NovelToon NovelToon
Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Orang Disabilitas
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Kania mengira pernikahannya dengan Firman adalah takdir bahagia. Selama dua tahun, Firman menjadi suami sempurna sekaligus pahlawan yang menyelamatkan ekonomi keluarganya.

Meski hidup dengan disabilitas pada kaki kirinya akibat sebuah kecelakaan, Kania tak pernah menyerah menjalani hidup. Ia percaya, selama Firman tetap berada di sisinya, semua kekurangan itu bukanlah penghalang untuk meraih kebahagiaan.

Namun, saat perusahaan Firman bangkrut, badai besar menghantam rumah tangga mereka.

Pria yang pernah berjanji akan terus menggenggam tangannya mendadak berubah dingin. Lalu, seorang wanita dari masa lalu Firman datang menawarkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan dengan satu syarat, Firman harus membuang Kania dari hidupnya.

Demi mengembalikan kejayaan dan mempertahankan ambisinya, Firman tak ragu mengkhianati janji suci pernikahan mereka.

Terluka hebat, Kania memutuskan pergi meraih kebahagiaannnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27 Meninggalkan Rumah

"Selamat tinggal, Mas."

Bisikan lirih itu meluncur dari bibir Kania, terbawa hembusan angin malam yang terasa menusuk hingga ke tulang. Kania menoleh ke belakang untuk yang terakhir kalinya. Matanya yang sembab menatap nanar bangunan bergaya minimalis di hadapannya.

Rumah itu... rumah yang selalu ia bersihkan setiap pagi. Rumah yang halamannya ia tanami bunga mawar kesukaan Firman. Rumah yang dulunya ia harapkan akan menjadi satu-satunya tempat tinggalnya untuk menua bersama sang suami, kini tak lagi terasa hangat. Bangunan itu kini terasa asing dan dingin, persis seperti hati pria yang baru saja mengusirnya. Mulai malam ini, rumah itu bukanlah miliknya lagi.

Dengan tangan bergetar, Kania mempererat genggamannya pada gagang koper hitam usang di sebelahnya. Koper itu hanya berisi beberapa helai pakaian dan barang pribadinya. Sisanya, ia tinggalkan begitu saja. Ia tidak sudi membawa apa pun yang dibeli dengan uang pria pengkhianat itu.

Sebuah taksi pesanan yang sedari tadi menunggunya membunyikan klakson pelan. Kania segera menghapus kasar air mata yang kembali luruh di pipinya, lalu melangkah tertatih masuk ke dalam kursi penumpang.

"Kemana kita, Mbak?" tanya sopir taksi itu dengan nada simpatik, menyadari kondisi penumpangnya yang tampak hancur lebur.

"Ke Jalan Kenanga nomor dua belas, Pak," jawab Kania dengan suara parau yang nyaris habis. "Tolong agak cepat ya, Pak."

Sepanjang perjalanan, Kania hanya menatap kosong ke luar jendela. Rintik hujan mulai turun membasahi kaca mobil, seolah langit ikut menangis meratapi nasib rumah tangganya yang hancur berkeping-keping dalam satu malam.

Setengah jam kemudian, taksi itu berhenti di depan sebuah rumah sederhana bercat hijau. Rumah masa kecilnya. Tempat di mana ia selalu merasa aman.

Kania menyeret kopernya perlahan melewati pagar. Tangannya yang dingin mengetuk pintu kayu jati di depannya.

Tok... Tok... Tok...

"Iya, sebentar!" Terdengar suara lembut dari dalam.

Ceklek. Pintu terbuka, menampakkan sosok wanita paruh baya dengan daster batiknya. Ibunda Kania memicingkan mata sejenak, menyesuaikan pandangannya dengan cahaya lampu teras, sebelum akhirnya matanya membulat sempurna.

"Kania? Ya Allah, Nduk! Malam-malam begini hujan-hujanan, kenapa kamu..."

Belum sempat ibunya menyelesaikan kalimat, Kania langsung menjatuhkan kopernya dan menubruk tubuh rentah itu. Pertahanan yang sejak tadi ia bangun susah payah akhirnya runtuh tak tersisa. Kania memeluk ibunya sangat erat, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher wanita yang melahirkannya itu, lalu meledak dalam tangis yang begitu menyayat hati.

