Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ide Sang Devils
Seorang petugas lapas di mana Aditya dipenjara mengabarkan kematian Queen dan memberi izin kepada Aditya pulang ke rumahnya untuk acara pemakaman dalam pengawalan ketat pihak kepolisian.
"Pak Aditya, saya ingin menggambarkan kepada bapak. Kalau kami baru saja mendapat kabar, bahwa putri bungsu Bapak yang bernama Queen Aditya meninggal tadi pagi. Jadi oleh sebab itu, kami memberi izin kepada bapak untuk pergi melepas kepergian Putri bapak sampai proses pemakaman selesai. Dan kami juga turut mengucapkan belasungkawa Pak" kata kepala sipir penjara memberi kabar duka sekaligus mengucapkan belasungkawa atas kabar kematian Queen.
Jantung Aditya berdetak kencang dengan mata nanar menatap kepala sipir tak percaya, tubuh Aditya langsung lemas wajahnya terlihat bingung sekaligus menyiratkan kesedihan yang luar biasa. Kerut di keningnya semakin nyata ada kemarahan tersimpan yang ingin meledak tapi berusaha ditahannya.
"Untuk mempercepat waktu silakan bapak siap-siap dan nanti langsung menuju ke lobi lapas." perintah ketua lapas sudah tak dengar oleh Aditya yang berjalan gontai menuju selnya.
1001 macam pertanyaan berkecamuk dalam benak Aditya tapi mulutnya terkatup rapat hanya matanya yang selalu berlinang dan sesekali dia menghapusnya dengan kedua telapak tangannya.
Hati Aditya terasa sesak sesekali dia memejamkan mata jika mengingat putri bungsu kesayangannya yang selalu ceria dan juga seorang pemberani.
"Maafkan Ayah sayang." ucap lirih Aditya sambil menyeka kasar air mata yang hampir menetes di kedua pipinya.
Begitu mobil kepolisian berhenti di depan rumahnya Aditya buru-buru turun dari mobil dengan mengenakan kemeja hitam Dia berjalan cepat dikawal oleh dua orang polisi. beberapa pasang mata menatap Aditya kaget karena mereka tidak tahu apa yang selama ini terjadi dengan Aditya yang tiba-tiba datang dikawal oleh dua orang polisi.
Sementara di kamar Ayu, Rudi dan Lisa mulai mencari ide agar Ayu tidak bertemu dengan Aditya karena kalau sampai Ayu bertemu dengan Aditya dan membuka mulut tentang penyebab kematian Queen, sudah pasti akan menimbulkan masalah buat Lisa
"Cepat Rud! Pikirkan sesuatu Mas Adi udah ada di depan!" bisik Lisa panik di telinga Rudi sambil matanya tak berhenti menata pintu kamar.
Sejenak Rudi diam berpikir lalu dia menyentilkan jempol dan jari telunjuk tengahnya.
"Kamu masih punya obat tidur kan Lis?" tanya Rudi yang langsung dibalas dengan anggukan kepala.
"Sekarang cepat kamu ambil obat itu!" perintah Rudi sambil mendorong pelan pundak Lisa.
Sejenak Lisa bingung karena dia harus keluar dari kamar Ayu dan pergi ke kamarnya untuk mengambil obat tidur itu.
"Buruan! Jangan banyak mikir, ambil obat itu sekarang!" bentak Rudi memerintah Lisa.
Lisa melindungi kepalanya dengan kerudung hitam lalu berjalan cepat dan menyembunyikan wajahnya dibalik kerudung itu masuk ke kamarnya. Begitu selesai mengambil obat Lisa buru-buru kembali ke kamar Ayu lalu menyerahkan obat itu kepada Rudi.
Sementara di luar kamar terdengar suara tangis Aditya meraung-raung.
"Cepat Rud, aku takut Mas Adit akan masuk ke sini!" ucap Lisa gugup.
Rudi lalu membuka mulut Ayu dan memasukkan obat tidur itu secara paksa agar ditelan oleh Ayu. Rudi selalu membangunkan Agustina dan menepuk tengkuk Ayu hingga obat tidur itu tertelan oleh Ayu yang sedang pingsan.
"Sudah aman Lis, sekarang berpura-pura lah Kamu bersedih di sini. Aku akan menemui Aditya. Ingat bersikaplah tenang dan jangan panik semua akan baik-baik saja." pesan Rudi sebelum pergi meninggalkan Lisa di kamar Ayu.
Aditya menangis sejadinya di depan jenazah putri bungsunya Queen, dia bersimpuh dan mencium kening serta kedua pipi tirus Queen yang terlihat kurus dan pucat.
