NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Pelakor / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma

Mari menepi dari kisah Cinderella Story (Pangeran tampan/CEO menikahi Upik Abu), kisah kawin kontrak, dan juga kisah menikah dengan keterpaksaan karena balas budi. Saatnya kita belajar dari pengalaman ana yang aku tulis dikarya perdanaku ini.

Ana merupakan mahasiswi magang di PT. Asri Global Tbk, di perusahaan tersebut ana bertemu dengan seorang pria yang benama julio, julio merupakan manager acounting di divisi tempat ana magang.

Sejak pandangan pertamanya dengan ana, julio sudah menaruh hati terhadap ana, sehingga ia mendekati ana.

Tak banyak rekan-rekan kantornya yang mengetahui jika ternyata julio telah memiliki istri dan anak di kampung halamannya, begitu pun dengan ana.
Hingga hubunganan mereka mereka yang sudah terlalu jauh, sampai pada akhirnya ana mengandung anak julio.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Pagi yang cerah mengiringi hari ini, sinar mentari dengan hangat dan penuh kelembutan meresap dalam tubuh Ana, ia begitu menikmati belaian hangat sang mentari sambil menemani Ibu menyirami bunga-bunga di halaman depan.

Sudah tak tampak lagi raut kesedihan di wajah Ana, meskipun masa depan masih tampak abu-abu baginya.

"Ayo Mbak, aku sudah siap!" Lyra menghampiri Ana

"Hayuk.." Ana berbalik ke arah Ibu, kemudian mencium tangan lembutnya. "Bu, kami pamit ke rumah sakit dulu ya mau cek up."

"Jangan lupa habis cek up kakimu, periksa juga kandunganmu. Ibu khawatir karena kemarin kamu sempat terjatuh." Ibu kembali mengingatkan Ana agar ia memeriksakan kandungannya.

"Siap, Bu. Ooh ia Bu tapi kayanya kita agak lama. Aku mau cari handphone di mall. Ibu tidak keberatankan jika kami makan siang di luar?"

"Tidak, Nduk. Ibu bisa makan bareng sama para pegawai toko. List pertanyaan untuk dokter kandungan sudah kamu bawakan?" tanya Ibu memastikan tak ada yang tertinggal.

"Sudah Bu, nanti semua listnya pertanyaannya aku tanyakan ke dokter."

"Ana dan Lyra pergi dulu ya bu, Assalamualaikum."

"Walaikumsalam." Ibu berbalik ke arah Lyra yang telah menyalakan mesin mobil. "Hati-hati, Lyr. Jangan ngebut-ngebut!"

"Siap Bu, kita jalan dulu ya. Assalamualaikum," sahut Lyra dari dalam mobil.

"Walaikumsalam."

Di perjalanan Ana melihat catatan list pertanyaan untuk dokter kandungan yang Ibu buat. Mulai dari usia kandungan, berat badan ideal hingga tanggal HPL (hari perkiraan lahir)

"Ibu benar-benar sangat perhatian padaku," gumam Ana sembari tersenyum.

Sesampainya di rumah sakit, kaki Ana langsung di periksa, dan di lepas jahitan lukanya. Tidak ada tanda-tanda infeksi, sehingga semua prosesnya berjalan dengan mudah dan cepat. Dokter pun telah memastikan bahwa luka pada kaki ana telah benar-benar sembuh.

Setelah itu mereka berdua, masuk ke poli kandungan. Di poli kandungan dokter meminta Ana untuk berbaring kemudian dokter mengoleskan gel di perut Ana, dokter menggerakkan probe di atas perut Ana yang telah di lapisi gel.

Lyra menatap monitor sambil tersenyum simpul, Lyra bahkan sangat takjub saat mendengar detak jantung janin dalam kandungan Ana, saking senangnya gadis itu sudah membayangkan jika sebentar lagi akan ada bayi mungil yang membuat rumahnya terasa ramai.

Setelah semua pemeriksaan selesai Ana dan Lyra mengunjungi salah satu mall terbesar di Jogja, mereka langsung menuju area konter handphone. Tak memakan waktu yang lama Ana mendapat handphone yang ia cari, ia langsung membayarnya dan mengajak Lyra makan siang di salah satu resto yang terdapat di mall tersebut.

Di resto tersebut secara kebetulan Lyra melihat temannya sedang makan siang bersama suaminya. Lyra berlari meninggalkan Ana di pintu masuk restoran, ia mendekati temannya dan langsung menyapanya.

"Retno, piye kabare?" sapa Lyra kepada Retno.

*Retno, apa kabar?

"Alhamdulillah, sampean piye?"

*alhamdulillah, kamu sendiri bagaimana?

Alhamdulillah baik juga. Eh ia Ret, kenalin Kakakku namanya Mbak Ana." Lyra berbalik ke arah Ana yang kini sudah ada di belakangnya. "Mbak Ana, kenalin. Ini sahabatku, namanya Retno."

Mata Ana terbelalak, wajahnya pucat pasi melihat Julio bersama dengan istrinya. Ana sangat terkejut mendapati kenyataan bahwa Lyra adalah sahabat dari istri Julio.

"Mbak yang tempo hari ke rumah saya itu kan? yang rumah Neneknya sudah kami beli," sapa Retno kepada Ana.

