NovelToon NovelToon
BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

BUKAN MENIKAHI CEO TAPI MENIKAH DENGAN SEORANG PELAYAN

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: kan

Kim Ana pergi ke sebuah Club karna merasa patah hati sudah di khianati oleh pacar dan sahabatnya hingga membuat dia depresi dan memutuskan untuk minum.

Karna Ana mabuk,Sarah Fang memutuskan untuk memesan kamar untuk sahabatnya karna dirinya harus ke rumah sakit dan tidak tega untuk meninggalkan sahabatnya sendirian.

Malam itu,menjadi malam yang panjang untuk Ana.ketika bangun sudah mendapati dirinya tidak mengenakan pakaiannya.

Ana pun menikah dengan Pria yang sudah mengambil kesuciannya.

Siapa sangka bahwa itu adalah permulaan untuk kehidupan Ana yang akan membawanya kepada kebahagian yang tiada batas.

Arian Li pewaris keluarga Li sekaligus Ketua Mafia yang di takuti di Negara itu.
Pertama kali pulang kembali ke negaranya
Setelah sekian lama,Arian harus menikah dengan wanita yang sudah ia ambil sesuciannya dan Wanita itu juga mengira kalau dirinya seorang pelayan.

Bagaimanakah Cara Arian memberi tahukan Pada Ana bahwa dirinya adalah seorang tuan muda..?

penasaran .....???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SISI KELAM

Arian berjalan mendekati Kakeknya yang tersenyum padanya kemudian duduk berhadapan dengan sang kakek.

"Aku senang kau datang,Bagaimana keadaanmu...?"ucap Houyang karena sangat rindu dengan Arian, sudah bertahun tahun dia tidak melihat cucunya bahkan dia tidak menyangka kalau cucunya yang pergi saat umur 10 tahun, kini sudah menjadi seorang pemuda yang begitu menawan dan memikat begitu banyak wanita.

"Baik2 saja,kalau kakek..?"tanya Arian sambil meminum kopi yang baru saja di sajikan di depannya oleh pelayan.

"Aku sangat baik,orang tua itu tidak bercerita yang tidak2 padamukan,"ucap Houyang pada Arian.

"Aku tidak tau,bagaimana kalian bisa menjadi besan,padahal kalian sama sekali tidak bisa akur setiap kali bertemu"ucap Arian sambil menyeruput kopinya lagi.

"apakah kau benar2 ingin tau bagaimana kami bisa jadi besan...?"ucap Houyang.

"sepertinya menarik"ucap Arian mulai fokus pada kakeknya dan menaruh kopinya di meja.

"Dulu aku dan kakek galakmu itu..."ucap Houyang membuat Arian memotong perkataannya.

"Kakek memanggil kakek Daenji dengan sebutan seperti itu,apa dia tidak akan marah saat dia mendengar kakek berbicara seperti itu"ucap Arian membuat Houyang tidak bisa berkata kata.

"makanya kau tidak boleh memberitahukannya,dan lagi jangan memotong saat orang tua berbicara"ucap Houyang membuat Arian memutar bola matanya malas.

"Tidak usah cerita lagi,itu pasti akan memakan waktu,apa yang ingin kakek bicarakan denganku."ucap Arian tidak mau lagi basa basi mengingat dia sudah berjanji pada Ana.

Houyang hanya terdiam mendapat sikap dingin sang Cucu,membuat dia jadi merasa bersalah saat mengingat kejadian kelam yang menimpa Arian saat berusia 7 tahun.

"Seandainya saja,hal itu tidak terjadi mungkin ..."ucap Houyang yang terhenti saat dia mendengar Suara pecahan gelas dan menatap Arian.

Arian memecahkan gelas yang di genggamnya dan membuat seluruh pelayan di ruangan itu ketakutan,apalagi Arian sudah menatap dingin pada sang kakek.

Tatapan Arian membuat seluruh orang di ruangan itu gemetar,sedang Houyang hanya bisa terdiam sebelum kembali berbicara.

"Kakek minta maaf,kakek tidak bermaksud untuk membahas hal itu"ucap Houyang menyesal sudah membuat cucunya marah.

