NovelToon NovelToon
Istriku, Adik Sahabatku.

Istriku, Adik Sahabatku.

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di saat kedua sahabatnya telah menikah, Davin masih saja setia pada status jomblonya. hingga pada suatu malam ia menghadiri perayaan adik perempuannya di sebuah hotel. perayaan atas kelulusan adik perempuannya yang resmi menyandang gelar sarjana. Tapi siapa sangka malam itu terjadi accident yang berada diluar kendali Davin, pria itu secara sadar meniduri rekan seangkatan adiknya, dan gadis itu tak lain adalah adik kandung dari sahabat baiknya, Arga Brahmana. sehingga mau tak mau Davin harus bertanggung jawab atas perbuatannya dengan menikahi, Faradila.

Akankah pernikahan yang disebabkan oleh one night stand tersebut bisa bertahan atau justru berakhir begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

"Selamat pagi semua.... Kenalkan, nama saya Faradila. Saya merupakan pegawai baru di SJ group. Sebagai pegawai yang baru bergabung di sini, saya mohon bimbingan dari bapak dan ibu sekalian." Dila di minta oleh sekretaris Faras untuk memperkenalkan diri di hadapan para pegawai yang bergabung di dalam divisi pemasaran. Ya, selain bergerak di bidang properti, SJ group juga memproduksi berbagai macam produk, mulai dari produk kecantikan, produk makanan dan beberapa produk lainnya.

"Selamat pagi Nona Faradila, selamat bergabung di divisi ini, semoga kedepannya kita bisa menjadi partner kerja yang solid dan selalu saling menghargai dalam urusan pekerjaan." Balas Salah seorang pegawai senior di divisi tersebut, sebagai perwakilan dari para pegawai yang lainnya.

"Ngomong-ngomong, Nona Faradila sudah punya pacar belum?." Celetukan dari salah seorang pegawai yang terkenal friendly di divisi tersebut berhasil membuat yang lainnya memalingkan pandangan pada pria itu. Pasalnya, di saat lagi serius seperti ini, Pria itu justru melontarkan pertanyaan seenak jidatnya.

Sadar menjadi pusat perhatian, pegawai bernama Fandi tersebut sontak mengulas senyum tanpa dosa. "Apa salahnya bertanya. Bukan begitu, Nona Faradila?."

Dila pun menyematkan senyum tipisnya. "Kebetulan saya sudah menikah."

"Dengar itu, Nona Faradila sudah menikah, dan tidak menerima gombalan receh dari jomblo alot seperti pak Fandi!." Timpal Rani yang juga merupakan salah satu pegawai di divisi pemasaran. Rani melebarkan senyumnya, seolah sedang meledek rekannya itu.

"Ya elah....kayak situ sudah punya pacar saja. Ingat ya Nona Rani, sesama jomblo sejati dilarang saling meledek." balas Fandi. Seperti biasa, Pria berusia dua puluh lima tahun tersebut tak mau kalah.

Dila dibuat kagum Menyaksikan keakraban di antara para pegawai dilingkungan kerja barunya tersebut. Dila yakin kedepannya ia pasti tidak akan merasa sungkan berinteraksi dengan mereka semua.

Setelah menunjukkan meja kerja Dila, sekretaris Faras lantas pamit undur diri, hendak kembali ke meja kerjanya untuk bertugas.

Di hari pertamanya bekerja, Dila di minta oleh kepala divisi untuk menyalin beberapa dokumen. Bukan hanya itu, Dila juga di minta memeriksa beberapa komentar dan saran dari konsumen dalam usaha meningkatkan kualitas produk mereka. Ya, Sebagai perusahaan yang selalu mengutamakan kepuasan konsumen, SJ group menyediakan link khusus bagi konsumen guna menyampaikan beberapa komentar dan juga saran untuk peningkatan produk mereka.

"Ran...Si babang ganteng sudah kembali tuh...." Kebetulan meja kerja Dila berada di antara meja kerja Rani dan Fandi, sehingga gadis itu masih dapat mendengar ucapan Lirih Fandi. Dila sontak mengikuti arah pandang Fandi dan Dila.

Deg

Dila sampai terpaku, rupanya babang ganteng yang dimaksud oleh Fandi adalah suaminya, Davin. Pria itu sedang melintas di depan ruangan mereka.

"Untungnya Nona Faradila sudah menikah, kalau enggak, bisa nambah saingan kamu, Rani." Sambung Fandi sambil tersenyum pada Rani.

