Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14.
“Ja–Jae…hyun…”
Chief Han terlihat begitu terkejut dengan sinar yang muncul dari bawah kaki Jaehyun.
Di matanya, pemandangan tersebut terlihat seperti ini: sebuah cahaya aneh muncul dari bawah kaki Jaehyun, perlahan sinar tersebut semakin menghilang kemudian berganti pedang mainan itu yang mulai bersinar.
Seperti itulah yang terlihat di matanya sekarang.
“Jaehyun, kau…sebenarnya apa yang sedang terjadi di sini? Oi!”
Jaehyun masih belum selesai dengan apa yang dilakukannya. Dia masih menyempurnakan pedangnya.
रक्तसन्धिः मृतान् पाताललोकं प्रति प्रत्यागमिष्यति, जीविताः जीवनरेखायां गमिष्यन्ति। (Perjanjian Darah akan mengembalikan orang mati ke dunia bawah dan yang hidup akan menjadi penyelamat)
मुन्यो नाजस्य नाम्ना, ली होरन् (Atas nama Munyeo Naja, Lee Horan)
तीक्ष्णतमः खड्गः भूत्वा सर्वान् शत्रून् जहि (Jadilah pedang paling tajam dan bunuhlah semua musuhmu)
“...” Chief Han tidak bisa menutup mulutnya. Dia terpana, terpukau dengan bahasa asing yang tidak pernah didengarnya.
Banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya. Apa itu? Bahasa apa itu? Kenapa dia bisa melakukannya? Siapa orang di hadapanku ini? Apakah dia Lee Jaehyun yang aku kenal?
Sekali lagi, semua pertanyaan yang sudah diabaikannya mulai muncul kembali. Terlalu asing, namun terlalu indah untuk diabaikan.
Drrrt…
Saat handphonenya bergetar, Chief Han tidak mempedulikannya. Dia masih terfokus pada apa yang dilakukan Jaehyun.
Perlahan, cahaya itu mulai redup. Bentuk pedang mainan itu semakin terlihat nyata, terlihat tajam, semakin berubah dengan ukiran yang tiba-tiba muncul bersama dengan lenyapnya cahaya pada pedang itu.
“Luka yang tertutup sempurna, pedang mainan yang tiba-tiba menjadi pedang sungguhan, ini jelas bukan kemampuan manusia normal!” pikir Han Yeon dalam hati.
Senyum lebar terlihat di wajah Jaehyun, “Akhirnya jadi. Hmm? Kenapa kau bengong seperti itu , Han Yeon?”
Graap.
Han Yeon memegangi kedua pundak Lee Jaehyun dan menjadi heboh sendiri.
“Woi! Tadi itu apa! Kau melakukan apa?! Itu…itu bukan ilmu hitam, kan?”
“Ilmu hitam? Apa maksudmu? Pertama, lepaskan aku dulu dan kita bicara di mobil.”
“Tapi aku perlu penjelasannya sekarang!”
“Kalau begitu masuk ke mobil!!”
Di sinilah mereka, di dalam mobil.
Jaehyun telah membungkus kembali pedangnya. Tidak lupa dia menambahkan sedikit hiasan pada pedangnya.
“Akhirnya aku mendapatkan senjata yang aku butuhkan. Syukurlah aku masih bisa menggunakan perjanjian darah Gokyu.”
“Gokyu? Apa itu?”
“Gokyu, sebuah seni perjanjian milik keluarga yang terlahir sebagai keturunan murni Munyeo Naja.”
“Keturunan murni?” Han Yeon yang saat ini menatap Jaehyun terlihat bingung, “Kau…keturunan murni dukun? Aku tidak tau soal itu.”
“Memang semua harus aku beritau pada kalian?”
“Yah, kontrak kerja memang tidak mengatakan hal itu beberapa tahun lalu. Aku hanya…tidak percaya sampai melihatnya sendiri.”
“Jadi? Sekarang kau percaya?”
Han Yeon melihat tangan Jaehyun yang awalnya terluka. Dia ingat dengan jelas darah dan luka itu benar-benar nyata dan sekarang…semua bagaikan ilusi.
