NovelToon NovelToon
Masih Menggenggam Dirimu

Masih Menggenggam Dirimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:238.2k
Nilai: 5
Nama Author: RN

CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu harus baik - baik saja

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam semua para tamu undangan yang Saya hormati. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran semua keluarga besar Saya, kerabat, juga kolega bisnis Saya yang hari ini menyempatkan waktunya untuk hadir di acara jamuan makan malam ini. Terima kasih sebelumnya," kata Darmawan memulai sambutannya.

Darmawan berdiri di tengah ruang tamu, di samping kanannya Aldo berdiri dengan gagahnya. Sementara Maya berdiri di samping kirinya dengan wajah lebih banyak menunduk .

"Hari ini adalah hari kelahiran almarhumah istri saya tercinta Eliza," ucap Darmawan tampak wajahnya terlihat sedih saat menyebut nama Eliza.

"Dua tahun yang lalu, beliau meninggalkan Saya dan putra Saya Aldo," kata Darmawan tangannya menepuk pundak Aldo lembut .

"Waktu yang sangat sulit dan berat untuk Saya dan putra Saya lalui selama 2 tahun ini tanpa beliau. Sebelum almarhumah istri Saya meninggal, dia berpesan kepada saya untuk melakukan sesuatu hal yang bisa membuatnya istirahat dengan tenang, dan alhamdulillah sekarang Saya bisa mewujudkan permintaan terakhir istri Saya tercinta," ucap Darmawan ada nada berat di antara kata-katanya.

Darmawan menarik napas panjang sebelum melanjutkan sambutannya .

"Permintaan terakhir mendiang istri saya tercinta adalah menemukan putri kami dan membawanya pulang ke rumah ini," kata Darmawan .

Suasana mulai riuh para tamu saling memandang dan saling berbisik. Maya mulai gugup dan keringat dingin mulai membasahi kedua telapak tangannya, darah di mukanya mulai tampak perlahan menghilang .

Aldo melihat kegugupan Maya. Dia berjalan dibelakang Papanya dan berdiri di samping Maya digenggamnya salah satu tangan Maya .

Maya mengangkat wajahnya ditatapnya wajah Aldo mata mereka bertemu Aldo tersenyum manis Maya membalas, Aldo menganggukkan kepala dengan kedipan mata lamban seakan ingin mengatakan jangan cemas semua baik-baik saja.

Maya mengangguk, rona merah mulai mengalir kembali di wajahnya wajah Maya kembali terlihat rileks. Reynaldi memperhatikan keduanya Dia tersenyum kecut .

"Putri Saya sekarang ada di samping saya Dia adalah Maya," kata Darmawan memperkenalkan Maya kepada semua orang yang hadir di acara jamuan ini.

Di genggamnya tangan Maya lalu Maya menatap mata Papanya tampak mata Papanya tergenang.

"Terima kasih sayang kamu sudah datang di rumah Papa," kata Darmawan mengakhiri sambutannya.

Para tamu semakin riuh, semua terkejut dengan pengakuan yang disampaikan Darmawan.

"Putri!! putri siapa?," teriakan seseorang yang terdengar melengking.

Semua mata di ruangan itu langsung tertuju kearah sumber suara yang baru memasuki pintu utama. Pemilik suara itu adalah Bu Susi seorang wanita tua beliau adalah ibu dari Elisa dan juga sekaligus nenek Aldo .

"Oma!" pekik Aldo matanya terbelalak melihat kedatangan Omanya yang tidak terduga.

"Ibu?" desis Darmawan kaget melihat mertuanya yang sudah berdiri dan berjalan di tengah-tengah ruangan acara perjamuan.

Aldo dan dermawan saling memandang wajah mereka sama-sama terkejut, memang keduanya sengaja tidak mengundang Bu Susi karena apa yang telah terjadi di masa lalu.

Mereka tidak mau kehadiran Bu Susi nantinya akan menjadi sesuatu yang menakutkan buat Maya. Tapi pada akhirnya hari ini kejadian yang tidak mereka inginkan itu terjadi juga .

Mereka berdua melihat kearah Maya tampak Maya tertunduk dalam, Aldo meraih tangan Maya digenggamnya dengan erat telapak tangan Maya.

"May," panggil Aldo lirih .

Maya tetap menunduk dia tidak berani sama sekali melihat ke sekelilingnya. Bu Susi menatap Darmawan dengan mata yang tajam dan menyala .