Dari ucapan Fandi, Dila bisa menarik kesimpulan bahwa Rani memiliki perasaan pada Davin, apalagi mimik wajah Rani berubah seratus delapan puluh derajat ketika melihat keberadaan Davin. Wanita itu langsung senyum-senyum tak jelas, di tambah lagi dengan cara Rani menatap Davin, terlihat jelas jika wanita itu menyukai Davin. Mengapa Rani masih berani menyukai Davin sementara pria itu sudah beristri? Apa jangan-jangan Davin tidak pernah ngomong jika Sebenarnya ia sudah menikah, sehingga Rani masih berani menaruh hati padanya? Memikirkan semua itu membuat perasaan Dila jadi kesal sendiri.

Tunggu...! Mengapa kau jadi kesal seperti ini, Dila? Bukankah sebelumnya kau sendiri yang meminta mas Davin untuk merahasiakan pernikahan kalian, lalu kenapa justru kau yang merasa tersakiti, dasar aneh...! Di saat sedang kesal pada Davin, kalimat tersebut terlintas begitu saja di benak Dila. Ya, Dila sendiri yang meminta Davin merahasiakan pernikahan mereka dari siapapun, termasuk dari Faras, lalu mengapa ia harus marah jika kini situasi berubah tak terkendali.

"Are you okey?." Pertanyaan Rani sekaligus menyadarkan Dila dari lamunannya.

"I'm Okeyy." Dila menyematkan senyum tipis di bibirnya.

"Btw, tadi itu pak Davin, beliau adalah arsitek terbaik di perusahaan ini. Selain pegawai berbakat di perusahaan ini, beliau juga merupakan sahabat baik tuan Sarfaras." Ucap Rani tanpa di tanya sedikitpun oleh Dila.

"Oh....Begitu rupanya." Dila kembali menyematkan senyum tipisnya.

"Sepertinya dugaanku benar, Nona Rani suka sama mas Davin." Batin Dila. Meski meyakini hatinya masih sepenuhnya di miliki oleh Sandi, Dila tak suka mendengar kata-kata Rani yang terdengar begitu mengangumi suaminya.

Dila kembali memfokuskan diri pada pekerjaannya saat Rani di panggil menghadap ke ruangan atasan. Tapi sayangnya, walau sudah berusaha memfokuskan diri pada pekerjaannya, Dila masih saja merasa terganggu dengan senyuman manis Rani ketika tadi menatap suaminya.

"Rani, kamu di minta sama pak Darma mengantarkan dokumen ini ke ruangan pak Davin." Usai waktu istirahat makan siang, salah seorang rekannya menyampaikan perintah atasan kepada Rani.

"Baik, Bu." Jawab Rani dengan wajah berbinar seraya menerima dokumen tersebut.

"Bahagia amat yang mau ke ruangan babang ganteng...." Fandi melontarkan kalimat menggoda saat melihat wajah malu-malu Rani.

"Kamu bisa saja." Balas Rani sebelum berlalu meninggalkan ruangan mereka, hendak menuju ruangan kerja Davin.

"Seandainya kamu belum menikah, Rani pasti akan menganggap kamu sebagai saingan terberatnya, Dila." Celetuk Fandi sekedar bercanda.

"Bapak bisa saja." Dila jadi gelagapan menanggapi celetukan Fandi.

Di ruangan Davin.

"Permisi pak......Saya di minta mengantarkan dokumen ini ke ruangan bapak."

"Letakan saja di situ." Davin Menuding salah satu sisi meja kerjanya dengan dagunya. Pria itu nampak sibuk dengan pekerjaannya.

Rani lantas meletakkan dokumen di tangannya ke atas meja kerja Davin.

"Sekarang anda boleh kembali ke meja kerja anda, Nona Rani!." Tutur Davin tanpa memalingkan pandangan dari pekerjaannya. Ya, Davin sedang sibuk mendesain gambar yang tadi diminta oleh client.

"Baik, tuan." Rani memang menyukai Davin, namun Rani bukanlah tipikal gadis yang hiperaktif sehingga menghalalkan berbagai macam cara untuk menarik perhatian Davin,. sehingga saat Davin mempersilahkan dirinya kembali ke meja kerjanya, Rani pun patuh.

"Suram amat tuh muka..." Tegur Fandi saat melihat mimik wajah Rani jauh dari kata berbinar.

