Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?
Selamat membaca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maling Teriak Maling
"Siapa Kamu?????!" Yusuf membentak dengan tatapan nyalang, namun Dewangga tidak bergeming. Ia tetap tenang meski orang dalam cengkeramannya sudah siap mengamuk.
Yusuf dan Dewangga memiliki postur tubuh yang cukup jauh. Yusuf yang tingginya kurang dari 180 cm tampak jauh di bawah Dewangga yang tingginya lebih dari 190 cm, meski perawakannya sama-sama bagus dan tampak berotot.
"Saya tanya siapa Kamu!!!??? Lepas!!!" Yusuf menarik tangannya dari genggaman Dewangga sampai tubuhnya sedikit terhempas ke belakang.
"Saya atasan Bu dokter Nurmala"
"Apa?"
"Bu Nurmala adalah dokter spesialis di rumah sakit Saya. Saya sedang ada urusan disini, lalu melihat ada laki-laki tidak beradab yang hampir main tangan sama perempuan"
"Kurang ajar Kamu ya, datang-datang langsung nimbrung aja! Jangan suka ikut campur, ini urusan rumah tangga orang!"
"Oh, jadi Anda ini mantan suaminya dokter Nurma??"
"Saya masih menjadi suaminya secara sah sampai sekarang?"
"Oh ya? Masih suaminya kok mau mukul?"
"Kamu!"
"Dewangga, sudah cukup. Lebih baik Kita pergi dari sini, nggak usah di ladenin"
"Oh gitu ya... Ternyata Kalian akrab ya, Kamu ada main sama Dia, makanya ngotot mau cerai??? Iya??" Yusuf mencibir.
Nurma hanya tersenyum sinis sambil menatap Yusuf dan Niken bergantian. Apalagi Niken yang menatap Dewangga tanpa berkedip. Entah kenapa membuatnya kesal. Mungkin karena sikap tidak tahu malunya yang ditunjukkan secara terang-terangan begitu, sudah menikah siri dengan suami orang, masih menatap laki-laki lain dengan penuh minat padahal suaminya masih berdiri di sampingnya.
"Kenapa diam? Ngaku kamu? Dia ini simpanan Kamu kan? Kalau nggak kenapa kebetulan bisa ada disini, ngaku-ngaku jadi atasan Kamu?"
"Yusuf. Seenggaknya Kamu harus tahu malu. Jangan karena Kamu tukang selingkuh, maka kamu anggap orang lain juga melakukan hal serendah Kamu. Jangan jadi maling teriak maling. Daripada ngurusin Aku yang bakal jadi mantan istrimu, mending Kamu ngurusin istri barumu tuh yang udah ngiler liat cowok ganteng! Yuk ah Ret, Dewangga, Kita pergi dari sini, jangan buang-buang waktu ngurusin dua setan gatal ini"
Nurmala pun berbalik seraya menggandeng tangan Retno, Dewangga mengekor di belakangnya, melanggang santai sembari menoleh ke arah Yusuf dengan tatapan mengejek.
Yusuf mengepalkan tangannya kuat-kuat, begitu hendak pergi Ia baru menyadari bahwa Niken masih setia memandangi laki-laki bernama Dewangga itu.
"Kamu pesan ojek aja sana, jangan pulang bareng Aku" Ucapnya dengan dingin.
"Eh-eh? Mas kok gitu, Mas!!"
Dan terjadilah aksi kejar-kejaran antar pasangan peselingkuh itu.
****
"Kok kebetulan banget Kamu ada disini?"
Tanya Nurmala, Dewangga tersenyum lalu menjawab,
"Aku emang sengaja kesini Kak, Aku khawatir sama Kak Nurma, nggak tahu kenapa"
Apa?
Nurma mengerjapkan matanya beberapa kali karena merasa bingung mendengar jawaban Dewangga.
Tapi, itu bukan hal yang mustahil, bagaimanapun Dewangga saat ini adalah atasannya kan?
Berbeda dengan Nurmala yang tidak peka, Retno sudah menahan senyum sedari tadi. Dilihat dari sisi manapun, Dewangga jelas-jelas menyukai Nurma.
Retno merasakannya dari cara Dewangga menatap Nurma dan caranya berbicara pada sahabatnya itu. Tapi, sebagai perempuan yang pernah gagal dalam berumah tangga dan memutuskan jadi single abadi, Retno tidak mau gegabah dengan mendukung Dewangga mendekati Nurma. Apalagi Nurma juga korban perselingkuhan serta KDRT meskipun dalam bentuk penghinaan verbal.
Nurma pasti butuh waktu untuk menyembuhkan luka hatinya yang pasti sangat dalam itu. Jadi, Retno memilih untuk netral saja, atau pura-pura tidak tahu.
