Ariestya reyvand seorang gadis sholeha yg tidak pernah mengenal lelaki manapun kecuali ayah dan keluarganya tiba tiba harus melaksanakan taaruf dgn orang yg baru saja hadir dlm kehidupannya ialah sesosok lelaki tampan dan sholeh yg bernama Arkhana pratama afriansyah
Di pertemukan karena insiden habis bensin
yg akhirnya menjadi cinta sejati.namun di sela sela kebahagian mereka dlm rumah tangga arkha sang suami tercinta dari tya harus pergi berlayar ke negri seberang demi sebuah pekerjaan yg membuat mereka ldran...dan disinilah cinta mereka di uji.akankah cinta akan tetap abadi selamanya???
bagaimana kelanjutan cerita mereka lanjut baca yuk..kisah mereka di
Bismillah cinta
by:evidayanti ali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evidayanti ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 14
💕HAPPY READING💕
Saat LDR hanya perlu saling percaya jika ingin hubungan selamat dari perkara.
🌹🌹
Arkha baru saja sampai di bandara yg langsung di sambut oleh temannya dokter Irsan.
" Assalamualaikum awak.."
" Walaikumsalam.Maaf Ar..saya tau awak masih letih tapi, kita tak da waktu berbincang disini.Kita harus segera berangkat ke wilayah pedesaan sekarang" Ujarnya menjelaskan sembari mengajak Arkha segera berlenggang dari sana.
Mereka pun berjalan menuju parkiran yg mana mobil dokter Irsan tlah stay disana bersama seorang sopir pribadinya.
Grep
Pintu mobil tertutup saat mereka tlah masuk kedalamnya dan segera mobil itupun melesat dari sana.
Tak butuh waktu yg lama untuk sampai ke pedesaan di wilayah Kuala Lumpur itu.Mereka pun langsung menuruni mobil dan segera beranjak ke post ppkm covid 19.
Tak ada acara penyambutan untuk kehadiran keduanya.Mereka langsung membagi tugas yang sebelumnya telah dibahas oleh dokter Irsan pada Arkha selama berada di perjalanan tadi.
Mereka pun langsung beroperasi merawat pasien pasien yang masih bisa di selamatkan.Sementara ada juga beberapa pasien yang keadaannya sungguh sangat miris.Terpapar begitu saja tanpa penangan dokter.
Sebenarnya mereka sudah cukup banyak anggota tetapi masih saja kekurangan karena virus itu cepat sekali terpaparnya.
" Segera cari bantuan lain!"Titah Arkha pada beberapa dokter rekannya yang segera dilaksanakan oleh beberapa dari mereka.
2 jam kemudian..kondisi aman terkendali meski ada 3 orang pasien yang meninggal di tempat.Meskipun, sudah mendapat pertolongan obat obatan mereka.Namun kembali lagi..itu semua adalah takdir dari yang kuasa.
Lalu lalang dokter dokter lain terus memantau kondisi pasien.Sementara Arkha sendiri juga masih dalam keadaan memantau kondisi pasiennya.
Malam harinya kondisi sudah agak aman.Meski belum bisa dipastikan secara pasti tapi untuk sementara mereka bisa berganti shif untuk memantau pasien mereka yang kini berjumlah 40 orang.
Arkha terlihat menghela nafas berat lalu kemudian meraih Hpnya dari kantong celananya.
" Ah..gk ada sinyal lagi..Aries pasti khawatirin aku sekarang" Lirihnya sedikit kesal sembari menghempaskan hp nya ke kasur.
Ia pun kemudian mencoba membaringkan tubuh lelahnya sembari menutup matanya.Namun nihil ia bolak balik membetulkan posisi namun ia tak kunjung bisa tidur..
Alhasil ia pun keluar kamarnya mencari udara segar di luar ruangan itu.Malam yang dingin bertabur bintang di langit sana bersama dgn cahaya rembulan sabit yang seakan mendukung kerinduannya pada istri tercinta.
Arkha kesal kenapa harus ia meninggalkan Aries padahal mereka baru saja berkumpul lagi.Tapi terbesit lagi di hatinya ia adalah seorang dokter yang mana pekerjaan mulia yang bisa menolong seseorang.
Arkha tampak melamun menatapi keindahan malam itu hingga ia terkejut dengan kehadiran seseorang.Seseorang yang sangat ia kenali dulu.
" A awak? Awak apa hal kat sini?" Tanyanya pada seseorang yang baru saja muncul di samping Arkha itu.
Karena tepukan gadis itu di lengan Arkha.Ia tersadar dari lamunannya dan terkejut melihat gadis yang kini berada disampingnya.
" Saya dokterlah..Wajar saya kat sini.Wak..apa kabar?" Tanyanya kembali pada lawan bicaranya itu.
" Alhamdulillah."Singkatnya sembari memalingkan pandangannya.Bukan ia sedang berlagak sok tapi ia hanya tidak mau menatap gadis ini terlalu lama.