"Kalau Dia Putrimu, Dia bukan Putri dari Putriku. Kalau Dia Putrimu siapa Ibu dari Putrimu? apakah kau berani juga menyampaikan di depan orang-orang yang ada di ruangan ini sekarang!" hardik Bu Susi dengan nada yang sangat keras penuh dengan kemarahan dan kebencian.

Darmawan yang mendengar kata-kata dari wanita tua itu benar-benar meradang Darahnya mendidih, kedua tangannya mengepal wajahnya memerah dan matanya melotot dengan tajam ke arah Bu Susi.

Darmawan masih berusaha menahan marahnya agar tidak meledak . Hal ini dikarenakan wanita tua ini adalah Ibu dari almarhum istrinya dan juga nenek dari Aldo dia melakukannya untuk menjaga perasaan putranya.

"Darmawan sepertinya kau tidak berani mengungkapkan siapa Ibu dari gadis ini yang Kau sebut putrimu? Apa perlu Aku yang mengungkapkan disini siapa Ibu dari gadis ini!!" hardik Bu Susi kembali mengeluarkan kata-kata sinisnya.

"Oma..... hentikan, cukup jangan teruskan kata-kata Oma!" bentak Aldo kepada neneknya.

"Aldo!!"hardik Bu Susi kepada cucunya.

Mendengar suara dan kata-kata keras itu membuat Maya tidak tahan Dia menutup kedua telinganya Dan Maya terduduk di lantai.

"Hentikan ....hentikan..... hentikan," lirih suara Maya bergetar.

Seluruh tubuhnya gemetaran seperti orang menggigil, suara tangisnya tertahan mulai terdengar lirih Maya merasa dadanya sesak , Aldo langsung terduduk, Dia memegang kedua tangan Maya yang menempel di telinga Maya.

"Lihat Kakak May,"pinta Aldo.

Maya tetap menunduk Dia tidak berani melihat , Dia benar-benar merasa shock.

"Jangan dengarkan apa yang Kamu dengar May, jangan lihat apa yang Kamu lihat cukup lihat dan dengar Kakak dan Papa, nggak ada yang perlu Kamu ta..." belum sempat Aldo menyelesaikan kata-katanya Maya sudah terkulai di lantai Dia tak sadarkan diri.

"Aku mohon, tolong Mama keluar dari sini!" tandas Darmawan dengan suara pelan tertahan.

Giginya saling beradu hingga mengeluarkan suara gemeretak.

"Tolong keluar sekarang juga!" perintah Darmawan. Amarahnya benar benar sudah pada puncaknya.

Melihat kemarahan Darmawan yang sudah memuncak kedua perempuan itu dengan muka yang geram penuh kemarahan pergi meninggalkan ruangan perjamuan.

"May, bangun Maya!" Aldo menepuk pipi Maya tapi tak ada respon Maya tetap tak bergerak.

"Miko...Miko!" teriak Darmawan memanggil Dokter Miko yang kebetulan hadir di acara jamuan.

Reynaldi yang memperhatikan kejadian itu bergerak mendekati Aldo yang terlihat panik dan cemas dengan kondisi Maya .

"Bawa ke kamar Al," ajak Reynaldi .

Dia lalu mengangkat tubuh Maya yang ramping dengan ringan untuk di bawa ke kamar Maya Aldo mengikutinya .

Tampak Dokter Miko membawa tas medisnya mengejar langkah mereka. Semua yang hadir di acara jamuan saling memandang dan berbisik.

"Dengan sangat menyesal Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak menyenangkan para tamu yang hadir hari. Dan dengan segala kerendahan hati Saya menyesal, jika acara ini tidak bisa di teruskan sesuai harapan Kita terima kasih atas pengertiannya," ucap Darmawan sambil mengangguk memberi hormat lalu Darmawan berjalan menuju kamar Maya

...----------------...

Reynaldi membaringkan tubuh Maya di atas ranjang, lalu Miko segera memeriksa kondisi Maya .

"Bagaimana keadaan anak Saya Miko?" tanya Darmawan dengan wajah cemas .

"Tekanan darahnya menurun, hal ini bisa disebabkan karena stress atau ketakutan, bisa juga karena perutnya yang kosong dalam waktu lama," jelas Dokter Miko.

"Apa perlu kita bawa ke rumah sakit saja Miko?" tanya Darmawan .

