NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Sama seperti pasangan-pasangan diluar sana, Dinzy dan Luca selalu menghabiskan waktu bersama di akhir pekan. Jika biasanya mereka menghabiskan akhir pekan dengan berjalan-jalan, kali ini Luca membawa Dinzy ke rumahnya.

 

Luca ingin Dinzy tahu dimana ia tinggal, bersama siapa, dan apa saja yang ia lakukan saat dirumah.

 

"Kamu punya mereka, tapi kenapa kamu masih tetap makan diluar?" tanya Dinzy lirih

 

"Itu hanya alasan sayang, sebenarnya aku mau makan sama kamu. Tapi kalau kamu mau makan dirumah sama aku, itu lebih bagus"

 

Dinzy menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka jika pria yang bahkan 15 tahun lebih tua darinya tersebut bisa melakukan hal sedemikian rupa.

 

"Jadi gimana?" tanya Luca

 

"Apa yang gimana?"

"Mau temani aku makan dirumah?"

"Setiap hari?"
"Iya sayang, setiap hari sehari dua kali, karena kita makan siang diluar"

"Tap-"

"Tapi apa? Rumah kita dekat hanya 15 menit jaraknya"

 

Dinzy menarik nafas dalam-dalam, dia tidak tahu harus mengatakan apa. Karena menurut Dinzy akan percuma jika ia menolak permintaan Luca, karena Luca pasti akan memaksanya.

 

Luca hanya tersenyum tipis menatap ekspresi Dinzy. Kemudian dia membawa Dinzy ke ruangan baca, dimana Luca memiliki banyak koleksi buku disana. dengan pencahayaan yang sangat bagus, Luca tidak membutuhkan lampu saat siang hari ketika ia membaca buku di ruangan tersebut.

 

"Kamu sering menghabiskan waktu disini?" tanya Dinzy

 

"Iya, membaca semua buku ini"

 

Dinzy mengernyitkan dahinya, bagaimana bisa dia membaca buku sebanyak ini sedangkan setiap hari Luca bekerja bahkan menghabiskan waktu dengan mengirim pesan.

 

Dinzy mengambil sebuah buku dari rak tersebut, dia pernah membaca buku tersebut saat masih kuliah.

 

"Kalau kamu suka, kamu bisa membawanya pulang" ucap Luca

 

"Aku pernah baca buku ini tapi tidak selesai"

"Selesaikan. Kamu bisa membawanya pulang nanti, atau kamu bisa tinggal disini bersamaku jadi kamu bisa membaca semua buku yang kamu mau"

 

Dinzy mencubit pelan lengan Luca, kemudian ia meletakkan buku tersebut di meja. Matanya menatap setiap sudut ruangan tersebut, hingga matanya saling beradu dengan Luca.

 

Luca menarik tubuh Dinzy pelan, mendekapnya dengan erat. Sementara tangan Dinzy melingkar di pinggang Luca.

 

Tidak ada sepatah kata yang keluar, hanya memeluk dengan erat.

 

"Mau makan?" tanya Luca

 

"Aku belum terlalu lapar"

"Kita makan buah aja"

"Hmm oke"

 

Luca keluar dari ruangan baca dengan menggandeng tangan Dinzy. Mereka masuk ke dapur lalu meminta salah satu pelayan menyiapkan buah untuk mereka.

 

Luca bercerita banyak hal kepada Dinzy tentang rumah yang ia tinggali tersebut. Ia merenovasi setiap sudut supaya tidak mengingatkannya kepada masa lalunya. Bukan tentang mantan istrinya, tapi tentang putra mereka.

 

"Aku tidak tahu harus merespon seperti apa, karena aku belum pernah ada di posisi kamu. Tapi aku tahu, ini sangat berat" ucap Dinzy

 

"Tidak apa-apa sayang. Semua sudah berlalu, aku juga tidak pernah berhenti berusaha. Mungkin suatu saat aku bisa bertemu dengan anakku"

"Pasti..."

 

"Permisi Pak, buahnya" ucap pelayan Luca

 

"Makan sayang, kamu perlu buah supaya sehat"

"Aku tahu kamu sebenarnya lapar kan"

 

"HAHAHA" Luca tergelak

 

"Kok malah tertawa sih"

"Iya, aku lapar"

"Makan dong, kenapa gak makan"

"Karena kamu gak mau makan"

"Aku belum lapar. Mau aku masakin?"

"Serius?"

"Iya"

"Oke boleh. Aku bantuin kamu"

"Kamu duduk aja disini, makan buahnya. Aku yang akan masak buat kamu"

"Oke sayang"

 

 

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!