NovelToon NovelToon
Kepentok Perawat Magang

Kepentok Perawat Magang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Teddy Briand Wijaya, adalah pria yang setia. Mencintai 1 wanita semenjak SMA, sampai di usia 34 tahun kenyataan yang membentur dan hampir tidak bisa dipercaya wanita bernama Zarisha Allova, memilih pria lain.

Teddy sempat hancur, pekerjaan tidak fokus, dan memilih berdiri di pinggir dermaga mencoba menenangkan hati.

Ternyata di dermaga, malah menemukan gadis yang sedang menangis sejadi-jadinya. Gara-gara tugas dari konsulernya di rumah sakit jiwa tempat dia magang, ga pernah benar.

"Aku mau bunuh diri!" Teriak gadis Aira Permata Salmi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Apakah Kami Mirip?

Setelah Reta pergi, Om Jovan langsung memutar tubuhnya menghadap tepat ke wajah Aira, dengan senyum yang dipaksakan.

"Aira ... kamu jangan dengerin ucapan Reta ya. Kamu udah boleh masuk ke kamar dan beristirahat kok." Om Jovan sejenak terdiam.

"Tapi ... Tolong ... jangan katakan sesuatu yang buruk tentang keluarga ini pada Pak Teddy, ya?"

Sejenak, gadis itu hanya merenung memikirkan sesuatu. Lalu, kepala Aira mengangguk pelan tanpa ekspresi. "Kalau begitu, Aira masuk ke kamar dulu ya, Om."

Begitu pintu kamarnya tertutup rapat, Aira terduduk di atas dipan berkasur tipis yang diberikan untuknya. Tak lama kemudian, tubuhnya merosot dan menyandarkan kepala di atas kasur itu.

'Entah lah. Setidaknya ancaman seperti ini masih sangat menguntungkanku. Antara aku dan dia mungkin tak bisa bertemu lagi. Huuuff ... Padahal, semenjak awal di antara kami memang hanyalah sebuah permainan. Namun, bodohnya aku yang ikut hanyut dan tenggelam membuatku memiliki harapan yang terlalu tinggi,' batinnya, dan air matanya kembali terjatuh.

Aira menarik jepitan rambut yang dibelikan Teddy. 'Ini gara-gara kamu!' ringisnya.

Lalu, jepitan rambut stroberi mewah itu, diselipkan di bawah kasur tipisnya.

.

.

Keesokan paginya, mendung itu seolah tak berhenti bergelayut di atas kepala Aira. Langkah kakinya pun terasa begitu berat dan tak memiliki daya untuk menyusuri koridor bagian akademik Rumah Sakit Jiwa (RSJ) tempat ia magang.

Namun, ia harus segera mengurus berkas-berkas penyelesaian praktik keperawatannya di sini. Semangatnya yang biasa membumbung tinggi kini telah menguap tanpa sisa akibat pertengkaran dengan Teddy semalam.

Aira meremas map dokumen di pelukannya dengan gusar. Mengingat urusan akademik, kepalanya jadi semakin pening. Karena, masih harus menyelesaikan beberapa dokumen dengan pengujinya meski kemarin Dokter Arnold telah menandatangani kelulusan prakteknya.

Saat sedang menunggu giliran namanya dipanggil oleh bagian administrasi, mata Aira menangkap sesuatu di taman rumah sakit ini. Tanpa sengaja ia menangkap sosok dokter yang paling dihindarinya itu.

Dokter Arnold tidak sendirian, persis seperti kemarin. Dia sedang mendorong kursi roda seorang wanita yang tengah hamil besar. Wanita itu tak lain adalah seseorang yang ia panggil dengan Bu Lova.

Aira terpaku di tempatnya berdiri, mengamati dari kejauhan. Ia mulai memperhatikan kecantikan Bu Lova. Dan, nyaris sempurna. Tanpa sadar, ia memegang pipinya, tetapi ia menggelengkan kepala dengan cepat.

Bahkan, Dokter Arnold yang biasanya ketus terhadap Aira, di hadapan wanita itu sungguh tak terlihat wajah dinginnya. Benar-benar berbeda 180 derajat. Pria itu tampak begitu lembut dan terlihat sedikit centil mengajak sang istri bercanda. Bu Lova tampak terpingkal-pingkal tak tahu entah apa yang mereja bicarakan.

Tidak hanya itu, dengan telaten, tangan Arnold membantu istrinya yang kepayahan membawa perut besarnya untuk bangkit dari posisi duduknya. Rasa penasaran yang besar pun muncul dalam pikirannya.

