NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: vinoy

Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.

Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?

Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?

NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Jahat Jenny

"Arghhh!". 

Teriakan seorang gadis membuat Desi dan Juno langsung berlari ke kamar Nungky, sesampainya disana mereka melihat Nungky sedang duduk di ranjangnya sambil memegangi sepasang sepatu yang baru saja dia ambil dalam kotak, Nungky menoleh menatap kedua orang tuanya."Ini buat aku?" Tanyanya dengan pandangan tak percaya.

Desi dan Juno mengangguk mengiyakan sambil tersenyum, mendengar itu Nungky langsung beranjak berdiri dan memeluk kedua orang tuanya."Makasih Mama sama Papa memang yang terbaik!"Ucapnya dengan mata berbinar senang.

"Sama-sama Sayang, anggap saja ini hadiah karena kamu sudah menjadi anak kebanggaan kami berdua" Ucap Juno lembut setelah melepaskan pelukan mereka.

"Maksudnya?" Tanya Nungky bingung, seingatnya dia tidak melakukan apapun hari ini yang bisa membuat orang tuanya bangga dan membelikannya sepatu mahal.

"Itu-loh katanya kamu itu jadi salah satu murid paling cerdas di kampus, makannya Papa sama Mama kasih kamu hadiah, kan jarang-jarang kamu fokus kuliah Ky dulu Pas SMA aja kamu suka kelayaban" Ucap Desi menjelaskan.

Namun Nungky masih tidak mengerti dari mana kedua orang tuanya mendengar kabar itu. Dia bahkan tidak pernah mengatakan apapun pada mereka dan juga teman-temannya soal kuliahnya, jadi dia ragu orang tuanya mendengar kabar seperti itu dari ketiga sahabatnya yang tidak berguna itu.

"Kamu kenal Pak Burhan?" Tanya Juno.

Nungky mengangguk mengiyakan."Kenal Pa, dia itu Dosen aku yang paling senior kalau kata teman-teman sih dia itu Dosen paling sadis" Ucapnya mengingat sosok Dosen yang sangat suka menjewer kupingnya itu.

"Dia itu teman Papa Ky, nah kemarin pas kamu gak ada dia main kesini dan ngasih tahu kalau kamu itu muridnya yang paling cerdas!" Ucap Desi kembali menjelaskan yang akhirnya Nungky bisa mengerti maksud perkataan mereka.

"Wah Pak Bubur ternyata baik juga ya, aku pikir dia gak suka sama aku" Ucap Nungky sambil cengengesan.

"Jangan suka ganti nama orang mau kamu nama kamu Mama ganti jadi Roma?" Ancam Desi membuat Nungky langsung menggelengkan kepalanya dengan tegas.

Siang menjelang sore Nungky keluar dari rumahnya, dengan riang gembira dia mengenakan sepatu baru pemberian orang tuanya itu, Desi yang melihat Nungky bersiap-siap berjalan untuk menghampiri anaknya itu.

"Mau kemana kamu Nung, kok udah rapi aja kan hari ini kamu gak ada kuliah?" Tanya Desi bingung.

"Aku mau beli buku Ma habis itu aku mau ketemu teman-teman juga, tapi sekarang mereka masih kuliah sih paling nanti nyusul!" Ucapnya menjelaskan sambil tersenyum, dia merasa sangat bahagia hari ini.

"Perasaan Mama kok gan enak gini ya Ky, kayak ada yang ngeganjel gitu tapi apa ya?" Ucap Desi bingung, tidak biasanya dia merasa tidak enak hati seperti sekarang, kemudian dia menatap Nungky yang juga tengah menatapnya polos."Kamu gak bakal bikin ulah Kan Ky? Awas ya jangan bikin masalah hari ini, perasaan Mama lagi gak enak nih, atau kalau perlu kamu gak usah pergi aja deh!" Ucapnya mencoba melarang anaknya itu pergi meskipun dia sendiri tidak tahu alasannya apa.

Nungky memutar bola matanya malas mendengar larangan dari Desi."Ayolah Ma, mana mungkin sih aku kenapa-kenapa coba kan aku Nungky si cantik Paripurna" Ucapnya sambil cengengesan.

"Mama takut aja kamu kena masalah sama anak sultan bisa habis kita di penjara" Ucap Desi yang merasa perasaannya masih tidak enak.

"Aku gak mungkin jahatin anak sultan Ma yang ada aku deketin kan lumayan bisa kecipratan enaknya, udah ah aku pergi assalamualaikum Mama cantik Nungky si Cantik ini akan segera kembali!" Pamit Nungky setelah menyalami ibunya dan berjalan meninggalkan rumah, dia sengaja tidak membawa mobil karena jarak ke toko buku tidak terlalu jauh dan disana dia akan dijemput oleh teman-temannya itu.

"Sepatu baru Alhamdulillah dipakai di saat kuliah, tak ada pun tak apa-apa masih ada sepatu yang lama" Celoteh Nungky dengan riang sambil berjalan di jalanan komplek yang terasa sepi itu.

"Nungky!"

Nungky menoleh menatap Jenny yang baru saja keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Nungky."Ikut aku ada yang mau aku bicarakan!" Ucap Desi sambil menarik tangan Nungky membawa gadis itu untuk masuk ke dalam mobilnya.

"Aduh mbak Cantik mau ngomong apa sih, sampai narik-narik tangan aku segala, Mbak mau ngasih aku hadiah ya?" Ucap Nungky menatap Jenny  sambil cengengesan saat dia dan Jenny sudah masuk ke mobil.

"Ya anggap saja begitu, nanti aku akan memberikan kamu hadiah yang aku yakin tidak pernah kamu lupakan Ky" Ucao Jenny sambil tersenyum misterius."Ayo jalan Pak!" Ucapnya lagi dan mobil mereka-pun bergerak meninggalkan jalanan.

Chika yang baru saja pulang sekolah melihat Nungky ditarik oleh seorang gadis cantik untuk masuk ke dalam mobil, namun bukan itu yang membuatnya panik melainkan saat ada sebuah mobil hitam yang seolah mengikuti mobil yang membawa Nungky.

"Hera cepetan kasih tahu Tante Des kalau Kak Ky dalam bahaya, sedangkan aku akan menyusul mereka sekarang!" Ucao Chika menyuruh Hera sahabatnya itu.

Hera mengangguk mengerti."Oke Chik, aku pergi sekarang!" Ucapnya tanpa banyak bertanya dia langsung berlari ke arah rumah Desi.

Setelah kepergian Hera, Chika langsung naik motor untuk mengejar mobil yang membawa Nungky."Ya Allah kasihan kak Ky dia kayaknya mau dijahatin" Ucapnya

Iba.

Di tempat lain Nungky dibawa ke sebuah restoran yang berada di dalam hotel, dengan santai gadis itu mengikuti Jenny masuk area restoran tanpa rasa curiga sedikit-pun, dia berpikir jika Jenny mungkin tidak akan berani lagi berbuat masalah dengannya, mengingat jika Jenny selalu kena sial jika berhadapan dengan dirinya.

Jenny mengajak Nungky untuk duduk di sudut restoran, dia melambaikan tangannya untuk mengambil pelayan."Kamu kamu pesan apa Ky, cepatlah pesan makanan yang kamu mau!" Perintah Jenny setelah pelayan tersebut datang menghampiri meja mereka.

Dengan segera Nungky memesan makanan-makanan yang ada di menu restoran tersebut, Jenny yang mendengar pesanan Nungky jadi menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri, dia tidak menyangka jika nafsu makan Nungky sangat banyak.

"Udah Mas segitu aja nanti kalau kurang saya pesan lagi kok!" Ucap Nungky kepada si pelayan yang sedang mencatat semua pesanan Nungky."Mbak cantik gak mau pesan juga?" Ucapnya lagi menatap Jenny yang sedari tadi diam tanpa memesan apapun.

"Tidak aku tidak lapar, Mas aku pesan kopi latte saja!" Ucap Jenny memesan minumannya.

Si pelayan mengangguk mengiyakan, sebelum pergi dia dan Jenny saling berpandangan seolah sedang merencanakan sesuatu dalam tatapan mereka, namun Nungky tidak peduli dia hanya tidak sabar untuk mengisi perutnya dengan makanan.

"Oh iya katanya Mbak mau ngomong sama aku ngomong apa?" Tanya Nungky sambil menyantap makanannya yang baru saja tiba.

"Ehm tidak aku hanya merasa jika kita tidak baik berlama-lama bermusuhan, untuk masalah Ricko juga aku yakin dia pasti akan memlihku, jadi aku rasa sebaiknya kita tidak perlu bermusuhan lagi!" Ucap Jenny menjelaskan, dia bersandar di kursi sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Nah iya bagus tuh Mbak, aku juga sebenarnya gak pernah mau bikin masalah sama Mbak Cantik jadi sebaiknya kita lupakan semua yang sudah berlalu!" Ucap Nungky menyetujui ucapan Jenny dengan tangan dan mulut sibuk menyantap makanan.

Jenny tersenyum senang saat melihat Nungky makan dengan sangat rakus."Iya kamu benar, anggap saja ini adalah hadiah dari akhir permusuhan kita!" Ucap Jenny sambil tersenyum misterius.

Nungky tidak menjawab perkataan Jenny padanya atau lebih tepatnya dia tidak bisa mendengar apa yang jenny katakan, kepalanya mendadak terasa pusing.Nungky menjatuhkan sendok dan garpu yang dipegangnya dan langsung memegangi kepalanya yang semakin terasa pusing, dia mendongak menatap Jenny yang tengah tersenyum dengan pandangan mata yang mendadak buram, sedetik kemudian dia menjatuhkan kepalanya ke atas meja tidak sadarkan.

Kemudian tiga orang pria menarik Nungky berdiri dan membawanya pergi keluar Restoran diikuti Jenny dari belakang. Tiga orang itu adalah orang yang mengikuti mereka sejak Nungky masuk ke mobil Jenny, mereka adalah orang bayaran yang sudah Jenny persiapkan sebelumnya.

"Kenapa dia apa dia sakit?" Tanya salah seorang pegawai hotel saat rombongan Jenny membawa Nungky untuk masuk ke lift.

"Ah tidak dia tadi terlalu banyak makan Pak makanya ketiduran, ini kami mau membawa dia ke kamarnya Pak!" Ucap Jenny menjelaskan dengan sopan membuat si pegawai tersebut mengangguk mengerti dan kemudian pergi meninggalkan mereka.

"Bawa dia masuk lakukan apapun yang kalian mau ini setengah bayaran untuk kalian, sisanya akan berikan setelah pekerjaan kalian selesai!" Ucap Jenny sambil menyodorkan amplop coklat kepada ketiga pria yang membawa Nungky setelah mereka sampai di depan kamar hotel.

Salah seorang pria tersebut mengambil amplop yang Jenny berikan."Tentu Nona serahkan saja semuanya pada kami, kami jamin Nona tidak akan kecewa" Ucapnya kemudian dia menoleh menatap kedua anak buahnya yang sedang memegangi Nungky."Ayo bawa gadis itu, kita akan bersenang-senang sekarang!" Ucapnya lagi sambil memasuki kamar hotel diikuti oleh anak buahnya.

Setelah mereka memasuki kamar tersebut, Jenny pun masuk ke kamar hotelnya yang berada tepat di samping kamar mereka, dia sengaja tidak pergi dari sana hanya untuk memastikan jika pekerjaan mereka berhasil, dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang berukuran besar tersebut sambil tersenyum menatap langit-langit kamarnya."Akhirnya setelah ini aku tidak akan punya saingan lagi untuk mendapatkan Ricko" Ucapnya tertawa senang tanpa memedulikan hal jahat yang dia lakukan kepada Nungky.

______&&

Astaghfirullah itu Si Nunung mau diapain woy emang ya tuh si Jontor jahat banget coba 🙄🙄🙄🙄🙄

Tolong selamatkan Nungky!!!!!!

1
TiSafi
/NosePick//NosePick//NosePick/
TiSafi
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/
TiSafi
ngakak mulu
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍👍👍
Hasrie Bakrie
Assalamualaikum aq hadir ya ☝️🌹
Ara25
baik
Suherni
bagus
inayah machmud
🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Wiwik Wiwik
Biasa
aisya_
pas baca kadal pdhl Kendal sumvvah ngakak😁😁
Memyr 67
huuu othor gesrek bikin cerita tegang
Susanti M.S
menghibur sekali🥰🥰🥰
Wisna Al-Khansa
ampun Thor.. aku gak kuat nahan tawa..sampe keram perut ku tuh
Reynaa Sri Wahyuni
harus nya jngan end dulu dong thor, aku tuh pengen tahu MP nungky dan ricko seperti apa🤣🤣
Reynaa Sri Wahyuni
kata nya tempat ini hanya d ketahui nungky dan ricko. ko zahra dan chika ada d sana sih?
Reynaa Sri Wahyuni
aku gak kuat thor🤣🤣🤣🤣🤣
Reynaa Sri Wahyuni
bank kerokan pasti
Insan Rohman
pasti ceweknya.cewek jadi2an 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yass
baca ulang cerita nunung ke 4x sambil minum GoodDay😅
Rika Piliang
ke ingat masa kanak2 dulu juga nakal kayak gitu😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!