Wang Wu Xie hidup damai bersama keluarganya di perbatasan dunia fana dan dunia kultivasi. Namun jauh di dalam hatinya, tumbuh kerinduan akan dunia yang lebih luas dan keinginan untuk menapaki jalan keabadian.
Suatu malam, ia bermimpi tentang sosok misterius yang melawan tiga tetua sekte besar demi mempertahankan Pusaka Penentang Langit dan Kitab Reinkarnasi. Mimpi itu terasa terlalu nyata untuk sekadar bunga tidur.
Siapa sebenarnya sosok dalam mimpi itu? Apa hubungannya dengan darah Wang Wu Xie sendiri?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan menyeretnya menuju takdir yang tidak pernah ia bayangkan.
Penuh ketegangan dan intrik, jadi ikuti misteri yang ada dalam cerita ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 - Gerbang Jingyuan dan Dunia Kultivator [Revisi]
Setelah berpamitan pada keluarga mereka, Wang Tian Lei, Wang Jian, Wang Wei An, termasuk Wang Wu Xie kini dibawa terbang oleh Tuan Abadi.
Kultivator berjubah putih ini tidak memakai pedang terbang seperti yang biasa digunakan oleh Bai Yue atau para murid Istana Teratai Putih saat membawa Wang Wu Xie dan warga Desa Bai Yue kembali ke Dunia Fana.
Fakta bahwa Tuan Abadi ini mampu membawa empat orang terbang sekaligus, bahkan tanpa menaiki senjata pusaka adalah pertanda bahwa dirinya adalah kultivator dengan praktik kultivasi yang tinggi. Wang Wu Xie yakin bahwa subjek ini lebih kuat daripada Bai Yue.
Di sisi lain, pengalaman terbang seperti ini baru dirasakan oleh Wang Wei An. Tubuhnya menjadi ringan dan angin yang menerpa wajahnya membuat ia merasa sedikit kesakitan.
Setelah mengamati pemandangan di bawahnya, Wang Wei An menyadari bahwa dirinya telah dibawa terbang dengan cepat ke langit. Kediaman keluarga Wang dan Kota Yunqing sudah berubah menjadi titik-titik hitam kecil saat mereka terbang semakin menjauh.
Beberapa saat kemudian, angin yang menerpa mereka menyebabkan mata berair dan memerah.
"Jika tidak mau buta, maka tutup mata kalian." suara Tuan Abadi terdengar dingin dan datar. Ucapannya membuat Wang Wei An menegang dan segera menutup matanya.
Tidak seperti Wang Wei An--Wang Jian dan Wang Tian Lei sudah memperkirakan hal itu dan sejak tadi memang telah menutup mata mereka. Di sisi lain, Wang Wu Xie melakukan hal yang sama dan membiarkan angin menerpa tubuhnya sambil fokus pada perubahan energi di sekelilingnya.
Tidak lama, mereka menyeberangi Gerbang Jingyuan--sebuah gerbang yang berbentuk penghalang tipis dari energi spiritual yang memisahkan Dunia Fana dan Dunia Kultivator.
Begitu melewati batas itu, udara di sekitar mendadak berubah. Terasa dingin, jernih, dan sarat aura yang bergetar halus.
Wang Wu Xie bisa merasakan udara di sekitarnya berubah dan terasa berbeda. Saat perlahan membuka matanya--pemandangan dunia lain menyambutnya.
*
*
*
Wang Wu Xie, Wang Wei An, Wang Tian Lei, dan Wang Jian dibawa turun, menginjak tanah yang keras dan seakan disambut oleh hamparan kabut tipis, gunung-gunung, bunga, dan sungai. Pemandangan yang benar-benar indah seperti berada di negeri dongeng.
Di hadapan mereka, Wang Wu Xie melihat ada sebuah gunung yang menjulang tinggi dengan puncak yang tertutup awan. Pandangannya lantas mengarah pada anakan tangga yang tidak terhitung jumlahnya, berkelok-kelok menuruni gunung, dan membangkitkan perasaan seolah tempat ini merupakan dunia yang berbeda.
Wang Wu Xie bernapas hati-hati. Dia menengadah dan melihat bahwa di kejauhan ada sebuah bangunan besar di puncak gunung. Meski tertutup awan, namun kilauannya seolah menolak untuk disembunyikan.
Wang Wu Xie sudah pernah melihat bangunan Sekte Iblis Hitam sebelumnya meski yang tersisa hanya puing-puing, namun tempat itu jelas berbeda dari apa yang dirinya saksikan saat ini.
Berbeda dengan Wang Wu Xie, Wang Tian Lei pernah datang ke tempat ini saat berusia 15 Tahun. Waktu itu dirinya ikut dalam pemilihan murid, namun berakhir gagal. Butuh waktu dua tahun bagi Wang Tian Lei untuk berlatih dan sekarang mencoba mengikuti ujian sekali lagi.
Meski Wang Tian Lei sudah pernah melihat pemandangan yang sama, tetapi keindahan tempat ini masih bisa membuatnya terpukau. Belum lagi, sekarang terdapat jembatan perak berbentuk bulan sabit yang menghubungkan setiap puncak gunung lainnya--di mana hal itu tidak pernah dia lihat sebelumnya.
Dengan keindahan tersebut, tempat ini sangat layak menjadi lokasi berdirinya Sekte Awan Putih. Satu dari sedikit sekte di wilayah timur Benua Zhengyuan.
"Waaah...." Wang Wei An tidak menahan rasa kagumnya, apalagi ketika memperhatikan pemandangan di sekitarnya. Wajah Wang Wei An bahkan menjadi lebih berseri, termasuk saat melihat beberapa kultivator berjubah putih datang dengan membawa manusia fana sepertinya.
Wang Wei An tersenyum, "Mereka semua ... Pasti juga ingin mengikuti pemilihan ini."
"Hmph, bagaimana kau bisa terlihat senang?" Wang Jian menyilangkan tangan dan berujar sinis, "Mereka adalah lawan-lawan kita. Jadi tidak perlu bersikap bersahabat,"
Wang Wu Xie memperhatikan Wang Jian. Pemuda berusia 16 Tahun di sampingnya ini menatap tajam ke arah bangunan di puncak gunung. Binar di mata Wang Jian jelas menunjukkan ambisi yang besar.
"Apa pun yang terjadi... Aku, Wang Jian, harus terpilih dan menjadi kultivator."
Wang Wu Xie tidak tahu apa yang mendorong Wang Jian hingga mempunyai ambisi sekuat itu untuk dipilih menjadi murid Sekte Awan Putih sebab dirinya sendiri memiliki pemikiran yang lain.
Wang Wu Xie fokus merasakan energi alam yang kuat di tempat ini. Jelas sekali, Dunia Kultivator mempunyai energi alam yang akan memudahkannya dalam berkultivasi.
Ekspresinya tenang dengan tatapan yang dalam. Semakin datar raut wajahnya, maka semakin kuat kedua tangannya terkepal. Dia seperti telah membuat keputusan yang besar.
"Entah terpilih menjadi murid atau tidak, tapi tempat ini... Sangat sesuai untuk melakukan Tahap Pemurnian Tulang."
******
wuxie jgn terlalu lama vakum ya...
xusiang aku rinduuu