Sementara itu, Dewangga yang melihat Nurma tidak merespon ucapannya, lagi-lagi tersenyum dan lanjut berkata,
"Jangan jadi terbebani ya Kak Nurma, Saya cuma merasa khawatir karena saat minta izin, Kak Nurma kelihatan gelisah, lagipula Kak Nurma kan karyawan Saya, anggap aja ini perhatian antar rekan kerja"
"Oh... Iya makasih ya Dewangga, diluar jam kerja Aku panggil nama aja nggak apa-apa kan?" Ucapnya. Nurma ingin memperjelas status bahwa Nurmala jauh lebih tua dari Dewangga.
"Iya nggak apa-apa" Sahut Dewangga, lalu kembali bertanya,
"Ngomong-ngomong, kalau boleh tahu gimana tadi proses sidang pertamanya Kak? Apa ada masalah?"
"Enggak kok, untungnya Mas Yusuf orangnya emosian, jadi hakim akhirnya memutuskan bahwa mediasi gagal karena Kami terus-menerus cekcok sepanjang sidang, lagipula buktinya sangat banyak dan kuat, jadi proses perceraiannya akan dilanjutkan sampai putusan. Tapi, Aku memutuskan untuk nggak datang, nanti Retno yang urus semuanya"
"Mmm gitu ya, kalau gitu biar Kak Nurma nggak terlalu sedih, gimana kalau mulai lusa Kak Nurma ikut kegiatan rutin Flying doctor ke dusun-dusun terpencil setiap Minggu? Jadi akan jarang stay di rumah sakit. Itung-itung refreshing?"
"Boleh-boleh, tapi sebenarnya Aku nggak sesedih itu kok, hehe"
"Hehe... Ya udah, sebaiknya malam ini Kita kembali ke Bandung, jadi besok pagi udah bisa mulai persiapannya"
"Ok... Berarti Aku harus pesan tiket kereta sekarang"
"Ngapain, bareng Aku aja Kak" Ucap Dewangga, dan lagi-lagi Nurma tidak tahu harus bagaimana menanggapinya.
Dia masih belum resmi bercerai, satu mobil berdua dengan Pria asing untuk melakukan perjalanan yang cukup panjang, agaknya terlalu....
"Maaf ya Dewangga, bukan apa-apa, tapi Aku belum resmi bercerai, jadi Aku nggak bisa berduaan aja sama laki-laki asing walaupun kita rekan kerja, Aku kurang nyaman dengan situasi semacam itu"
"Ok, Aku mengerti Kak, maaf ya"
"Nggak apa-apa, Aku yang minta maaf..."
Dewangga mengangguk, setelah berbincang-bincang cukup panjang, Akhirnya Mereka kembali ke mobil masing-masing.
Dewangga pulang ke apartemennya, sementara Nurmala kembali ke rumah Retno.
Sesampainya di rumah Retno, kedua sahabat itu mengobrol di ruang TV sambil menikmati camilan karena hari masih cukup terang.
"Nurma, Kamu nggak tertarik sama Dewangga?"
Tanya Retno tiba-tiba.
"Maksudmu?"
"Masa iya Kamu nggak bisa ngerasain kalau Dia punya rasa sama Kamu. Kalau nggak, mana mungkin jauh-jauh nyusul kesini cuma karena 'khawatir'?"
Bohong kalau Nurma tidak merasakannya, bahkan saat di terima kerja di rumah sakit milik Dewangga pun, Nurma bisa merasakan tatapan yang berbeda dari mata Dewangga. Tapi, pengalamannya dengan Yusuf sudah cukup menghancurkan semua perasaannya.
Dulu, Yusuf juga begitu gigih mengejarnya, seolah-olah Dia adalah dunia Pria itu. Namun, sedekah menikah dan tinggal bersama, sebenarnya sikap Pria itu langsung berubah. Hanya saja, Nurmala mencoba untuk mentolerir, karena menikah dengan Yusuf adalah keputusannya. Jadi, Dia merasa harus bertanggung jawab atas keputusannya sendiri.
Dia tidak mau terlena untuk kedua kalinya. Apalagi, Dewangga lebih muda, kaya raya dan tampan. Dia memiliki lebih banyak opsi wanita lain daripada Yusuf. Kemungkinan Dewangga untuk lebih cepat bosan pada Nurma lebih besar.
"Aku bukannya nggak sadar, tapi Aku nggak mau tahu Ret. Udah cukup sekali gagal. Toh, sahabatku ini juga bahagia meskipun jadi single kan? Aku mau jadi kaya Kamu aja"
Nurmala tersenyum kemudian memeluk Retno. Namun Retno justru merasa sedih. Dia tidak menikah lagi bukan karena bahagia menyendiri, Namun karena takut di khianati lagi.
Jadi, Retno bisa langsung tahu bahwa sahabatnya juga mengalami trauma yang sama, apalagi pengkhianatan Yusuf bisa di bilang sangat parah. Menikahi keponakan Nurma, yang bahkan di biayai dan di sekolahkan oleh Nurma. Tentu saja Nurma lebih terluka daripada dirinya yang hanya di selingkuhi dengan seorang LC.
harus ada anti hero yang membuat cerita seruu🎸🎸