"Mbak, boleh bertanya?" bisik Aira pada bagian administrasi itu.

"Iya ... Boleh," ucapnya singkat sembari masih mengetik.

"Itu, Bu Lova sakit apa? Kenapa sering banget dibawa ke RSJ? Terus kenapa selalu pakai kursi roda?" bisik Aira kembali sembari melirik kemesraan sepasang manusia itu.

Staf administrasi langsung terkekeh. "Iya, soalnya Dokter Arnold lagi menjaga kandungan istrinya. Bahkan, Bu Lova nggak boleh jalan kaki sendiri. Pokoknya, ya gitu deh. Soalnya, dulu istrinya pernah mengalami keguguran. Jadi, takut banget kalau istrinya kelelahan."

Mata Aira mengerjap beberapa kali. Ia tak menyangka, Dokter Arnold seprotektif itu. Bahkan, tak boleh jalan kaki sendiri.

"Wah, aku tak menyangka Dokter kejam itu bisa seperti itu," gumamnya.

Staf administrasi refleks tertawa, tetapi segera menutup mulutnya. "Sttt, nggak boleh gitu. Nanti kelulusanmu dibatalkannya," bisik staf itu.

"Uppsss ..." Aira menutup mulutnya. "Maaf, Mbak," bisiknya kikuk.

Lalu, tatapannya kembali ke dua pasangan yang menanti kelahiran buah hati mereka. Sejenak, terulas senyuman di bibir Aira. "Beruntung ya, Bu Lova mendapatkan suami yang meratukannya?"

Kejadian tadi malam kembali terulang di kepala. Di saat Teddy menyebut nama, 'Lova.'

"Dari pada penasaran, lebih baik aku tanyakan langsung sama orangnya deh," gumamnya memberanikan diri.

"Selamat pagi, Dokter Arnold," sapa Aira, memanfaatkan suasana hati pengujinya yang terlihat sangat baik.

Dokter Arnold menghentikan gerakannya yang sedang mengelus rambut sang istri, menoleh dengan dahi berkerut. Raut wajahnya berubah begitu saja, seakan terganggu oleh kehadiran gadis ini.

"Hmmm ... Saudari Aira. Kenapa? Berkas kelulusan praktikmu masih ada yang kurang?" tanyanya datar.

Melihat reaksi sang suami yang kurang bersahabat, refleks tangan Lova mencubit pinggang sang suami.

"Jangan ditakut-takuti terus," gumamnya lalu tersenyum canggung di depan Aira.

"Maaf ya Aira. Dia memang hobi sekali menguji mental semua orang," canda Lova mencoba mencairkan suasana.

Aira membeku karena reaksi tak terduga Dokter Arnold yang cepat sekali berubah. Jemarinya meremas map dokumen di pelukannya dengan sangat erat. Ia mulai ragu dengan rencana konyol yang ingin diutarakan tadi.

"Ada apa, Saudari Aira?" tanya Dokter Arnold dengan nada sedikit rendah.

"Maaf, Dok. Ini bukan soal berkas kok, Dok ..." Lalu Aira sedikit merenung dan menimbang kembali.

"Ehem ..." Arnold seakan kehilangan kesabaran.

"Boleh saya bertanya sesuatu? Ini di luar urusan medis atau akademik, Dok," ucap Aira terbata, tak berani menatap mata tajam Arnold.

Mendengar pertanyaan tersebut, Lova refleks tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu, silakan kalau merasa suamiku menjadi tempat mencari jawaban yang tepat, saya persilakan." Lova kembali duduk ke atas kursi rodanya.

Arnold sedikit berdecak, dan mungkin cukup merasa keberatan.

"Ada apa, Saudari Aira. Kalau bukan masalah akademik, lebih baik nanti saja. Saya masih ingin menemani istri saya" jawab Arnold, bersiap melangkah pergi.

Mendengar jawaban pria itu, refleks rasa jengkel langsung memenuhi hati Aira.

"Begini Dok, soal Bu Lova, Dok!" sergap Aira cepat sebelum sang dokter berbalik.

Langkah Arnold terhenti seketika. Sorot matanya mendadak menjadi tajam. "Ada apa dengan istri saya?"

Aira menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan keberaniannya sebelum melontarkan pertanyaan gila yang sejak semalam menyiksa batinnya.

"Apa saya mirip dengan Bu Lova, Dok?"

