Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CERITA SANG SOPIR
Deru mesin mobil yang begitu halus terdengar sayup-sayup. Wiwit mengusap kasar wajahnya penuh kebingungan.
Apa aku harus bahagia melihat putriku menikah hari ini? Atau aku malah bersedih, karna nanti pasti dia akan dicampakkan oleh keluarga itu?~ Gumam Wiwit dengan wajah yang sulit diterka.
"Pak..." Panggil Wiwit memecahkan kesunyian di antara dirinya dan sopir yang sibuk mengendalikan mobil itu sedari tadi.
"Iya, Nyonya...?" Sahut sang sopir yang terlihat hampir seumuran dengannya dan masih tetap fokus melajukan mobil.
"Bolehkah saya menanyakan sesuatu...?" Tanya Wiwit dengan keraguan.
"Silahkan, Nyonya... Nyonya hendak bertanya apa?" Jawab sang sopir.
"Bapak sudah lama bekerja pada keluarga nyonya Nur?"
"Sudah, Nyonya... Hampir seumur nona Yuni... kala itu mendiang tuan Ridwan sedang mau bangkit-bangkitnya." Ujar sang sopir seolah mengenang masa lalunya.
"Apa mereka orang yang baik?" Tanya Wiwit lagi sedikit berhati-hati.
Sang sopir tidak langsung menjawab, dia sedikit tersenyum dan melirik Wiwit dari kaca spion yang juga sedang menunggu jawabannya.
"Mereka orang yang sangat baik, Nyonya... Kalau tidak, mana mungkin saya akan betah bekerja disana..." Jawab sopir itu dengan yakin.
Wiwit masih belum terlihat senang meski sopir itu telah berkata-kata yang baik tentang keluarga Nur kepadanya.
Melihat reaksi Wiwit seakan tak yakin dengan ucapan sang sopir, Sang sopir pun kembali menjelaskan sesuatu tanpa ditanyai.
"Sebelum tuan Arkhan kecelakaan, keluarga mereka sangat hangat, meskipun tuan Ridwan sudah tiada lima tahun yang lalu. Tapi, semenjak tuan Arkhan kecelakaan itu-lah semua berubah, Tak ada senyuman yang tampak dari wajah mereka. Apalagi tiba-tiba tunangan tuan Arkhan memutuskan hubungannya dengan tuan Arkhan." Sang sopir berhenti berkata sejenak, lalu menghembuskan napas dengan kasar, seolah-olah dia sedang menceritakan duka keluarganya sendiri.
"Tetapi semenjak kehadiran nona Desri, nona Yuni terlihat ceria kembali setelah beberapa hari murung dan seperti tak memiliki semangat hidup... Jika saya di posisi Nyonya, mungkin saya juga tidak rela anak saya hanya dimanfaatkan untuk menutupi malu keluarga mertuanya semata. Saya juga menginginkan anak saya bahagia, Nyonya.... Tapi percayalah, Nyonya, nona Desri pasti akan baik-baik saja. Dan bahkan jika mungkin, nyonya Nur juga tidak akan mau melakukannya. Dia juga seorang ibu dari putra dan anak gadisnya. Saya yakin, dia sangat sedih jika memikirkan itu." Jelas sopir itu panjang lebar, ia berusaha meyakinkan Wiwit tentang kecemasannya saat ini.
Wiwit hanya diam tetapi dengan wajah yang sudah mulai tenang.
***
Di kamar Yuni.
"Kak Desri..." Panggil Yuni sambil menarik-narik kecil lengan Desri.
"Hmmm..." Sahut Desri tanpa menoleh kearah Yuni yang sekarang sudah jadi adik iparnya.
"Kakak kenapa diam aja?" Tanya Yuni memberengut tapi masih terlihat manja.
"Memangnya kakak harus bicara apa, Sayang?" Tanya Desri lagi.
"Oh iya, Kak Des... Tadi, kan Kakak di kamar kak Arkhan, kalian ngapain aja?" Tanya Yuni sambil beranjak duduk dari tidurnya dan memandangi Desri dengan serius.
"Nggak ngapa-ngapain, Yun... Cuma duduk aja.." Jawab Desri semakin malas. Hatinya masih terasa sakit. Dia masih bertanya-tanya, kenapa Nur bisa masuk ke ruangan kedap suara itu seakan tau putranya memanggil-manggilnya.
"Kakaaaak..." Rengek Yuni seakan butuh kejelasan. "Tapi kenapa alarm kak Arkhan berbunyi?"
"Alarm???" Sontak Desri terduduk dan melotot kearah Yuni.
"Iya, Kak... Kok Kakak nanya nya gitu? Seakan mau makan Yuni aja. Yuni takut tau." Seru Yuni mengerucutkan bibir tipisnya.
"Maafin kakak, Sayang... Kakak cuma kaget aja... Memangnya alarm apa itu, Yun?" Tanya Desri seakan tidak sabar menunggu penjelasan adik iparnya itu.
"Nggak tau juga sih, Kak... Yang jelas, kalau kak Arkhan butuh apa-apa semenjak ia lumpuh, maka alarmnya akan berbunyi... Dan hanya mama yang boleh menemuinya..." Jawab Yuni acuh.
Ooo jadi remote tadi untuk membunyikan alarm.... Pantesan aja...~ Gumam Desri paham.
"Kakak kok diam aja sih...? Ayo cerita..." Rengek Yuni lagi.
"Besok ya kita cerita-cerita lagi... Kita malam ini istirahat aja dulu..." Elak Desri seraya merebahkan tubuhnya lagi.
"Hmmm.... Kakaaak.. Tapi Kakak janji ya, besok ceritain..." Sungut Yuni sambil ikut merebahkan tubuhnya di samping Desri.
.
.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.