"Mobil untuk besok dan 1 bulan ini sudah aku kirimkan ke rumah mu."
"Ok." Jujur saja Yura tidak tertarik membicarakan hal lain kepada pria sombong itu.
"Maksud Abang akan menjadikan Yura sebagai supir?" Gerald menatap tak percaya kepada sang Abang.
"Bukan hanya menjadi supir tetapi juga menjadi Sekretaris dan juga asisten pribadi tuan Gheo Cristiano, hebat kan aku?" Yura berkata sinis dengan nada menyindir.
"Wah..wah... Abang keterlaluan, pantes tadi Doni Papa suruh terbang ke Jogja buat menangani perusahaan di sana."
"Itu pantas dia dapatkan karena sudah membuat hidung ku hampir patah." Gheo tidak sadar jika dirinya baru saja keceplosan. Yang menyebabkan Gerald menganga karena masih belum paham seperti apa ceritanya.
"Itu juga pantas didapatkan oleh orang yang merendahkan harga diri saya!" Yura berkata tanpa menoleh ke arah kedua kakak beradik itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clareisya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit dulu tuan? Sepertinya anda demam." Yura kembali bertanya karena Gheo hanya diam dan terlihat tak fokus.
"Aku baik-baik saja!" Gheo berusaha bersikap setenang mungkin.
"Baiklah!" Yura kembali fokus menyetir.
Akhirnya Gheo dan Yura telah sampai di salah satu restoran berbintang lima, tempat dimana Gheo dan rekan bisnisnya bertemu.
Setelah turun dari mobil Gheo semakin terpukau dengan penampilan Yura malam ini.
Tapi ada rasa tak rela jika ada mata pria lain yang menikmati punggung mulusnya Yura, Gheo sama sekali tidak mengerti mengapa perasaan tak rela itu ada.
"Tunggu dulu!" Gheo menghentikan langkahnya lalu memasukkan tangannya kedalam saku celananya, saat ini posisinya menghadap Yura.
"Ada apa tuan? Apa tertinggal sesuatu?"
"Tidak ada! Apa kamu akan masuk dengan pakaian seperti itu?" Gheo menyipitkan matanya.
"Memangnya kenapa dengan pakaian ku?" Yura merasa tidak ada yang salah dengan penampilannya.
"Pakaian mu terlalu terbuka dan itu akan mengundang mata para pria hidung belang menatap mu." Gheo berkata dengan ekspresi datar.
"Tuan? Kita tinggal di kota Jakarta! Bukan tinggal di kampung. Saya rasa banyak yang memakai baju yang lebih terbuka dan seksi daripada ini!"
"Apa kamu ingin terlihat seksi supaya laki-laki tertarik padamu? Jangan memancing para buaya yang berkeliaran dimana-mana. Terkadang kejahatan itu ada jika ada pancingan." Gheo menatap Yura dengan sinis.
"Tuan, saya berpakaian seksi supaya saya terlihat seksi! Bukan untuk diperkosa. Lagian aku tidak memancing siapapun!!" Yura berkata dengan sangat ketus.
"Lagian aku heran mengapa gaun kurang bahan itu bisa seharga 30 juga, rupanya sekarang bukan hanya pejabat yang korupsi! Rupanya desainer juga!! Sangat tidak sepadan barang dengan harga." Ujar Gheo tak kalah ketus.
"Hadeeh.. aku rasa disini bukan desainer yang korupsi, tetapi tuan yang kurang update!! Tuan tidak tau fashion sama sekali ck..ck..ck " Yura menggelengkan kepalanya plus senyum prihatin.
"Apa kata mu?! Wahh... kamu meremehkan ku?!" Ucap Gheo.
"Tidak, hanya saja selera fashion tuan agak kolot. upsss." Yura menutup mulutnya dengan sebelah tangan dengan gaya alay.
"Kamu... Benar-benar!! Pokoknya pakai ini!!" Gheo melepaskan jasnya menyodorkannya ke arah Yura.
"Tuan!! Apa artinya gaun yang ku pakai ini kalau harus ditutup juga!" Yura mendengus kesal.
"Baju yang kamu pakai ini lebih cocok di pakai sundel bolong!!" Tanpa menghiraukan perkataan Yura, Sadar atau tidak Gheo sendiri yang memakaikan jas tersebut.
Yura hanya bisa melongo kayak orang idiot melihat tingkah bosnya itu.
"Tuan benar-benar!! Selera anda tak tertolong!" Yura menghentakkan kakinya sebagai bentuk protes. Walaupun begitu dia tak melepaskan jas yang dipakainya.
Yura sengaja menabrak lengan Gheo dengan wajah cemberut. Bahkan Yura berjalan di depan, sepertinya dia lupa siapa bos di sini.
Bukanya marah karena Yura berjalan di depannya, Gheo hanya tersenyum tipis melihat Sekretarisnya terlihat sangat kesal.
Gheo dan Yura memasuki ruang VIP restoran tersebut, karena menurutnya itu lebih nyaman daripada harus bergabung dengan pengunjung lainnya.
