NovelToon NovelToon
Revenge Ends In Love

Revenge Ends In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / One Night Stand / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai
Popularitas:80.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: farala

Oleh orang tuaku, aku di jadikan sebagai pelunas utang dan menikahkan ku dengan seorang pria kaya. Tidak ada cinta di antara kami. Suatu malam, tanpa sengaja, aku melakukan one night stand dengan bos ku hingga aku harus mengakhiri rumah tangga ku yang masih berumur jagung.
Ternyata, kejadian malam itu adalah jebakan. Jebakan balas dendam yang membuatku terluka dan trauma.
Lima tahun berlalu, aku bertemu lagi dengannya, bertemu dengan pria yang malam itu membuatku tak berdaya karena sentuhannya. Pria yang sangat aku benci dan ingin aku lupakan.
Tapi pertemuan itu kembali membuatku terseret oleh pesonanya.
Mampukah aku tetap membenci atau justru aku malah jatuh cinta padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 : Balas dendam ?

Emilia menatap Ludwig.

" Apa kau bilang? Bohong?" Tanya Emilia meyakinkan indra pendengarannya.

" Ya, aku tidak sakit seperti pengakuan ku dulu."

" LUDWIG.....!!" Pekik Emilia. Ia marah karena merasa di tipu oleh suaminya sendiri. " Jelaskan padaku!" Pinta Emilie geram.

" Tidak untuk saat ini."

" Kamu menipuku Ludwig!" Emilia kembali histeris.

" Ya, begitulah kebenarannya."

Emilia tertawa di sela air matanya yang menetes dan di hapus dengan kasar oleh kedua tangannya.

" Aku lelah." Emilia melangkah ke arah berlawanan dengan Ludwig. Menuju di mana kamar nya berada.

" Jauhi dia!"

Emilia berbalik dengan kening mengernyit. " Siapa yang kau maksud?"

" Ayah dari calon bayimu."

Emilia tersentak. " Ka..kau mengenalnya?"

Ludwig mengangguk. " Aku tau kau menginap di rumahnya. Dan aku juga tau kalau kau tidur di ranjangnya." Kata Ludwig menatap tajam Emilia.

" Ba..bagaimana kau bisa tau?" Emilia seakan tak percaya dengan semua perkataan Ludwig.

" Wangi parfumnya. Dan belum lama ini, aku mencium wangi yang sama, dan aku jelas tau siapa orangnya."

Deg..

Emilia bungkam. Butuh beberapa saat untuk mengembalikan oksigen dalam otaknya agar bisa kembali berfungsi dengan normal.

" Karena kau tau, mari kita bercerai." Ucap Emilia tenang. Bertahan juga tidak akan merubah apapun. Toh, dari awal pernikahan mereka sudah salah, di tambah kesalahan kesalahan lain yang mengakibatkan pernikahan mereka berada di ujung tanduk.

" Tidak Emilia, aku tidak akan menceraikan mu."

" Ludwig, tolong. Ini demi kebaikan kita bersama." Tutur Emilia penuh permohonan.

Tatapan Ludwig berubah sendu. " Apa kau tidak pernah merasa nyaman saat bersamaku?"

" Pernah."

" Lalu kenapa kita harus berpisah?"

" Nyaman saja tidak cukup untuk membuat dua orang hidup dalam satu atap Ludwig. Banyak hal yang seharusnya di lakukan pasangan suami istri, dan selama ini, apa yang kita lakukan? Aku hanya orang asing yang menumpang tinggal di rumah orang lain. Cinta? Bulshit. Aku tidak percaya dengan kata menjijikkan itu."

Ludwig menghela nafas dalam." Kau memang butuh istirahat, masuklah. Hari ini aku juga sangat lelah." Ia berlalu meninggalkan Emilia.

Emilia menatap punggung tegap Ludwig yang berjalan semakin jauh hingga hilang di balik pintu.

" Kenapa kau tidak ingin bercerai? Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" Gumam Emilia dalam hati.

*

*

Di belahan bumi Lain.

Seorang pria tampan baru saja memasuki sebuah ruangan yang terkesan sangat mewah. Aura dingin dan berkelas jelas terlihat dari perawakannya.

Dia duduk di kursi kebesaran sembari menatap asisten pribadinya yang sejak tadi mengekor di belakang.

" Bagaimana?"

" Sudah beres tuan."

" Bagus, jangan biarkan dia mendekati keluargaku lagi."

" Baik tuan."