" Sombong.Awak tak tanya kah..Kabar saya?" Ujarnya penuh penekanan.
Arkha hanya terdiam sejenak lalu kemudian menatap gadis itu.
" Al..Senang liat wak sekarang..Bagaimana pernikahanmu?" Tanyanya kembali menatap langit malam.
" Awak tanya pernikahan saya? Alhamdulillah sudah pisah..saya di cerai olehnya?" Jawabnya dengan santai.Tapi justru Arkha terkejut mendengarnya apalagi ada kata Alhamdulillah disana.
"Hum..biasa je.Dari awal tak adalah perasaan saya untuk dia saya dipaksa kahwin dengan dia.Jadi wajar saya bersyukur telah pisah dengan dia..Wak sendiri?" Tanyanya kembali menatap Arkha dalam.
Arkha menghela nafasnya pelan lalu kemudian tersenyum.
" Saya baik baik saja." Ujarnya sembari berlenggang menjauhi Alya.
"Hem..cuek." Ujarnya pelan sembari mengikiti langkah Arkha yang sudah semakin jauh meninggalkannya.
**
Lagi dan lagi Aries membuang nafasnya kasar melihat hpnya yang masih kosong dari panggilan suaminya.Ada perasaan curiga disana.
" Mas kemana sih? Mudah mudahan gak ada hubungannya dengan ucapan May waktu itu.Ya allah..engkau yang tau bagaimana perasaannya mas Arkha pada hamba..Kuatkanlah imannya menghadapi segala cobaan diluar sana" Lirihnya bermonolog sendiri.
Kemudian ia pun memilih untuk keluar kamarnya dan bersiap siap untuk ngampus.
Tok
tok
Baru saja ia selesai bersiap suara ketokan pintu yang segera dia bukakan dan ternyata itu adalah orang tuanya yang baru pulang dari luar kota.
" Assalamualaikum.."
" Walaikumsalam.Ma..pa" Ujarnya sembari menyalami keduanua bergantian.
Akhirnya mereka pun masuk dan langsung duduk di sofa ruang tamu.Adi sedikit heran pada putrinya ini karena sedari tadi ia juga tak menemukan Arkha disana.
" Suami kamu mana ris?" Tanya Adi yang masih celingukan.
" Udah pulang." Jawabnya santai yang malah membuat kerutan di dahi kedua orang tuanya.
" Semalam mas Arkha ada panggilan dari pemilik rumah sakit.Mereka ada kerjaan penting..Ya..mas Arkha pulang jadinya." Ujarnya menjelaskan yang telah terjadi.
" Kok secepat itu?" Tanya Aish menatap putrinya itu.
" Namanya juga dokter ma..harus siap di panggil kapanpun karena itu menyangkut nyawa seseorang." jawabnya sembari meraih tasnya yang ada di atas nakas.
" Udah ya ma.Aries ngampus dulu..." Ujarnya sembari menyalami tangan keduanya bergantian.
Mama Aish dan papa Adi pun melepas kepergian anaknya itu dan kemudian kembali kedalam rumah.
" Apa ada sesuatu yang gak beres yah mas?" Tanyanya pada suaminya sembari mengeluarkan beberapa barang dari kopernya.
" Gak tau sayang.Kita coba hubungi Asya dan Ilham aja..." Ujarnya meraih hpnya di saku celananya.
Tut..
Tut..
" Assalamualaikum.."
Ucapnya setelah sambungan telpon itu tersambung.
" Walaikumsalam..Apa kabar di? Tumben nelpon?" Tanya Ilham disebrang sana...
" Alhamdulillah sehat.Itu..soal anak anak..Apa mereka ada masalah?" Tanya Adi kemudian.
" Hem..Setauku mereka baik baik saja.Lagian ada apa di? Apa Arkha buat masalah disana?"
" Loh..bukannya Arkha udah pulang? Aries yang bilang..Semalam katanya Arkha sudah pulang.Apa belum sampe?"
" Ha..Arkha belum ada kembali.Aneh..kemana anak itu?"
" Tuh..kan.Mereka memang sepertinya lagi ada masalah?"
" Ya udah..Aku coba hubungi temannya dulu di..Assalamualaikum."
" Oke.Walaikumsalam." Panggilan pun berakhir.
" Ada apa kak?" Tanya Asya yang baru muncul di belakang Ilham.
" Ini..Arkha.Kata Adi dia udah pulang tapi kok dia belum nyampe kesini.."
" Udah hubungi Kinara?" Tanyanya yang segera di balas gelengan kepala dari Ilham.
" Em..kita telpon dia dulu aja kak.Biasanya kan dia paling tau kemana Arkha." Lanjutnya.
Bersambung
like n komen ya..💕💕
Jangan lupa mampir di ceritaku juga, ya, kak. Judulnya Wafa dan Hijabnya