"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."
Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.
Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.
Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:
Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...
Komandan perang Kekaisaran Jiulong...
Raja informasi dari Paviliun Bayangan...
Semuanya adalah klon milik Lian!
Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjamuan Darah Istana (Bagian 2) – Topeng Kekuasaan
Ledakan pintu gerbang dan seruan histeris Ye Chen membuat seluruh Aula Utama Istana Jiulong mendadak gempar.
Asap hitam beracun membumbung tinggi, menyelimuti deretan pangeran dan pejabat tinggi yang langsung kocar-kacir menyelamatkan diri.
"Penjaga! Tahan penyusup itu sekarang juga!" teriak Pangeran Pertama Kerajaan Jiulong seraya menarik pedang peraknya.
Namun sebelum para prajurit sempat bergerak, gelombang hawa panas yang sangat dahsyat mendadak menyapu seluruh ruangan.
Api keemasan membakar habis asap racun purba milik Ye Chen dalam sekejap, menyisa suhu udara yang sangat menyengat.
Klon #01 Zhuque berdiri santai dari kursi utamanya, menatap sosok Ye Chen dengan pandangan mata penuh penghinaan.
"Makhluk tak berguna sepertimu berani mengganggu ketenangan makan malamku?" dengus Zhuque dingin.
"Zhuque! Kau tidak tahu apa-apa tentang penderitaanku! Jangan menghalangiku membunuh para penguasa korup ini!" raung Ye Chen dengan mata merah menyala.
Di tempat duduknya, Klon #03 Baihu menyunggingkan senyum bermuka dua seraya melipat kipas sutranya pelan.
"Tenanglah sedikit, Pemuda Ye. Mengamuk di perjamuan istana hanya akan merusak harga batu spiritual milikmu," goda Baihu santai.
"Tutup mulutmu, Pedagang Haram! Malam ini seluruh Kekaisaran Jiulong akan membayar darah atas kejahatan mereka!" bentak Ye Chen histeris.
Aura Artefak Darah Iblis Purba membumbung makin tinggi, mengikis fondasi batu di bawah pijakan kaki Ye Chen.
Puteri Feng Qingxue mengepalkan tangannya rapat, matanya memancarkan rasa cemas dan ketakutan yang teramat sangat.
'Kekuatan Ye Chen meningkat begitu cepat setelah keluar dari Pegunungan Kematian! Jika dia menghancurkan perjamuan ini, legitimasiku di hadapan dewan kerajaan akan hancur total!' batin Feng Qingxue panik.
Dia langsung menoleh ke arah Komandan Canglong, berharap militer kerajaan segera mengambil tindakan tegas.
"Komandan Canglong! Amankan aula ini dan lumpuhkan pemberontak itu sekarang!" perintah Feng Qingxue dengan suara tegas.
Klon #02 Canglong berdiri tegak, membiarkan aura Fisik Asura miliknya meledak menekan seluruh penjuru ruangan.
"Perintah diterima. Namun otoritas militer di aula ini sepenuhnya berada di bawah kendaliku, bukan keputusan pribadi kekaisaran," jawab Canglong kaku.
Canglong melangkah maju satu tindakan, menghalangi rute serang Ye Chen sekaligus memotong jalur gerak para pengawal istana.
"Lancang sekali kau, Canglong! Beraninya kau mendikte perintah Putri Utama di hadapan umum!" sela Pangeran Pertama murka.
"Hukum militer perbatasan ditetapkan dengan darah, bukan dengan omong kosong dari pangeran yang hanya tahu menikmati anggur istana," balas Canglong tanpa emosi.
"Kau... kau membiarkan penjahat ini mengancam nyawa kami?!" pekik Pangeran Pertama dengan wajah merah padam.
Di kedalaman gua tersembunyi, Lian menyaksikan perdebatan itu melalui fitur Simulasi Takdir pada layar sistemnya.
'Bagus. Izinkan ketegangan internal kekaisaran ini meledak sampai ke titik puncaknya,' batin Lian seraya tersenyum dingin.
'Pangeran Pertama yang tamak itu adalah bidak paling sempurna untuk mempercepat kehancuran faksi kekaisaran dari dalam,' lanjut Lian dalam hati.
Melalui Sinkronisasi Jiwa, Lian mengirimkan pesan instruksi rahasia ke dalam pusat pikiran Zhuque.
'Zhuque, tekan Sekte Api Ilahi untuk mengambil alih konsesi tambang perbatasan sekarang juga,' perintah Lian.
Zhuque langsung melangkah maju, memotong perdebatan antara Canglong dan Pangeran Pertama tanpa kepedulian sedikit pun.
"Cukup omong kosong kalian yang membosankan ini!" potong Zhuque dengan nada keangkuhan tanpa tanding.
Seluruh pandangan mata di dalam aula langsung tertuju pada sosok jenius nomor satu dari Sekte Api Ilahi tersebut.
"Sekte Api Ilahi tidak memiliki waktu untuk mengurusi drama sampah keluarga kerajaan," ucap Zhuque seraya menunjuk Feng Qingxue.
"Jika Kekaisaran Jiulong ingin bantuan sekteku untuk memusnahkan serangga seperti Ye Chen ini, serahkan seluruh konsesi Wilayah Tambang Batu Spiritual Perbatasan Barat malam ini juga!" tuntut Zhuque tajam.
Permintaan tersebut langsung memicu kegemparan luar biasa di antara puluhan tetua dan pejabat kerajaan yang hadir.
