaskan gadis itu karna berani menyentuhnya tanpa izin, Sebuah kehangatan seolah mengalir begitu deras kedalam dantiannya.
Pria itu jelas saja terkejut, Dia menatap gadis tersebut dengan tatapan rumit. Chaoyin yang merasa ditatap segera tersadar langsung melepaskan tangannya.
Namun pria itu segera menahannya, Membuat Chaoyin terheran-heran dibuatnya.
"Pegang lebih lama aku perlu merasakan sesuatu"
Sahut pria tersebut yang terlihat begitu serius
Namun sayangnya, Chaoyin salah memaknai kalimat pria tersebut.
"Yakkk pria mesum lepaskan tanganku"
Teriaknya dengan cukup nyaring, Dia pikir jika pria bernetra emas itu adalah pria mesum yang ingin mengambil keuntungan dalam kesempitan pada gadis cantik seperti dirinya.
Sialnya tanpa Chaoyin sadari teriakannya berhasil membuat serigala di luar gua menyadari keberadaan mereka.
"Siall"
Umpat pria itu ketika merasakan serigala itu mendekat ke arah mereka.
Pria itu lantas menggenggam tangan gadis itu, Menariknya masuk lebih dalam ke dalam gua untuk bersembunyi. Sayangnya lagi-lagi Chaoyin salah menanggapinya.
"Yakkk kau ingin memperkosaku yah, Lepaskan aku pria mesum"
Teriaknya yang berusaha memberontak sekuat tenaga.
"Diamlah, Apa yang kau pikirkan, Teriakanmu mengundang serigala itu kemari"
Sentak pria tersebut dengan emosi.
thanks teh 💪😍🙏
biasanya gua skip,tapi iseng2 baca dulu Ng tau bagus banget.
thanks teh 🙏💪😍
di tunggu double up ny thor