"Iii..ia." Tubuh Ana seperti membeku karena masih syok dengan apa yang terjadi, bertemu dengan Julio lagi seperti mimpi buruk bagi Ana.

"Jadi rumah barumu itu ternyata rumah Neneknya Mbak Ana? Wah kebetulan sekali," ucap Lyra dengan wajah terkejut.

"Iya. Ya sudah yuk kita makan bareng, aku kangen banget sama kamu, Lyr," ajak Retno.

Sebenarnya Ana ingin menolak ajakan Retno tapi Lyra sudah menarik salah satu kursi dan duduk dengan santainya, akhirnya Ana tidak punya pilihan untuk makan satu meja dengan julio.

Sesekali Julio mencuri pandang ke arah Ana dan perutnya, hal itu membuat Ana semakin tidak nyaman.

"Kalian mau pesan apa?" tanya Retno.

"Sushi dan orange jus," jawab Lyra, ia kemudian beralih ke Ana. "Mbak mau apa?"

"Samain aja sama kamu, Lyr," jawab Ana, selera makannya hilang sudah melihat Julio berada di hadapnnya.

Retno mengangguk kemudian berjalan untuk memesan menu di depan. Di saat yang bersamaan Lyra pun meminta izin kepada Ana untuk pergi ke toilet. "Aku ke toilet dulu ya Mbak."

"Eh aku ikut, Lyr."

"Sebentar doang kok Mbak, tidak enak kalo Retno dateng kita tidak ada." Lyra berlalu meninggalkan Ana.

Setelah Lyra pergi, kini tinggallah Ana dengan julio di meja itu. Mereka saling bersebrangan dan hanya terpisah jarak dengan meja yang menjadi pembatas antara mereka berdua.

Ana nampak salah tingkah berdua dengan Julio, tangan Ana mulai basah karena keringat dingin, dengan sedikit gemetar Ana mengeluarkan kartu ATM dan sebuah cincin dari dalam dompetnya. Ia menyerahkan kedua barang tersebut kepada Julio.

"Kau tidak perlu mengembalikan ini, biarkan aku menafkahimu dan menafkahi anakku."

"I don't need! aku masih mampu menghidupi anakku sendiri." Ana berdiri hendak beranjak dari tempat duduknya namun dengan cepat Julio menahannya, pria itu memegang erat pergelangan tangan Ana.

"Aku akan menikahimu, An."

"No, I want." Ana menghempaskan tangan Julio dan pergi keluar dari restoran.

Lyra yang baru tiba di depan resto langsung di tarik oleh Ana keluar dari mall. "Ayo kita pulang, Lyr!"

"Loh kenapa Mbak? Kita kan belum makan." walaupun Lyra merasa bingung dengan sikap Ana namun Lyra menuruti permintaan Ana untuk pulang.

"Tidak ada apa-apa Lyr aku hanya sedang tidak enak badan saja."

Sesampainya di rumah Ana langsung masuk ke dalam kamarnya, ia menangis sesegukan. Pasalnya bukan perkara yang mudah melihat orang di sayang dengan sepenuh hati ternyata milik orang lain.

Meskipun Ana menyadari benar posisinya namun ada perasaan cemburu, iri hati, marah, sedih dan kecewa menjadi satu. Susah payah Ana mencoba melupakan Julio, tapi mengapa pria itu kembali hadir dalam kehidupannya.

"Bahagialah dengan rumah tanggamu, aku akan bahagia hanya dengan anakku hiiiks..." Ana memeluk perutnya.

" Apa hakku untuk memiliki perasaan itu? Tolong aku Tuhan." gumam Ana dalam tangisnya.

1
Nancy Nurwezia
Luar biasa
Apalah Arti Sebuah Nama
cuma ada di novel lelaki seperti RIO,☺️☺️☺️
imelda
cerita wanita tangguh.lumayan keren.
kalea rizuky
ini uda gk. perawan tp sok jual mahal. hadehhh
Mita Karolina
Bukannya kalau LDR itu yg paling penting komunikasi ya?
aima
di Shopee ada ga ya kek rio 🤣😭
Irma: Kalo ada, dah soldout mba😂
total 1 replies
Susi Sinaga
bukan hanya di author ada lelaki spt itu ....dunia nyata jg ada...
Susi Sinaga
wow....terima ...terima
Susi Sinaga
ke rumah si pecundang tak tanggung jawab
Susi Sinaga
terharu aku masih ada org berhati emas spt Bu lyra
Sita Sit
adakah di dunia nyata laki2 kayak Rio,,keren pokoknya rio
altanum
ceritanya bikin penasaran dan ingin segera menyelesaikan membaca semua bab....semangat thor
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
Pak Rio kamu royal juga ya sama istri nya ngasih hadiah ngak tanggung" fatanstis ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
keren habis
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
Semoga hayalan kamu buat nikah sama Julio bisa Jadi kenyataan ya Ana
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
luar biasa

suka sama cerita nya walau baca yg 21+ tapi tetap bagus cerita nya walau belum baca semua bab nya
Leny Hui
a very great novel and there are many lessons that we can learn, highly recommended novels from the author
Defi Danny Firmansyah
semangat....semangat...💪🏻💪🏻💪🏻
Defi Danny Firmansyah
semangat trs berkarya Thor....💪🏻💪🏻💪🏻
Kod Driyah
wah Rio sdh mulai berubah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!