Arian berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kakeknya,Houyang hanya bisa diam menatap kepergian Arian,Dia juga tidak bisa menghentikannya karna sekarang Arian benar2 marah,Arian sangat tidak suka jika ada orang yang berani membahas masa lalunya terutama saat dia berusia 7 tahun.

Arian membuka pintu mobilnya untuk segera pergi,saat dia ingin masuk tiba2 ponselnya berdering.

Drrrrttt....drrrrtt

"Hmmm"ucap Arian saat sudah mengangkat telfon yang tidak lain dari Rafael.

"Ada apa denganmu....?"ucap Rafael di seberang sana.

"Aku sedang tidak mood untuk berbicara dengan siapa pun,jika bukan hal penting aku matikan"ucap Arian.

"Jangan Woi,Astaga aku tidak tau apa yang sudah membuatmu marah,tapi bisakah kau datang ke markas sekarang aku mendapatkan tikus kecil yang bersembunyi di sini,kami ingin kau yang mengintrogasinya,karna dia benar2 tidak mau buka mulut"ucap Rafael.

"Aku akan segera ke sana"ucap Arian sambil melihat Arlojinya dan mematikan ponsel sepihak membuat Rafael serasa ingin melempar ponselnya.

Jam baru menunjukkan pukul 5 sore,Masih ada 2 jam sebelum makan malam,jadi Arian masih bisa pulang tepat waktu.

Arian melajukan mobilnya menuju ke markas yang berada di pinggir kota,hanya 30 menit perjalanan dan Arian sudah tiba di markas Dragon Night.

Jika ada orang yang melihat markas Dragon Night dari luar,mereka pasti akan berkata hanya bangunan tua yang tidak terurus,tapi saat kau masuk ke dalam kau akan melihat hal yang berbeda dari penampilan luarnya.

Arian masuk ke dalam markas dan semua orang membungkukkan badannya tanda memberi hormat.

"Selamat datang Bos"ucap Desta.Desta adalah tangan kiri Arian dan juga sebagai penasehatnya.

"di mana mereka"ucap Arian.

Desta berjalan lebih dulu dan menuntun Arian ke ruangan yang biasa mereka tempati untuk menahan seorang mata2 jika ingin di introgasi.

Desta membuka pintu dan melihat seseorang yang di ikat tangannya ke belakang,dengan luka di bagian pipinya,Arian bisa menebak jika luka di bagian pipi dari mata2 itu di sebabkan oleh Rafael.

Carlson dan Rafael duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh bawahannya.Rafael melihat Arian yang memasuki Ruangan itu, kemudian Rafael tersenyum pada Arian yang hanya di balas tatapan datar tampa ekspresi.

"akhirnya kau datang juga"ucap Rafael saat Arian sudah berada di depannya.

Orang yang di ikat itu mengangkat kepalanya yang tadinya melihat ke bawah lantai kini melihat Ketiga orang yang sering di sebut2 sebagai iblis.

"Aku sudah melakukan semuanya tapi dia tetap tidak mau bicara"ucap Rafael pada Arian sementara Carlson hanya terdiam sambil memainkan pisau di tangannya.

Arian berjalan pada Pria yang kira2 hampir seumuran dengannya,Arian menjongkokkan badannya dan memegang wajah pria itu yang sudah gemetaran karna Arian menatapnya tajam.

"Siapa yang menyuruhmu untuk memata matai Dragon Night"ucap Arian dingin membuat Pria itu semakin gemetar.

Pria itu memberikan Arian senyum mengejek meski tubuhnya masih gemetar dan kemudian berkata"Kalian hanya orang bodoh,sampai kapan pun Aku....."ucap pria itu yang terpotong karna Arian sudah menendangnya hingga mengenai dinding.

BUGH

pria itu terpental karna Arian menendangnya hingga mengenai dinding yang retak akibat Arian menendang pria itu terlalu keras,membuat semua orang yang berada di ruangan itu yang berjumlah 10 orang untuk menjaga pria itu agar tidak lari,menelan salivanya dengan susah payah dan tubuh yang perlahan lahan gemetar.

Arian berjalan mendekati pria itu dan kemudian melemparkannya ke tengah Ruangan itu.

"Sebaiknya kau bicara,jika tidak kau akan merasakan bagaimana rasanya tidak memiliki kulit"ucap Arian dingin.

Mendengar hal itu,pria itu membelalakkan matanya dan semakin gemetar tapi dia tetap berusaha untuk memberikan senyum mengejek pada Arian dan berkata.

"Memangnya kau berani melakukannya"ucap Pria itu meneriaki Arian.

Arian yang memdengar hal itu,tersenyum iblis membuat semua orang di sana benar2 gemetar.

Arian berjalan pada Carlson dan mengambil pisau yang sedari tadi Carlson mainkan.

Arian mendekati pria itu dengan pisau di tangannya dan kemudian menarik tangan pria itu yang terikat dengan tali dan mendekatkan pisau dan mulai mengiris kulit pria itu.

"aaaaaaaa"teriak pria itu saat Arian mulai mengulitinya.

"ku mohon,berhenti"ucap pria itu tapi Arian tidak menghiraukannya.

"AKU AKAN MEMBERITAHUKANNYA"teriak pria itu membuat Arian menghentikan kegiatannya dan kemudian tersenyum.

"A...a...aku,di minta oleh Beruang ganas untuk mencari tau soal ketua kalian"ucap pria itu dengan nafas yang mulai tidak beraturan.

"siapa pemimpin mereka"ucap Carlson mulai mendekat.

"Ke...ke...kepala keluarga Mo,Tuan Mo"ucap Pria itu dan kemudian pingsan.

Mendengar hal itu membuat Arian semakin ingin menghancurkan keluarga Mo.

"Bawa dia ke rumah sakit"ucap Arian dan 2 orang pun bergerak dan mengangkat tubuh pria itu dan membawanya ke rumah sakit.

"sepertinya Beruang ganas memang ingin mencari masalah dengan kita"ucap Rafael.

Beruang ganas adalah salah 1 Kelompok mafia di Negara A dan cukup di takuti,Tapi hal itu tidak akan berlaku pada Arian meskipun kelompok Mafia mereka sudah lama berdiri tapi itu tidak akan pernah membuat Arian takut pada mereka.

"Sepertinya kita harus menghancurkan mereka"ucap Carlson.

"tidak perlu terlalu terburu buru,Kita akan menghancurkan mereka tepat saat pernikahan putrinya,Keluarga Mo tidak akan tersisa"ucap Arian membuat kedua sahabatnya hanya mampu menganguk saja.

"oh iya,di mana Virgan...?"tanya Rafael pasalnya Virgan adalah orang yang sering dia temani berbicara tapi tadi,saat dia datang Rafael sama sekali tidak melihatnya.

"aku menyuruhnya untuk menghancurkan keluarga Leng"ucap Arian membuat Rafael dan Carlson membelalakkan matanya.

"Oow,jadi kau memintanya untuk menghancurkan Keluarga Leng sedang Kimso menghancurkan keluarga Siu,sepertinya mereka sedang berusaha keras ya"ucap Rafael.

Arian berjalan keluar dengan di ikuti oleh Carlson dan Rafael dan semua orang membungkukkan badannya melihat 3 bos besar mereka akan pergi lagi.

"Aku akan pulang sisanya aku serahkan pada kalian"ucap Arian kemudian memasuki mobil dan meninggalkan 2 sahabatnya yang hanya bisa saling menatap 1 sama lain.

"Kalian awasi keluarga Mo,ingat untuk tidak terlalu mencolok dan lagi cari tau informasi siapa saja yang berhubungan dengan keluarga Mo"ucap Carlson membuat semua bawahannya mengangguk mengerti dan pergi untuk melaksanakan tugas mereka.

"Aku tidak tau,apa reaksi Ana nanti saat dia mengetahui kalau Arian adalah orang yang super duper kejam"ucap Carlson masih berdiri di tempatnya bersama dengan Rafael.

"Ana saja belum tau kalau dia adalah Pewaris keluarga Li"ucap Rafael membuat Carlson membelalakkan matanya.

"maksudmu apa..?'ucap Carlson.

"Ana mengira kalau Arian itu adalah pelayan di H&J Group"ucap Rafael membuat Carlson semakin Membelalakkan matanya.

melihat hal itu Rafael menghembuskan nafasnya kemudian menceritakan semua pada Carlson.

Flashback on

Rafael mengantar Sarah pulang ke rumahnya karna di suruh oleh Arian.

Di tengah perjalanan Sarah berbicara pada Rafael.

"Apa aku boleh bertanya..?"ucap Sarah.

"Apa"ucap Rafael masih fokus pada Jalan.

"apa pekerjaanmu..?"tanya Sarah.

"Sama seperti Arian"ucap Rafael yang memang tidak tau apapun.

"Oooww,Aku fikir kau pekerja kantoran ternyata seorang pelayan toh"ucap Sarah membuat Rafael tersedak air liurnya sendiri.

"uhuk...uhuk.."batuk Rafael yang tersedak oleh Air liurnya sendiri dan menatap Sarah sambil memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.

"Kau tidak apa2"ucap Sarah Khawatir.

"maksud kamu apa....,Bilang kalau Arian pelayan"ucap Rafael.

"bukannya memang pelayan ya,kan hari itu aku dan Ana liat dia lagi beres2 di H&J Group sama karyawan lain,salah ya"ucap Sarah polos.

Rafael yang mendengar hal itu hanya mampu memalingkan Wajahnya dan kembali menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan normal.

Setelah itu Rafael tidak pernah lagi berbicara bahkan Sarah pun tidak,Rafael mengantar Sarah pulang dengan selamat.

Flashback off

Mendengar hal itu Carlson mematung.Melihat Carlson yang sama sekali tidak berkutik,Rafael memukul bahunya pelan menyadarkan Carlson dari keterkejutannya,akhirnya mereka memilih untuk pulang dari pada harus memikirkan hal yang sama sekali tidak bisa mereka pahami.

Arian sudah sampai di apartemen Saat jam 6.30 malam,Dia masuk ke dalam apartemennya dan memdapati Ana yang tidak berada di ruang tamu,Dia pun masuk dan melihat Ana sedang memasak di dapur.

Ariam tersenyum kemudian memanggil Ana.

"Sayang"ucap Arian sambil tersenyum.

DEG

1
Candra Aza
Biasa
Marlina
syukaaa
Salsa Billa
q bca ulg Thor walau dngn aqun brbda ya walau author slh satu author tbst cuma sdh gk brkrya lgi d sini y thor
Dwi Sutriani
gw baca nya Kismo 😭
Dewi Kijang
krten nih lanjut
Dewi Kijang
lanjut terus thoor tetap semangat ya
Dewi Kijang
lanjut
Dewi Kijang
keren nihh lanjut saya hadir 😁😁😁😁niii
Elia Zainuddin
bagus.menarik
Akunkedua Hwang
typo Thor 😂
runma
😍😍😍🥰
runma
🤣🤣🤣
Ida Blado
lgian ya jdi org kok bego bgt,udah nikah sembunyi2 ,,, ydah lakinya jg kga jujur,,,tpi pling bikinngedeg ya si ana,,,bego nya gk ketulungan,mentang2 dirinya nyamar jdi org kismin lantad menilai org sama kisminnya,hnya krn melihatnya bekerja seperti pelayan
Ida Blado
ana anak orkay tpi jatuhnya keknorg kismin ketemu orkay
Rentina Sitohang
gua balik lagi guys🤣

kmrin ini kubaca pas tahun 2020
skrang udh 2022🤣🤣
💟노르 아스마💟
seryuuuuuu
💟노르 아스마💟
beartu ini kisah bergenre funny romance ...
💟노르 아스마💟
murid magicion ini Arian...
tgu lah pembalasan utk mu Kevin cs
Marlina
Arian : siapa yang mengajarimu merayu seperti itu

Kimso : kak Rafael

Arian : Kau MAU SAJA DI SESATKAN OLEH SETAN ITU
Desi Arisandi
ach suka visual nya Rafael song joong ki 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!