Seorang gadis manis bernama Hazel, berumur 21 tahun, harus menggantikan posisi saudara kembarnya yang bernama Hazely. Untuk menjadi kekasih dari seorang tuan muda bernama Mark Harold Sebenarnya dia tidak mau melakukan itu, tapi di karenakan keadaan Mark yang begitu memprihatinkan ia terpaksa melakukannya.
Bagaimana jika sang tuan muda tau, jika yang menjadi kekasihnya saat ini bukanlah kekasihnya?...
Penasaran? Yuk, ikuti selengkapnya di cerita ini.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JUNGNANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA BELAS
Jovin mengajak Abila memasuki toko langganan keluarga nya, lebih tepatnya toko itu adalah sebagian dari cabang perusahaan keluarga Nichol.
Kedua mata Abila tak henti menelisik barang-barang Branded yang berjajar begitu indah nya, menyilaukan setiap mata yang memandang nya.
Abila baru pertama kali ini memasuki toko sekaligus melihat barang-barang yang harganya selangit. Mungkin satu barang bisa untuk membeli satu Apartemen, fikirnya.
"kau ingin apa Baby? pilihlah sesuka mu." ucap Jovin begitu manis.
Abila mengerjapkan mata nya beberapa kali.
A.. apa tadi dia bilang? Baby?... astaga manis sekali, bisa-bisa aku terkena diabetes kalau begini.
Setiap kali Jovin menawarkan kepada Abila, untuk membeli tas, sepatu, atau baju , Abila hanya menggeleng sebagai jawaban. Jovin sedikit heran dengan tingkah kekasih nya ini. Pasalnya seingatnya Adira yang dulu akan merasa sangat bahagia kalau di ajak berbelanja barang-barang Branded, bahkan belanja merupakan salah satu hobi nya. Lalu kali ini ada apa dengan Adira? Kenapa dia seolah tak tertarik sedikit pun? Jovin jadi bingung.
"baiklah... jika kau tidak tertarik barang-barang di sini, mungkin tempat yang aku tunjukkan kali ini akan membuat mu berubah fikiran." ucap nya seraya menarik lengan Abila.
Abila hanya menggeleng frustasi.
Hah....mau mengajak ku kemana lagi pemuda ini..?
Tak berapa lama sampai lah mereka di sebuah toko perhiasan yang tertera nama NICHOL BRILIAN. Lagi-lagi Abila di buat terkejut.
Astaga...toko perhiasan ternama di Negara ini, apakah aku sedang bermimpi? Toko yang biasanya hanya bisa ku lihat di layar TV, sekarang aku bisa melihat nya begitu nyata. Bahkan menginjakan kaki ku di dalam nya.
"sayang.... kenapa kau diam? kau tidak menyukai nya?." tanya Jovin bingung.
"bu.... bukan begitu." jawab Abila terbata.
"apa model nya terlalu jelek? biar aku menegur Manager di toko ini." ucap Jovin menggebu , ia paling tidak suka ada yang mengecewakan kekasih tercinta nya. Jovin sudah melangkahkan kakinya, namun dengan segera Abila meraih pergelangan tangan pemuda itu.
"Jangan.... mereka tidak salah, aku hanya tidak berminat . Lagi pula perhiasan yang kau belikan tempo hari masih belum aku pakai semua nya. Sayang kan jika kau menghamburkan uang mu hanya untuk sesuatu yang tidak penting."
Jovin kembali menautkan kedua alisnya.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan mu Adira? apa yang membuat mu berubah sedrastis ini, tapi jujur aku lebih suka diri mu yang sekarang.
"lalu kau mau kemana hm? mau ke pusat hiburan? ayo aku akan membawamu ke tempat yang paling elit di sini." ucap Jovin sambil menggenggam jemari Abila.
Abila terdiam, membuat Jovin bertanya-tanya.
"Jo.... bisa kah kau hentikan kekonyolan mu ini, Aku lelah . Aku hanya ingin pulang dan istirahat di Apartemen." jengah Abila, sedikit membentak pemuda di hadapannya.
Jovin menggigit bibir bawahnya berusaha menetralkan emosinya, ia tidak suka ada orang yang berani berucap dengan nada tinggi kepada nya.
Apa lagi yang membentak nya adalah kekasihnya sendiri.
Tunggu, sejak kapan Adira berani membentak ku. Seingatku baru kali ini ia berbicara kasar pada ku.
"kenapa kau membentak ku Adira? aku hanya ingin membuat mu bahagia." ucap Jovin begitu dingin, seraya menundukkan kepalanya agar tidak menatap kedua mata gadis itu. Yang nantinya akan menambah emosi nya kian membuncah.
