Maria adalah seorang vampir yang telah tertidur selama lebih dari seratus tahun. Dan secara tidak dengar dibangunkan oleh seorang gadis manis serigala yang kebetulan lewat. Mereka menginjakkan kaki menuju kota untuk memulai perjalanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Randolph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAP 14-AKU HANYA INGIN MENGABULKAN KEINGINANNYA
Di malam sebelumnya...
Flashback on.
"Ayo! Masuklah. Kami belum buka, jadi para staf masih sedikit. Silahkan lihat-lihat dulu" Ucap salah satu staf bar tersebut.
"Ya... Terima kasih"
Setelah berbicara sebentar, staf itu berjalan melewati sebuah cermin dimensi. Maria yang melihatnya, terkejut menyaksikan hal itu, "Ternyata pintu masuk bar tersebut adalah sebuah dimensi yang berbentuk kaca kecil rupanya..." Gumamnya.
Saat dirinya berjalan sambil memperhatikan sekelilingnya, terdengar sebuah suara membuatnya terkejut. Ia pun menoleh dan mendapati seorang bartender sedang membersilahkan gelas kaca. Sang bartender pun bertanya, "Ada perlu apa datang ke bar jam segini?"
Mendengarnya, Maria hanya terdiam. Dari arah belakang, terdengar suara salah satu staf bar yang lain, "Dia datang kesini untuk melamar pekerjaan. Apakah kamu bisa menjelaskan kepadanya?Aku ingin mengganti seragam dulu"
"Ok"
Staf itu berjalan memasuki sebuah kamar ganti dan meninggalkan bartender itu dengan Maria.
*Tap Tap Tap...
Setelah kepergiannya, bartender tersebut berjalan mendekati Maria dan menanyakan pekerjaan apa yang ingin ia lakukan, "Lowongan yang ada hanya terbuka untuk posisi security dan pelayan, kamu ingin pilih yang mana?"
"Apa saja boleh" Jawab Maria.
Mendengarnya, bartender itu menatap remeh Maria, "Hmm..? Kelihatannya kamu tidak cocok untuk menempati posisi pelayan, karena... Kamu tidak terlihat imut sedikit pun..."
Maria yang mendengarnya, mulai kesal. Terlihat dirinya berusaha menahan kekesalannya, "... Sejak kapan menjadi imut adalah syarat untuk menjadi seorang pelayan?"
Kekesalannya semakin memuncak saat dirinya mendengar perkataan bartender tersebut.
*Slap... Slap... "Badanmu juga sepertinya tidak cocok untuk menjadi seorang security"
"Cobalah untuk mengetes diriku"
Bartender itu tersenyum sinis saat mendengarnya. "Jika itu mau, akan aku layani" Seketika juga ia pun menyerang Maria dengan ekornya.
Maria hanya terdiam saat bartender itu menyerang dirinya. Tak ada pergerakan yang terjadi. Melihat reaksinya yang tidak bergerak sedikit, membuatnya melepaskan genggamannya dan berjalan mendekatinya, "Oh, ternyata boleh juga dirimu.." Kata bartender itu sambil mengangkat dahi Maria.
Mendengar hal itu, Maria tersenyum sambil memperlihatkan gigi taringnya. Kedua matanya berubah menjadi merah legam dan menatap tajam kearahnya. Ia pun memegang kuat tubuh dan menarik kerah bajunya, sambil berkata, "Apakah ini adalah undangan... Untuk mencicipi darah seekor ular?" Kata Maria dengan penuh penekanan.
Flashback off.
*Bang... Bang... Bang... Suara kembang api terus bersahutan di langit.
Mengingatnya, Maria berdengus kesal, " Dasar ular kecil sialan... Apa yang harus kulakukan. Dimana-mana harus kontak dengan manusia. Hanya bar itu yang paling cocok, tapi......" Saat dirinya bingung untuk memilih, ia menoleh dan heran mendengar perkataan Xiao Lan yang terdengar sedih, "Ya, sayang sekali... andai saja aku bisa mengambil gambar"
Melihat raut wajah Xiao Lan yang terlihat sedih, Maria akhirnya mengambil keputusan, "Sudahlah, aku coba saja dulu. Sepertinya... Kembang api-nya sudah selesai. Sebaiknya kita kembali. (Bingung)"
"Kenapa... Tidak bilang sebelumnya Kalau dirimu kesakitan? Apakah harus menunggu sampai dirimu merasa tidak tahan baru mengatakannya?" Tanya Xiao Lan dengan wajah yang memerah dan terlihat seperti sedang merajuk.
"Sepertinya... Aku tidak menyadari hal ini akan terjadi, aku juga tidak menyangka ada begitu banyak manusia.. Selain itu.. Aku sudah terbiasa untuk menahan diri" Jawab Maria sambil mengalihkan pandangan ke arah samping. Dirinya tidak berani menatap gadis yang berada dihadapannya.
Xiao Lan yang mendengarnya, terkejut. Ia terdiam lalu menanyakan sesuatu, "Maria, sebelum dirimu menjadi seorang vampir.. Apakah kamu... Pernah melewati suatu hal yang menyakitkan?"
"... Dia pasti sudah melihat sebuah simbol dibelakang tubuhku.." Maria terdiam saat mendengarnya, Tiba-tiba dirinya mendapat sebuah ide, "Xiao Lan, berapa umurmu?"
"16 tahun. Kenapa?"
Mendengarnya, Maria memegang kepala gadis yang berada dihadapannya. Xiao Lan seketika terkejut saat melihat tangan Maria menyentuh kepalanya, "Apa yang kamu lakukan?"
"Masa laluku adalah suatu hal yang tidak perlu diketahui oleh seorang anak kecil sepertimu~" Ujarnya sambil mencubit kedua pipi Xiao Lan.
Xiao Lan terlihat kesal saat dirinya dikatai anak kecil oleh Maria, "Hey, kamulah yang anak kecil!!!"
"Apakah kamu sudah lupa? Aku lebih tua darimu. Umurku sekarang ratusan tahun? Paham!"
"Aku tidak peduli?" Kesal Xiao Lan.
"Sepertinya kamu harus memikirkannya!"
"Dasar bodoh!"
"Haha, mari kita kembali. Hari semakin larut" Ucap Maria sambil mengelus-elus kepala Xiao Lan.
"Hmph...!" Xiao Lan berdengus kesal sambil berjalan pulang bersama Maria.
Keesokan harinya, Maria pergi ke kediaman Qianqian. Sesuai dengan kesepakatan awal, "Apakah kamu sudah memutuskan dimana tempat dirimu akan bekerja?" Tanyanya.
"Ya.Si bar ini" Jawab Maria sambil memperlihatkan sebuah tulisan yang sudah dilingkari.
"Oke, aku akan menelpon managernya. Besok malam kita akan pergi kesana"