" Apa agendaku hari ini?"

" Dua jam lagi, anda akan mengadakan rapat tertutup dengan para pemegang saham, dan sore hari, tuan besar mengajak anda makan malam di mansion utama."

Pria itu menghela nafas berat." Apa dia tidak punya pekerjaan sampai memanggilku datang menemuinya? " Ujarnya ketus.

" Baiklah, kau boleh pergi."

" Satu lagi tuan."

" Kenapa banyak sekali Arthur?" Katanya dengan raut kesal.

" Nona Gwen ingin bertemu dengan anda."

" Katakan aku sibuk, aku tidak punya waktu bertemu dengannya."

" Baik tuan."

Arthur keluar, pria yang memiliki sifat dingin dan tak banyak bicara itu kembali ke ruangannya. Sembari berjalan, ia mulai mengetik pesan untuk di kirimkan pada nona Gwen.

Namun, baru beberapa detik kursi itu menyapa tubuhnya, sebuah panggilan darurat mengharuskannya kembali ke ruangan besar nan mewah yang berada tepat di depan ruangannya.

Tidak perlu mengetuk, Arthur langsung masuk menghampiri sang bos. Ia sempat terkejut karena ternyata bosnya tidak sendiri, seorang wanita cantik dan seksi sedang bergelayut manja di lengan kekar pria tampan yang sudah menjadi tuannya sejak beberapa tahun terakhir ini.

" Kenapa kau lama sekali? Ayo." Ucapnya mencoba menepis tangan Gwen yang seperti lem.

Kening Arthur mengernyit. Namun sedetik kemudian ia paham akan maksud sang bos.

" Maaf tuan, semua sudah saya siapkan." Tambah nya.

" Aku ada rapat Gwen."

" Aku akan menunggumu."

" Kau pulang saja, rapat hari ini akan memakan banyak waktu."

" Tapi Gerrard, aku sangat merindukanmu, apa kau lupa berapa lama kau meninggalkanku?" Protesnya.

" Tapi aku sibuk Gwen."

" Lalu kapan kau punya waktu untukku?"

" Nanti aku akan menghubungimu." Ucap Gerrard berlalu meninggalkan Gwen, tunangannya.

Gwen jadi kesal, hingga terdengar dengan lantang heelsnya yang ia hentakkan ke lantai.

*

*

Arthur kini menatap cangkir kopi keduanya untuk hari ini. Baru beberapa jam yang lalu kopi espresso melewati tenggorokannya, dan kali ini, cappucino juga akan bergabung menambah penghuni lambungnya. Sementara sang bos tampan hanya duduk manis sembari meminum air putih dingin yang dia pesan pada pramusaji.

Ya, mereka sedang berada di sebuah kafe, menunggu hingga rapat dewan direksi dilaksanakan.

" Kenapa tidak menemaninya saja dulu tuan? Dari pada kita di sini terlihat seperti orang bodoh." Kata Arthur.

" Minum saja kopi mu ! " Tutur Gerrard menatap tajam wajah Arthur.

" Baik tuan."

Arthur kembali terdiam, menyeruput sedikit demi sedikit kopinya yang masih mengepul. Dia tidak boleh menghabiskan secangkir kopi itu hingga dua jam ke depan, karena duduk bersama Gerrard untuk waktu yang lama akan membuatnya bosan. Sebenarnya sifat mereka hampir mirip, sama sama tidak suka bicara, dan itulah yang menyebabkan Arthur seperti berada di kuburan jika sedang bersama Gerrard. Sepi dan mencekam. Apalagi mereka tidak sedang membicarakan pekerjaan. Gerrard hanya sibuk dengan ponselnya, sementara Arthur sibuk menghitung teguk demi teguk cappucino miliknya.

" Apa kau pernah jatuh cinta?" Gerrard tiba tiba saja memberikan kuis setelah lama tanpa suara.

Arthur mengangkat kepalanya. " Pernah, tapi tidak berani menyatakannya."

Gerrard tersenyum mengejek. " Kau itu pria sejati atau bukan? Menyatakan cinta saja sesulit itu." Katanya kemudian meraih gelas di depannya dan meminum air putih dingin itu hingga tersisa setengah.

" Memangnya tuan pernah?"

Skak mat..

Wajah Gerrard berubah lain, senyumnya menghilang.

" Oiya saya lupa jika tuan pasti pernah mengatakannya pada nona Gwen."