"ma... maafkan aku Jo.... aku hanya tidak suka dengan sikap mu yang terlalu super royal. Yang menurut ku hanya buang-buang waktu dan juga pemborosan. Aku tidak butuh semua kemewahan yang kau miliki, aku hanya ingin kau ajak bicara, bercanda, bukan hanya sebagai pajangan. Tidak semua kebahagiaan bisa kau beli dengan uang. Aku hanya ingin seperti pasangan normal lainnya." tutur Abila, katakan jika ia lupa dengan perannya sebagai Adira.
Jovin diam mendengarkan perkataan kekasihnya yang menurut nya benar-benar langka. Seorang Adira peduli dengan arti pemborosan? itu sangat mustahil bagi Jovin.
"sejak kapan kau tidak mencintai kemewahan, sayangku?." tanya Jovin, penuh penekanan.
Membuat Abila kicep seketika, salahkan otak nya yang selalu saja mendorong nya untuk berucap tanpa berfikir panjang terlebih dahulu.
"se... sejak aku hidup sendiri tanpa mu." ucap Abila pada akhirnya, ia berdoa semoga saja Jovin percaya dengan semua ucapan nya.
Jovin tersenyum teduh dan mengelus rambut panjang Abila, penuh dengan ketulusan.
"aku semakin mencintaimu sayang, aku sangat bersyukur bisa memiliki kekasih sebaik dirimu."
Abila tersenyum lega, dan berkata.
"aku yang seharusnya beruntung karena memiliki kekasih setampan dirimu, aku mencintaimu." ucapan Abila bukan lah bualan semata, ia sungguh-sungguh mengungkapkan isi hatinya. Walau ia tau cinta itu hanyalah cinta sepihak yang tidak mungkin bisa terbalas, setidaknya ia sudah mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.
"ayo kita pulang, kau terlihat sangat lelah." ajak Jovin .
"bolehkah aku pulang ke Apartemen ku? ini sudah siang, lagi pula kau harus kembali ke kantor. Kasihan Kakak sendirian." sahut Abila.
Jovin hanya mengangguk, sementara di dalam hati nya muncul pertanyaan-pertanyaan yang begitu memusingkan otaknya.
Sejak kapan kau peduli dengan Kak Johan ? bukan kah kalian berdua seperti musuh, bahkan Kak Johan dengan terang-terangan mengungkapkan ketidak sukaanya terhadap mu, begitu pula dirimu.
Sesampainya di Apartemen Abila, Jovin segera menuruni mobil mewah nya. Dan berputar membukakan pintu mobilnya untuk Abila.
"silahkan turun cantikku, kau sudah sampai." ucap Jovin sambil membungkukkan setengah badannya.
Abila hanya terkekeh kecil, merasa bahwa pemuda ini terlalu berlebihan.
"ada apa dengan mu sayang....? kau menggelikan. Dan terima kasih sudah membuat ku tertawa di siang hari." ucap nya seraya menuruni mobil mewah itu.
"aku masuk dulu, terima kasih untuk hari ini." titah Abila dan mencium singkat bibir sexy pemuda itu, entah mendapat keberanian dari mana gadis itu , hingga dengan santai nya mencium bibir Jovin.
Tuhan beriku kesempatan untuk mencintai nya, walau hanya sesaat, sebelum dia pergi jauh meninggalkan diriku.
Jovin memandang lekat kepergian sang kekasih, hingga tubuh gadis itu menghilang di balik pintu loby Apartemen nya.
Adira, padahal tadi aku hanya mengetes dirimu, sesuai dugaan ku , kau berubah kau yang dulu tidak pernah mengerti arti terima kasih . Kau bahkan paling benci jika ku perlakukan seperti tadi, kau akan bilang bahwa perlakuan ku begitu memalukan. Tapi tadi kau begitu menyukai nya dan mengucapkan terima kasih padaku. Ada apa dengan dirimu Adira? aku seperti mengenal sosok lain dalam dirimu.
Jovin mengusak rambut nya kasar, dan segera memasuki mobilnya.
"huft.." Abila menghembuskan nafas nya lelah.
Ia melepaskan sepatunya dan langsung meringsut ke kasur empuknya. Hanya satu keinginan nya saat ini, tidur tanpa gangguan dari pemuda itu.
Abila menerawang langit-langit Apartemen nya. Otaknya kembali memikirkan sesuatu yang selama ini selalu menghantuinya.
Apakah aku siap jika suatu saat Jovin mengetahui identitas ku yang sebenarnya. Apa yang harus aku lakukan? aku hanya bisa berharap semoga Kak Johan segera menemukan keberadaan Adira, sehingga aku bisa terlepas dari nya. Walau pun nantinya aku akan merasa terluka melihatmu bahagia dengan Adira. Aku akan mencoba mengiklaskan mu , karena aku hanyalah ibarat tak kasat mata di hadapanmu yang akan menghilang kapan saja, saat yang asli kembali.
hilang terus
tapi menarik alurne
semangat thor💪💪
klo hilang kmn coba
cm bisa tau dr komen2 org2
gmna mau baca