Yura duduk dengan wajah ditekuk karena masih kesal dengan sang bos.
"Mengapa wajah mu masam begitu?" Gheo menatap Yura dengan intens.
"Tidak apa-apa tuan!"
"Klien kali ini seorang Casanova kelas elite, Aku hanya tidak ingin kamu menjadi korbannya."
"Terimakasih atas perhatiannya tuan!" Ucap Yura
"Tidak perlu berterima kasih, aku hanya tidak ingin kamu tidak fokus bekerja karena asik pacaran nantinya." Sarkas Gheo.
"Tuan tenang saja, aku masih bisa memilah antara urusan pribadi dengan urusan pekerjaan." Jawab Yura dengan nada jengah.
"Kita lihat saja nanti." Jawab Gheo acuh.
"Hai bro apa kabar? Sepertinya kamu makin hebat!!"
Yura menolah ke sumber suara, terlihat seorang pria tampan dan seorang wanita cantik di belakangnya.
"Wah siapa nona cantik ini?" Pria itu menatap kagum kearah Yura.
"Kabar ku baik, Dia Sekretaris ku." Gheo menjabat tangan pria itu.
"Wow sejak kapan!" Ujar pria itu.
"Baru-baru ini, sebelumnya dia adalah Sekretarisnya Papa."
"Baiklah aku akan berkenalan secara langsung dengannya."
Pria itu tersenyum menggoda Kep Yura "Hai nona perkenalkan nama ku Kaisar panggil saja Kai!"
"Saya Yura tuan." Yura menyambut uluran tangannya.
"Namamu sangat cantik sama seperti orangnya." Kai tersenyum manis "Dan perkenalan juga ini Vita Sekretaris ku." Kai melepaskan tangannya.
"Hai, Aku Yura." Yura mengulurkan tangannya ke arah Vita.
"Aku Vita senang berkenalan dengan mu!" Vita tersenyum ramah.
"Aku juga." Kini Yura duduk tepat di sebelah Gheo.
"Baiklah sebaiknya kita pesan makanan sekarang." Gheo menekan bel di ruangan itu. Tak lama setelahnya muncul 3 orang pelayan.
Setelah selesai memesan para pelayan meninggalkan ruangan VIP Tersebut.
Sambil menunggu pesanan mereka datang mereka membicarakan seputar pekerjaan, di selingi dengan rayuan Kai kepada Yura.
"Yura, Apakah kamu sudah memiliki kekasih!?" Tiba-tiba Kai bertanya.
"Maaf Tuan itu masalah pribadi, sebaiknya kita fokus ke pekerjaan yang sedang kita bicarakan." Yura bersikap setenang mungkin walaupun sebenarnya dia agak risih dengan pertanyaan kai karena ini adalah pertemuan pertama mereka.
"Oh baiklah, bagaimana kalau besok kita makan siang bersama karena aku ingin mengenal mu lebih jauh." Kai mulai melancarkan niatnya tanpa basa-basi.
"Maff Pak bukannya kita ada makan siang dengan tuan besar besok siang, Dan anda sudah berjanji pada nyonya bahwa anda akan datang." Vita menyela perkataan Kai.
"Aku hampir lupa, baiklah Yura mungkin lain kali saja. Mungkin di lain waktu kita akan mengatur waktu yang tepat." Kai tersenyum sangat manis sehingga menampilkan lesung pipinya yang hanya ada sebelah kanan saja.
"Baik Tuan." Jawab yura.
"Eitts... jangan panggil tuan, panggil saja Kai. seperti yang aku katakan tadi."
"Baiklah aku hanya merasa itu kurang sopan, karena anda adalah rekan Tuan saya."
"Tuan mu hanya Gheo, Jadi bicaralah seperti teman supaya lebih santai." Kai terkekeh
Kali ini Yura tidak menjawab ia hanya membalas dengan senyuman.
Jujur saja Yura sebagai pecinta pria tampan peringkat dewa sangat memuji ketampanan pria bernama Kaisar itu. Kalau Yura menilai sepertinya paras Kai sebelas dua belas dengan aktor Korea Lee min Ho salah satu aktor favorit Yura.
Tapi tiba-tiba saja sang idola yang sering disebutnya sebagai calon suami seakan menyanyikan "Jaga mata jaga hati, jangan cari lain lagi." Seakan langsung membisikkan ke telinganya.
Gheo dengan Sekretaris Kai hanya menjadi pendengar diantara pembicaraan mereka. Mereka sama sekali tidak menimpali.
Saat Makan malam berlangsung beberapa kali Kai menyodorkan makanan ke hadapan Yura dan itu sukses membuat Yura salah tingkah. Semua perlakuan manis yang Kai tunjukkan tak lepas dari tatapan tak suka Gheo.
Setelah makan malam selesai mereka kembali membahas perihal kerja sama antara keduanya. Dan keputusannya Kai akan datang besok ke perusahaan Cristiano Group, untuk menandatangani surat kerja sama antara kedua perusahaan besar tersebut.
Bersambung 💞 💞💞💞💞