" Tutup mulutmu! Bagaimana kau bisa mengatakan hal menjijikkan itu?" Gerrard jadi kesal.

" Gwen kan tunangan anda, jadi saya pikir, anda dan nona Gwen saling jatuh cinta."

" Stop!" Gerrard mengangkat tangan kanannya tanda agar Arthur berhenti berbicara. " Kau itu tidak bisa di ajak bertukar pikiran. Makanya jadi laki laki itu jangan terlalu kaku!"

" Apa apaan ini? Kenapa aku yang di salahkan, padahal kan dia yang bertanya dan aku menjawab sesuai apa yang dia tanyakan. Dasar bos aneh." Arthur membatin. Coba dia mengatakan nya langsung, bisa di pastikan jika Arthur akan kehilangan pekerjaannya saat ini juga.

Gerrard kembali bermain ponsel, tapi itu hanya alasan, karena wajah seorang wanita selalu berseliweran di otaknya.

" Apa yang dia lakukan? Bagaimana ia menjalani hari harinya? " Sungguh pertanyaan yang sangat sulit untuk di jawab.

Sejurus kemudian, ia menepis pikirannya itu. Berusaha kembali fokus dan melupakan apa yang sudah dia perbuat pada wanita itu. Balas dendamnya belum sepenuhnya terlaksana. Tapi masalah berat yang menimpa anak perusahaannya harus segera ia urus agar tidak berkelanjutan dan membuat perusahaan itu harus berpindah tangan.

Inilah yang akan Gerrard bahas dengan para pemegang saham tentang anak perusaahan Quantum Mayors yang sedang berjuang tanpa pimpinan.

Laura Muller, kakak satu-satunya yang ia miliki awalnya adalah pemilik anak perusahaan tersebut, tapi itu dulu, sekitar setahun lalu. Kini, Laura Muller sudah tiada. Nama itu akan terus terpatri dalam hati Gerrard.

Rasa sakit hati yang dia rasakan setelah kematian Laura membuat Gerrard bertekad membalas dendam atas kematian sang kakak.

Lalu apa hubungannya dengan Emilia?

...****************...

1
Jumi Eko
Bagus
Risma Surullah
aq suka nyonya daysi 😄😄
Asriani Bfc1
ceritanya tdk berlanjut padahal bagus ..aku suka..jd penasaran
Yekin Yong
Lo...ngak sambung lagi ceritanya?
Pujierde
ternyata masih bersambung yaaa😁 apakah ge dan emi akan bersatu ? msh nunggu lanjutannya penisirin dg lanjutannya krn heidi dan maia akan berjodoh dgn siapa yaks? apakah heidi dg arthur dan maia dg willy ? di tunggu lanjutannya ya kak author sehat selalu dan semangaaaat
Pujierde
bisa kena tatapan tajam ato kena omelan dari gerrard ney 😂😂
Pujierde
apakah gerrard gak melihat kemiripan sophia dg dirinya kan kata ny daisy sophia mirip daddynya
Pujierde
seperti kata orang dunia tidak selebar daun kelor 😁😁 ternyata abangnya will nikah dg sepupu ludwig
Pujierde
aduh jangan cepet ketemu lah
Pujierde
bisa ya orang tua kaya begitu terhadap anaknya hellowwww belum tentu anak laki" bisa mandiri seperti anak perempuan belum tentu anak laki" bisa pintar dan cerdas seperti anak perempuan bisa jadi malah anak laki" yang kelak menghancurkan perusahaan yang anda bangun
ren_iren
bagus
Neneng Sumiati
pdhl anak u gerald
Ma Malikha
ayo up kk
3 dhi: 😅😅aduh, yang sabar ya kakak🙏🙏🙏
total 1 replies
Kurniawati Nita
Kecewa
Kurniawati Nita
Buruk
Ma Malikha
sibuk ya kak.. lama gak up..
ayo doong... tamatin..
semangat🔛🔥🔛🔥🔛🔥🔛🔥🔛🔥
Bunda Aish
lho cerita nya masih nggantung ya?😁
3 dhi: iya kak, nanti balik lagi jenguk si Emi,,aku di Keluarga Brawijaya dl ya😍😍
total 1 replies
Bunda Aish
belajar sono bagaimana cara minta maaf yang benar
Bunda Aish
😀😀😀 yang kamu katain mati itu temannya lho Maia
Bunda Aish
CEO kok pikiran nya picik begitu,yang salah siapa balas dendam nya ke siapa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!