Area (***), Novel ini menceritakan seorang wanita bernama Riani yang selama pernikahannya selalu di khianati suaminya, hingga akhirnya dia bertemu dengan mantan pacarnya Teddy, yang masih sangat perhatian, mencintainya, namun tanpa di sangka cinta pertamanya yang dia kira sudah meninggal ternyata masih hidup dan mengejar cintanya kembali, dan dia mengidap sakit kepribadian ganda.
Akankah Riani tetap setia pada suaminya Radja, atau kembali dengan mantan pacarnya Teddy, atau bahkan dia bersimpati pada cinta pertamanya Ethan, meski dia pernah menorehkan luka yang teramat dalam
Perasaan Riani dalam dilema...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srikandi Hayaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kakak Beradik Yang Menyenangkan
Setelah mereka selesai makan malam, Randi mengantar Riani kembali ke resortnya.
Sesampainya mereka di resort, Randi pamit untuk pulang sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Riani.
Sepulangnya Randi, Riani segera masuk ke dalam kamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian dia keluar dengan wajah dan pikiran yang sudah segar kembali.
Pertemuanya dengan adik Randi yang polos dan ceria membuatnya kembali tersenyum dan mengisi salah satu lembar dari cerita hidup Riani.
Sambil merebahkan tubuhnya dia ambil ponselnya, saat dia membuka ponselnya ada banyak panggilan tak terjawab dan pesan yan belum terbaca dari kemarin malam hingga sekarang, dari Radja yang masih berstatus suaminya,Teddy yang berstatus sang mantan pacar dan Roro sahabat sekaligus saudari baginya.
Di bacanya satu persatu pesan dari mereka.
Mereka bertiga hampir menanyakan hal yang sama jadi dia membalas dengan hanya seperlunya saja.
Setelah membalas pesan mereka, diapun berniat untuk segera tidur karena jam sudah menunjukkan tengah malam, dia harus mengumpulkan energi untuk tour hari keduanya di bali besok.
Namun baru saja dia akan memejamkan mata, panggilan masuk berbunyi yang ternyata dari Roro.
Diapun langsung mengangkatnya.
"Hallo, Assalamualaikum Mi Ro..."
"An an!! liburan di Bali kayak ngilang...Di chat nggak bales di bel juga nggak di angkat, bikin khawatir aja!!" teriak Roro hingga memekakkan telinga Riani, dengan cepat dia menjauhkan ponsel dari telinganya.
"'Lha kalau mengangkat setiap telepon yang masuk itu namanya bukan liburan dong Mi Ro, kan niatku berlibur ingin menenangkan diri..."
"Iya aku ngerti, tapi setidaknya balas dong chat dariku, baru aku bisa tenang."
"Aku kan baru sehari nggak ngabarin kamu, kok kayak aku sudah hilang berhari-hari saja"
"Itu karena aku khawatir padamu An an...Apalagi kalau aku memikirkan kamu sedang ada masalah, aku takut kamu berbuat macem macem..."
"Nggak lah Mi Ro ku sayang, aku nggak bakal senekat itu lah...Aku masih
ingin menikmati dan menghargai hidupku"
"Syukurlah kamu masih punya pikiran positif seperti itu."
"Gimana selama kamu di situ, oke kan?"
"Alkhamdulillah...Oke and berjalan lancar, hanya saja...Baru satu hari di Bali aku sudah menemukan cerita baru...
"Apakah cerita barumu itu adalah kepingcut bule di sana?" kata Roro asal nyeplos sambil tertawa bercanda.
"Ngawur! Kamu kali yang dari dulu suka sama cowok-cowok bule kayak gitu, kalau aku kan kamu tahu tipe laki-laki favoritku..."
"Iya kamu suka tipe cowok asia yang lemes nggak ada tenaga hahahahahaha..."
"Eh...Eh...Jangan salah justru cowok asia yang terbukti kecil- kecil cabe rawit lho...Hihihihi"
"Iya deh percaya, sudah...Sudah kok malah mbahas cowok sih? tadi si Teddy sama Radja berkali-kali menelponku menanyakan keadaanmu."
"Kenapa mereka nenelponmu Mi Ro?"