"Ibuuu... Kania capek, Bu... Kania sakit..." jerit Kania di sela isak tangisnya yang memilukan. Tubuhnya bergetar hebat dalam dekapan sang ibu.

Sang ibu yang terkejut setengah mati refleks membalas pelukan putrinya. Jantungnya berdegup kencang karena panik.

"Astaghfirullahaladzim, ada apa, Nduk? Kamu kenapa nangis begini? Ada masalah apa sama Firman, Nak?" tanya ibunya dengan suara bergetar, tangannya tak henti-henti mengusap punggung Kania yang basah oleh gerimis.

Kegaduhan di depan pintu itu mengundang perhatian Rani, adik perempuan Kania yang baru saja keluar dari kamar.

"Mbak Kania? Ya ampun, Mbak, kenapa malam-malam bawa koper?!" Rani berlari menghampiri, wajahnya memucat melihat kondisi kakaknya yang sangat kacau, berantakan, dan menangis histeris. "Mbak diapain sama mas Firman?! Jawab, Mbak!"

Ibunya segera menuntun Kania masuk dan mendudukkannya di atas sofa ruang tamu. Rani bergegas mengambilkan segelas air putih hangat.

"Minum dulu, Nak. Tenangkan dirimu. Tarik napas perlahan," bujuk ibunya lembut.

Setelah meminum beberapa teguk, Kania mencoba mengatur napasnya. Ia menatap bergantian wajah teduh ibunya dan wajah cemas adiknya. Rasa sesak kembali menghantam dadanya saat bayangan Firman dan Mawar melintas di benaknya.

"Kania diusir, Bu," ucap Kania dengan suara bergetar, air matanya kembali mengalir deras.

"Diusir?!" seru Rani tak percaya. "Apa maksudnya diusir, Mbak? Kalian kan suami istri sah! Memangnya mas Firman itu siapa berani mengusir anak dari rumah kalian berdua?!"

Ibunya menggenggam kedua tangan Kania yang sedingin es. "Kalian bertengkar hebat? Apa Firman main tangan padamu, Nduk?"

Kania menggeleng lemah. Ia menunduk menatap ujung kakinya. "Tadi sepulang kerja, Kania memergoki mas Firman sedang berduaan di rumah, Bu. Di ruang keluarga dia memangku seorang wanita. Wanita yang dulu pernah Kania ceritakan ke Ibu... selingkuhan mas Firman."

"Ya Allah..." Sang ibu menutup mulutnya tak percaya, air matanya ikut menetes mendengarnya.

Rani mengepalkan kedua tangannya hingga buku-bukunya memutih. "Kurang ajar! Laki-laki brengsek! Terus, apa yang terjadi, Mbak? Mbak lawan kan pelakor itu?!"

Kania tersenyum getir, tawa miris lolos dari bibirnya yang pucat.

"Buat apa dilawan, Ran? Laki-lakinya saja yang sudah tidak menginginkan Mbak. Mas Firman bahkan mendorong wanita itu karena panik saat Mbak memergokinya. Lalu... karena wanita itu mengancam menarik investasi keluarganya dari perusahaan mas Firman..."

Kania menghentikan kalimatnya. Tenggorokannya seakan dicekik kuat. Ia menatap mata ibunya lekat-lekat, menyalurkan seluruh rasa sakit yang menggerogoti jiwanya.

"Mas Firman memilih wanita itu, Bu. Dan detik itu juga... Mas Firman menjatuhkan talak tiga kepada Kania."

"Talak tiga?!"

Ibu dan anak itu berseru bersamaan. Sang ibu langsung memeluk Kania, tangisnya pecah seketika. Hatinya hancur berkeping-keping mendengar putrinya diperlakukan lebih rendah dari sampah. Talak tiga berarti tidak ada lagi jalan kembali. Pernikahan putrinya benar-benar sudah tamat dengan cara yang sangat kejam.