"Apa?! Menyerahkan seluruh Wilayah Tambang Perbatasan Barat?!" teriak salah satu tetua kerajaan terperanjat.
"Itu adalah urat nadi ekonomi kekaisaran kami! Sekte Api Ilahi benar-benar sangat serakah!" tambah pejabat lain gemetar.
Feng Qingxue menggigit bibir bawahnya rapat, merasa terpojok oleh tuntutan tajam dari Zhuque.
'Zhuque memanfaatkan kekacauan Ye Chen untuk memeras kekaisaran! Pria ini benar-benar tidak memiliki empati!' batin Feng Qingxue merutuk penuh dendam.
"Saint Son Zhuque, penawaranmu sangat tidak masuk akal! Wilayah perbatasan berada di bawah yurisdiksi militer kerajaan!" tegas Canglong menimpal.
Canglong menatap Zhuque dengan pandangan penuh permusuhan, memainkan peran sebagai benteng pertahanan kerajaan secara sempurna.
"Otoritas militerku tidak akan pernah membiarkan sekte luar menguasai jalur perdagangan batu spiritual!" tambah Canglong tegas.
"Hahaha! Otoritas militer konyolmu tidak ada artinya di hadapan kekuatan mutlak sekte kami, Canglong!" balas Zhuque tertawa sinis.
Melihat perselisihan panas antara Zhuque dan Canglong, Baihu kembali mengibaskan kipas lipatnya seraya melangkah ke tengah ruangan.
"Harap semuanya tenang. Mengapa kita tidak membiarkan Paviliun Bayangan mengelola konsesi tambang tersebut sebagai pihak ketiga?" usul Baihu penuh senyum bermuka dua.
"Dengan begitu, kekaisaran tetap mendapat bagian, sekte mendapat suplai, dan militer tidak kehilangan kendali lalu lintas," lanjut Baihu menawarkan solusi manis.
Feng Qingxue tertegun sejenak, mulai menimbang-nimbang usulan Baihu yang tampak sangat menguntungkan posisinya.
'Jika Paviliun Bayangan yang memegang kendali, aku bisa menggunakan pengaruh uang untuk memanipulasi Baihu kelak!' batin Feng Qingxue merasa menemukan celah.
Dia tidak pernah membayangkan bahwa baik Zhuque, Canglong, maupun Baihu adalah ekor kekuatan dari sosok Mastermind yang sama.
Keinginan Feng Qingxue untuk memanfaatkan situasi justru makin menjerumuskannya ke dalam perangkap Papan Catur Kosmik buatan Lian.
Sementara itu, Ye Chen yang merasa diabaikan di tengah perdebatan politik tersebut mulai kehilangan kesabarannya.
"DIAM KALIAN SEMUA! Aku di sini untuk membantai kalian, bukan mendengarkan negosiasi busuk kalian!" teriak Ye Chen murka.
Ye Chen melompat tinggi ke udara, mengayunkan Artefak Darah Iblis Purba ke arah takhta tempat Feng Qingxue duduk.
Tebasan cahaya merah pekat membelah udara, membawa tekanan energi yang sanggup meruntuhkan pilar-pilar batu istana.
"Lindungi Yang Mulia Putri!" teriak para pengawal panik seraya berlarian kocar-kacir.
Zhuque hanya melirik serangan tersebut dengan tatapan dingin penuh penghinaan.
"Serangga tetaplah serangga," gumam Zhuque malas seraya mengibaskan lengan bajunya.
BOM!
Percikan Api Kuno meledak di udara, menghantam telak tebasan darah milik Ye Chen hingga hancur berkeping-keping.
Gelombang hembusan angin panas melemparkan tubuh Ye Chen ke belakang hingga menghantam reruntuhan gerbang emas.
"Uhuk!" Ye Chen memuntahkan seteguk darah segar, menatap Zhuque dengan rasa tidak percaya dan dendam mendalam.
"Bagaimana mungkin... kekuatan Api Kuno milikmu bisa menekan Energi Iblis Purba milikku?!" seru Ye Chen terengah-engah.
Pangeran Pertama yang melihat Ye Chen terdesak mendadak merasa mendapat kesempatan untuk menunjukkan keberaniannya di depan dewan.
Dia melangkah maju seraya mengacungkan pedangnya ke arah Zhuque dengan raut wajah penuh kesombongan.
"Zhuque! Berani sekali kau bertindak melangkahi wewenang kerajaan di depan umum!" bentak Pangeran Pertama berteriak nyaring.
"Kau hanyalah murid sekte! Jika kau tidak menghormati keluarga kerajaan malam ini, aku akan memastikan Sekte Api Ilahi dicap sebagai pemberontak!" ancam Pangeran Pertama secara impulsif.
Seluruh ruangan mendadak hening seketika mendengarkan ancaman konyol dari pangeran muda tersebut.
Feng Qingxue menepuk dahinya pelan, merutuki kebodohan Pangeran Pertama yang baru saja memicu bencana besar.
'Pria bodoh! Dia baru saja menggali kuburannya sendiri di hadapan monster arogan seperti Zhuque!' batin Feng Qingxue menjerit panik.
Zhuque memutar tubuhnya perlahan, menatap Pangeran Pertama dengan sudut mata yang memancarkan kilatan pembunuh mutlak.
Di kedalaman gua, Lian terkekeh pelan seraya memajukan satu bidak hitam di atas papan catur di hadapannya.
'Pangeran Pertama Kekaisaran Jiulong... vonis kematian politik dan nyawamu baru saja ditandatangani oleh tanganmu sendiri,' batin Lian penuh kalkulasi dingin.