"Saya rasa belum perlu Om, Saya akan beri cairan infus untuk menambah tenaganya agar kondisinya cepat pulih. Kalau besok belum ada perubahan mungkin kita rujuk ke rumah sakit," jawab Dokter Miko .

"Tapi, kenapa Dia belum sadar?" tanya Aldo cemas melihat Maya belum bangun dari pingsannya .

"Kita tunggu saja Al, lagi pula saya sudah memasukkan cairan infus jadi nggak usah khawatirnya dan ini ada resep obat segera dibeli di apotek nanti begitu Maya sadar habis makan cepat di minum, saya juga sudah menelepon satu perawat untuk menjaga Maya," kata Dokter Miko menenangkan Aldo dan Darmawan .

"Al kamu jaga adikmu, kalau ada apa-apa Papa ada di ruang kerja," pesan Darmawan kepada putranya dan berlalu .

Reynaldi melihat Aldo prihatin selama kenal sahabatnya ini, baru dua kali melihat Aldo panik dan cemas seperti ini, yang pertama saat Mamanya mau meninggal di ruang ICU dan saat ini. Di pegang nya pundak Aldo untuk menenangkannya.

"Dia akan baik - baik aja bro,"ucap Reynaldi sambil menepuk pundak Aldo .

"Gue nggak mau terjadi hal yang buruk sama Adik Gue. Gue nggak mau kehilangan dia Rey," kata Aldo sambil menggenggam tangan Maya lalu diusapnya rambut Maya dengan lembut .

"Lo tahu kan Rey, selama ini Gue kesepian sejak nyokap meninggal hidup Gue nggak jelas. Gue tertawa tapi hati Gue sebetulnya sakit tapi sejak beberapa hari lalu Maya datang dalam kehidupan Gue. Gue bisa benar-benar tertawa lepas hanya dengan lihat sikapnya yang sederhana, polos dan lugu hal- hal yang Dia lakukan bisa mengisi sedikit kekosongan hati Gue," ungkap Aldo matanya tampak tergenang dan Dia berusaha menahan di depan sahabatnya, melihat itu Reynaldi meninggalkan Aldo .

"Gue ada dibawah Al, kalau Lo perlu Gue," kata Reynaldi Aldo menganggukkan kepala.

"Thanks bro," jawab Aldo .

...Sahabat sejati selalu ada saat senang ataupun sedih...

..._Aini_...

1
Nay Sha
ceritanya bagus
Achmad Elvino
sukses terus kk....
mulai baca..dr awal baca sudah menarik..sepertinya akan banyak mengandung bawang..sedia tisyu 🤧🤧🤧
semoga saja aldo kakak yg baik y may
pasti terkejut y maya..takdir berubah segitu cepatnya
ada perjanjian apa antara bu asih dan pak darmawan?
menbawanya? maksudnya apa ini? apa bu asih sebenarnya bukan ibu kandung maya?
pasti campur aduk ya yg di rasakan maya antara percaya dan gak..antara mimpi apa nyata
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
ceritanya bagus dan selalu bikin terharu membacanya.. good job Thor👍🏻
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
ya ampun Maya pasti mikirnya yg aneh 2 tu🤭 pasti mikirnya Aldo mau ngapa-ngapain 😅 rupanya Aldo mau masang seat belt 🤣🤣
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
adik kamu itu wanita baik kuat dan lembut Aldo, perlakukan lah Maya semestinya.
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
pasti belum terbiasa ada laki2 yg tiba 2 hadir di hidupnya mengakui bahwa iya ayahnya. pasti susah buat menyebutkan kata papa. lambat lain pasti kamu bisa menerima kenyataan kalau kamu punya ayah dan seorang kakak. dan kelihatannya kak Aldo itu baik .
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
kakak ketemu gede. apalagi kk nya ganteng, jgn sampai ada hati ya Maya. hati2 sama Tante Mila ya Maya
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
kepo dan ingin tau rahasia apa yg di sembunyiin dari kisah masa lalu mereka
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
semoga Aldo dpt menyayangi Maya
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
oh mulai paham jadi Maya bukan anak bu Asih
🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸
Semoga Maya bisa bahagia bersama papanya bintang 5 untukmu Thor
ARIS SUSAN
semoga Maya bisa lurusin jalan aldo
ARIS SUSAN
uhuk
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
ARIS SUSAN
Alhamdulillah...
Rey datang buat nyelametin maya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!