Bahkan, di parkiran tempat mereka berada sebelumnya sama sekali tidak meninggalkan bekas apapun. Seperti sebuah bayangan atau mimpi, Han Yeon merasakan sensasi nyata dari hal yang dulu selalu dianggapnya sebagai takhayul.
“Aku pikir dukun itu tidak nyata,” gumamnya pelan.
“Apa? Dukun kenapa katamu?”
“Tidak. Lupakan. Jadi, apa itu Gokyu dan apa rencanamu sekarang?”
Remaja itu menjelaskan semuanya tentang hal berbahaya yang baru saja dilakukannya.
Seni perjanjian ini menggunakan darah dengan memberikan darah dan mengikatnya dengan nama asli mereka untuk mengubah hal yang tidak ada menjadi ada, mengubah benda yang asing menjadi senjata, menghilangkan hal yang terikat di dunia dan membalikkan takdir.
Lee Jaehyun menggunakan Gokyu untuk membuat pedang mainan menjadi senjata paling kuat, dengan kata lain mengubah benda asing menjadi senjata.
Saat ini, di perjalanan setelah menghadiri acara exhibition, mereka segera kembali ke studio. Han Yeon akhirnya menyimpulkan bahwa masalah yang dihadapinya memang sangat serius.
“Aku mau tanya, berapa lama kau bisa menghilangkan masalah ini, Jae?”
“Tergantung.”
“Maksudnya?”
“Pertama, aku tidak mau melibatkan hyung dan staff di studio. Kedua, wanita bergaun merah itu…aku harus memancingnya keluar.”
“Hah?!” Han Yeon terlihat takut, “De–de–dengar ya! Aku tidak mau berada di studio kalau kau mau mengusirnya! Ingat itu!!”
“Iya iya, aku tau! Bayaranku jangan lupa!”
“Hiii, memikirkan wajahnya saja membuatku merinding.”
Jaehyun terdiam dan melihat ke arah jendela. Pikirannya mulai bercabang. Dia sangat benci dengan situasinya yang harus menggunakan kemampuan Munyeo Naja miliknya kembali setelah bersikeras untuk hidup bebas sampai bunuh diri.
Tapi di sisi lain, dia ingin merasakan hidup nyaman dan gangguan makhluk halus yang dihadapi semua orang di sekitarnya bisa jadi penghalang terbesarnya suatu saat nanti.
“Sebelum dihancurkan oleh takdir, aku harus melenyapkan makhluk jelek itu sendiri.”
Ketika mereka tiba di parkiran, Han Yeon melihat handphone-nya. Dia menyadari bahwa handphone miliknya bergetar beberapa kali.
“Yuno?”
Saat dia melihat isi pesannya, tidak ada hal yang aneh dari pesan itu. Tapi, tetap saja membuatnya merasakan hal aneh.
“Apa ini? Kenapa dengan anak ini? Mendadak ingin bicara katanya?”
Keduanya berjalan menuju lift.
“Ada apa?” tanya Jaehyun saat melihat Han Yeon terus membuat wajah bingung dan menatap handphone miliknya.
“Yuno mengirimkan chat dan sepertinya dia ingin bicara. Aku terlalu syok dengan apa yang terjadi sampai tidak menyadari pesan darinya.”
“Hmm…”
Ting.
Ketika pintu lift terbuka, Jaehyun yang keluar lebih dulu, “Apa pedangku akan aman?”
“Tenang saja. Sekarang, kembalilah bekerja. Aku akan menunggumu dan kita lanjutkan pembicaraan ini setelah kau selesai bekerja.”
Jaehyun mengangguk dan meninggalkan Han Yeon sendirian. Tetapi hanya selang beberapa menit setelah Jaehyun masuk ke studionya, Yuno tiba-tiba berlari dan memanggil Han Yeon hendak pergi ke ruangan lain.
“Han-ssi!!” teriaknya.
“Yuno?” Han Yeon sedikit kaget melihatnya terburu-buru seperti itu, “Ada apa?”
“Kenapa kau tidak mengatakan bahwa ruang ganti kami mengalami masalah!!”
“Eh?”
“Kau tau kan?! Kau tau soal ruang ganti kami yang hancur dengan darah dan hal-hal aneh kan?! Kenapa kau tidak mengatakannya!?”
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/