" Bidadari kecil Ayah, kenapa Dedek pergi saat Ayah tidak ada di samping Dedek huuuuu... Hikss."
"Maafin Ayah sayang, Ayah yang bikin Queen seperti ini. Maafin Ayah nggak ada saat Queen kesakitan menjelang ajal, maafin Ayah yang gak bisa temenin Queen saat sakit huuuuu... hiksss." rapat Aditya penuh sesal sambil mengusap lembut tubuh putrinya lemas.
"Yang kuat Dit, ini semua sudah kehendak Allah. Istighfar Dit," ucap Raihan sahabat sekaligus kakak ipar Aditya.
"Iya Mas, relakan kepergian Queen biar dia tenang jangan meratap seperti ini Mas. Kasihan Queen hiksss hiksss hiksss." ucap Salma merangkul pundak Aditya.
"Ayu, di mana Ayu?" tanya Aditya ingat pada Putri sulungnya sambil pandangannya menyapu ruangan mencari sosok putrinya.
"Ayu tadi shock dan pingsan Mas, sekarang ada di kamarnya." jawab Salma.
Aditya langsung beranjak dari tutupnya dan berputar berjalan menuju kamar Ayu.
Ceklek
"Ayu!" panggil Aditya begitu dia membuka pintu.
"Mass! Huuu... hiksss hiksss hiksss." seru Lisa bergegas menghambur bersimpuh di kaki Aditya.
"Maafkan Aku Mas, Aku sudah berusaha menjaga mereka dengan baik tapi takdir berkehendak lain. Maafkan Aku huuuu.... hiksss hiksss hiksss." ucap Lisa memohon maaf sambil bersimpuh di kaki Aditya.
Aditya tertunduk menatap Lisa yang terlihat sangat sedih dengan kepergian Queen. Aditya membungkuk memegang kedua pundak Lisa lalu mengangkatnya berdiri dan memeluknya.
"Sudahlah sayang, Jangan menyalahkan dirimu. Aku yang salah dan ini sudah takdir walaupun terasa berat untuk kita," ucap Aditya pasrah.
Aditya melepaskan pelukan lalu berjalan mendekati air dan mengusap lembut pucuk kepala Putri sulungnya yang kini tinggal satu-satunya miliknya.
"Maafkan Ayah sayang, bangun Nak Ayah kangen Ayu. Bangun Sayang hiksss hiksss hiksss." ratap Aditya sambil memeluk Ayu yang lemas tertidur karena pengaruh obat tidur.
"Sayang, tolong ceritakan pada Mas, kenapa Queen sampai meninggal? Dia sakit apa? Dan kenapa Kamu tidak menghubungi Mas?" tanya Aditya menyatakan rasa penasarannya atas kematian Queen.
Lisa mengusap air mata di pipinya dan juga di hidungnya lalu menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Aditya.
"Kemarin mereka berdua main hujan-hujanan Mas, Aku sudah melarangnya tapi mereka sulit untuk dilarang dan tetap main hujan-hujanan. Malam menjelang pagi Queen demam tinggi lalu aku memberinya obat penurun panas rencananya begitu pagi Aku akan langsung bawa dia ke dokter tapi semuanya... hiksss." jawab Lisa berbohong sambil terisak.
Aditya merangkul pundak Lisa sambil mengusap lembut.
"Sudahlah Sayang, Ini semua bukan salahmu tapi ini sudah takdir. Sekarang kita keluar kita urus Queen untuk terakhir kalinya." ajak Aditya menuntut Lisa keluar dari kamar Ayu.
Selama proses pengurusan jenazah Lisa tertunduk tak berani mengangkat kepalanya apalagi memandang wajah Queen saat sudah dibungkus kain kafan.
"Sayang, kasih ciuman terakhir untuk Queen sebelum dia kita shalat kan." kata Aditya mengajak Lisa mendekati jenazah Queen.
"Sialan, kenapa Aku mencium anak itu dan kenapa jantungku berdetak kencang. Tenang Lis, kamu tidak boleh panik, kamu tidak membunuh bocil itu. Ini sudah takdir nya." batin Lisa menenangkan diri dari gugup dan takutnya.
Lisa menggeser duduknya mendekati Queen lalu mengumpulkan keberanian untuk menatap wajahku yang belum tertutup kain kafan.
"Ini lebih baik untukmu dan untukku Queen." batin Lisa kemudian dia mendekatkan wajahnya di kening Queen dan nyaris menyentuh kening Queen.
Lisa sengaja berpura-pura mencium kening Queen padahal dia tidak melakukan, masih ada perasaan takut dalam dirinya.
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya