Ketika hidupnya akan berakhir tragis dari pria yang ia cintai.Ia seketika terbangun dan bereinkarnasi ke 10 tahun yang lalu.Dimana ia bisa mengulang kembali ke kehidupannya yang dulu.
Disaat itu,ia memiliki kesempatan yang ingin merubah nasibnya dan membalaskan semua perbuatan busuk dari pria yang selama ini ia cintai.Karena pria itu telah mengkhianati ketulusannya dengan berselingkuh dan merebut seluruh aset kekayaannya.
Apa yang akan dilakukan seorang nona muda bernama Alena,untuk membalaskan dendamnya pada pria itu??Dan juga kedua orangnya tuanya yang hidup menjadi parasit dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Setelah perdebatan panasnya dengan Alena,Toni pun menuju kamarnya untuk beristirahat.
Saat tiba didepan pintu kamarnya,tiba-tiba saja pintu yang akan dia buka justru tidak bisa dibuka.Seakan pintu tersebut sudah terkunci.Membuat Toni langsung merasa bingung dan heran.
"Sial,kenapa lagi dengan pintu ini?Kenapa tidak bisa dibuka?" ujarnya bicara sendiri saat berusaha akan membuka pintu kamarnya.
Saat tengah berusaha,ia tanpa sengaja melihat pelayan lain sedang berjalan.Toni pun langsung memanggil pelayan tersebut.
"Hei..Kenapa pintu kamar ku tidak bisa dibuka?" tanya Toni pada seorang pelayan wanita.
"Karena pintu ini sudah dikunci dan nona melarang kau untuk tidak memakai kamar ini lagi." jawab sang pelayan memberitahu Toni.
Sontak Toni pun terkejut saat mendengar jawaban sang pelayan.
"Hah??Apa kau serius?Kau jangan bercanda.!" tanya Toni yang tidak ingin percaya begitu saja dengan jawaban sang pelayan.
"Jika kau tidak percaya,kenapa kau tidak tanyakan langsung saja pada nona Alena." ujar sang pelayan langsung meninggalkan Toni dengan sikap yang cuek.
"Brengsek.!!Apa lagi yang sudah dibuat Alena?Dia sepertinya benar-benar sedang menguji ku.!" umpatnya saat bicara sendiri.
Merasa penasaran,Toni pun bergegas mencari Alena.Yang terlihat Alena sudah bersiap-siap akan pergi.
"Alena,kau mau pergi kemana?" tanya Toni penasaran.
"Aku mau pergi kemana,apa urusannya dengan mu." jawab Alena dengan nada cuek.
"Oke,aku juga tidak mau itu jadi urusan ku.Sekarang aku ingin tanya,kenapa pintu kamar ku tidak bisa dibuka?pelayan lain bilang,kau melarang ku menggunakan kamar ku lagi.Apakah memang kau yang melarang?" tanya Toni penasaran.
"Iya,kau memang tidak boleh lagi menggunakan kamar itu." jawab Alena singkat.
"Kenapa?Lalu aku harus tidur dimana?" tanya Toni lagi.
"Karena terlalu mewah untuk seorang anak pelayan memakai kamar majikan.Dan sudah jelas kau harus tidur di kamar pelayan.Seperti pelayan lainnya.Lagi pula itu sudah lebih bagus,daripada kau harus tidur dikamar gudang." jawab Alena panjang lebar sambil tersenyum meledek.
"Kenapa kau begitu?Apa kau sengaja?" tanya Toni lagi mulai protes.
"Kenapa begitu?Bukankah memang sudah seharusnya sebagai anak seorang pelayan tidak boleh memakai kamar majikan?Sedangkan pelayan lain memakai kamar yang sudah disediakan khusus untuk pelayan.Masa kau masih bertanya?" jelas Alena panjang lebar.
"Cukup Alena.!Tolong hentikan ini semua.!Aku benar-benar muak melihat sikap mu hari ini.Mau sampai kapan kau akan mempersulit ku?Tolong kembali jadi Alena yang seperti biasanya." ujar Toni yang masih terus protes pada Alena.
"Sampai aku puas membalas semua perbuatan licik mu pada ku." jawab Alena dengan tatapan dingin.
"Apa yang sebenarnya kau pikirkan?Kenapa kau menuduh ku yang tidak-tidak?Aku sudah berusaha bersikap baik dengan mu.Apa yang membuat mu berubah jadi seperti ini?" tanya Toni yang semakin bingung dengan kelakuan Alena.
"Karena aku sudah tahu apa tujuan mu sebenarnya.Termasuk kedua orang tua mu dan pacar kesayangan mu.Jadi jangan pikir aku akan mudah dibodohi lagi oleh orang-orang seperti kalian.!" pekik Alena dengan nada tinggi.
"Aku tidak mengerti apa maksud mu?Bukankah selama ini hubungan kita baik-baik saja?Kenapa kau berpikir jika aku memiliki niat jahat?Apa karena kau memang cemburu pada Jena?Jadi kau sengaja bertingkah seperti ini?" tanya Toni dan menebak apa yang dipikirkan Alena.
Alena pun langsung tersenyum miring.
"Toni,Toni.Memang hubungan kita selama ini baik-baik saja.Saat aku masih dibutakan oleh mu.Tapi setelah dibukakan mata ku secara lebar,aku baru sadar bahwa kau bukan lah orang yang selama ini bisa ku percaya.Dan untuk pacar kesayangan mu,aku tidak sudi cemburu karena dia.Paham.!" jawab Alena dengan nada tegas dan langsung meninggalkan Toni begitu saja.
sampe emosi banget bacanyaaaaaaaa
semangat alena
terus si Toni itu gimana, jangan sampe dia berpesta pora di villa yang bukan miliknya. sadar diri Toni kau itu cuma anak majikan berserta kedua ortumu 😏🔥😈🔥😈