"Ya Allah, Gusti... Ya Allah, anakku yang malang..." isak sang ibu, menciumi puncak kepala Kania berkali-kali. "Laki-laki kejam! Beraninya dia membuangmu setelah apa yang kamu lakukan untuknya selama ini!"

Rani berdiri dengan napas memburu, matanya menyala penuh amarah. "Ini nggak bisa dibiarkan! Rani akan ke sana sekarang juga! Biar Rani labrak laki-laki pengecut itu dan pelakor gatal itu! Rani hancurkan rumahnya sekalian!"

"Jangan, Ran!" Kania mencekal pergelangan tangan adiknya dengan sisa tenaganya. "Jangan kotori tanganmu demi orang-orang menjijikkan seperti mereka. Mbak sudah ikhlas. Mbak sudah menyerah."

"Tapi Mbak—!"

"Sudah, Rani," potong ibunya sambil menyeka air mata, suaranya kini terdengar tegas dan penuh perlindungan. "Mbakmu benar. Biarkan saja mereka. Laki-laki yang rela membuang berlian demi seonggok batu kerikil akan mendapat balasannya sendiri dari Tuhan."

Sang ibu menatap Kania, menangkup wajah putrinya dengan kedua tangan kasarnya yang penuh kasih sayang.

"Kamu tidak sendirian, Nduk. Kamu kembali ke tempat yang benar. Rumah ini akan selalu terbuka lebar untukmu. Mulai sekarang, lupakan manusia tak punya hati itu. Ada Ibu dan Rani yang akan selalu menjaga kamu."

Kania mengangguk pelan. Di pelukan hangat keluarganya malam itu, ia membiarkan dirinya menangis sampai tertidur, berharap esok hari rasa sakitnya akan sedikit memudar, meski ia tahu, luka dari talak tiga itu akan meninggalkan bekas yang takkan pernah bisa dihapus oleh waktu.

1
Itin
disini saya melihat seorang kakak yang menyayangi adiknya dan mau mendidiknya. walaupun dengan cara yang menyakitkan.
Itin
nikmatilah pilihanmu....
Deasy Suryandari
wuuiihh mantap
Dede Maesaroh
keren abiyu🥰
tinie
apakah mawar adik tiri🤔🤔
TPI dia bilang adik satu satunya

dari awal fillingku itu menggunakan firman pasti ingin merebut sesuatu dari sang Abang
hemm
Nice1808
bagus abi biar mawar gk sok lagi🤣🤣merebut suaminya kania dan skrg kania bersama kakaknya mawar🤣😂
Nice1808
hahhaha Firman distir oleh mawar mampuskan gara2 uang milyaran buat perusahaannya
Heni Setiyaningsih
/Rose/
Heni Setiyaningsih
dasar suami pecundang
Heni Setiyaningsih
semoga pita suara nya rusak bisr gak bisa teriak lg 🤣🤣🤣🤣
MamDeyh
Lanjuuut
Nice1808
biarkn firman dgn mawar kania, km dgn abngkya si boss abimanyu🤣🤭🤭
tinie
semangaat Kania
kamu pasti bisa bangkit kembali😭😭
MamDeyh
Lanjuuut lagi kak
Ma Em
Semoga Kania jadi sukses setelah diterima kerja , firman kamu pasti akan menyesal karena sdh membuang Kania istri yg baik dan berbakti meskipun selalu dihina dan direndahkan sama Bu Tuti sang mertua .
Nice1808
org tua sinting si tuti, ntar klo kania jd kaya kau ngemis2 krna mawar adiknya abimanyu bossnya kania🤭🤣
tinie
orang tua gila
kamu gak tau KLO mawar ingin menjadikan firman sebagai budak catur
yg harus kerja rodi
siap siap lembur stiap hari dan istri barumu akan menghabiskan uang perusahaan
dan Bu Tuti akan kehilangan jatah bulananmu
ahay
MamDeyh
Lagi kak...

Nah betul nih si 🌹 berduri adiknya si kulkas. Eng ing eng...
Dew666
Syukurlah langsung talak 3, kok aku malah hepi ya wkwk
Dede Maesaroh
amit"😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!