Rani hanya diam saja, tak berniat merespon candaan Fandi. Hingga Fandi menghampiri meja kerjanya pun Rani masih diam saja.

"Jangan patah semangat, Ran! Kalau jodoh pasti nggak kemana." Tutur Fandi berusaha menghibur rekan kerjanya itu. Bukan hanya Rani, namun Fandi akrab dengan hampir semua rekan kerjanya. Tidak menutup kemungkinan, kedepannya ia akan akrab juga dengan Dila.

Rani hanya mengangguk saja. Entah apa maksud dari anggukan wanita itu, yang jelas bibirnya tak mengeluarkan sepatah katapun.

"Rupanya benar, Nona Rani menyukai mas Davin." Batin Dila yang kini sibuk dengan pekerjaannya. Lebih tepatnya berpura-pura sibuk dengan pekerjaannya, padahal faktanya Dila justru fokus mendengarkan celotehan Fandi yang sibuk menghibur Rani.

Setelah hampir seharian beraktivitas di gedung SJ group, akhirnya detik-detik pertemuan Dila dan Davin pun terjadi tatkala Davin hendak menuju pantry untuk membuat segelas kopi.

"Dila....." Davin sangat terkejut melihat keberadaan Dila di gedung SJ group. "Apa yang kamu lakukan di sini?."

"Tentu saja bekerja, tidak mungkin aku di sini untuk berenang." Jawaban sewot Dila mampu membuat Davin menghela napas panjang dibuatnya.

1
Uba Muhammad Al-varo
sandi.... yang kamu lakukan ke Davin itu bukan wujud dari cintamu ke Dila tapi itu obsesi menghancurkan hidupnya Dila
Uba Muhammad Al-varo
Davin...... dengarkan yang dibicarakan jihad, mulai sekarang rubah semua sifat dan kelakuan mu, bicarakan dengan baik' untuk menyelesaikan semua masalah yang dihadapi
secret
sandi kmu itu bkn cinta tp obsesi, tunggu aja kmu yg akan dihancurkan blik sm Davin
Ariany Sudjana
sandi ga waras, sama seperti mamanya sandi, kok membiarkan anaknya jadi pebinor
Dwi ratna
mulai lgi bikin org salah paham, jd istri yg terbuka x Dil masa SMA suami mah tertutup ntar kyk kemarin suamimu salah paham bingung, gk belajar dr kesalahan kmren koh😫😫😫
Arsa Livia
lanjut thor.... jangan sampe Davin kalah dan jngn sampe sandi melakukan hal buruk PD Rifa...semangat thor
Rina
Sem ga kebenaran segera terungkap dan permaslahannya segera dapat terselesaikan 🫢🫢🫢🫢
Lia siti marlia
kok sandi jadi gitu sih terobsesi banget sama dila ....hati hati kamu sandi bisa jadi bumerang untuk dirimu sama perusahaan ayah mu itu
sri hastuti
apa ini thor, ??? sandy jd laki2 kok spt itu, gak gentlemen,dila sdh gak cinta kok maksa , 😡😡😡
ayo thor jngn smp sandy menang ,kasihan dila , biar dila bahagia sm davin 🙏🙏
Lia siti marlia
iya betul kata papah mu sandi cinta tak harus memiliki
Karsa Sanjaya
bagus
secret
tuhhh dengerin nasehat ppmu sandi
Arsa Livia
lanjut thor...yg banyak napa thor up nya 💪
Felycia R. Fernandez
Dila kk Thor
Sifa Dinieka
lanjut thor
Ariany Sudjana
Davin juga gitu, ada masalah itu dibicarakan, bukan dengan mendiamkan Dila karena cemburu. untungnya yang ketemu jihad di RS, coba kalau orang lain, sudah habis jadi bahan gosip itu
Anah Ajeng Anah: semangat kk d tunggu up nya
total 1 replies
Ariany Sudjana
sandi sandi seperti tidak ada perempuan lain saja di dunia ini, Dila sudah bahagia dengan Davin, jangan bertindak konyol dengan menjadi pebinor
Arsa Livia
lanjut thor... jngn lama lama 💪
Uba Muhammad Al-varo
good luck...... semua masalahnya sudah selesai, semoga apa yang terjadi menjadikan pelajaran yang berharga buat rumah tangga kalian agar kedepannya berjalan lebih baik demi keutuhan keluarga
Rina
Semoga kalian selalu rukun dan bahagia 🫢🫢🫢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!