Up 2 Chapter perhari
Novel ini adalah karya asli author Rumah Pena.
Ditolak oleh alam surgawi dan dikutuk oleh semua keberadaan terkuat membuat Lu Ming putus asa, dirinya berjalan tertatih-tatih mencoba kabur dari kejaran para dewa dan Dao surgawi.
Namun kehendak takdir masih berpihak padanya. pada saat pengejaran dia menjatuhkan dirinya ke lembah tanpa dasar.
pada saat itu, Lu Ming sudah pasrah dan yakin bahwa dirinya akan mati, tapi tak disangka lembah tanpa dasar itu terdapat turbelensi ruang yang membuat ruang disana terkoyak, dirinya masuk kedalam koyakan ruang itu dan muncul disuatu tempat yang tak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 14 - Sebuah Lukisan
Kota Zuanggao, Kota ini terlihat sangat ramai dan makmur, hal ini bisa dilihat dari nuansa kota yang begitu hidup.
Saat Lu Ming masuk mereka bahkan sudah disambut oleh banyaknya pedagang yang menjual berbagai jajanan dan manisan.
Melihat hal ini Lu Ming juga tersenyum. Dia terlihat bernostalgia, dan mengingat kembali kenangan bersama orang tuanya, Mungkin jika kedua orang tuanya dulu menjadi kultivator dewa mereka akan masih hidup sampai sekarang.
Sementara Itu Rong Yan terlihat berlari kesana kemari, sehingga menyebabkan sedikit kegaduhan karena kecantikan Rong Yan.
Melihat tingkah laku unik dari wanita itu, Lu Ming hanya menggelengkan kepalanya dan mengikutinya dari belakang.
Tak lama kemudian mereka melihat sebuah penginapan dan memutuskan untuk sementara mereka berdua akan bermalam disana.
Sebelum masuk mereka mendatangi resepsionis.
"Nona, apakah ada dua kamar yang tersisa dipenginapan ini?." Tanya Lu Ming.
"Tunggu tuan, saya akan mengeceknya terlebih dahulu." Resepsionis itu mengecek sebuah kertas yang berisi catatan tentang kamar yang sudah terisi.
"Kebetulan setelah saya mengeceknya memang masih ada dua kamar yang tersisa, tapi kamar ini merupakan tempat vip, dan harus memiliki kartu keanggotaan VIP dari paviliun seribu bambu."ujar sang resepsionis dengan sopan.
Lu Ming kemudian menyerahkan sebuah token VIP dari paviliun seribu bambu.
Melihat token VIP, Sang resepsionis terkejut dan langsung menyambut Lu Ming Dan Rong Yan dengan sangat hormat lalu mengantarkan mereka berdua secara pribadi kekamar mereka masing masing.
"Tuan Lu, saya masuk dulu." ujar Rong Yan memasuki kamarnya, dan Lu Ming hanya mengangguk.
Kemudian Lu Ming juga masuk kedalam kamar.
Saat berada dikamar itu, Lu Ming merasakan bahwa energi Qi spiritual dikamar itu 2 kali lipat lebih besar dari energi Qi spiritual yang ada diluar.
Hal itu disebabkan karena adanya batu giok hijau yang merupakan sebuah batu pusaka yang dapat meningkatkan kualitas Qi spiritual dan menggandakan Qi spiritual sehingga tempat yang memiliki batu giok hijau tempat itu pasti memiliki energi Qi spiritual yang tebal.
Melihat batu giok hijau Lu Ming tidak memiliki ekspresi sama sekali, karena baginya harta seperti batu giok hijau tidak membuatnya tertarik.
Lu Ming kemudian mengalihkan pandanganya, dia menatap berbagai lukisan yang terpajang didinding, dan kemudian pandanganya fokus ke arah lukisan pemandangan gunung dan sungai yang terlihat sangat nyata.
Tapi yang membuat Lu Ming tertarik bukan lukisan itu yang terlihat begitu nyata, melainkan lukisan itu yang memiliki Dao penciptaan, yang artinya semua yang tergambar didalam lukisan itu nyata.
"Ini aneh, dilihat dari dunia ini tidak mungkin jika ada lukisan dengan Dao penciptaan." Gumam Lu Ming.
Penguasaan dalam Dao itu sangat sulit sehingga hanya beberapa dewa saja yang memiliki Dao khusus, tapi untuk Dao penciptaan ini lebih sulit, karena menciptakan sama dengan aturan tertinggi.
Memang jika seseorang sudah sangat kuat mereka tidak perlu sebuah Dao penciptaan karena tinggal menghentikan jari saja, suatu hal akan tercipta tapi untuk ranah seperti itu Lu Ming belum pernah menjumpainya.
Lu Ming mengambil lukisan itu dan mengutak-atiknya, dan beberapa saat kemudian sebuah cahaya muncul lalu menyedotnya masuk kedalam lukisan tersebut.
Didalam Lukisan Lu Ming dapat melihat luasnya daratan didalam sana, dari yang Lu Ming amati dengan kekuatan spiritualnya, daratan itu memiliki panjang sekitar 1000 mil dan luas 600 Mil.
Selain itu disana hanya ada pegunungan, tumbuhan dan sungai yang jernih, serta Qi spiritual yang sangat tebal, bahkan Qi disini sepuluh kali lipat lebih besar dari Qi spiritual didunia nyata.
Lu Ming tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, dia seketika dalam posisi duduk bersila dan mulai menyerap semua Qi spiritual dialam lukisan itu.
Pusaran besar terbentuk diatas tubuh Lu Ming, pusaran itu menyerap Qi spiritual dengan gila-gilaan, hingga membuat badai dan fenomena alam lainya.
1hari, 1 bulan hingga satu tahun telah berlalu dan Lu Ming masih menyerap Qi spiritual disana, kekuatanya saat ini sudah pulih sekitar 90 persen dari kekuatan Lu Ming dahulu.
Lu Ming kemudian membuka matanya dan melihat sekitarnya yang sudah tidak terbentuk. Terlihat daratan yang indah dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi hilang menjadi sebuah kekosongan.
Lu Ming sudah menduga hal ini, kekuatan pelahap segala yang Lu Ming ciptakan memang sangat luar biasa, teknik itu dapat melahap segalanya.
Lu Ming memejamkan matanya dan dia kembali kedalam kamarnya.
Untung waktu satu tahun didunia lukisan tidak sebanding dengan dunia ini, yang artinya satu hari didunia nyata sama dengan satu tahun didunia lukisan.
Ketika baru saja keluar dari dunia Lukisan, sebuah ketukan terdengar.
Tok..
Tokk..
Tok ...
"Tuan Lu apakah anda berada didalam?." Tanya Rong Yan.
Lu Ming tidak menjawab tapi langsung membuka pintu kamar miliknya.
"Nona rong, apakah ada sesuatu sehingga anda mencari saya?." tanya Lu Ming.
"Saya hanya ingin mengajak tuan Lu kerumah kerabat saya." ujar Rong Yan dengan mata yang terlihat memohon.
"Baiklah." Ujar Lu Ming menyetujui.
Mereka kemudian keluar dari penginapan itu dan berangkat kerumah kerabat dari Rong Yan.
Karena kereta kudanya yang hancur, mereka memutuskan untuk berjalan kaki.
Karena berjalan kaki, tentu mereka berdua menarik perhatian para pejalan kaki, terutama Rong Yan yang dilirik oleh para pria dengan tatapan buas, padahal saat ini Rong Yan sedang memakai cadar, tapi hal ini yang membuat pesona Rong Yan menjadi sangat mematikan bagi para lelaki.
Lu Ming sudah menebak pasti beberapa saat lagi ada seseorang yang menggoda Rong Yan.
Dan benar saja beberapa saat kemudian terlihat kereta kuda yang dikawal oleh beberapa penjaga.
Saat kereta kuda itu berada didekat mereka. kereta kuda itu berhenti, dan seorang pemuda tampan dengan jubah putih serta kipas ditanganya turun dari gerbong kereta kuda dengan gaya elegan serta pembawaan yang sombong seolah-olah semuanya tidak layak dimatanya.
Pemuda itu kemudian mendekati Rong Yan, tanpa memperhatikan Lu Ming yang berdiri disamping Rong Yan.
"Nona, perkenalkan saya adalah Mu Di, dan saya adalah tuan muda dari klan Mu." Ucap Mu Di dengan sangat sombong.
Klan Mu dikota Zuanggao ini memang sangat berpengaruh, mereka terkenal karena tentara perang mereka yang sangat kuat, dan tidak banyak keluarga yang berani bersinggungan dengan klan Mu ini.
"Jadi anda adalah tuan Muda Mu, saya sering mendengar tentang kejeniusan anda, dan keluarga anda yang sangat kuat." Jawab Rong Yan.
Mendengar itu Mu Di terlihat sangat bangga.
"Hehe... Nona memang sangat mengenalku, jadi bagaimana jika nona menemaniku mengobrol, kebetulan aku sangat membutuhkan teman bicara." ujar Mu Di dengan senyum aneh, dan matanya menatap tubuh Rong Yan dengan buas.
"Tuan muda Mu, mungkin lain kali saja, karena saya masih harus pergi kekerabat saya." ucap Rong Yan menolak.
Mendengar itu Mu Di menggertakan giginya, dia belum pernah ditolak oleh satu wanita pun, bahkan jika wanita itu menolak dia akan memaksanya, jika tidak mau maka Mu Di akan mengancamnya.
............
BERSAMBUNGG....
ceritanya pendek²