Mendengar pertanyaan yang benar-benar di luar nalar dari mahasiswanya itu, Dokter Arnold tersentak. Sepasang mata tajamnya perlahan beralih meneliti wajah Aira dengan saksama, dari atas hingga ke bawah.

*Bersambung*

1
sryharty
juragan sawit boosss
sepadan lah juragan dan boss besar besanan,,si Jovan dan keluarga nya bakalan kebakaran jenggot
Anbu Hasna
ngakak bgt baca Jovan menderita. ceritain ke anak istrimu, Van. biar mereka juga ikut menderita karena iri 🤣🤣
sryharty
berasa lg cosplay jadi suami siaga ya pak bujang lapuk,,
sryharty
🤭semangat Ra,,
kerjain sekalian si bujang lapuk,,biar kamu puasss🤭🤭🤭
SoVay: spt kata emaknya ya kak, terserah mau diapain😭🤣
total 1 replies
sryharty
jiaaah pak bujang lapuk pocecif amat
SoVay: aku gak mau makin lapuk 😭
total 1 replies
Dewi kunti
heleeeeehhh dah posesif aj nich bujang lapuk😂😂😂😂😂😂
SoVay: sssstt, nanti dibaca anak nakal itu 🤣🤣 bisa nyebur ke kolam yg dikelilingin sawit 🤣
total 3 replies
sryharty
awas Aira hati2 kamu mau di manfaatkan sama si weri
jiaaah ada yg pengen jadi mokondo ternyata,,wes mending sama om2 bujang lapuk Aya Ra
pasti nanti kamu di ratukan sama bujang lapuk dan orang tuanya
SoVay: mokondo di balik profesi 😚
total 1 replies
sryharty
udah kamu diam saja ted,,biarkan sang nyonya yg ambil alih buat meluluh kan sang calon mantu,,kamu diem dan banyak berdoa saja biar jalan nya lancar
SoVay: /Facepalm/ gimana ya kak 🤣 tapi emang cuma bisa diem aja utk saat ini
total 1 replies
sryharty
jangan luluh dulu Aira
bikin ted2 merana dulu 😁
sryharty
calon mantu mu emang unik buk
sryharty
bagus cerita nya
SoVay: terima kasih kak, udah bantu kasih rate
total 1 replies
sryharty
mantaaapppp
calon mertua langsung gercep ga tuh
SoVay: harus, yg pnting ditangkap dulu 😭
total 1 replies
Anbu Hasna
emaknya Teddy lebih peka 🤣🤣
Anbu Hasna: bener tuh... Lova aja dah anak 2🤣🤣
total 2 replies
sryharty
jodoh mah ga kemana
SoVay: makasi ya kak, udah pantengin jodoh ciptaan aku utk bulan ini 🤣 kalau masih ada vote, boleh bagi ke sini ya. kasian bgt mereka masih 0 🙈
total 1 replies
Enisensi klara
Kayaknya seru nih ,aku mampir kk salam kenal
SoVay: yuk kak, lanjutkan kak 😚
total 1 replies
Dewi kunti
emang enak 😂😂😂😂😂 sokoooooooorrrr jd disuruh bersih2 biar gak cm bisa usiiiiiillll
Dewi kunti: tadi ad kriting pa daun ya😂🙈🙈🙈🙈🙈
total 2 replies
Anbu Hasna
SEMANGAT💪💪
SoVay: makasi ya kak ❤️
total 1 replies
Anbu Hasna
menangkan Teddy dong, Thor...
inikah novel tentang dia. biar Aira makin klepek2 dan nahan Teddy dekat dia. jadi sama-sama move on😍😍
SoVay: wkwkwkw..tunggu ya kak, benar syekali. ini bukan cerita Arnold lg, ini dia yg jd fokus cerita kita
total 2 replies
Eva Karmita
yaelaaahhhh Ted....!!
Yakin kamu bisa ngalahin Arnold si dokter gemulai, jadi deg"an aku 🤣🤣🤣 memangnya kamu ngerti di bidang kejiwaan 🥺 awas entar salah revisi habislah Aira di marahi lagi 🤣🤣
Eva Karmita: ya tapi sepil tipis" juga keseruan pak dokter mengurus anak"nya ya ...
total 2 replies
ari sachio
taddy....km ak menyesali perbuatan km dulu klo km tau klo ank pertama lova keguguran akibat sedikit bykny terpengaruh olh sikap km dulu.jd baikny jgn byk berkicau kaya burung merak.brisikkk!🤭
ari sachio: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!