"Ya gara-gara kamu tidak pernah membalas chat dan mengangkat telepon mereka, jadi aku yang jadi seksi sibuk mereka."
"Aku minta tolong sampaikan pada mereka kalau kabarku baik-baik saja dan tolong untuk sementara ini jangan mengganggu liburanku untuk mencari ketenangan."
"Oke akan aku sampaikan pesanmu pada mereka"
"Ngomong-ngomong besok kamu tidak kerja Mi Ro?"
"Ya kerja lah...Kalau nggak kerja aku makan apa?"
"Eyalah jiwa mbok-mboknya keluar lagi deh...Ya sudah kamu buruan istirahat dan tidur gih, sudah malam banget di sini juga, nanti gara-gara kurang fit malah aku juga tidak bisa menikmati liburanku."
"Oke...Oke, aku nggak akan ganggu waktu istirahat kamu, Assalamualaikum, bye..."
"Wa'alaikum salam, bye..."
Riani segera mematikan ponselnya setelah di seberang sana Roro sudah mematikan panggilannya.
Setelah men charging ponselnya diapun kembali berbaring di kasurnya dan segera memejamkan matanya.
Dan...Tidak butuh lama, diapun terlelap dalam tidurnya.
.............
Bunyi alarm di ponsel membangunkan Riani yang masih tertidur dengan nyenyaknya, sesekali dia menarik kembali selimutnya, namun setelah tersadar kalau dia harus bangun karena ini hari kedua dia tour di bali.
Di saat dia meregangkan tubuhnya dengan menggeliat pelan, di lihatnya di balik jendela pemandangan pagi yang sangat indah.
Segera ia buka jendela kamarnya, yang membuat sinar matahari dengan warna keemasannya langsung masuk ke dalam kamarnya.
Untuk beberapa saat Riani menikmati suasana pagi dengan sinar matahari yang menyelinap di sela-sela daun pepohonan hingga seketika membuka hati dan pikirannya.
"Ya Tuhan aku sangat bersyukur karena hari ini Engkau masih memberiku kesempatan untuk hidup dan bernafas, entah besok ataupun lusa apa yang akan terjadi denganku nanti...Hanya Engkau Sang Pemilik Hiduplah yang tahu...Ampunilah aku Tuhan..."
Doa Riani dalam hati dengan tangis di batinnya, seluruh bulu romanyapun ikut merinding saat mengingat kelak apa yang akan terjadi kita semua tidak ada yang akan tahu.
Riani segera tersadar dari renungan hatinya tatkala bunyi pesan masuk di ponselnya.
Segera dia mengambil ponselnya, dan saat melihat pesan tersebut dari Zoya yang tak lain adalah adik dari Randi, bibir Rianipun mengembangkan senyumannya, wajahnya jadi sumringah saat baca pesan dari Zoya, gadis remaja yang masih duduk di bangku kelas dua SMA itu mengatakan kalau hari ini ia akan ikut tour guide bersama kakaknya, karena kebetulan hari ini sekolah dia di liburkan.
Setelah Riani membalas pesan dari Zoya, diapun segera mencuci muka dan menggosok giginya.
Setelah selesai dia bersiap-siap untuk berangkat.
Hari kedua tour memang lebih pagi berangkatnya karena mereka akan menyebrang ke pulau lombok.
Dengan jalan cepat Riani keluar menuju parkiran mobil yang ternyata di sana sudah menunggu Randi dan Zoya di sampingnya.
Melihat kedatangan Riani keduanya melambaikan tangan ke arah Riani, yang langsung di balas olehnya.
"Selamat pagi Kak..." Sapa Zoya yang langsung menghampiri Riani dan bergelanyut manja di lengan Riani.
"Selamat pagi Zoya...Kamu cute banget deh..." Jawab Riani sambil mengacak-acak gemas rambut Zoya.
"Selamat pagi mbak...Zoya kamu jangan tidak sopan seperti itu pada klien kakak..."
Sapa Randi dan protes pada adiknya sambil mengambil tas ransel dari tangan Riani.
"Selamat pagi juga...Tidak apa- apa kok Ran...Aku justru senang sekali melihat keceriaannya yang berarti dia tidak terpengaruh dengan kejadian yang baru saja dia alami..." Jawab Riani, mereka bertiga masuk ke dalam mobil.
Dan tidak butuh lama, mobilpun melaju meninggalkan Resort.
"Sebelumnya saya minta maaf sekali, kalau selama perjalanan nanti dia akan lebih merepotkan mba..."
"Ihhh...Kakak apanya sih yang merepotkan? Zoya kan ikut kakak juga karena pengin menengok nenek dan kakek..."
"Nggak apa Ran, justru perjalanan kita akan lebih seru dong..."
"Terima kasih sekali ya mba."
"Sama-sama Ran, owh ya tadi Zoya bilang dia akan menjenguk kakek dan nenek kalian di lombok?"
"Iya kak, kami sebenarnya asli orang lombok, tapi karena pekerjaan kak Randi juga sekolahku jadi kami merantau di bali."
"Begitu ya..."
"Iya mbak, sebenarnya nenek dan kakek kami tidak setuju kalau kami merantau di bali, karena mereka sangat mengkhawatirkan kami."
"Tapi kami berdua berhasil meyakinkan mereka dan membuktikan pada mereka kalau kami bisa mandiri dan baik-baik saja." Sambung Zoya penuh semangatbercerita.
"Wahhh...Kalian hebat, aku salut dan iri dengan kemandirian kalian."
"Iya dong kak...Selain kami bisa membiayai hidup dan sekolah kami sendiri, kami juga bisa mengirim uang pada mereka."
"Karena nenek dan kakek kami hanya petani kebun biasa jadi untuk Zoya bisa bersekolah lebih tinggi kami terpaksa bekerja di sini."
Lanjut Randi yang mulai terbawa suasana alur cerita Zoya adiknya .
"Jadi maksud kalian Zoya selain sekolah juga sambil bekerja?"
"Iya kak, Zoya sudah satu tahun ini bekerja di salah satu restoran seafood dekat resort kakak tinggal."
"Wah...Aku jadi semakin saluut sama kamu Zoya." Kata Riani sambil mengacungkan dua jempolnya.
"Terima kasih sekali kakak" jawab Zoya dengan tersipu malu.
"Kamu pinter juga mengatur waktu kamu, tapi...Apakah kamu tidak terlalu capek dengan seperti itu?"
"Capek sih tetep kak, tapi... karena Zoya sudah bertekad bulat dan di jalani dengan enjoy jadi ya nggak terasa."
"Betul juga sih..." Kata Riani sambil manggut-manggut.
"Kalau Zoya tidak sambil kerja, terus bagaimana kelak Zoya bisa melanjutkan kuliah dan bisa tetap membantu kakek dan nenek coba?"
"Iya sih, apa lagi setahu kakak, biaya hidup dan sekolah di bali hampir sama bahkan lebih tinggi dari pada di Jakarta."
"Nah itu dia kak, makanya itu Zoya ngotot sama kak Randi untuk kerja sambilan."
"Meskipun awalnya saya tidak setuju, tapi melihat tekad dan niat baik Zoya akhirnya saya mengijinkan juga dia untuk bekerja sambilan" sambung Randi lagi.
"Aku setuju dengan apa yang kamu lakukan sebagai kakak, kamu harus selalu tetap mendukung keinginan baik adikmu, selama dia bisa menjaga dirinya dari pergaulan bebas sekarang ini."
"Iya mba..."
.............
Tanpa terasa merekapun telah sampai di Pelabuhan Padang Bai Bali untuk menyebrang ke pulau lombok dengan menggunakan kapal feri.
Setelah mobil mereka masuk kedalam kapal feri, Riani bersiap untuk memulai perjalanan ke pulau lombok dengan Kakak Beradik Yang Menyenangkan seperti Randi dan Zoya.
Riani sangat bersyukur bisa bertemu dengan mereka berdua yang bisa membuatnya lupa sejenak akan masalah yang sedang ia alami.
"Terima kasih Tuhan...Engkau telah mengirimkan mereka padaku...Ternyata Engkau masih menyayangi hambamu ini..."
Novel omah yg baru berjudul EPIPHANY, sudah up loh..
Bunda wow hebat bunda ku udah sampai epesode 100 lebih ,kirito bangga punya bunda yang jago